• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.5. Definisi dan Batasan Operasional

3.5.2 Batasan Operasional

1. Lokasi penelitian adalah Desa Bogak Besar, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai.

2. Waktu penelitian adalah tahun 2017.

3. Sampel penelitian adalah anggota kelompok tani.

Universitas Sumatera Utara

24 BAB IV

DESKRIPSI DAERAH PENELITIAN DAN KARAKTERISTIK PETANI SAMPEL

4.1. Deskripsi Daerah Penelitian 4.1.1. Luas dan Topografi Desa

Desa Bogak Besar berada di Kecamatan Teluk Mengkudu di Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara dengan luas daerah + 1.060 ha/m2. Daerah ini berada pada ketinggian + 6 meter diatas permukaan laut (dpl).

Topografi desa ini adalah daratan rendah yang memiliki suhu udara rata-rata 270 s/d 320

Desa ini memiliki jarak 16 km ke ibukota kabupaten dengan batas-batas sebagai berikut:

C.

Sebelah utara : Selat Malaka

Sebelah timur : Desa Pematang Guntung dan Desa Nagur Sebelah selatan : Desa Pematang Kuala

Sebelah barat : Desa Sentang 4.1.2. Keadaan Penduduk

Desa penelitian ini memiliki penduduk 4.536 jiwa dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 1.263 kepala keluarga (KK), lebih jelas dapat dilihat pada Tabel Distribusi Penduduk Menurut Jenis Kelamin di Desa Bogak Besar.

Tabel 4.1. Distribusi Penduduk Menurut Jenis Kelamin di Desa Bogak Besar No Jenis Kelamin Jumlah (Jiwa) Persentase (%)

1 Laki-laki 2.240 49,38

2 Perempuan 2.296 50,62

Total 4.536 100

Sumber: Kantor Kepala Desa Bogak, 2017

Universitas Sumatera Utara

Berdasarkan tabel 4.1. dapat dilihat bahwa jumlah penduduk Desa Bogak Besar berjumlah jiwa 4.536 dengan jumlah penduduk laki-laki sebanyak 2.240 jiwa atau 49,38 % dan penduduk perempuan 2. 296 jiwa atau 50,62 %.

Keadaan penduduk menurut kelompok umur Desa Bogak Besar dapat dilihat pada Tabel Distribusi Penduduk Menurut Kelompok Umur di Desa Bogak Besar.

Tabel 4.2. Distribusi Penduduk Menurut Kelompok Umur di Desa Bogak Besar

No Umur (Tahun) Jumlah (Jiwa) Persentase (%)

1 0-5 319 7,03

2 6-12 462 10,19

3 13-16 282 6,22

4 17-59 2.407 53,06

5 > 60 1.066 23,50

Total 4.536 100

Sumber: Kantor Kepala Desa Bogak Besar, 2017

Berdasarkan Tabel 4.2 di atas dapat dilihat bahwa jumlah penduduk Desa Bogak Besar paling banyak berada pada kelompok umur 17-59 tahun yaitu 2.407 jiwa atau 53,06 %, sedangkan yang paling sedikit berada berada pada kelompok umur 13-16 tahun yaitu 282 jiwa atau sekitar 6,22 %.

Keadaan penduduk menurut agama di Desa Bogak Besar dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 4.3. Distribusi Penduduk Menurut Agama di Desa Bogak Besar

No Agama Jumlah (Jiwa) Persentase (%)

1 Islam 3.985 87,85

2 Kristen Protestan 526 11,60

3 Kristen Katolik 22 0,48

4 Hindu 3 0,07

Total 4.536 100

Sumber: Kantor Kepala Desa Bogak Besar, 2017

Berdasarkan Tabel 4.3 di atas dapat dilihat bahwa penduduk di Desa Bogak Besar mayoritas menganut agama Islam yaitu 3.985 jiwa atau sekitar 87,85 % dari

Universitas Sumatera Utara

jumlah penduduk seluruhnya, sedangkan selebihnya menganut agama Kristen Protestan yaitu 526 jiwa atau 11,60%, Kristen Katolik 22 jiwa atau 0,48 % dan agama Hindu 3 jiwa atau 0,07% dari jumlah penduduk seluruhnya.

Keadaan penduduk menurut suku bangsa dapat dilihat pada tabel Distribusi Penduduk Menurut Suku Bangsa di Desa Bogak Besar.

Tabel 4.4. Distribusi Penduduk Menurut Suku Bangsa di Desa Bogak Besar No Suku Bangsa Jumlah (Jiwa) Persentase (%)

1 Banjar 3.144 69,32

2 Jawa 605 13,34

3 Batak Toba 570 12,57

4 Melayu 99 2,18

5 Batak Mandailing 49 1.08

6 Batak Karo 21 0,47

7 Nias 13 0,29

8 Aceh 8 0,17

9 Batak Simalungun 8 0,17

10 Tionghoa 7 0,15

11 Banten 6 0,13

12 Minang 6 0,13

Total 4.536 100

Sumber: Kantor Kepala Desa Bogak Besar, 2017

Berdasarkan Tabel 4.4 di atas dapat dilihat bahwa penduduk Desa Bogak Besar mayoritas adalah Suku Banjar yaitu 3.144 jiwa atau 69,32 % dari penduduk keseluruhan sedangkan penduduk selebihnya adalah Suku Jawa, Suku Batak Toba, Suku Melayu, Suku Batak Mandailing, Suku Batak Karo, Suku Nias, Suku Aceh, Suku Batak Simalungun, Tionghoa, Banten dan Minang.

Universitas Sumatera Utara

4.1.3. Penggunaan Lahan Desa Bogak Besar

Lahan Desa Bogak Besar paling luas adalah untuk persawahan yakni sebesar lebih kurang 453 Ha. Berikut adalah Tabel Distribusi Penggunaan Lahan Desa Bogak Besar:

Tabel 4.5. Distribusi Penggunaan Lahan Desa Bogak Besar

No Penggunaan Lahan Luas (Ha)

1 Pemukiman 100

2 Persawahan 453

3 Perkebunan Rakyat 250

4 Kuburan 2,5

5 Pekarangan 250

6 Perkantoran 0,05

7 Prasarana Umum 58

Total 1.060

Sumber: Kantor Kepala Desa Bogak Besar, 2017

Berdasarkan Tabel 4.5 di atas dapat dilihat bahwa penggunaan lahan di Desa Bogak Besar lebih banyak digunakan untuk persawahan yaitu 453 Ha, untuk perkebunan rakyat 250 Ha, untuk pekarangan 250 Ha, untuk pemukiman 100 Ha, untuk prasarana umum 58 Ha, untuk kuburan 2,5 Ha, dan untuk perkantoran 0,05 Ha.

4.1.4. Karakteristik Petani Sampel

Petani sampel yang dimaksud disini adalah seluruh petani yang menjadi sampel dalam penelitian dan merupakan anggota Kelompok Tani Jaya, Kelompok Tani Maju, Kelompok Tani Mawar, Kelompok Tani Melati, Kelompok Tani Putra Nelayan, Kelompok Tani Sanitahi, Kelompok Tani Sejahtera, Kelompok Tani Semangat, Kelompok Tani Sri Melati, Kelompok Tani Sumber Rezeki, Kelompok Tani Tani Baru, Kelompok Tani Tani Jaya, dan Kelompok Tani Tunas Baru.

Universitas Sumatera Utara

Sampel penelitian ini jenis kelamin laki-laki dengan jumlah 46 sampel dan perempuan 1 orang, dengan umur berada pada kisaran 31-62 tahun atau dengan rata-rata umur sampel adalah 44 tahun.

Tabel 4.5. Distribusi Penggunaan Lahan Desa Bogak Besar

No Penggunaan Lahan Luas (Ha)

1 Pemukiman 100

2 Persawahan 453

3 Perkebunan Rakyat 250

4 Kuburan 2,5

5 Pekarangan 250

6 Perkantoran 0,05

7 Prasarana Umum 58

Total 1.060

Sumber: Kantor Kepala Desa Bogak Besar, 2017

Berdasarkan Tabel 4.5 di atas dapat dilihat bahwa penggunaan lahan di Desa Bogak Besar lebih banyak digunakan untuk persawahan yaitu 453 Ha, untuk perkebunan rakyat 250 Ha, untuk pekarangan 250 Ha, untuk pemukiman 100 Ha, untuk prasarana umum 58 Ha, untuk kuburan 2,5 Ha, dan untuk perkantoran 0,05 Ha.

4.1.4. Karakteristik Petani Sampel

Petani sampel yang dimaksud disini adalah seluruh petani yang menjadi sampel dalam penelitian dan merupakan anggota Kelompok Tani Jaya, Kelompok Tani Maju, Kelompok Tani Mawar, Kelompok Tani Melati, Kelompok Tani Putra Nelayan, Kelompok Tani Sanitahi, Kelompok Tani Sejahtera, Kelompok Tani Semangat, Kelompok Tani Sri Melati, Kelompok Tani Sumber Rezeki, Kelompok Tani Tani Baru, Kelompok Tani Tani Jaya, dan Kelompok Tani Tunas Baru.

Universitas Sumatera Utara

29 BAB V

HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1. Gambaran Umum Kelompok Tani

Kelompok tani di suatu wilayah tertentu diharapkan akan menjadi wadah kebersamaan para petani dalam upaya menuju kearah terciptanya petani yang tangguh, yaitu mampu mengambil keputusan dan tindakan secara mandiri dalam upaya menghadapi tantangan dan mengatasi kendala yang ada.

Kelompok tani merupakan suatu badan yang terdiri dari orang-orang yang berhubungan satu sama lain, karena adanya kepentingan bersama. Jumlah kira-kira 20 orang atau lebih dan mereka menggunakan cara musyawarah atau diskusi untuk mengambil keputusan bersama, dimana tujuan kelompok tani ini melaksanakan azas demokrasi. Pertemuan antar kelompok merupakan kesempatan bagi anggotanya untuk bertukar pikiran dan pengalaman serta menumbuhkan kebiasaan berbicara, berfikir, berencana, dan bekerja sama.

Kelompok tani di daerah penelitian seluruhnya mendapat binaan dari petugas penyuluh pertanian lapangan. Pembinaan kelompok tani ini bertujuan agar kelompok tani mengalami kemajuan, dan petani berhasil dalam mengelola usaha taninya dan dapat menolong dirinya sendiri. Tugas penyuluh lapangan di daerah penelitian aktif dalam menjalankan kegiatan penyuluhan dan selalu turun kelapangan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Kelompok tani yang menjalankan fungsinya dengan baik ataupun melaksanakan aktifitasnya dengan baik maka kelompok tani tersebut akan menjadi berkembang dan maju yang nantinya akan berdampak pada keberhasilan usaha taninya.

Universitas Sumatera Utara

5.2. Gambaran Umum Kelompok Tani di Desa Bogak Besar

Organisasi kelompok tani di Desa Bogak Besar yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah Kelompok Tani Jaya, Kelompok Tani Maju, Kelompok Tani Mawar, Kelompok Tani Melati, Kelompok Tani Putra Nelayan, Kelompok Tani Sanitahi, Kelompok Tani Sejahtera, Kelompok Tani Semangat, Kelompok Tani Sri Melati, Kelompok Tani Sumber Rezeki, Kelompok Tani Tani Baru, Kelompok Tani Tani Jaya, dan Kelompok Tani Tunas Baru.

Sebagian besar kelompok tani ini berdiri tahun 2006 yang masing-masing beranggotakan 21 orang hingga 90 orang anggota kelompok tani. Struktur organisasi kelompok tani di Desa Bogak Besar terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara dan dilengkapi oleh seksi-seksi. Seksi-seksi ini dibagi sesuai dengan kegiatan yang sedang mereka laksanakan. Pengurus dalam organisasi ini dipilih berdasarkan musyawarah seluruh anggota kelompok. Ketua kelompok tani dipilih berdasarkan kualitas dan kemampuannya dan ketua menjalankan kepemimpinannya berdasarkan asas demokrasi.

Organisasi kelompok tani ini sangat membantu para anggota kelompok tani dalam mengelola usahataninya. Organisasi kelompok tani di Desa Bogak Besar mendapat pembinaan kelompok dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang bertugas di Desa Bogak Besar telah mengalami pergantian selama tiga kali, pertama oleh Bapak Sujono, kedua oleh Pak Syahrian, dan sekarang yang bertugas sebagai Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Desa Bogak Besar adalah Pak Julham Amri.

Pertemuan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dengan anggota kelompok tani dilaksanakan sebanyak dua kali dalam satu bulan. Selain pertemuan yang

Universitas Sumatera Utara

dilakukan dua kali dalam satu bulan, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) juga sering melakukan kunjungan lainnya ke anggota kelompok tani secara individu. Pertemuan yang dilakukan tersebut biasanya membahas tentang pola tanam, perawatan padi, permohonan bantuan dan lain sebagainya yang menyangkut tentang usaha tani padi. Setiap kelompok melakukan pertemuan sekali setiap bulannya untuk membahas berbagai hal-hal yang menyangkut kepentingan bersama atau kelompok.

Setiap anggota kelompok tani juga mengadakan iuran rutin sebesar Rp 5.000 per bulan yang nantinya digunakan untuk keperluan kelompok tersebut.

Kelompok tani di Desa Bogak Besar juga sering mendapat bantuan berupa bibit padi, pupuk, dan juga alat-alat pertanian yang dapat bermanfaat bagi kelompok tani dalam melakukan usahataninya.

5.3. Perkembangan Organisasi Kelompok Tani di Desa Bogak Besar Selama Tiga Tahun Terakhir

5.3.1. Kelompok Tani Jaya

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa kegiatan kelompok Tani Jaya mengalami peningkatan. Kegiatan yang dilakukan oleh kelompok tani Jaya diawasi oleh Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan juga oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang bertugas di Desa Bogak Besar, dan kegiatan kelompok tani ini berdasarkan ide-ide petani atau anggota kelompok tani itu sendiri.

Jumlah anggota kelompok Tani Jaya selama tiga tahun terakhir tidak mengalami peningkatan karena pada tahun 2016-2017 mengalami penurunan,

Universitas Sumatera Utara

jumlah anggota kelompok tani pada tahun 2015-2016 berjumlah 31 anggota kelompok tani yang kemudian mengalami penurunan pada tahun 2016-2017 menjadi 24 anggota kelompok tani.

Jumlah pertemuan kelompok juga tidak mengalami perubahan (tetap).

Pertemuan kelompok atau anggota dilakukan satu kali dalam setiap bulannya.

Dalam pertemuan ini mereka membahas hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan bersama dalam kelompok dan juga pertemuan ini dimanfaatkan untuk saling bertukar pikiran dan berbagi pengalaman.

Adapun iuran rutin kelompok Tani Jaya adalah Rp. 5.000 per bulan. Besar iuran belum bertambah selama tiga tahun terakhir kerena pengurus merasa ketetapan tersebut sudah sesuai dengan kondisi anggota organisasi kelompok tani.

Kelompok Tani Jaya ini adalah kelompok tani yang aktif melakukan kegiatan yang bermanfaat untuk usahataninya, seperti pembangunan saluran irigasi, pembahasan pola tanam, mengikuti seminar yang dilakukan oleh menteri pertanian dan lain sebagainya. Kelompok tani ini juga selalu melakukan tradisi tepung tawar bibit atau syukuran penyemaian bibit yang selalu dilaksanakan tiap tahun.

Kelompok Tani Jaya memiliki keserasian yang baik antar sesama anggota, pengurus maupun ketua dalam menjalankan dan membina semua kegiatan kelompok taninya. Anggota kelompoknya merasa nyaman dan betah untuk mempertahankan keutuhan kelompok.

Perkembangan organisasi Kelompok Tani Jaya di Desa Bogak Besar selama tiga tahun terakhir dapat dilihat pada tabel berikut:

Universitas Sumatera Utara

Tabel 5.1. Jumlah Anggota, Besar Iuran, Jumlah Pertemuan Kelompok dan Kegiatan Organisasi Kelompok Tani Jaya Selama Tiga Tahun Terakhir di Desa Bogak Besar.

Tahun

1. Tepung tawar bibit (syukuran penyemain bibit)

2. Gotong royong

3. Pembangunan saluran irigasi 2015

- 2016

31 5.000 1

1. Tepung tawar bibit (syukuran penyemaian bibit)

2. Gotong royong

3. Penerimaan bantuan pupuk 4. Seminar dengan pak menteri

2016 - 2017

24 5.000 1

1. Tepung tawar bibit (syukuran penyemaian bibit)

2. Gotong royong pembersihan saluran air

3. Pertemuan membahas pola tanam

4. Percobaan penanaman jenis bibit 24 varietas padi

5. Penerimaan bantuan bibit

Skor 0 1 1 1

Sumber: Ketua Kelompok Tani Jaya, 2017

Berdasarkan Tabel 5.1. di atas dapat dilihat bahwa skor > 2 yaitu 3. Ini berarti Kelompok Tani Jaya selama tiga tahun terakhir mengalami perkembangan.

5.3.2. Kelompok Tani Maju

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa organisasi Kelompok Tani Maju ini mengalami perkembangan dalam kegiatan kelompok taninya.

Jumlah anggota Kelompok Tani Maju selama tiga tahun terakhir tidak mengalami peningkatan karena pada tahun 2016-2017 mengalami penurunan, jumlah anggota kelompok tani pada tahun 2015-2016 berjumlah 60 anggota

Universitas Sumatera Utara

kelompok tani yang kemudian mengalami penurunan pada tahun 2016-2017 menjadi 33 anggota kelompok tani.

Kelompok Tani Maju melakukan pertemuan satu kali setiap bulannya dan tidak mengalami perubahan (tetap), begitu juga dengan iuran kelompok tidak mengalami perubahan selama tiga tahun terakhir . Dalam pertemuan ini anggota kelompok tani membahas hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan bersama dalam kelompok dan juga pertemuan ini dimanfaatkan untuk saling bertukar pikiran dan berbagi pengalaman. Begitu juga halnya dengan iuran tidak bertambah karena pengurus merasa ketetapan tersebut sudah sesuai dengan situasi dan kondisi anggota organisasi kelompok tani.

Kelompok Tani Maju memiliki hubungan yang baik antara anggota, pengurus maupun ketua sehingga keutuhan kelompok taninya dapat dipertahankan dan semua kegiatan yang dilakukan oleh kelompok berjalan dengan baik.

Kelompok Tani Maju selalu berusaha melakukan kegiatan yang memiliki manfaat bagi kemajuan para anggota dan menumbuhkan kekompakan seperti gotong royong, pembahasan iuran, pembahasan pola tanam, pembahasan permasalahan saluran air dan lain sebagaianya. Kelompok Tani Maju juga selalu mengadakan kegiatan tepung tawar bibit (syukuran penyemaian benih) yang dilakukan setiap tahun.

Berikut ini adalah tabel perkembangan Kelompok Tani Maju di Desa Bogak Besar selama tiga tahun terakhir:

Universitas Sumatera Utara

Tabel 5.2. Jumlah Anggota, Besar Iuran, Jumlah Pertemuan Kelompok dan Kegiatan Organisasi Kelompok Tani Maju Selama Tiga Tahun Terakhir di Desa Bogak Besar.

Tahun

1. Tepung tawar bibit (syukuran penyemain bibit)

1. Tepung tawar bibit (syukuran penyemaian bibit)

2. Pertemuan dengan pak menteri

1. Tepung tawar bibit (syukuran penyemaian bibit)

2. Pertemuan pembahasan pola tanam

3. Pertemuan

membahasansaluran air 4. Pertemuan pembahasan iuran

kelompok 5. Gotong royong

Skor 0 1 1 1

Sumber: Ketua Kelompok Tani Maju, 2017

Berdasarkan Tabel 5.2. di atas dapat dilihat bahwa skor > 2 yaitu 3. Ini berarti Kelompok Tani Maju selama tiga tahun terakhir mengalami perkembangan.

5.3.3. Kelompok Tani Mawar

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diketahui organisasi Kelompok Tani Mawar dilihat dari jumlah anggota, besar iuran, jumlah pertemuan kelompok, dan kegiatan organisasi kelompok selama tiga tahun terakhir ada yang berubah ada juga yang tetap. Jumlah anggota Kelompok Tani Mawar selama tiga tahun terakhir tidak mengalami peningkatan karena pada tahun 2016-2017 mengalami penurunan. Jumlah anggota kelompok tani pada tahun 2015-2016

Universitas Sumatera Utara

berjumlah 60 anggota kelompok tani yang kemudian mengalami penurunan pada tahun 2016-2017 menjadi 32 anggota kelompok tani. Besar iuran dan jumlah pertemuan selama tiga tahun terakhir tidak mengalami perubahan (tetap), sedangkan untuk kegiatan terjadi perubahan.

Kelompok Tani Mawar juga memeiliki hubungan yang baik antar sesama anggota, pengurus, maupun ketua kelompok sehingga keutuhan kelompok taninya dapat dipertahankan. Kelompok tani ini juga aktif melakukan pertemuan satu kali setiap bulan untuk membahas hal-hal yang berhubungan dengan kepentingan organisasi.

Berikut ini adalah tabel perkembangan Kelompok Tani Mawar di Desa Bogak Besar selama tiga tahun terakhir:

Universitas Sumatera Utara

Tabel 5.3. Jumlah Anggota, Besar Iuran, Jumlah Pertemuan Kelompok dan Kegiatan Organisasi Kelompok Tani Mawar Selama Tiga Tahun Terakhir di Desa Bogak Besar.

Tahun

1. Tepung tawar bibit (syukuran penyemain bibit)

1. Tepung tawar bibit (syukuran penyemaian bibit)

1. Tepung tawar bibit (syukuran penyemaian bibit)

2. Gotong royong pembersihan saluran air

3. Pertemuan pembahasan iuran 4. Mengikuti penyuluhan oleh

PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan)

Skor 0 1 1 1

Sumber: Ketua Kelompok Tani Mawar, 2017

Berdasarkan Tabel 5.3. di atas dapat dilihat bahwa skor > 2 yaitu 3. Ini berarti Kelompok tani Mawar selama tiga tahun terakhir mengalami perkembangan.

5.3.4. Kelompok Tani Melati

Berdasarkan penelitian yang dilakukan diketahui bahwa Kelompok Tani Melati mengalami peningkatan. Jumlah anggota pada tahun 2016-2017. Jumlah anggota Kelompok Tani Melati pada tahun 2015-2016 berjumlah 44 anggota kelompok tani yang kemudian mengalami peningkatan pada tahun 2016-2017 menjadi 60 anggota kelompok tani. Besar iuran kelompok dan juga jumlah pertemuan kelompok selama tiga tahun terakhir tidak mengalami perubahan.

Universitas Sumatera Utara

Besar iuran kelompok selama tiga tahun terakhir adalah Rp 5.000 per bulan, sedangkan pertemuan kelompok dilakukan sekali setiap bulannya.

Berikut adalah tabel perkembangan Kelompok Tani Melati di Desa Bogak Besar selama tiga tahun terakhir:

Tabel 5.4. Jumlah Anggota, Besar Iuran, Jumlah Pertemuan Kelompok dan Kegiatan Organisasi Kelompok Tani Melati Selama Tiga Tahun Terakhir di Desa Bogak Besar.

Tahun

1. Tepung tawar bibit (syukuran penyemain bibit)

1. Tepung tawar bibit (syukuran penyemaian bibit)

2. Gotong royong pembersihan saluran air

3. Pertemuan dengan menteri pertanian

2016 - 2017

60 5.000 1

1. Tepung tawar bibit (syukuran penyemaian bibit)

2. Penanaman 24 varietas bibit padi baru

3. Mengikuti pertemuan dengan PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan)

4. Penerimaan bantuan bibit 5. Gotong royong

Skor 1 1 1 1

Sumber: Ketua Kelompok Tani Melati, 2017

Berdasarkan Tabel 5.4. di atas dapat dilihat bahwa skor > 2 yaitu 4. Ini berarti Kelompok Tani Melati selama tiga tahun terakhir mengalami perkembangan.

Universitas Sumatera Utara

5.3.5. Kelompok Tani Putra Nelayan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa Kelompok Tani Putra Nelayan dilihat dari jumlah anggota, besar iuran, jumlah pertemuan kelompok, dan kegiatan organisasi kelompok selama tiga tahun terakhir ada yang berubah ada juga yang tetap. Jumlah anggota Kelompok Tani Putra Nelayan pada tahun 2015-2016 berjumlah 45 anggota kelompok tani yang kemudian mengalami penurunan pada tahun 2016-2017 menjadi 28 anggota kelompok tani. Besar iuran dan jumlah pertemuan kelompok tidak mengalami perubahan, sedangkan untuk kegiatan kelompok mengalami kemajuan.

Berikut ini adalah tabel perkembangan Kelompok Tani Putra Nelayan di Desa Bogak Besar selama tiga tahun terakhir:

Tabel 5.5. Jumlah Anggota, Besar Iuran, Jumlah Pertemuan Kelompok dan Kegiatan Organisasi Kelompok Tani Putra Nelayan Selama Tiga Tahun Terakhir di Desa Bogak Besar.

Tahun

1. Tepung tawar bibit (syukuran penyemain bibit)

1. Tepung tawar bibit (syukuran penyemaian bibit)

2. Mengikuti pertemuan dengan pak mentri

1. Tepung tawar bibit (syukuran penyemaian bibit)

2. Pertemuan pembahasan masalah air

3. Pertemuan pembahasan iuran 4. Pertemuan pembahasan pola

tanam

Skor 0 1 1 1

Sumber: Ketua Kelompok Tani Putra Nelayan, 2017

Universitas Sumatera Utara

Berdasarkan Tabel 5.5. di atas dapat dilihat bahwa skor > 2 yaitu 3. Ini berarti Kelompok Tani Putra Nelayan selama tiga tahun terakhir mengalami perkembangan.

5.3.6. Kelompok Tani Sanitahi

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa Kelompok Tani Sanitahi dilihat dari jumlah anggota, besar iuran, jumlah pertemuan kelompok, dan kegiatan organisasi kelompok selama tiga tahun terakhir ada yang berubah ada juga yang tetap. Jumlah anggota Kelompok Tani Sanitahi pada tahun 2015-2016 berjumlah 30 anggota kelompok tani yang kemudian mengalami penurunan pada tahun 2016-2017 menjadi 21 anggota kelompok tani. Besar iuran dan jumlah pertemuan kelompok tidak mengalami perubahan, sedangkan untuk kegiatan kelompok mengalami kemajuan.

Berikut ini adalah tabel perkembangan Kelompok Tani Sanitahi di Desa Bogak Besar selama tiga tahun terakhir:

Universitas Sumatera Utara

Tabel 5.6. Jumlah Anggota, Besar Iuran, Jumlah Pertemuan Kelompok dan Kegiatan Organisasi Kelompok Tani Sanitahi Selama Tiga Tahun Terakhir di Desa Bogak Besar.

Tahun

1. Tepung tawar bibit (syukuran penyemain bibit)

2. Gotong royong 3. Pembahasan iuran 2015

- 2016

30 5.000 1

1. Tepung tawar bibit (syukuran penyemaian bibit)

2. Gotong royong 3. Arisan kelompok 4. Pembahasan iuran

2016 - 2017

21 5.000 1

1. Tepung tawar bibit (syukuran penyemaian bibit)

2. Pertemuan pembahasan pola tanam

3. Percobaan bantuan alat dan mesin pertanian

4. Gotong royong

Skor 0 1 1 1

Sumber: Ketua Kelompok Tani Sanitahi, 2017

Berdasarkan Tabel 5.6. di atas dapat dilihat bahwa skor > 2 yaitu 3. Ini berarti Kelompok Tani Sanitahi selama tiga tahun terakhir mengalami perkembangan.

5.3.7. Kelompok Tani Sejahtera

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa organisasi Kelompok Tani Sejahtera dilihat dari jumlah anggota, besar iuran, jumlah pertemuan kelompok, dan kegiatan organisasi kelompok selama tiga tahun terakhir ada yang berubah ada juga yang tetap. Jumlah anggota Kelompok Tani Sejahtera pada tahun 2015-2016 berjumlah 68 anggota kelompok tani yang kemudian mengalami penurunan pada tahun 2016-2017 menjadi 26 anggota kelompok tani. Hal ini dikarenakan perubahan batas wilayah desa yang berubah,

Universitas Sumatera Utara

pendataan ulang anggota kelompok tani yang status pekerjaan nya sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan ketidakharmonisan sesama anggota didalam kelompok tani tersebut.

Besar iuran Kelompok Tani Sejahtera adalah sebesar Rp 5.000 per bulan yang digunakan untuk kepentingan organisasi. Jumlah pertemuan kelompok dilakukan satu kali setiap bulannya untuk membahas hal-hal yang dirasa perlu untuk dibicarakan, misalnya kegiatan yang akan dilakukan kedepannya, iuran kelompok dan lain sebagainya. Kelompok Tani Sejahtera juga aktif melakukan kegiatan-kegiatan, seperti gotong royong, syukuran penyemaian bibit dan pertemuan lainnya.

Berikut ini adalah tabel perkembangan Kelompok Tani Sejahtera di Desa Bogak Besar selama tiga tahun terakhir:

Tabel 5.7. Jumlah Anggota, Besar Iuran, Jumlah Pertemuan Kelompok dan Kegiatan Organisasi Kelompok Tani Sejahtera Selama Tiga

Tabel 5.7. Jumlah Anggota, Besar Iuran, Jumlah Pertemuan Kelompok dan Kegiatan Organisasi Kelompok Tani Sejahtera Selama Tiga