• Tidak ada hasil yang ditemukan

BASIC AND DILUTED EARNINGS (LOSS) PER SHARE

AND EMPLOYEES

40. BASIC AND DILUTED EARNINGS (LOSS) PER SHARE

Laba (rugi) bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba (rugi) bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar pada periode yang bersangkutan. Untuk perhitungan laba (rugi) bersih per saham dilusian, rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar disesuaikan dengan memperhitungkan dampak dari semua efek berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif.

Basic earnings (loss) per share is calculated by dividing net income (loss) attributable to equity holders of the parent entity by the weighted average number of outstanding shares during the related periods. In the calculation of diluted earnings (loss) per share, the outstanding weighted average number of shares is adjusted by calculating the effects of all potential dilutive securities.

Pada tanggal 30 Juni 2016 dan 2015, tidak ada efek yang berpotensi menjadi saham biasa. Oleh karena itu, laba (rugi) per saham dilusian sama dengan laba (rugi) per saham dasar.

As of 30 June 2016 and 2015, there were no securities which can be converted into common shares. Therefore, diluted earnings (loss) per share is equivalent to basic earnings (loss) per share. 30 Juni 2016/

30 June 2016

30 Juni 2015/

30 June 2015

Laba (rugi) bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik

entitas induk (835.672) 837.306

Net income (loss) for the period attributable to equity holders

of the parent entity

Rata-rata tertimbang jumlah saham yang

beredar selama periode berjalan 12.808.130.671 11.883.834.973

Weighted average number of outstanding shares during

the period

Laba (rugi) bersih per saham dasar dan dilusian yang dapat diatribusikan kepada

pemilik entitas induk (Rupiah penuh) (65) 70

Basic and diluted earnings (loss) per share attributable to equity

holders of the parent entity (whole Rupiah)

41. INSTRUMEN KEUANGAN 41. FINANCIAL INSTRUMENTS

a. Klasifikasi aset keuangan dan liabilitas keuangan

a. Classification of financial assets and financial liabilities

Instrumen keuangan pada tabel di bawah ini

telah dikelompokkan berdasarkan kategori

masing-masing. Kebijakan akuntansi yang

signifikan pada Catatan 2h dan 2o menjelaskan bagaimana kategori aset keuangan dan liabilitas

keuangan tersebut diukur dan bagaimana

pendapatan dan beban, termasuk laba dan rugi atas nilai wajar (perubahan nilai wajar instrumen keuangan), diakui.

Financial instruments in the table below have been classified based on their respective category. The significant accounting policies in Note 2h and 2o describe how the categories of the financial assets and financial liabilities are measured and how income and expenses, including fair value gains and losses (changes in fair value of financial instruments), are recognized.

Tabel di bawah menyajikan nilai tercatat aset

keuangan dan liabilitas keuangan utama

Perseroan berdasarkan kategori masing-masing pada tanggal 30 Juni 2016 dan 31 Desember 2015:

The table below sets out the carrying amounts of the Company’s main financial assets and liabilities based on their respective category as of 30 June 2016 and 31 December 2015:

* Diaudit Audited *

167

a. Klasifikasi aset keuangan dan liabilitas keuangan (lanjutan)

a. Classification of financial assets and financial liabilities (continued)

30 Juni 2016/30 June 2016 Biaya Pinjaman

yang Tersedia

perolehan

diamortisasi Jumlah nilai Diperda-gangkan/ diberikan dan piutang/ untuk dijual/ lainnya/ Other tercatat/ Total Held-for- trading Loans and receivables Available-for-sale1) amortized cost carrying amount

Aset keuangan Financial assets

Kas - - 2.546.108 - 2.546.108 Cash

Giro pada Bank

Indonesia - 11.144.979 - - 11.144.979

Current accounts with Bank Indonesia

Giro pada bank-bank

lain - 1.763.499 - - 1.763.499

Current accounts with other banks

Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank

lain - 10.201.966 - - 10.201.966

Placements with Bank Indonesia and other banks

Aset keuangan untuk

diperdagangkan 2.416.422 - - - 2.416.422

Financial assets held for trading

Efek-efek yang dibeli dengan

janji dijual kembali - 5.249.289 - - 5.249.289

Securities purchased) under resale agreements

Tagihan akseptasi - 4.479.006 - - 4.479.006 Acceptance receivables

Kredit yang diberikan - 115.337.475 - - 115.337.475 Loans

Efek-efek untuk tujuan

investasi - 1.982.211 14.948.132 - 16.930.343 Investment securities

Aset lain-lain - bersih - 3.174.111 - - 3.174.111 Other assets - net

2.416.422 153.332.536 17.494.240 - 173.243.198

Liabilitas keuangan Financial liabilities

Liabilitas segera - - - 1.094.699 1.094.699

Liabilities payable on demand

Simpanan dari nasabah: Deposits from customers:

- Giro - - - 31.748.061 31.748.061 - Demand deposit

- Tabungan - - - 27.029.218 27.029.218 - Savings

- Deposito berjangka - - - 80.337.474 80.337.474 - Time deposits

Simpanan dari bank-bank

lain - - - 3.001.195 3.001.195

Deposits from other banks

Liabilitas keuangan untuk

diperdagangkan 129.785 - - - 129.785

Financial liabilities held for trading

Utang akseptasi - - - 4.501.499 4.501.499 Acceptance payables

Obligasi yang diterbitkan - - - 672.758 672.758 Bonds issued

Utang subordinasi - - - 6.523.904 6.523.904 Subordinated debts

129.785 - - 154.908.808 155.038.593

1)

Klasifikasi ini termasuk investasi pada Sukuk, yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain

1)

This classification includes investment in Sukuk, which are fair value through other comprehensive income

* Diaudit Audited *

168

41. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) 41. FINANCIAL INSTRUMENTS (continued)

a. Klasifikasi aset keuangan dan liabilitas keuangan (lanjutan)

a. Classification of financial assets and financial liabilities (continued)

31 Desember 2015/31 December 2015 Biaya Pinjaman

yang Tersedia

perolehan

diamortisasi Jumlah nilai Diperda-gangkan/ diberikan dan piutang/ untuk dijual/ lainnya/ Other tercatat/ Total Held-for- trading Loans and receivables Available-for-sale amortized cost1) carrying amount

Aset keuangan Financial assets

Kas - - 2.012.662 - 2.012.662 Cash

Giro pada Bank

Indonesia - 12.833.823 - - 12.833.823

Current accounts with Bank Indonesia

Giro pada bank-bank lain - 1.010.124 - - 1.010.124

Current accounts with other banks

Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank

lain - 8.290.830 - - 8.290.830

Placements with Bank Indonesia and other banks

Aset keuangan untuk

diperdagangkan 2.989.551 - - - 2.989.551

Financial assets held for trading

Tagihan akseptasi - 4.708.845 - - 4.708.845 Acceptance receivables

Kredit yang diberikan - 125.867.973 - - 125.867.973 Loans

Efek-efek untuk tujuan

investasi - 1.649.852 5.775.705 7.483.639 14.909.196 Investment securities

Aset lain-lain - bersih - 2.038.458 - - 2.038.458 Other assets - net

2.989.551 156.399.905 7.788.367 7.483.639 174.661.462

Liabilitas keuangan Financial liabilities

Liabilitas segera - - - 270.110 270.110

Liabilities payable on demand

Simpanan dari nasabah: Deposits from customers:

- Giro - - - 29.594.863 29.594.863 - Demand deposit

- Tabungan - - - 25.524.180 25.524.180 - Savings

- Deposito berjangka - - - 90.341.596 90.341.596 - Time deposits

Simpanan dari bank-bank

lain - - - 2.321.856 2.321.856

Deposits from other banks

Liabilitas keuangan untuk

diperdagangkan 178.955 - - - 178.955

Financial liabilities held for trading

Utang akseptasi - - - 4.736.078 4.736.078 Acceptance payables

Obligasi yang diterbitkan - - - 672.137 672.137 Bonds issued

Utang subordinasi - - - 7.905.036 7.905.036 Subordinated debts 178.955 - - 161.365.856 161.544.811

1) Klasifikasi ini termasuk investasi pada Sukuk dan SPNS, yang diklasifikasikan sebagai “diukur pada biaya perolehan”

1)

This classification includes investment in Sukuk and SPNS, which are classified as“measured at acquisition cost”

* Diaudit Audited *

169

b. Nilai wajar instrumen keuangan b. Fair values of financial instruments

Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif didasarkan pada kuotasian harga pasar atau harga dealer. Untuk semua instrumen keuangan lainnya, Perseroan menentukan nilai wajar dengan menggunakan teknik penilaian lainnya.

The fair values of financial assets and financial liabilities that are traded in active markets are based on quoted market prices or dealer price quotations. For all other financial instruments, the Company determines fair values using other valuation techniques.

Untuk instrumen keuangan yang jarang

diperdagangkan dan sedikit memiliki

transparansi harga, nilai wajar menjadi kurang obyektif, dan membutuhkan berbagai tingkat

pertimbangan tergantung pada likuiditas,

konsentrasi, ketidakpastian faktor pasar, asumsi harga dan risiko lainnya yang mempengaruhi instrumen tertentu.

For financial instruments that trade infrequently and have little price transparency, fair values is less objective, and requires varying degrees of judgement depending on liquidity, concentration, uncertainty of market factors, pricing assumptions and other risks affecting the specific instrument.

Model Penilaian Valuation Models

Perseroan mengukur nilai wajar dengan

menggunakan hirarki dari metode berikut:  Level 1: input yang berasal dari harga

kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk instrumen yang identik yang dapat

diakses Perseroan pada tanggal

pengukuran.

 Level 2: input selain harga kuotasian yang

termasuk dalam level 1 yang dapat

diobservasi, baik secara langsung atau tidak langsung. Dalam kategori ini termasuk

instrumen yang dinilai dengan

menggunakan: harga kuotasian untuk

instrumen yang serupa di pasar aktif; harga kuotasian untuk instrumen yang identik atau yang serupa di pasar yang tidak aktif; atau teknik penilaian lainnya dimana seluruh input signifikan dapat diobservasi secara langsung maupun tidak langsung dari data pasar.

The Company measures fair values using the following hierarchy of methods:

 Level 1: inputs that are quoted prices

(unadjusted) in active markets for identical instruments that the Company can access at the measurement date.

 Level 2: inputs other than quoted prices

included within level 1 that are observable either directly or indirectly. This category includes instruments valued using: quoted market prices in active markets for similar instruments; quoted prices for identical or similar instruments in markets that are not active; or other valuation techniques in which all significant inputs are directly or indirectly observable from market data.

 Level 3: input yang tidak dapat diobservasi.

Dalam kategori ini termasuk semua

instrumen dimana teknik penilaian

menggunakan input yang tidak dapat

diobservasi dan input yang tidak dapat

diobservasi ini memberikan dampak

signifikan terhadap penilaian instrumen.

Termasuk dalam kategori ini adalah

instrumen yang dinilai berdasarkan harga kuotasian untuk instrumen serupa yang

memerlukan penyesuaian atau asumsi

signifikan yang tidak dapat diobservasi untuk mencerminkan perbedaan diantara instrumen tersebut.

 Level 3: inputs that are unobservable. This

category includes all instruments for which the valuation technique includes inputs not based on observable data and the unobservable inputs have a significant effect on the instrument’s valuation. This category includes instruments that are valued based on quoted prices for similar instruments for which significant unobservable adjustments or assumptions are required to reflect differences between the instruments.

Teknik penilaian mencakup model nilai kini bersih dan arus kas yang didiskontokan, perbandingan dengan instrumen sejenis yang

harga pasarnya tersedia, serta dapat

diobservasi, serta model penilaian lainnya. Asumsi dan input yang digunakan dalam teknik penilaian meliputi suku bunga bebas risiko

(risk-free) dan suku bunga acuan serta credit spreads yang digunakan untuk mengestimasi

tingkat diskonto, harga obligasi dan nilai tukar mata uang asing.

Valuation techniques include net present value and discounted cash flow models, comparison with similar instruments for which market observable prices exist and other valuation models. Assumptions and inputs used in valuation techniques include risk-free and benchmark interest rates and credit spreads used in estimating discount rates, bond prices and foreign currency exchange rates.

* Diaudit Audited *

170

41. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) 41. FINANCIAL INSTRUMENTS (continued)

b. Nilai wajar instrumen keuangan (lanjutan) b. Fair values of financial instruments

(continued)

Model Penilaian (lanjutan) Valuation Models (continued)

Tujuan dari teknik penilaian adalah untuk pengukuran nilai wajar yang mencerminkan harga yang akan diterima untuk menjual aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur (orderly

transactions) antara pelaku pasar (market

participants) pada tanggal pengukuran.

The objective of valuation techniques is to arrive at a fair value measurement that reflects the price that would be received to sell the asset or paid to transfer the liability in an orderly transaction between market participants at the measurement date.

Perseroan menggunakan model penilaian yang diakui secara luas untuk menentukan nilai wajar atas instrumen keuangan yang umum dan yang lebih sederhana, seperti swap suku bunga dan nilai tukar yang hanya menggunakan data pasar yang dapat diobservasi dan membutuhkan sedikit pertimbangan dan estimasi manajemen. Harga yang dapat diobservasi atau input model biasanya tersedia di pasar untuk efek-efek utang yang tercatat di bursa dan derivatif over-the

counter (OTC) seperti swap suku bunga.

Ketersediaan harga pasar yang dapat diobservasi

dan input model mengurangi kebutuhan

pertimbangan dan estimasi manajemen dan juga mengurangi ketidakpastian terkait penentuan nilai wajar. Ketersediaan harga pasar yang dapat diobservasi dan input bervariasi bergantung pada produk dan pasar dan cenderung berubah berdasarkan kejadian tertentu dan kondisi umum di pasar keuangan.

The Company uses widely recognised valuation models for determining the fair values of common and more simple financial instruments, such as interest rate and currency swaps that use only observable market data and require little management judgement and estimation. Observable prices or model inputs are usually available in the market for listed debt securities and simple over-the-counter (OTC) derivatives such as interest rate swaps. Availability of observable market prices and model inputs reduces the needs for management judgement and estimation and also reduces the uncertainty associated with determining fair values. The availability of observable market prices and inputs varies depending on the products and markets and is prone to changes based on specific events and general conditions in the financial markets.

Untuk instrumen yang lebih kompleks, Perseroan menggunakan model penilaian proprietary, yang biasanya dikembangkan dari model penilaian yang telah diakui. Beberapa atau semua input yang signifikan dalam model ini mungkin tidak dapat diobservasi di pasar, dan berasal dari

harga pasar atau harga atau estimasi

berdasarkan asumsi. Contoh instrumen yang memerlukan input yang tidak dapat diobservasi yang signifikan meliputi beberapa OTC structured

derivatives, pinjaman tertentu dan efek yang tidak

memiliki pasar aktif (seperti dibahas di paragraf di bawah). Model penilaian yang menggunakan input yang tidak dapat diobservasi yang signifikan memerlukan tingkat pertimbangan dan asumsi manajemen yang lebih tinggi dalam penentuan nilai.

For more complex instruments, the Company uses proprietary valuation models, which are usually developed from recognized valuation models. Some or all the significant inputs into these models may not be observable in the market, and are derived from market prices or rates or are estimated based on assumptions. Examples of instruments involving significant unobservable inputs include certain OTC structured derivatives, certain loans and securities for which there is no active market (as discussed in the following paragraph). Valuation models that employ significant unobservable inputs require a higher degree of management judgment and estimation in the determination of value.

Pertimbangan dan estimasi manajemen biasanya memerlukan pemilihan model yang sesuai untuk digunakan, penentuan arus kas masa depan yang diharapkan pada instrumen keuangan yang dinilai, penentuan probabilitas kegagalan pihak lawan dan pembayaran dimuka dan pemilihan tingkat diskonto yang tepat.

Management judgement and estimation are usually required for selection of the appropriate valuation model to be used, determination of expected future cash flows on the financial instrument being valued, determination of the probability of counterparty default and prepayments and selection of appropriate discount rates.

* Diaudit Audited *

171

b. Nilai wajar instrumen keuangan (lanjutan) b. Fair values of financial instruments

(continued)

Model Penilaian (lanjutan) Valuation Models (continued)

Estimasi nilai wajar yang diperoleh dari model disesuaikan dengan faktor-faktor lain, seperti risiko likuiditas atau ketidakpastian model,

sepanjang Perseroan berkeyakinan bahwa

pelaku pasar pihak ketiga akan memperhitungkan mereka dalam menentukan harga transaksi. Nilai wajar mencerminkan risiko kredit instrumen termasuk penyesuaian untuk memperhitungkan risiko kredit Perseroan dan pihak lawan. Untuk mengukur derivatif yang klasifikasinya mungkin

berubah dari aset menjadi liabilitas atau

sebaliknya seperti swap suku bunga, nilai wajar memperhitungkan Credit Valuation Adjustment (“CVA”) dan Debit Valuation Adjustment (“DVA”) ketika pelaku pasar mempertimbangkan hal ini dalam harga derivatif. Perseroan menggunakan

Advanced Internal Rating Based ("AIRB") model

untuk mengukur CVA dan DVA. Pada tanggal 30 Juni 2016, CVA dan DVA Perseroan adalah masing-masing Rp 3.929 dan Rp 78.

Fair values estimates obtained from models are adjusted for any other factors, such as liquidity risk or model uncertainties, to the extent that the Company believes that a third party market participants would take them into account in pricing a transaction. Fair values reflect the credit risk of the instrument and include adjustments to take account of the credit risk of the Company and the counterparty where appropriate. For measuring derivatives that might change classification from being an asset to a liability or vice versa such as interest rate swaps, fair values take into account both credit valuation adjustment (CVA) and debit valuation adjusment (DVA) when market participants take this into consideration in pricing the derivatives. The Company uses Advanced Internal Rating Based (“AIRB”) model to measure the CVA and DVA. As of 30 June 2016, the Company’s CVA and DVA were Rp 3,929 and Rp 78, respectively.

Kerangka Penilaian Valuation Framework

Penilaian aset keuangan dan liabilitas keuangan dikaji secara independen dari bisnis oleh unit Keuangan dan unit Risiko. Unit Keuangan terutama bertanggung jawab untuk memastikan bahwa penyesuaian penilaian telah dilakukan secara tepat. Unit Risiko melakukan validasi harga secara independen untuk memastikan bahwa Perseroan menggunakan data pasar yang

dapat diandalkan dari sumber-sumber

independen (misalnya harga perdagangan dan kuotasi pialang) berdasarkan konsensus sumber data.

Valuation of financial assets and financial liabilities are subject to a review, independent of the business, by Finance and Risk units. Finance unit is primarily responsible for ensuring that valuation adjustments have been properly accounted for. Risk unit performs an independent price validation to ensure that the Company uses reliable market data from independent sources (e.g. traded prices and broker quotes) based on consensus data sources.

Model penilaian diajukan oleh bisnis dan divalidasi oleh unit Risiko. Model penilaian disetujui oleh Direktur Bisnis, Direktur Risiko dan Direktur Keuangan. Unit Risiko melakukan pengkajian tahunan terhadap model penilaian

untuk memastikan bahwa hasil penilaian

mencerminkan harga pasar.

Valuation model is proposed by the business and is validated by Risk unit. Valuation model is approved by Business Director, Risk Director and Finance Director. Risk unit performs annual review on the valuation model to ensure that the result of the valuation reflects the market prices.

* Diaudit Audited *

172

41. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) 41. FINANCIAL INSTRUMENTS (continued)

b. Nilai wajar instrumen keuangan (lanjutan) b. Fair values of financial instruments

(continued)

Kerangka Penilaian (lanjutan) Valuation Framework (continued)

Unit Risk melakukan pengkajian tengah tahunan terhadap kelayakan sumber data pasar yang digunakan dalam penilaian. Data pasar yang digunakan untuk validasi harga mencakup pula

sumber data perdagangan terkini yang

melibatkan pihak lawan eksternal atau pihak ketiga seperti Bloomberg, Reuters, pialang dan

pricing providers. Data pasar yang digunakan

harus sedapat mungkin mencerminkan pasar

yang secara berkesinambungan dapat

berevolusi mengikuti perkembangan pasar dan

instrumen keuangan. Untuk menentukan

kualitas dari input data pasar, faktor-faktor seperti independensi, relevansi, kehandalan, ketersediaan berbagai sumber data dan metodologi yang digunakan oleh pricing provider juga dipertimbangkan.

Risk unit performs a semi-annual review of the suitability of the market data sources used for valuation. The market data used for price validation may include those sourced from recent trade data involving external counterparties or third parties such as Bloomberg, Reuters, brokers and pricing providers. The market data used should be representative of the market as much as possible, which can evolve over time as markets and financial instruments develop. To determine the quality of the market data inputs, factors such as independence, relevance, reliability, availability of multiple data sources and methodology employed by the pricing provider are taken into consideration.

Instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar

Financial instruments measured at fair values

Tabel berikut ini menyajikan analisa instrumen

keuangan yang diukur pada nilai wajar

berdasarkan tingkat hirarki nilai wajarnya pada tanggal 30 Juni 2016 dan 31 Desember 2015, berdasarkan level hirarki nilai wajar:

The table below presents financial instruments measured at fair values as of 30 June 2016 and 31 December 2015, based on the level in the fair values hierarchy:

30 Juni 2016/30 June 2016

Level 1/ Level 2/ Jumlah/

Level 1 Level 2 Total

Aset keuangan Financial assets

Diperdagangkan Held for trading

Aset keuangan untuk

diperdagangkan

Financial assets held for trading

- Instrumen keuangan

pendapatan tetap 1.887.998 - 1.887.998

- Fixed income financial instruments

- Derivatif 5.714 522.710 528.424 - Derivatives

1.893.712 522.710 2.416.422

Tersedia untuk dijual Available-for-sale

Efek-efek untuk tujuan investasi Investment securities

- Instrumen keuangan

pendapatan tetap 14.948.132 - 14.948.132 - Fixed income financial instruments

14.948.132 - 14.948.132

Liabilitas keuangan Financial liabilities

Diperdagangkan Held for trading

Liabilitas keuangan untuk diperdagangkan

Financial liabilities held for trading

* Diaudit Audited *

173

b. Nilai wajar instrumen keuangan (lanjutan) b. Fair values of financial instruments

(continued) Instrumen keuangan yang diukur pada nilai

wajar (lanjutan)

Financial instruments measured at fair values (continued)

31 Desember 2015/31 December 2015

Level 1/ Level 2/ Jumlah/

Level 1 Level 2 Total

Aset keuangan Financial assets

Diperdagangkan Held for trading

Aset keuangan untuk

diperdagangkan

Financial assets held for trading

- Instrumen keuangan

pendapatan tetap 2.638.298 - 2.638.298

- Fixed income financial instruments

- Derivatif 1.906 349.347 351.253 - Derivatives

2.640.204 349.347 2.989.551

Tersedia untuk dijual Available-for-sale

Efek-efek untuk tujuan investasi Investment securities

- Instrumen keuangan

pendapatan tetap 5.775.255 450 5.775.705

- Fixed income financial instruments

8.415.459 349.797 8.765.256

Liabilitas keuangan Financial liabilities

Diperdagangkan Held for trading

Liabilitas keuangan untuk diperdagangkan

Financial liabilities held for trading

- Derivatif 581 178.374 178.955 - Derivatives

Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan untuk diperdagangkan dan efek-efek

tersedia untuk dijual diprioritaskan untuk

menggunakan harga kuotasian pasar, kecuali untuk nilai wajar obligasi korporasi yang tidak tercatat di bursa, forward, swap suku bunga

Dokumen terkait