BAB III METODE PENELITIAN
3.5 Defenisi dan Batasan Operasional
3.5.2 Batasan Operasional
1. Sektor potensial yang diteliti adalah sektor pertanian sub sektor hortikultura yaitu tanaman sayuran semusim. Komoditas yang diteliti adalah terung, kacang panjang, timun, sawi, cabai besar, kangkung, bayam, dan cabai rawit.
2. Dalam penelitian yang diolah adalah data produksi komoditas tanaman sayuran semusim Kabupaten Deli Serdang dari tahun 2015 s.d tahun 2019.
3. Tempat penelitian berada pada 22 Kecamatan yaitu Gunung Meriah, S.T.M Hulu, Sibolangit, Kutalimbaru, Pancurbatu, Namo Rambe, Biru-Biru, S.T.M Hilir, Bangun Purba, Galang, Tanjung Morawa, Patumbak, Deli Tua, Sunggal, Hamparan Perak, Labuhan Deli, Percut Sei Tuan, Batang Kuis, Pantai Labu, Beringin, Lubuk Pakam dan Pagar Merbau.
BAB IV
DESKRIPSI DAERAH PENELITIAN 4.1 Gambaran Geografi dan Iklim
Secara geografis, Kabupaten Deli Serdang berada pada 2°57’ Lintang Utara sampai 3°16’ Lintang Utara dan 98°33’ Bujur Timur sampai 99°27’ Bujur Timur dengan luas 2.497,72 km2 dan dengan ketinggian 0-500 m di atas permukaan laut.
Kabupaten Deli Serdang menempati area seluas 2.497,72 km2 yang terdiri dari 22 Kecamatan dan 394 Desa/Kelurahan definitif. Wilayah Kabupaten Deli Serdang di sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Langkat dan Selat Malaka, di sebelah Selatan dengan Kabupaten Karo dan Simalungun, di sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Langkat dan Karo serta Kota Binjai dan di sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Serdang Bedagai.
Kabupaten Deli Serdang memiliki dua musim, yaitu musim kemarau dan penghujan. Pada bulan Juni sampai dengan September arus angin yang bertiup tidak banyak mengandung uap air, sehingga mengakibatkan musim kemarau.
Sebaliknya pada bulan Desember sampai dengan Maret arus angin yang banyak mengandung uap air berhembus sehingga terjadi musim hujan. Keadaan ini berganti setiap setengah tahun setelah melewati masa peralihan pada bulan April-Mei dan Oktober-November.
Menurut catatan Stasiun Klimatologi Sampali, pada tahun 2020 terdapat rata-rata 16 hari hujan perbulan dengan rata-rata volume curah hujan sebanyak rata-rata 228,5 mm. Curah hujan terbesar terjadi pada bulan September yaitu 367 mm. Sedangkan curah hujan paling kecil terjadi pada bulan Maret sebesar 38 mm.
4.2 Pemerintahan
Administrasi pemerintahan Kabupaten Deli Serdang terdiri dari 22 kecamatan dan 394 desa/kelurahan yang seluruhnya telah definitif. Dari 394 kepala desa atau lurah, 22 diantaranya dikepalai oleh perempuan atau sekitar 5,58 persen.
Tabel 5. Jumlah Desa, Kelurahan, Dusun dan Lingkungan Menurut Kecamatan di Kabupaten Deli Serdang 2020
Kecamatan Desa Kelurahan Dusun Lingkungan
1. Gunung Meriah 12 - 19 -
Sumber : Badan Pusat Statistika (Kabupaten Deli Serdang Dalam Angka) 2021 Pada tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa Kecamatan Percut Sei Tuan memiliki jumlah Desa, Kelurahan, Dusun, dan Kelurahan yang terbanyak diantara Kecamatan yang lainnya di Kabupaten Deli Serdang. Kecamatan Percut Sei Tuan memiliki 18 Desa, 2 Kelurahan, 230 Dusun dan 24 Lingkungan.
4.3 Penduduk dan Tenaga Kerja
Jumlah penduduk Deli Serdang berdasarkan hasil Sensus Penduduk (SP) 2010 adalah 1.790.431 jiwa termasuk penduduk yang bertempat tinggal tidak tetap dan termasuk urutan kedua terbesar se Sumatera Utara setelah Kota Medan.
Sedangkan laju pertumbuhan penduduk dari tahun 2010-2019 berdasarkan angka terakhir SP 2010 adalah 2,27 persen per tahun, sedangkan laju pertumbuhan penduduk dari tahun 2018-2019 sebesar 1,86 persen.
Jumlah penduduk Deli Serdang keadaan bulan Juni Tahun 2019 diperkirakan sebesar 2.195.709 jiwa dengan kepadatan penduduk sebesar 879 jiwa per km2. Jumlah rumah tangga sebanyak 514.344 rumah tangga. Setiap rumah tangga rata-rata dihuni oleh sekitar 4 jiwa. Jumlah penduduk laki-laki pada tahun 2019 lebih banyak dari penduduk perempuannya dengan rasio jenis kelamin sebesar 101,29 yang artinya setiap 100 penduduk perempuan terdapat 101 penduduk laki-laki.
Pada tahun 2019, Kecamatan Percut Sei Tuan merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk terbesar dengan tingkat persebaran penduduk sebesar 21,47 persen sedangkan Kecamatan Gunung Meriah adalah yang terkecil yaitu 0,14 persen. Untuk Kecamatan terpadat urutan pertama adalah Kecamatan Deli Tua dengan 7.960 penduduk per km2 disusul Kecamatan Sunggal dengan kepadatan 3.224 jiwa per km2 dan yang terjarang adalah Kecamatan Gunung Meriah yang hanya 41 jiwa per km2.
Pada tahun 2019 Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Deli Serdang telah menerbitkan sebanyak 35.824 akta kelahiran. Kecamatan yang paling banyak menerbitkan akta kelahiran yaitu Kecamatan Percut Sei Tuan
sebesar 7.444, lalu Kecamatan STM Hulu 4.757 akta. Sedangkan kecamatan paling sedikit menerbitkan akta kelahiran yaitu 49 akta dari Kecamatan Gunung Meriah.
Pada tahun 2019, di Kabupaten Deli Serdang terdapat 1.063.161 penduduk angkatan kerja, yang terdiri dari 1.002.187 jiwa terkategori bekerja dan sebesar 60.974 jiwa terkategori mencari kerja dan tidak bekerja (pengangguran terbuka).
Tabel 6. Jumlah Penduduk Menurut Status Pekerjaan dan Jenis Kelamin di Kabupaten Deli Serdang 2020
Status Pekerjaan Utama Laki-laki Perempuan Total
Berusaha sendiri 121.591 84.543 206.134
Berusaha dibantu buruh tidak tetap /
buruh tak dibayar 42.274 34.233 76.507
Berusaha dibantu buruh tetap / buruh
dibayar 23.651 6.957 30.608
Buruh/Karyawan/Pegawai 333.616 178.076 511.692
Pekerja bebas di Pertanian 29.635 7.268 36.903
Pekerja bebas di Non Pertanian 57.239 14.366 71.605 Pekerja keluarga / tak dibayar 26.029 59.503 85.532
Total 634.035 384.949 1.018.981
Sumber : Kabupaten Deli Serdang dalam Angka 2021
Dari tabel 6, dapat dilihat bahwa buruh/karyawan/pegawai merupakan pekerjaan utama tertinggi penduduk di Kabupaten Deli Serdang pada tahun 2020.
4.4 Pertanian
Kabupaten Deli Serdang memiliki sumber daya alam berupa sumber daya kelautan, pertanian, perkebunan, air permukaan (sungai), hutan, pertambangan dan pariwisata. Kabupaten Deli Serdang memiliki lima sungai besar, yaitu Sungai Belawan, Sungai Deli, Sungai Belumai, Sungai Percut dan Sungai Ular dengan luas DAS 378.841 Ha, yang kesemuanya bermuara ke Selat Malaka dengan hulu berada di Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Karo. Air sungai ini
Sektor pertanian yang terdiri dari sub sektor pertanian tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan serta kehutanan memberikan kontribusi yang cukup besar dalam perekonomian daerah Kabupaten Deli Serdang. Pada sub sektor pertanian tanaman pangan dan hortikultura, daerah Kabupaten Deli Serdang hingga saat ini merupakan salah satu lumbung beras dan kontribusi yang tidak sedikit bagi Provinsi Sumatera Utara.
Berdasarkan dokumen dari Pusat Penelitian dan Pengembangan SEP IPB (2005) tentang Pemantapan Model Pengembangan Kawasan Agribisnis Sayuran Sumatera bahwa Kabupaten Deli Serdang berada di urutan keempat dalam pangsa rataan luas dan produksi tanaman sayuran di Sumatera Utara.
Pada tahun 2017, Kabupaten Deli Serdang memiliki luas persawahan mencapai 40.716 hektar dan luas lahan bukan sawah adalah seluas 209.500 hektar, yang terdiri dari lahan bukan sawah untuk pertanian seluas 165.943 hektar dan lahan bukan sawah bukan untuk pertanian seluas 43.557 hektar.
Tabel 7. Luas Lahan Bukan Sawah Untuk Pertanian Menurut Jenis Penggunaan Lahan di Kabupaten Deli Serdang Tahun 2017
Jenis Penggunaan Lahan Luas (Ha)
Tegal/Kebun 46.898
Ladang/Huma 16.035
Perkebunan 74.038
Ditanami Pohon/Hutan Rakyat 10.647
Padang Rumput/Penggembalaan 64
Hutan Negara 7.947
Sementara Tidak Diusahakan 2.394
Lainnya 7.920
Lahan Bukan Sawah Untuk Pertanian 165.943 Sumber : Statistik Lahan Bukan Sawah Kabupaten Deli Serdang 2017
Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa pada tahun 2017, penggunaan terbesar lahan bukan sawah untuk pertanian adalah lahan perkebunan yaitu seluas
tegal/kebun yaitu seluas 46.898 Ha atau sekitar 28,26 persen dan penggunaan lahan terbesar ketiga adalah untuk lahan ladang/huma yaitu seluas 16.035 Ha atau sekitar 9,66 persen.
Pada tahun 2017, pemerintah Kabupaten Deli Serdang dengan BALITBANGTAN (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian) Kementerian RI, melakukan kesepakatan bersama tentang penelitian, pengembangan dan inovasi pertanian di Kabupaten Deli Serdang. Hal ini merupakan langkah yang sangat strategis untuk menciptakan teradopsinya sejumlah hasil inovasi teknologi untuk meningkatkan keberdayaan dan kesejahteraan petani. Salah satu pengembangan utamanya di tahun 2018 adalah pengembangan inovasi bibit unggul kambing Boerka hasil inovasi loka penelitian kambing potong yang menjadi salah satu andalan dari Balitbangtan. Disisi lain komoditas hortikultura merupakan komoditas strategis ke depan, karena diversifikasi pangan menuju keseimbangan asupan gizi seimbang menjadi sangat penting. Karenanya dengan jalinan kerja sama ini dapat memperoleh pendampingan dan penerapan teknologi pertanian, penelitian dan pengembangan komoditas pertanian yang berlandaskan kepada kearifan lokal.
BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Hasil Analisis Wilayah Basis Komoditas
Dengan menggunakan rumus LQ diperoleh nilai LQ kecamatan penghasil bayam, cabai besar, cabai rawit, kacang panjang, kangkung, sawi, terung dan timun di Kabupaten Deli Serdang pada tahun 2015 sampai dengan 2019 sebagai berikut.
Tabel 8. Nilai LQ Kecamatan Penghasil Bayam di Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015-2019
Kecamatan Nilai LQ Tahun
Rata-rata LQ Nominal
Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang (data diolah)
Sesuai dengan kriteria LQ bahwa (LQ ≥ 1) maka komoditas tersebut termasuk komoditas basis pada suatu wilayah/kecamatan dan bila nilai (LQ < 1)
Berdasarkan Tabel 8, dapat dilihat bahwa hasil rata-rata nilai LQ ≥ 1 terdapat beberapa kecamatan yang menjadi basis komoditas bayam yaitu Kecamatan Namo Rambe, Kecamatan Deli Tua, Kecamatan Hamparan Perak, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kecamatan Batangkuis dan Kecamatan Lubuk Pakam. Adapun kecamatan yang memiliki rata-rata nilai LQ < 1 tetapi bernilai positif adalah Kecamatan Kutalimbaru, Kecamatan Pancurbatu, Kecamatan Patumbak, Kecamatan Sunggal, Kecamatan Labuhan Deli dan Kecamatan Beringin. Hal ini menunjukkan bahwa kecamatan-kecamatan tersebut memiliki potensi dalam pengembangan komoditas bayam.
Tabel 9. Nilai LQ Kecamatan Penghasil Cabai Besar di Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015-2019
Kecamatan Nilai LQ Tahun
Rata-rata LQ Nominal
Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang (data diolah)
Kecamatan Gunung Meriah, Kecamatan STM Hulu, Kecamatan Sibolangit, Kecamatan Namo Rambe, Kecamatan Bangun Purba, Kecamatan Galang, Kecamatan Tanjung Morawa, Kecamatan Hamparan Perak, Kecamatan Pantai Labu, Kecamatan Beringin, Kecamatan Lubuk Pakam dan Kecamatan Pagar Merbau. Adapun kecamatan yang memiliki rata-rata nilai LQ < 1 tetapi bernilai positif adalah Kecamatan Kutalimbaru, Kecamatan Pancurbatu, Kecamatan Biru-Biru, Kecamatan STM Hilir, Kecamatan Patumbak, Kecamatan Deli Tua, Kecamatan Labuhan Deli, Kecamatan Percut Sei Tuan dan Kecamatan Batang Kuis. Hal ini menunjukkan bahwa kecamatan-kecamatan tersebut memiliki potensi dalam pengembangan komoditas cabai besar.
Tabel 10. Nilai LQ Kecamatan Penghasil Cabai Rawit di Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015-2019
Kecamatan Nilai LQ Tahun Rata-rata
LQ Nominal
Berdasarkan Tabel 10, dapat dilihat bahwa hasil rata-rata nilai LQ ≥ 1 terdapat beberapa kecamatan yang menjadi basis komoditas cabai rawit yaitu Kecamatan Gunung Meriah, Kecamatan STM Hulu, Kecamatan Sibolangit, Kecamatan Kutalimbaru, Kecamatan Pancurbatu, Kecamatan Biru-Biru, Kecamatan STM Hilir, Kecamatan Bangun Purba dan Kecamatan Patumbak.
Adapun kecamatan yang memiliki rata-rata nilai LQ < 1 tetapi bernilai positif adalah Kecamatan Namorambe dan Kecamatan Galang. Hal ini menunjukkan bahwa kecamatan-kecamatan tersebut memiliki potensi dalam pengembangan komoditas cabai rawit.
Tabel 11. Nilai LQ Kecamatan Penghasil Kacang Panjang di Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015-2019
Kecamatan Nilai LQ Tahun
Rata-rata LQ Nominal
Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang (data diolah)
Berdasarkan Tabel 11, dapat dilihat bahwa hasil rata-rata nilai LQ ≥ 1 terdapat beberapa kecamatan yang menjadi basis komoditas kacang panjang yaitu Kecamatan Sibolangit, Kecamatan Pamcurbatu, Kecamatan Biru-Biru, Kecamatan STM Hilir, Kecamatan Galang, Kecamatan Tanjung Morawa, Kecamatan Patumbak, Kecamatan Sunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kecamatan Batang Kuis dan Kecamatan Pantai Labu. Adapun kecamatan yang memiliki rata-rata nilai LQ < 1 tetapi bernilai positif adalah Kecamatan Kutalimbaru, Kecamatan STM Hilir, Kecamatan Deli Tua, Kecamatan Hamparan Perak, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kecamatan Beringin, Kecamatan Lubuk Pakam dan Kecamatan Pagar Merbau. Hal ini menunjukkan bahwa kecamatan-kecamatan tersebut memiliki potensi dalam pengembangan komoditas kacang panjang.
Tabel 12. Nilai LQ Kecamatan Penghasil Kangkung di Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015-2019
Kecamatan Nilai LQ Tahun Rata-rata
LQ Nominal
Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang (data diolah)
Berdasarkan Tabel 12, dapat dilihat bahwa hasil rata-rata nilai LQ ≥ 1 terdapat beberapa kecamatan yang menjadi basis komoditas kangkung yaitu Kecamatan Namo Rambe, Kecamatan Patumbak, Kecamatan Deli Tua, Kecamatan Hamparan Perak, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kecamatan Batang Kuis dan Kecamatan Lubuk Pakam. Adapun kecamatan yang memiliki rata-rata nilai LQ < 1 tetapi bernilai positif adalah Kecamatan Kutalimbaru, Kecamatan Pancurbatu dan Kecamatan Sunggal. Hal ini menunjukkan bahwa kecamatan-kecamatan tersebut memiliki potensi dalam pengembangan komoditas kangkung.
Tabel 13. Nilai LQ Kecamatan Penghasil Sawi di Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015-2019
Kecamatan Nilai LQ Tahun
Rata-rata LQ Nominal
Berdasarkan Tabel 13, dapat dilihat bahwa hasil rata-rata nilai LQ ≥ 1 terdapat beberapa kecamatan yang menjadi basis komoditas sawi yaitu Kecamatan Sibolangit, Kecamatan Tanjung Morawa, Kcamatan Percut Sei Tuan dan Kecamatan Batang Kuis. Adapun kecamatan yang memiliki rata-rata nilai LQ < 1 tetapi bernilai positif adalah Kecamatan Kutalimbaru, Kecamatan Pancurbatu, Kecamatan Deli Tua, Kecamatan Hamparan Perak, Kecamatan Labuhan Deli dan Kecamatan Pantai Labu. Hal ini menunjukkan bahwa kecamatan-kecamatan tersebut memiliki potensi dalam pengembangan komoditas sawi.
Tabel 14. Nilai LQ Kecamatan Penghasil Terung di Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015-2019
Kecamatan Nilai LQ Tahun
Rata-rata LQ Nominal
Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang (data diolah)
Berdasarkan Tabel 14, dapat dilihat bahwa hasil rata-rata nilai LQ ≥ 1 terdapat beberapa kecamatan yang menjadi basis komoditas terung yaitu Kecamatan Sibolangit, Kecamatan Kutalimbaru, Kecamatan Namorambe, Kecamatan Biru-Biru, Kecamatan STM Hilir, Kecamatan Patumbak dan Kecamatan Hamparan Perak. Adapun kecamatan yang memiliki rata-rata nilai LQ
< 1 tetapi bernilai positif adalah Kecamatan Pancurbatu, Kecamatan Tanjung Morawa, Kecamatan Deli Tua, Kecamatan Sunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kecamatan Batang Kuis, Kecamatan Pantai Labu, Kecamatan Beringin dan Kecamatan Pagar Merbau. Hal ini menunjukkan bahwa kecamatan-kecamatan tersebut memiliki potensi dalam pengembangan komoditas terung.
Tabel 15. Nilai LQ Kecamatan Penghasil Timun di Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015-2019
Kecamatan Nilai LQ Tahun Rata-rata
LQ Nominal
Berdasarkan Tabel 15, dapat dilihat bahwa hasil rata-rata nilai LQ ≥ 1 terdapat beberapa kecamatan yang menjadi basis komoditas timun yaitu Kecamatan Pancurbatu, Kecamatan Galang, Kecamatan Tanjung Morawa, Kecamatan Sunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kecamatan Pantai Labu dan Kecamatan Pagar Merbau. Adapun kecamatan yang memiliki rata-rata nilai LQ <
1 tetapi bernilai positif adalah Kecamatan Sibolangit, Kecamatan Kutalimbaru, Kecamatan Namorambe, Kecamatan Biru-Biru, Kecamatan STM Hilir, Kecamatan Patumbak, Kecamatan Deli Tua, Kecamatan Hamparan Perak, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kecamatan Batang Kuis dan Kecamatan Beringin.
Hal ini menunjukkan bahwa kecamatan-kecamatan tersebut memiliki potensi dan kesesuaian agroklimat dalam pengembangan komoditas timun.
Berdasarkan hasil nilai LQ kecamatan penghasil bayam, cabai besar, cabai rawit, kacang panjang, kangkung, sawi, terung dan timun di Kabupaten Deli Serdang pada tahun 2015 sampai dengan 2019 diperoleh kecamatan basis dan non basis komoditas sayuran di Kabupaten Deli Serdang sebagai berikut.
Tabel 16. Kecamatan Basis dan Non Basis Komoditas Sayuran di Kabupaten
Panjang Kangkung Sawi Terung Timun Gunung Sumber : Data diolah, 2021
Pada tabel 16, dapat dilihat bahwa Kecamatan yang merupakan basis
Namorambe, Kecamatan Patumbak, Kecamatan Hamparan Perak dan Kecamatan Batangkuis. Kecamatan Sibolangit merupakan kecamatan dengan basis 5 komoditas sayuran yaitu cabai besar, cabai rawi, kacang panjang, sawi dan terung.
Kecamatan Namorambe merupakan kecamatan dengan basis 5 komoditas sayuran yaitu bayam, cabai besar, kacang panjang, kangkung dan terung. Kecamatan Patumbak merupakan kecamatan dengan basis 4 komoditas sayuran yaitu cabai rawit, kacang panjang, kangkung dan terung. Kecamatan Hamparan Perak merupakan kecamatan dengan basis 4 komoditas sayuran yaitu bayam, cabai besar, kangkung dan terung. Kecamatan Batang Kuis merupakan kecamatan dengan basis 4 komoditas sayuran yaitu bayam, kacang panjang, kangkung dan sawi.
Dari beberapa jenis sayuran yang merupakan sektor basis disuatu kecamatan, dapat diperoleh komoditas sayuran yang dominan dihasilkan di kecamatan sebagai berikut.
Tabel 17. Sayuran Basis di Tiap Kecamatan di Kabupaten Deli Serdang
Kecamatan Komoditas Sayuran Rata-rata LQ
Gunung Meriah Cabai Rawit 16,783
S.T.M Hulu Cabai Rawit 23,395
Sibolangit Cabai Rawit 3,670
Kutalimbaru Cabai Rawit 2,461
Pancurbatu Cabai Rawit 3,631
Namo Rambe Kangkung 1,887
Biru-Biru Terung 2,592
S.T.M Hilir Terung 3,913
Bangun Purba Cabai Rawit 3,955
Galang Cabai Besar 3,578
Tanjung Morawa Cabai Besar 2,179
Patumbak Cabai Rawit 2,776
Deli Tua Kangkung 2,710
Sunggal Kacang Panjang 2,277
Hamparan Perak Bayam 2,768
Labuhan Deli Kacang Panjang 2,059
Percut Sei Tuan Sawi 2,265
Batang Kuis Bayam 2,682
Pantai Labu Cabai Besar 2,693
Beringin Cabai Besar 5,166
Lubuk Pakam Kangkung 8,142
Pagar Merbau Timun 2,325
Hasil perhitungan LQ menunjukkan bahwa jenis sayuran tersebut merupakan komoditas sayuran yang dominan diusahakan oleh masyarakat di kecamatan tersebut. Kecamatan tersebut mampu mencukupi kebutuhan wilayahnya secara mandiri juga mampu memenuhi kebutuhan komoditas sayuran wilayah lain. Wilayah basis komoditas sayuran menunjukkan bahwa tingginya potensi komoditas sayuran di Kabupaten Deli Serdang. Wilayah non basis komoditas sayuran tetapi bernilai positif menunjukkan bahwa wilayah tersebut memiliki potensi dalam pengembangan komoditas sayuran sehingga diperlukan pengembangan wilayah yang tepat untuk mendukung pengembangan komoditas sayuran sebagai salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Deli Serdang.
5.2 Hasil Analisis Koefisien Lokalita (Lokalisasi)
Dengan menggunakan rumus analisis koefisien lokalita diperoleh nilai koefisien lokalita (α) kecamatan penghasil bayam, cabai besar, cabai rawit, kacang panjang, kangkung, sawi, terung dan timun di Kabupaten Deli Serdang pada tahun 2015 sampai dengan 2019 sebagai berikut.
Tabel 18. Nilai Koefisien Lokalita Komoditas Bayam di Kabupaten Deli
Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang (data diolah)
Dari tabel 18, dapat dilihat bahwa hasil analisis lokalisasi berdasarkan indikator produksi menunjukkan bahwa nilai koefisien lokalita yang dihasilkan masing-masing kecamatan besarnya kurang dari 1 (α < 1). Artinya bahwa usaha pertanian komoditas bayam yang diusahakan oleh masyarakat di Kabupaten Deli Serdang tidak terkonsentrasi di suatu wilayah kecamatan saja tetapi tersebar di beberapa kecamatan. Kecamatan yang memiliki nilai koefisien lokalita positif namun kurang dari satu adalah Kecamatan Namo Rambe, Kecamatan Patumbak, Kecamatan Deli Tua, Kecamatan Sunggal, Kecamatan Hamparan Perak, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kecamatan Batang Kuis dan Kecamatan Lubuk Pakam. Hal ini menunjukkan bahwa delapan kecamatan tersebut merupakan kecamatan yang secara agroklimat dan kondisi lahannya memang sesuai bagi
usaha tani bayam sehingga mampu menghasilkan produksi bayam lebih tinggi dibandingkan dengan kecamatan lainnya di Kabupaten Deli Serdang.
Kecamatan Percut Sei Tuan memiliki nilai koefisien lokalita tertinggi, yaitu sebesar 0,193. Hal ini menunjukkan bahwa Kecamatan Percut Sei Tuan mampu menghasilkan produksi bayam lebih tinggi dibandingkan kecamatan lain di Kabupaten Deli Serdang.
Tabel 19. Nilai Koefisien Lokalita Komoditas Cabai Besar di Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015-2019
Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang (data diolah)
Dari tabel 19, dapat dilihat bahwa hasil analisis lokalisasi berdasarkan indikator produksi menunjukkan bahwa nilai koefisien lokalita yang dihasilkan masing-masing kecamatan besarnya kurang dari 1 (α < 1). Artinya bahwa usaha pertanian komoditas cabai besar yang diusahakan oleh masyarakat di Kabupaten Deli Serdang tidak terkonsentrasi di suatu wilayah kecamatan saja tetapi tersebar
namun kurang dari satu adalah Kecamatan Gunung Meriah, Kecamatan STM Hulu, Kecamatan Sibolangit, Kecamatan Namo Rambe, Kecamatan Bangun Purba, Kecamatan Galang, Kecamatan Tanjung Morawa, Kecamatan Deli Tua, Kecamatan Hamparan Perak, Kecamatan Pantai Labu, Kecamatan Beringin, Kecamatan Lubuk Pakam dan Kecamatan Pagar Merbau. Hal ini menunjukkan bahwa tiga belas kecamatan tersebut merupakan kecamatan yang secara agroklimat dan kondisi lahannya memang sesuai bagi usaha tani cabai besar sehingga mampu menghasilkan produksi cabai besar lebih tinggi dibandingkan dengan kecamatan lainnya di Kabupaten Deli Serdang.
Kecamatan Beringin memiliki nilai koefisien lokalita tertinggi, yaitu sebesar 0,199. Hal ini menunjukkan bahwa Kecamatan Beringin mampu menghasilkan produksi cabai besar lebih tinggi dibandingkan kecamatan lain.
Tabel 20. Nilai Koefisien Lokalita Komoditas Cabai Rawit di Kabupaten Deli Serdang Tahun 2015-2019
Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang (data diolah)
Dari tabel 20, dapat dilihat bahwa hasil analisis lokalisasi berdasarkan indikator produksi menunjukkan bahwa nilai koefisien lokalita yang dihasilkan masing-masing kecamatan besarnya kurang dari 1 (α < 1). Artinya bahwa usaha pertanian komoditas cabai rawit yang diusahakan oleh masyarakat di Kabupaten Deli Serdang tidak terkonsentrasi di suatu wilayah kecamatan saja tetapi tersebar di beberapa kecamatan. Kecamatan yang memiliki nilai koefisien lokalita positif namun kurang dari satu adalah Kecamatan Gunung Meriah, Kecamatan STM Hulu, Kecamatan Sibolangit, Kecamatan Kutalimbaru, Kecamatan Pancurbatu, Kecamatan Namo Rambe, Kecamatan Biru-Biru, Kecamatan STM Hilir, Kecamatan Bangun Purba dan Kecamatan Patumbak. Hal ini menunjukkan bahwa sepuluh kecamatan tersebut merupakan kecamatan yang secara agroklimat dan kondisi lahannya memang sesuai bagi usaha tani cabai rawit sehingga mampu menghasilkan produksi cabai rawit lebih tinggi dibandingkan dengan kecamatan lainnya di Kabupaten Deli Serdang.
Kecamatan STM Hulu, Kecamatan Sibolangit dan Kecamatan Kutalimbaru memiliki nilai koefisien lokalita tertinggi, yaitu sebesar 0,313; 0,128;
dan 0,110. Hal ini menunjukkan bahwa Kecamatan STM Hulu, Kecamatan Sibolangit dan Kecamatan Kutalimbaru mampu menghasilkan produksi cabai rawit lebih tinggi dibandingkan kecamatan lain di Kabupaten Deli Serdang.
Tabel 21. Nilai Koefisien Lokalita Komoditas Kacang Panjang di Kabupaten
Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang (data diolah)
Dari tabel 21, dapat dilihat bahwa nilai koefisien lokalita yang dihasilkan masing-masing kecamatan besarnya kurang dari 1 (α < 1). Artinya bahwa usaha pertanian komoditas kacang panjang yang diusahakan oleh masyarakat di Kabupaten Deli Serdang tidak terkonsentrasi di suatu wilayah kecamatan saja
Dari tabel 21, dapat dilihat bahwa nilai koefisien lokalita yang dihasilkan masing-masing kecamatan besarnya kurang dari 1 (α < 1). Artinya bahwa usaha pertanian komoditas kacang panjang yang diusahakan oleh masyarakat di Kabupaten Deli Serdang tidak terkonsentrasi di suatu wilayah kecamatan saja