BAB 6 APLIKASI TURUNAN FUNGSI
6.8 Menggambar Grafik Fungsi dengan
Aplikasi dari turunan dapat diterapkan untuk menggambar grafik dari suatu fungsi. Adapun Langkah-langkah menggambar grafik fungsi dengan memanfaatkan turunan adalah sebagai berikut.
a) Menentukan titik potong dengan sumbu-sumbu koordinat baik dengan sumbu-π₯ maupun sumbu-π¦.
Titik potong sumbu-π₯, maka nilai π¦ = 0 Titik potong sumbu-π¦, maka nilai π₯ = 0
b) Menentukan titik-titik stasioner dan jenis-jenis titik stasionernya (titik balik maksimum, titik balik minimum, dan titik balik (titik belok).
c) Menentukan titik bantu lain untuk mempermudah menggambar grafik.
Contoh soal
Gambarkan grafik fungsi dengan memanfaatkan turunan π(π₯) = π₯2β 2π₯ β 3.
Pembahasan
a) Menentukan titik potong dengan dengan sumbu-π₯ maupun sumbu-π¦.
61
Titik potong sumbu-π₯, maka nilai π¦ = 0, sehingga π₯2 β 2π₯ β 3 = 0 β (π₯ + 1)(π₯ β 3) = 0
π₯ + 1 = 0 β π₯ = β1 atau π₯ β 3 = 0 β π₯ = 3
Jadi titik potong grafik terhadap sumbu-x adalah (β1,0) dan (3,0).
Titik potong sumbu-π¦, maka nilai π₯ = 0, sehingga π(π₯) = π¦ = (0)2β 2(0) β 3 = β3
Jadi titik potong grafik terhadap sumbu-π¦ adalah (0, β3).
b) Menentukan titik-titik stasioner dan jenis-jenis titik stasionernya π(π₯) = π₯2 β 2π₯ β 3 β πβ²(π₯) = 2π₯ β 2
Syarat stasioner:
πβ²(π₯) = 0 β 2π₯ β 2 = 0 π₯ β 1 = 0 β π₯ = 1
Nilai stasioner: 1, kemudian subtitusi ke fungsi awal untuk menentukan titik stasionernya
π(1) = (1)2β 2(1) β 3 = β4 Jadi titik stasionernya (1, β4).
c) Menentukan jenis titik stasionernya
πβ²(π₯) = 2π₯ β 2 β πβ²β²(π₯) = 2 β πβ²β²(1) = 2, (positif) artinya memiliki nilai minimum.
d) Menentukan titik bantu lain untuk mempermudah menggambar grafik.
Untuk nilai π₯ semakin besar (π₯ > 1), nilai π¦ semakin besar positif (ke atas) dan untuk π₯ semakin kecil, (π₯ < 1), maka nilai π¦ semakin besar positif (ke atas).
6.8 Aplikasi Turunan Fungsi Terkait Garis Singgung
Garis singgung kurva adalah suatu garis yang hanya mempunyai satu titik (titik singgung) dengan kurva. Untuk menentukan garis singgung
62
terlebih dahulu ditentukan nilai kemiringan (gradien) dengan cara menggunakan pendekatan dengan garis lain (garis secan) yang gradiennya dapat ditentukan secara langsung. Untuk menambah pemahaman terkait nilai gradien perhatikan Gambar 8 berikut.
Gambar 8. Ilustrasi grafik terkait gradien
Titik π(π₯, π¦) adalah sembarang titik pada kurva π¦ = π(π₯), sehingga koordinat titip π dapat ditulis dalam bentuk (π₯, π(π₯)). Absis titik π adalah (π₯ + β) sehingga koordinat titik π dapat ditulis dalam bentuk ((π₯ + β), π(π₯ + β)). Jika β β 0, maka π menjadi garis singgung pada kurva di titik π yaitu garis ππ. Oleh karena itu, gradien garis singgung pada kurva di titik π adalah π dengan:
π = tan πππ = lim
ββ0
π(π₯ + β) β π(π₯) β
= πβ²(π₯)
Berdasarkan hasil tersebut dapat diartikan bahwa gradien garis singgung di suatu titik π΄(π, π(π)) adalah π = πβ²(π).
Adapun Langkah-langkah menentukan gradien di titik π΄(π, π(π)) pada kurva π¦ = π(π₯) adalah sebagai berikut.
a) Menentukan turunan pertama dari fungsi yang diketahui πβ²(π₯)
b) Subtitusikan nilai π₯ = π ke dalam fungsi yang diketahui atau (π, π(π)) c) Tentukan gradiennya π dimana π = πβ²(π).
Contoh soal
Tentukan gradien dari fungsi berikut di titik (1,2).
a) π(π₯) = 3π₯3 β 4π₯2 + π₯ + 2
63 b) π(π₯) = (2π₯ + 1)2
Pembahasan
a) π(π₯) = 3π₯3 β 4π₯2 + π₯ + 2 β π = πβ²(π₯) = 9π₯2 β 8π₯ + 1 π = πβ²(1) = 9(1)2β 8(1) + 1 = 2
b) π(π₯) = (2π₯ + 1)2 β π = πβ²(π₯) = 4(2π₯ + 1) π = πβ²(1) = 4(2(1) + 1) = 12
Setelah memahami terkait bagaimana menentukan gradien daris suatu garis, berikutnya akan dipelajari mengenai bagaimana cara menentukan persamaan garis singgung. Untuk mempermudah memahami persamaan garis singgung perhatikan Gambar 9.
Gambar 9. Grafik terkait garis singgung
Berdasarkan Gambar 9 tersebut dapat diperhatikan beberapa garis singgung (garis berwarna merah) yang terdapat pada kurva π¦ = π(π₯). Titik singgung kurva π¦ = π(π₯) dengan garis singgung adalah masing-masing adalah π΄(π, π(π)) dan π΅(π, π(π)).
Secara umum persamaan garis singgung di titik π΄(π, π(π)) pada kurva π¦ = π(π₯) dapat ditentukan dengan rumus:
π¦ β π(π) = π(π₯ β π)
dengan π = πβ²(π). Hal ini juga berlaku untuk menentukan persamaan garis singgung di titik π΅(π, π(π)) pada kurva π¦ = π(π₯) dimana persamaan garis singgungnya:
π¦ β π(π) = π(π₯ β π) dengan π = πβ²(π).
64 Contoh soal
Tentukan persamaan gari singgung dari fungsi π(π₯) = π₯3+ 4π₯2 β 2π₯ β 2 di titik yang berabsis 1.
Pembahasan
a) Untuk menyelesaikan soal tersebut Langkah pertama yang dilakukan adalah menentukan nilai ordinat dengan cara mensubtitusikan nilai absis ke dalam fungsi yang diketahui.
π(π₯) = π₯3 + 4π₯2 + π₯ β 2
π¦ = π(π₯) = (1)3+ 4(1)2β 2(1) β 2 = 1
Jadi koordinat titik singgungnya adalah (π₯1, π¦1) = (1,1).
b) Selanjutnya tentukan gradien garis singgung dengan cara menentukan turunan pertama dari fungsi yang diketahui.
π(π₯) = π₯3 + 4π₯2 + π₯ β 2 β π = πβ²(π₯) = 3π₯2 + 8π₯ + 1 π = πβ²(1) = 3(1)2+ 8(1) + 1 = 12
Maka persamaan garis singgungnya adalah:
π¦ β π¦1 = π(π₯ β π₯1) π¦ β 1 = 12(π₯ β 1) π¦ β 1 = 12π₯ β 12 π¦ = 12π₯ β 11.
65
BAB 7 INTEGRAL RIEMANN
7.1 Notasi Sigma dan Sifat-sifatnya 7.1.1 Notasi Sigma
Dengan menggunakan huruf Yunani ο (sigma kapital) untuk menyatakan βpenjumlahanβ, kita dapat menuliskan jumlah n sembarang bilangan:
β π₯π
π
π=1
kita baca βpenjumlahan xi, i dari 1 sampai nβ. Bilangan 1 dan n masing-masing disebut batas bawah dan batas atas penjumlahan. Sehingga:
β π₯π
π
π=1
= π₯1+ π₯2+ π₯3+ β― + π₯π Contoh soal
Misalkan dari sebuah percobaan yang mengamati turunya bobot badan selama periode 6 bulan. Data yang tercatat adalah 15, 10, 18, dan 6 kilogram. Jika nilai pertama kita lambangkan dengan π₯1 yang kedua π₯2, dan demikian seterusnya, maka kita dapat menuliskan π₯1 = 5, π₯2 = 10, π₯3 = 18, dan π₯4 = 6, kita dapat menuliskan jumlah empat perubahan bobot tersebut sebagai:
β π₯π
4
π=1
= π₯1+ π₯2+ π₯3+ π₯4 β π₯π
4
π=1
= 15 + 10 + 18 + 6
β π₯π
4
π=1
= 49
INDIKATOR KOMPETENSI
Setelah mempelajari materi dalam BAB 7 ini, mahasiswa mampu:
βMemahami dan Menjelaskan Konsep Notasi Sigma dan Sifat-sifatnya
βMemahami dan Menjelaskan Konsep Jumlah Riemann
βMemahami dan Menjelaskan Konsep Integral Riemann
66
Batas bawah penjumlahan tidak harus dimulai dari angka 1 dan begitu pula batas atas penjumlahan tidak harus sampai angka terbesar (n).
Sebagai contoh:
β π₯π
3
π=2
= π₯2+ π₯3 = 10 + 18 = 28
Subscrip i pada batas bawah penjumlahan dapat pula digantikan dengan huruf lain asalkan konsisten dalam hal penggunaannya. Sebagai contoh
βππ=1π₯π atau βππ=1π₯π atau βππ=1π₯π
Batas bawah penjumlahan tidak harus berupa subskrip. Misalnya, jumlah sembilan bilangan asli pertama dapat dituliskan sebagai:
β π₯
9
π₯=1
= 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 + 8 + 9 = 45
Jika batas bawah dan batas atas penjumlahan tidak dituliskan, hal tersebut berarti menjumlah seluruh bilangan. Sehingga:
7.1.2 Sifat β sifat Notasi Sigma
a) βππ=1π = nπ dengan c konstanta, Bentuk lebih umumnya:
βππ=ππ = (π β π + 1)π b) βππ=ππππ = cβππ=πππ
c) βππ=π(ππ+ ππ) = βππ=πππ+ βππ=πππ d) βππ=π(ππβ ππ) = βππ=πππ- βππ=πππ e) βππ=πππ = 0
f) βππ=πππ = βπβ1π=πππ+ βππ=πππ
g) βππ=πππ = βπ+ππ=π+πππβπ = βπβππ=πβπππ+π dengan π < π < π Beberapa Rumus Notasi Sigma
a) βππ=1π= 1 + 2 + 3 + β― + π =1
2π(π + 1) b) βππ=1π2 = 12 + 22+ 32 + β― + π2 =1
6π(π + 1)(2π + 1) c) βππ=1π3 = 13 + 23+ 33 + β― + π3 = (1
2π(π + 1))
2
Contoh soal
Tentukan hasil dari β1005k=1001(5k + 3)= β― Pembahasan
Berdasarkan Sifat 7:βππ=πππ = βπβππ=πβπππ+π
67
β1005k=1001(5k + 3)= β1005β1000k=1001β1000(5(k + 1000) + 3) = β5k=1(5k + 5003)
= (5008 + 5013 + 5018 + 5023 + 5028) = 25090
7.2 Jumlah Riemann
Riemann adalah seorang ilmuan berkebangsaan Jerman yang memperkenalkan Jumlah Riemann atau Integral Riemann. Jumlah Riemann pada integral yang terkait langsung dengan luasan suatu daerah dan bentuk integral tertentu. Perhatikan Gambar di bawah kemudian hitung luas daerahnya.
Untuk menghitung luas daerah bidang di atas, maka Riemann melakukan pendekatan dengan membagi daerah arsiran tersebut menjadi beberapa persegi panjang, lalu semua luas persegi panjang tersebut dijumlahkan
Dengan notasi sigma, jumlah seluruh persegi panjangnya dapat dihitung:
a) Luas Persegi Panjang 1 (π΄1) dengan Panjang βπ₯1 dan lebar π(π₯1) π΄1 = ππ = π(π₯1)βπ₯1
b) Luas Persegi Panjang 2 (π΄2) dengan Panjang βπ₯2 dan lebar π(π₯2) π΄2 = ππ = π(π₯2)βπ₯2
68
c) Luas Persegi Panjang 3 (π΄3) dengan Panjang βπ₯3 dan lebar π(π₯3) π΄3 = ππ = π(π₯3)βπ₯3
dan seterusnya, sehingga:
d) Luas total persegi Panjang adalah:
π΄1+ π΄2+ π΄3+ β― + π΄8 = π(π₯1)βπ₯1+ π(π₯2)βπ₯2+ π(π₯3)βπ₯3+ β― + π(π₯8)βπ₯8 = β8π=1π(π₯π)βπ₯π
Nilai dari βππ=1π(π₯π)βπ₯π disebut jumlah Riemann π(π₯) dengan π₯π adalah titik wakil pada interval ke-π dan βπ₯π lebar interval ke-π dan n banyak subinterval (banyaknya persegi panjang yang terbentuk) dari [π, π]. Titik wakil π₯π dapat ditentukan dengan 3 cara yaitu
a) itik ujung kiri subinterval b) Titik tengah subinterval
c) Titik ujung kanan subinterval
dimana setiap jenis titik wakil memberikan hasil yang berbeda.
Contoh soal
Misalkan diketahui suatu fungsi π(π₯) = π₯ pada interval [0,3], tentukan jumlah Riemann dengan menggunakan 6 subinterval sama panjang dan titik wakilnya adalah titik ujung kanan subinterval.
Pembahasan
Ambil titik Ujung Kanan Subinterval a) Menentukan Panjang subinterval (βπ₯)
Panjang interval [0,3] dibagi menjadi 6 subinterval sama panjang sehingga:
βπ₯ =3 β 0 6 = 1
2= 0,5
b) Menggambar grafik jumlah Riemann fungsi π(π₯) = π₯ Untuk dapat menetukan jumlah Riemann fungsi π(π₯) = π₯ dengan 6 subinterval pada selang [0,3] perhatikan grafik π(π₯) = π₯ pada selang [0,3] dan titik ujung kanan subinterval di bawah.
69 c) Menentukan titik wakil (π₯π)
Karena yang diminta adalah titik ujung kanan subinterval, maka nilai π₯π yang digunakan adalah sebelah kanan setiap subintervalnya.
d) Menentukan lebar (tinggi) masing-masing subinterval fungsi π(π₯) = π₯ Subinterval 1 : 0 β 0,5 dengan π₯1 = 0,5 β π(0,5) = 0,5
Subinterval 2 : 0,5 β 1 dengan π₯2 = 1 β π(1) = 1 Subinterval 3 : 1 β 1,5 dengan π₯3 = 1,5 β π(1,5) = 1,5 Subinterval 4 : 1,5 β 2 dengan π₯4 = 2 β π(2) = 2 Subinterval 5 : 2 β 2,5 dengan π₯5 = 2,5 β π(2,5) = 2,5 Subinterval 6 : 2,5 β 3 dengan π₯6 = 3 β π(3) = 3 e) Menentukan Jumlah Riemann
π½π’πππβ π ππππππ = β π(π₯π)
6
π=1
βπ₯π
= β π(π₯π)
6
π=1
βπ₯
70
= π(π₯1)βπ₯ + π(π₯2)βπ₯ + π(π₯3)βπ₯ + π(π₯4)βπ₯ + π(π₯5)βπ₯ + π(π₯6)βπ₯
= (0,5)(0,5) + (1)(0,5) + (1,5)(0,5) + (2)(0,5) + (2,5)(0,5) + (3)(0,5)
= 5,25 7.3 Integral Riemann
Integral Riemann adalah limit dari jumlah Riemann dari suatu fungsi ketika partisi menjadi halus. Apabila limitnya ada, maka fungsi tersebut dikatakan terintegrasi (atau lebih spesifik terintegrasi-Riemann). Jumlah Riemann dapat dibuat sedekat yang diinginkan dengan integral Riemann dengan membuat partisi halus.
Suatu fungsi π dikatakan integral Riemann pada selang [π, π] jika:
β« π(π₯)ππ₯
π
πΜ
= β« π(π₯)ππ₯
πΜ
π
Dengan
β« π(π₯)ππ₯πΜ π adalah integral Riemann bawah fungsi π pada selang [π, π] atau dapat ditulis π π’π
πππ[π, π]πΏ(π, π)
β« π(π₯)ππ₯ππΜ adalah integral Riemann atas fungsi π pada selang [π, π] atau dapat ditulis πππ
πππ[π, π]πΏ(π, π)
Dalam hal fungsi π terintegral Riemann pada selang [π, π], integral Riemann atas yang sama dengan integral Riemann bawah dinamakan integral Riemann fungsi π pada selang [π, π], dan dinyatakan dengan notasi:
β« π(π₯)ππ₯
π
π
ππ‘ππ’ β« π
π
π
Contoh soal (KNMIPA 2018) Nilai dari
πββlim π β« 2π₯π π₯ + π₯2π+1ππ₯
1
0
adalahβ¦
Pembahasan
Perhatikan bahwa untuk tiap nβN, berlaku bahwa
71 π β« 2π₯π
π₯ + π₯2π+1ππ₯
1
0
= 2 β« ππ₯πβ1 1 + π₯2πππ₯
1
0
Kemudian, dengan pemisalan variabel π’ = π₯π , maka ππ’ = ππ₯πβ1ππ₯ dan π β« 2π₯π
π₯ + π₯2π+1ππ₯
1
0
= 2 β« ππ₯πβ1 1 + π₯2πππ₯
1
0
= 2 β« ππ’ 1 + π’2
1
0
= arctan(1) β arctan(0) =π 4. Jadi,
πββlim π β« 2π₯π π₯ + π₯2π+1ππ₯
1
0
= lim
πββ
π 4 =π
4.
72
BAB 8 TOPOLOGI R
8.1 Ruang Metrik
Diberikan himpunan tak kosong π. Fungsi π: π Γ π β β disebut metrik pada π jika memenuhi aksioma berikut:
a) π(π₯, π¦) β₯ 0 untuk setiap π₯, π¦ β π b) π(π₯, π¦) = 0 βΊ π₯ = π¦
c) π(π₯, π¦) = π(π¦, π₯) untuk setiap π₯, π¦ β π
d) π(π₯, π¦) β€ π(π₯, π§) + π(π§, π¦) untuk setiap π₯, π¦, π§ β π
π yang dilengkapi dnegan metrik π disebut metrik dan ditulis dengan (π, π) atau cukup ditulis π apabila tidak menimbulkan kerancuan tentang metrik π yang digunakan pada π. Anggota ruang metrik disebut titik.
Sebagai contoh:
Diberikan π: β Γ β β β dengan π(π₯, π¦) = |π₯ β π¦|. Fungsi π metrik pada β sebab
a) π(π₯, π¦) = |π₯ β π¦| β₯ 0 , βπ₯, π¦ β β
b) π(π₯, π¦) = |π₯ β π¦| = 0 βΊ π₯ = π¦ , βπ₯, π¦ β β
c) π(π₯, π¦) = |π₯ β π¦| = |π¦ β π₯| = π(π¦, π₯) untuk setiap π₯, π¦ β β d) π(π₯, π¦) = |π₯ β π¦| = |(π₯ β π§) + (π§ β π¦)| β€ |π₯ β π§| + |π§ β π¦|
= π(π₯, π§) + π(π§, π¦) , βπ₯, π¦, π§ β β
π di sini dinamakan metrik biasa dan (β, π) disebut ruang metrik biasa.
INDIKATOR KOMPETENSI
Setelah mempelajari materi dalam BAB 7 ini, mahasiswa mampu:
βMemahami dan Menjelaskan Konsep Ruang Metrik
βMemahami dan Menjelaskan Konsep Bola Terbuka dan Kedudukan Titik
βMemahami dan Menjelaskan Konsep Liput Terbuka
βMemahami dan Menjelaskan Konsep Himpunan Kompak
βMemahami dan Menjelaskan Konsep Deret Taylor dan McLaurin
73 8.2 Bola Terbuka dan Kedudukan Titik
Konsep fundamental tentang topologi pada ruang metrik adalah bola terbuka. Diberikan ruang metrik (π, π), π β π, dan π > 0. Himpunan π΅π(π, π) = {π₯ β π βΆ π(π, π₯) < π} disebut bola terbuka dengan pusat π dan jari-jari π(sering disebut dengan persekitaran π dan jari-jari-jari-jari π). Untuk menyingkat penulisan π΅π(π, π) cukup ditulis π΅(π, π) asal tidak menimbulkan kerancuan tentang metrik yang digunakan untuk membentuk bola tersebut. Sebagai contoh:
Bola terbuka di ruang metrik biasa β tidak lain adalah interval terbuka π΅(π, π) = {π₯ β β: |π₯ β π| < π} = {π₯ β β: βπ < π₯ β π < π}
= {π₯ β β: π β π < π₯ < π + π}
Definisi I
Diberikan ruang metrik (π, π) dan π΄ β π. Titik π₯ β π disebut titik interior (titik dalam) himpunan π΄ jika terdapat π > 0 sehingga π΅(π₯, π) β π΄.
Himpunan semua titik interior π΄ disebut interior A dan ditulis πΌππ‘(π΄) = π΄π. Sebagai contoh:
Diberikan β ruang metrik biasa dan π΄ β (1,3] βͺ {4}. Interitor A adalah π΄π = (1,3).
Definisi II
Diberikan ruang metrik (π, π) himpunan π΄ β π dikatakan terbuka jika untuk setiap π β π΄ terdapat π > 0 sehingga π΅(π, π) β π΄. Sebagai contoh:
Diberikan β ruang metrik biasa dan π΄ β (1,3] βͺ {4}. Himpunan π΄ tidak terbuka karena persekitaran 3 tidak masuk π΄ atau π΅(3, π) β π΄ (tidak ada π >
0 yang memenuhi).
Definisi III
Titik π₯ β π disebut titik klosur himpunan A apabila untuk setiap π >
0 berlaku π΅(π₯, π) β© π΄ β β . Himpunan semua titik klosur π΄ disebut klosur A dan ditulis π΄Μ atau πΆπ(π΄). Sebagai contoh:
Diberikan β ruang metrik biasa dan π΄ β (1,3] βͺ {4}. Selanjutnya didapat
βπ > 0, berlaku 4 β π΅(4, π) β© π΄ atau titik 4 adalah titik klosur A. Kemudian juga didapat bahwa π΄Μ = [0,3] βͺ {4}
74 Definisi IV
Titik π₯ β π disebut titik limit himpunan A apabila untuk setiap π > 0 berlaku π΅(π₯, π) β© π΄ β {π₯} β β . Himpuan semua titik limit π΄ ditulis π΄β². Titik π₯ β π΄ yang bukan titik limit π΄ disebut titik terasing π΄ atau π₯ titik terasing π΄ jika terdapay π > 0 sehingga berlaku π΅(π₯, π) β© π΄ β {π₯} = β .
Dalam bahasa metrik (π, π) ruang metrik π΄ β π, π₯ β π.
a) Titik klosur: π₯ β π΄Μ jika βπ > 0 terdapat π¦ β π΄ sehingga π(π₯, π¦) < π
b) Titik limit: π₯ β π΄β² jika βπ > 0 terdapat π¦ β π΄ dengan π¦ β π₯ sehingga π(π¦, π₯) <
π
Contoh soal π₯ = 4 β π΅ (4,1
2) β© π΄ = {4} βklosur. Ada π =1
2> 0 sehingga π΅ (4,1
2) β© π΄ β {4} = {4} β {4} = β . Jadi, 4 bukan titik limit A. Sedangkan π΄β² = [0,3] . Jadi, 4 titik terasing A.
Definisi V
Diberikan ruang metrik (π, π). Himpunan π΄ β π dikatakan tertutup jika π΄Μ = π΄. Contoh: Di dalam ruang metrik biasa β himpunan π΄ = [2,6] βͺ {0} adalah himpunan tertutup. Selanjutnya, himpunan kompak di sini akan didefinisikan dengan liput terbuka.
8.3 Definisi Liput Terbuka
Diberikan himpunan π΄ β β. Liput terbuka dari π΄ adalah koleksi π’ = {πΊπΌ: πΊπΌ π‘ππππ’ππ ππ β πππ πΌ β πΌ } sehingga π΄ β βπΌβπΌπΊπΌ.
Jika π’β² subkoleksi dari π’ sehingga sehingga gabungan dari himpunan-himpunan di π’β² juga memuat A, maka π’β² disebut liput bagian dari π’. Lebih lanjut, jika anggota himpunan-himpunan dari π’β² berhingga maa π’β² disebut liput bagian berhingga.
8.4 Definisi Himpunan Kompak
Himpunan π΄ β β dikatakan kompak jika untuk setiap liput terbuka dari mempunyai liput bagian berhingga yang berhingga. Dengan kata lain, untuk setiap liput terbuka π’ = {πΊπΌ: πΌ β πΌ } dari π΄ terdapat πΌ1, πΌ2, β¦ , πΌπ sehingga π΄ β βππ=1πΊπΌπ.
75 Contoh Soal KNMIPA
Diketahui fungsi f terintegral pada [a,b],dengan fungsi Primitif πΉ: [π, π] β β yang didefinisikan dengan πΉ(π₯) = β« π(π‘)ππ₯ ππ‘ untuk setiap π₯ β [π, π]. Jika πΈ = {π₯ β [π, π]: πΉβ²(π₯) β π(π₯)} , maka closure dari [π, π] β πΈ sama dengan β¦
Pembahasan
Karena π terintegral pada [a,b], maka berdasarkan kriteria Lebesgue, f kontinu pada hampir semua pada [a,b]. Dengan kata lain,{π₯ β [π, π]: π π‘ππππ ππππ‘πππ’ ππ π₯} adalah himpunan Null. Selain itu, berdasarkan teorema Dasar Kalkulus, yaitu jika f kontinu di x, maka πΉβ²(π₯) = π(π₯). Dari sini,
{π₯ β [π, π]: π ππππ‘πππ’ ππ π₯} β {π₯ β [π, π]: πΉβ²(π₯) = π(π₯)} = [π, π] β πΈ.
Oleh karena itu,
πΈ = {π₯ β [π, π]: πΉβ²(π₯) β π(π₯)} β {π₯ β [π, π]: π tidak kontinu di π₯}
Karena { π₯ β [π, π]: π π‘ππππ ππππ‘πππ’ ππ π₯} adalah himpunan Null, maka πΈ juga merupakan himpunan Null. Sehingga, [π, π] β πΈ padat di [π, π] yang berakibat bahwa closure dari [π, π] β πΈ adalah [π, π]. Jadi, closure dari [π, π] β πΈ adalah [π, π]
Contoh Soal KNMIPA
Diketahui fungsi π: [β5,4] β β kontinu. Jika
πΈ = {π₯ β [β5,4]: π(π₯) = π₯}
Maka klosur πΈ adalahβ¦
Pembahasan
Dalam bidang analisis himpunan tersebut dikenal sebagai himpunan titik tetap (fixed point), lebih tepatnya himpunan titik tetap π pada [β5,4].
Himpunan tersebut merupakan himpunan tertutup yang berakibat bahwa klosur dari πΈ adalah himpuna πΈ itu sendiri. Akan dibuktikna klaim tersebut yaitu πΈ adalah himpunan tutup.
Kita asumsikan bahwa fungsi tersebut adalah fungsi kontinu pada domainnya. Jika πΈ = β , maka πΈ adalah himpunan tutup. Misalkan πΈ bukan himpunan kosong, maka dapat dibuat barisan (ππ) di πΈ yang konvergen.
Maka titik konvergen π juga berada di [β5,4]. Berdasarkan hubungan kekontinuan dan kekonvergenan barisan, maka haruslah π(ππ) β π(π) untuk π β β. Karena (ππ) di πΈ, maka π(ππ) = ππ. Oleh karena itu,
76
πββlimπ(ππ) = π(π)
πββlimππ = π(π) π = π(π)
Sehingga, π β πΈ. Oleh karena itu, sebarang barisan yang konvergen di πΈ konvergen ke suatu titik di πΈ itu sendiri. Akibatnya, πΈ merupakan himpunan tutup yang juga mengimplikasikan bahwa klosur dari πΈ adalah itu sendiri. Jadi, klosur dari πΈ adalah πΈ.
Soal KNMIPA
Diketahui fungsi π: β β β kontinu dan π΄ β β. Hubungan π(π΄Μ ) dan π(π΄)Μ Μ Μ Μ Μ Μ
adalah β¦ (Catatan π΄Μ = ππππ π’ππ (π΄) ).
Soal KNMIPA
Jika fungsi π: β β β kontinu dan π΄ = {π₯ β β: π2(π₯) β€ 1}, maka klosur dari π΄ yaitun π΄Μ = β―
Soal ONMIPA 2009
Diketahui fungsi π, π: β β β kontinu. Untuk sebarang himpunan π β β, πΜ
menyatakan ππππ π’ππ dari π, yaitu irisan dari semua himpunan tertutup yang memuat π. Jika π = {π₯ β β: π(π₯) β₯ π(π₯)}, maka π = β―
Soal KNMIPA
Diberikan ruang metrik (β2, π) dengan π(π₯, π¦) = |π₯1β π¦1| + |π₯2β π¦2|, βπ₯ = (π₯1, π₯2), π¦ β (π¦1, π¦2) β β2. Tunjukkan bahwa π΄ = {(π₯1, π₯2) β β2, π₯1 β₯ 1, π₯2 >
0, π₯1+ π₯2 < 5} tidak terbuka.
8.5 Deret Taylor dan McLaurin 8.5.1 Deret Taylor
Andaikan π, πβ, πββ, πβββ, β¦ kontinu dalam [π, π] dan π₯0 β [π, π], maka nilai-nilai π₯ disekitar π₯0 dapat diekspansi (diperluas) ke dalam deret Taylor:
π(π₯) = π(π₯0) + β
1!πβ²(π₯0) +β2
2!πβ²β²(π₯0) +β3
3!πβ²β²β²(π₯0) + β― +βπ
π!ππ(π₯0) dimana
β = (π₯ β π₯0) 8.5.2 Deret McLaurin
Adalah kasus khusus dari Deret Taylor, jika nilai π₯0 = 0 (pendekatan disekitar titik π₯0 = 0) :
77 π(π₯) = π(0) + π₯
1!πβ²(0) +π₯2
2!πβ²β²(0) +π₯3
3!πβ²β²β²(0) + β― +π₯π
π!ππ(0)
Perbedaan Deret Taylor dan McLaurin adalah jika deret taylor nilai π₯0 nya bisa berubah ubah, sedangkan deret mclaurin nilai π₯0 = 0.