• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.5. Definisi dan Batasan Operasional

3.5.2 Batasan Operasional

1. Daerah Penelitian dilakukan di Desa Buket Pala, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.

2. Waktu penelitian adalah tahun 2020/2021.

3. Responden dalam penelitian ini adalah petani padi sawah yang memiliki lahan padi sawah tadah hujan serta tergabung di dalam kelompok tani di Desa Buket Pala, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.

4. Variabel yang diteliti adalah penyuluh sebagai fasilitator, inovator, motivator, dinamisator, dan edukator

BAB IV

DESKRIPSI WILAYAH

4.1. Deskripsi Wilayah Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Buket Pala Kecamatan Peureulak Kabupaten Aceh Timur dengan luas wilayah sebesar 16.000 Km2 dengan tinggi di atas permukaan laut kurang dari 50 m dan termasuk wilayah bukan pantai. Jarak dari Pusat Pemerintahan Kecamatan 10 Km, dari Pusat Pemerintahan Kota 29 Km, dari Kota/Ibukota Provinsi 44 Km, dan dari Ibukota Provinsi sejauh 408 Km. Desa ini berbatasan dengan wilayah sebagai berikut:

Sebelah Utara : Berbatasan dengan Gampong Paya Kalui Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Gampong Blang Simpo Sebelah Barat : Berbatasan dengan Gampong Paya Meuligoe Sebelah Timur : Berbatasan dengan Gampong Alue Dua Paya Gajah

Tabel 4.1. Penggunaan Wilayah

No Penggunaan Wilayah Luas (Ha)

1 Lahan Sawah 108,6

2 Lahan Ladang 125,2

3 Lahan Perkebunan 286,4

4 Lahan Peternakan 120

5 Hutan 63

6 Waduk/Danau/Situ 43,23

7 Tambak 0

8 Pemakaman Umum 2000

9 Lahan Lainnya Sesuai Kondisi Setempat 0

Sumber: Sekretaris Desa Buket Pala, 2020

Seperti yang terlihat pada tabel 4.1, penggunaan wilayah di Desa Buket pala yaitu lahan sawah sebesar 108,6 Ha, lahan lading 125,2 Ha, lahan perkebunan 286,4 Ha,

lahan peternakan 120 Ha, hutan 63 Ha, waduk 43,23 Ha, dan pemakaman umum sebesar 2000 Ha.

4.2. Keadaan Penduduk

Tahun 2020, Desa Buket Pala memiliki penduduk sebanyak 1.382 jiwa atau 311 KK, yang terdiri dari 742 laki-laki dan 649 perempuan. Penduduk menurut mata pencaharian dapat dilihat pada berikut.

Tabel 4.2. Penduduk Menurut Mata Pencaharian No Mata Pencaharian Jumlah(Kepala

Keluarga)

Persentase (%)

1. PNS - -

2. Pertanian 54 54

3. Perdagangan - -

4. Perikanan - -

5. Peternakan - -

6. Perkebunan 41 41

7. Buruh Tetap 4 4

8. Lainnya 1 1

Total 100 100

Sumber: Kecamatan Peureulak Dalam Angka 2019.

Berdasarkan tabel di atas, maka dapat dilihat bahwa penduduk Desa Buket Pala paling banyak bekerja di bidang pertanian dengan jumlah sebanyak 54 KK, dan sisanya bekerja di bidang perkebunan sebanyak 41 KK, buruh tetap 4 KK, dan lainnya sebanyak 1 KK.

4.3. Karakteristik Responden

Karakterisitk responden dalam penelitian ini terdiri dari jenis kelamin petani, umur petani, , pendidikan petani, luas lahan, dan pengalaman.

4.3.1 Berdasarkan Jenis Kelamin

Petani padi sawah biasanya lebih dominan berjenis kelamin laki-laki. Hal itu dikarenakan mereka menjadi tulang punggung keluarganya.

Tabel 4.3. Karaktersitik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

No Jenis Kelamin Jumlah (orang) Persentase (%)

1. Laki-laki 36 94,73

2. Perempuan 2 5,27

Total 38 100

Sumber: Lampiran 1 Data Primer (diolah), 2021

Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa jumlah responden dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 36 orang (94,73%) sedangkan perempuan hanya berjumlah 2 orang (5,27%). Hal ini disebabkan sebagian besar petani di Desa Buket Pala berjenis kelamin laki-laki serta sekaligus menjadi tulang punggung keluarganya.

4.3.2 Berdasarkan Umur

Karakteristik responden berdasarkan umur dikategorikan dalam 5 batasan usia yang diperoleh melalui perhitungan data penelitian di lapangan.

Tabel 4.4. Karakterisitk Responden Berdasarkan Umur

No Usia ( Tahun) Jumlah (Orang) Persentase (%)

1. 21-30 5 13,2

2. 31-40 10 26,3

3. 41-50 20 52,6

4. 51-60 3 7,90

5. >60 0 0

Total 38 100

Sumber: Lampiran 1 Data Primer (diolah), 2021

Tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah responden yang berumur dengan rentang skala 21-30 tahun berjumlah sebanyak 5 orang (13,2%), responden yang berusia 31-40 tahun sebanyak 10 orang (26,3), responden yang berusia 41-50 sebanyak 20

orang (52,6), dan responden dengan rentang usia 51-60 tahun sebanyak 3 orang (7,90).

4.3.3 Berdasarkan Pendidikan

Tingkat Pendidikan petani di Desa Buket Pala yang menjadi responden yaitu SD, SMP, SMA.

Tabel 4.5. Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan No Tingkat Pendidikan Jumlah (Orang) Persentase (%)

1. SD 12 31,58

2. SMP 18 47,37

3. SMA 7 18,42

4. SLTP 1 2,63

Total 38 100

Sumber: Lampiran 1 Data Primer (diolah), 2021

Berdasarkan tabel 4.5, dapat dilihat bahwa jumlah responden yang menempuh tingkat Pendidikan SD sebanyak 12 orang (31,58%), pada tingkat Pendidikan SMP sebanyak 18 orang (47,37%), tingkat Pendidikan SMA sebanyak 7 orang (18,42), dan pada tingkat Pendidikan SLTP sebanyak 1 orang (2,63%).

4.3.4 Berdasarkan Luas Lahan

Luas lahan padi sawah tadah hujan dikategorikan menjadi 3 rentang skala dengan total 38 responden petani. Berikut disajikan di dalam tabel.

Tabel 4.6. Karakterisitk Responden Berdasarkan Luas Lahan

No Luas Lahan (Ha) Jumlah (Orang) Persentase (%)

1. 0,2-0,4 19 50

2. 0,41-0,6 18 47,4

3. < 0,61 1 2,6

Total 38 100

Sumber: Lampiran 1 Data Primer (diolah), 2021

Dapat dilihat dari tabel 4.6, responden yang mempunyai luas lahan 0,2-0,4 Ha sebanyak 19 orang (50%), luas lahan 0,41-0,6 Ha sebanyak 18 orang (47,4), dan responden yang mempunyai luas lahan padi sawah <0,61 Ha sebanyak 1 orang (2,6%).

4.3.5 Berdasarkan Lama Bertani

Tabel 4.7. Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Bertani

No Pengalaman Bertani ( Tahun) Jumlah (Orang) Persentase (%)

1. 1-10 3 7,9

2. 11-20 12 31,6

3. 21-30 20 52,6

4. < 31 3 7,9

Total 38 100

Sumber: Lampiran 1 Data Primer (diolah), 2021

Berdasarkan tabel 4.7, terlihat bahwa waktu lama bertani dengan rentang 1 - 10 tahun sebanyak 3 orang (7,9%), 11-20 tahun sebanyak 12 orang (31,6), 21-30 tahun sebanyak 20 orang (52,6%), dan lama bertani lebih dari 30 tahun sebanyak 3 orang (7,9%).

BAB V

HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1. Hasil Pengujian Data 5.1.1 Uji Validitas

Uji validitas dilakukan dengan menggunakan program SPSS 21, dengan atribut kuesioner sebanyak 16 atribut. Berikut ketentuannya:

1. Jika nilai Sig. (2 -tailed) < 0,05 dan Pearson Correlation bernilai positif, maka item soal kuesioner tersebut valid

2. Jika nilai Sig. (2 -tailed) < 0,05 dan Pearson Correlation bernilai negatif maka item soal kuesioner tersebut tidak valid

3. Jika nilai Sig. (2 -tailed) > 0,05 maka item soal kuesioner tersebut tidak valid 4. Jika nilai r hitung > r tabel, maka item soal kuesioner tersebut valid

5. Jika nilai r hitung < r tabel, maka item soal kuesioner tersebut tidak valid Setelah data diuji , hasil seluruh atribut yang diuji memiliki Sig. (2 -tailed) < 0,05 serta Pearson Correlationnya bernilai positif. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh pertanyaan kuesioner baik terkait mengenai kepentingan dan kepuasan yang diuji dinyatakan valid, serta semua responden dapat memahami maksud dari pertanyaan kuesioner. Hasil pengujian 16 atribut menunjukkan bahwa semua pertanyaan mengenai kepentingan dan kepuasan dinyatakan valid dengan nilai r hitung > r tabel ( r tabel = 0,320) untuk N = 38 dengan taraf signifikansi sebesar 5%.

45

Tabel 5.1. Validitas Kepentingan Fasilitator A1.1 Penyuluh

memfasilitasi tempat serta menyediakan kebutuhan ketika diadakan penyuluhan

0,886 0,320 Valid

A2.1 Penyuluh membantu mendapatkan sarana, prasarana, dan modal di dalam kegiatan pertanian

0,914 0,320 Valid

A3.1 Penyuluh membantu

petani untuk

mengembangkan kelompok tani.

0,869 0,320 Valid

A4.1 Penyuluh bersikap peduli, ramah, dan

Inovator B1.1 Penyuluh memberikan informasi terbaru mengenai kondisi pasar

0,974 0,320 Valid

B2.1 Penyuluh memberikan informasi mengenai teknologi terbaru

0,965 0,320 Valid

Motivator C1.1 Penyuluh memberikan

semangat dan

dukungan untuk peningkatan usaha tani

0,742 0,320 Valid

C2.1 Penyuluh memberikan

dorongan dan

C3.1 Kedatangan penyuluh seminggu 4x untuk memberikan dorongan dan bimbingan

0,727 0,320 Valid

Dinamisator D1.1 Penyuluh membantu

petani dalam

mengembangkan kerjasama antar anggota maupun antar kelompok tani dan pengurus dan anggota kelompok tani

Edukator E1.1 Penyuluh memberikan materi dan pelatihan mengenai KRPL

0,986 0,320 Valid

E2.1 Penyuluh memberikan materi dan pelatihan penggunaan pestisida

Sumber: Lampiran 1 Data Primer (diolah), 2021

Seperti yang terlihat di tabel 5.1 ,menunjukkan bahwa semua atribut pada tiap variabel kepentingan yang diuji nilai r hitungnya > r tabel (0,320) sehingga dikatakan valid. Artinya, peran penyuluh sebagai fasilitator, inovator, motivator, dinamisator, dan edukator semua atributnya valid dan sah sehingga dapat digunakan pada penelitian.

Tabel 5.2. Validitas Kepuasan Fasilitator A1.2 Penyuluh

memfasilitasi tempat serta menyediakan kebutuhan ketika diadakan penyuluhan

0,779 0,320 Valid

A2.2 Penyuluh membantu mendapatkan sarana, prasarana, dan modal di dalam kegiatan pertanian

0,716 0,320 Valid

A3.2 Penyuluh membantu

petani untuk

mengembangkan kelompok tani.

0,790 0,320 Valid

A4.2 Penyuluh bersikap peduli, ramah, dan

Inovator B1.2 Penyuluh memberikan informasi terbaru mengenai kondisi pasar

0,910 0,320 Valid

B2.2 Penyuluh memberikan informasi mengenai teknologi terbaru

0,903 0,320 Valid

Motivator C1.2 Penyuluh memberikan

semangat dan

dukungan untuk peningkatan usaha tani

0,819 0,320 Valid

C2.2 Penyuluh memberikan

dorongan dan

C3.2 Kedatangan penyuluh seminggu 4x untuk memberikan dorongan dan bimbingan

0,771 0,320 Valid

Dinamisator D1.2 Penyuluh membantu

petani dalam

mengembangkan kerjasama antar anggota maupun antar kelompok tani dan pengurus dan anggota kelompok tani

Edukator E1.2 Penyuluh memberikan materi dan pelatihan mengenai KRPL

0,868 0,320 Valid

E2.2 Penyuluh memberikan materi dan pelatihan penggunaan pestisida

Sumber: Lampiran 1 Data Primer (diolah), 2021

Seperti yang terlihat di tabel 5.2, ,menunjukkan bahwa semua atribut pada tiap variabel kepuasan yang diuji nilai r hitungnya > r tabel (0,320) sehingga dikatakan valid. Artinya, peran penyuluh sebagai fasilitator, inovator, motivator, dinamisator, dan edukator semua atributnya valid dan sah sehingga dapat digunakan pada penelitian.

5.1.2 Uji Reliabilitas

Uji Realibilits ini diolah dengan menggunakan SPSS 21. Berikut ketentuannya:

1. Jika nilai Cronbach’s Alpha > 0,60 maka kuesioner dinyatakan reliabel atau konsisten.

2. Jika nilai Cronbach’s Alpha < 0,60 maka kuesioner dinyatakan tidak reliabel atau tidak konsisten.

Tabel 5.3. Reliabilitas Kepentingan

Variabel Kepentingan Nilai Cronbach’s Alpha Reliabilitas

Fasilitator 0,798 Reliabel

Inovator 0,931 Reliabel

Motivator 0,617 Reliabel

Dinamisator 0,755 Reliabel

Edukator 0,968 Reliabel

Sumber: Lampiran 1 Data Primer (diolah), 2021

Seperti yang terlihat di tabel 5.3, menunjukkan bahwa semua variabel kepentingan yang diuji nilai Cronbach’s Alpha > 0,60 , artinya peran penyuluh sebagai fasilitator, inovator, motivator, dinamisator, dan edukator dapat dinyatakan reliabel atau konsisten sehingga layak digunakan untuk penelitian.

Tabel 5.4. Reliabilitas Kepuasan

Variabel Kepuasan Nilai Cronbach’s Alpha Reliabilitas

Fasilitator 0,692 Reliabel

Inovator 0,782 Reliabel

Motivator 0,693 Reliabel

Dinamisator 0,696 Reliabel

Edukator 0,695 Reliabel

Sumber: Lampiran 1 Data Primer (diolah), 2021

Seperti yang terlihat di tabel 5.4, menunjukkan bahwa semua varibel kepuasan yang diuji nilai Cronbach’s Alpha > 0,60 , artinya peran penyuluh sebagai fasilitator, inovator, motivator, dinamisator, dan edukator dapat dinyatakan reliabel atau konsisten sehingga layak digunakan untuk penelitian.

5.2. Penilaian Tingkat Kepentingan dan Tingkat Kepuasan Menurut Atribut Peran Penyuluh

Kepuasan petani dapat dipengaruhi oleh kinerja penyuluh yang sudah termasuk ke dalam peran penyuluh sebagai fasilitator, motivator, inovator, dinamisator, dan edukator. Berikut adalah hasil penilaian tingkat kepentingan dan kepuasan petani padi sawah terhadap peran penyuluh .

5.2.1 Penilaian Tingkat Kepentingan Peran Penyuluh

Tingkat kepentingan adalah harapan petani terhadap kinerja yang diberikan oleh penyuluh. Semakin besar harapan petani, maka semakin penting pula penyuluh untuk meningkatkan kinerjanya. Berikut hasil analisis tingkat kepentingan atribut peran penyuluh tersaji pada tabel 5.5.

Tabel 5.5. Tingkat Kepentingan Terhadap Penyuluh di Desa Buket Pala No Atribut Jumlah Tingkat

Kepentingan

Sumber: Lampiran 2 Data Primer (diolah), 2021

Pada tabel 5.5. menunjukkan bahwa semua atribut termasuk ke dalam kriteria sangat penting kecuali 3 atribut yaitu (A1.1) Penyuluh memfasilitasi tempat serta menyediakan kebutuhan ketika diadakan penyuluhan , (A2.1) Penyuluh membantu mendapatkan sarana, prasarana, dan modal di dalam kegiatan pertanian, dan (A3.1) Penyuluh membantu petani untuk mengembangkan kelompok tani. Atribut dengan kode D4.1 yaitu penyuluh mudah ditemui dan dihubungi ketika petani ingin berkonsultasi memiliki tingkat kepentingan rata-rata paling tinggi dari 16 atribut yang ada yaitu sebesar 4,76 sehingga bisa disimpulkan petani menganggap atribut ini sangat penting. Petani menganggap bahwa penyuluh harus mudah ditemui dan dihubungi dikarenakan masalah yang setiap hari muncul terutama masalah hama yang menyerang padi milik petani. Mengingat jarak antara desa dengan kantor dinas penyuluh lumayan jauh, maka petani memilih untuk menghubungi penyuluh melalui telepon. Dan penyuluh sudah seharusnya cepat tanggap agar petani tidak kehilangan rasa kepercayaannya. Sedangkan atribut yang tingkat kepentingannya sangat rendah yaitu penyuluh memfasilitasi tempat serta menyediakan kebutuhan ketika diadakan penyuluhan (A1.1), namun masih termasuk kedalam kriteria penting.

5.2.2 Penilaian Tingkat Kepuasan Peran Penyuluh

Tingkat kepuasan adalah kenyataan yang diterima oleh petani padi sawah dari kinerja penyuluh dalam menjalankan perannya sebagai motivator, fasilitator, inovator, dinamisator, dan edukator. Kriteria kepuasan yang dirasakan oleh petani juga terbagi atas 5 kriteria, yaitu tidak puas, kurang puas, cukup puas, puas, dan sangat puas. Hasil analisis tingkat kepuasan petani terhadap kinerja penyuluh di Desa Buket Pala Kecamatan Peureulak dapat dilihat pada tabel 5.6.

Tabel 5.6. Tingkat Kepuasan Terhadap Penyuluh di Desa Buket Pala No Atribut Jumlah Tingkat

Kepuasan

Sumber: Lampiran 3 Data Primer (diolah), 2021

Pada tabel 5.6 dapat dilihat bahwa rata-rata jawaban dari 16 atribut adalah cukup puas. Tidak terdapat kriteria sangat puas di dalam hasil jawaban tersebut. Pada atribut A4.2 yaitu penyuluh bersikap peduli, ramah, dan memberikan dampingan ketika menyampaikan informasi. mempunyai nilai tingkat kepuasan tertinggi yaitu 3,97. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja penyuluh sudah cukup baik sehingga petani merasa puas dengan apa yang mereka terima. Oleh karena itu, kinerja pada atribut ini perlu dipertahankan. Sedangkan atribut C3 yaitu kedatangan penyuluh seminggu 4x memiliki nilai paling rendah yaitu 2,21. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja ini masih belum sesuai dengan apa yang diharapkan petani sehingga petani menjadi tidak puas dengan kinerja penyuluh di Desa Buket Pala. Penyuluh perlu untuk meningkatkan kinerjanya.

5.3. Analisis Tingkat Kesesuaian Antara Tingkat Kepuasan Dengan Tingkat Kepentingan Terhadap Penyuluh

Menurut Trisnaningtyas (2020) tingkat kesesuaian adalah persentase perbandingan total kinerja (kepuasan petani) dengan total kepentingan (harapan petani) pada atribut kinerja penyuluh pertanian . Analisis tingkat kesesuaian pada atribut dapat menentukan urutan prioritas (dari nilai tertinggi hingga terendah) yang mempengaruhi kepuasan petani. Urutan prioritas ini dapat menjadi acuan bagi penyuluh di Desa Buket Pala untuk memperbaiki secara bertahap, meningkatkan, maupun mempertahankan kinerjanya yang tercangkup di dalam peran penyuluh sebagai fasilitator, inovator, motivator, dinamisator, dan edukator sehingga apa yang diharapkan petani dapat terpenuhi.

Tabel 5.7. Tingkat Kesesuaian Antara Kepentingan dan Kepuasan Terhadap Penyuluh di Desa Buket Pala

No

Sumber: Data Primer (diolah), 2021

Berdasarkan tabel 5.7 diperoleh total kesesuaian antara tingkat kepentingan dengan kepuasan yaitu sebesar 72,74% > 50 %. Ini menjelaskan bahwa nilai tersebut lebih besar dari 50% yang artinya antara apa yang diharapkan dan dirasakan sudah sesuai.

Atribut A4.n yaitu penyuluh memberikan dampingan serta bersikap peduli serta ramah ketika menyampaikan informasi memiliki tingkat kesesuaian tertinggi dari 16 atribut yang ada yaitu sebesar 90,42 %. Petani merasa puas dengan kepedulian dan keramahan penyuluh ketika menyampaikan informasi terkait usaha tani maupun memberikan informasi terbaru mengenai masuknya bantuan pupuk, penggunaan pupuk yang tepat saat pH tanah berubah, dan informasi mengenai penggunaan pestisida sesuai dengan kebutuhan sehingga terhindari dari penggunaan berlebihan yang berakibat negatif terhadap padi sawah. Sedangkan atribut yang memiliki nilai tingkat kesesuaian terendah yaitu atribut C3.n mengenai kedatangan penyuluh seminggu 4x memiliki nilai sebesar 51,85%. Kedatangan penyuluh sebanyak 4x ke lapangan merupakan salah satu program wajib penyuluhan yang ada di Desa Buket Pala. Dengan demikian, atribut C3.n menjadi prioritas utama dalam perbaikan dan peningkatan kinerja penyuluh.

5.4 Importance Performance Analysis (IPA)

Importance Performance Analysis ( IPA ) menjadi alat untuk mengukur tingkat kepentingan petani padi sawah di Desa Buket Pala. Titik kesesuaian yang terbentuk dari nilai tingkat kepentingan dan nilai tingkat kepuasaan akan menggambarkan koordinat atau posisi masing-masing atribut yang dipetakan di dalam diagram kartesius.

Tabel 5.8. Analisis Importance Performance Analysis ( IPA ) A1.n Penyuluh memfasilitasi tempat serta

menyediakan kebutuhan ketika diadakan penyuluhan

4 2,66

A2.n Penyuluh membantu mendapatkan sarana, prasarana, dan modal di dalam kegiatan pertanian

4,08 2,76

A3.n Penyuluh membantu petani untuk mengembangkan kelompok tani

4,13 3,03

A4.n Penyuluh bersikap peduli, ramah dan memberikan dampingan ketika menyampaikan informasi

4,39 3,97

B1.n Penyuluh memberikan informasi terbaru mengenai kondisi pasar

4,32 3,61

B2.n Penyuluh memberikan informasi mengenai teknologi terbaru

4,39 3,55

C1.n Penyuluh memberikan semangat dan dukungan untuk peningkatan usaha tani.

4,26 3,18

C2.n Penyuluh memberikan dorongan dan dukungan untuk mau melakukan program KRPL ( Kawasan Rumah Pangan Lestari) dan pelatihan

4,26 3,24

C3.n Kedatangan penyuluh seminggu 4x 4,26 2,21 D1.n Penyuluh membantu petani dalam

mengembangkan kerjasama antar antar kelompok tani dan pemerintah.

4,32 3,16

D2.n Penyuluh datang ke lapangan untuk memantau program penyuluhan yang sedang dilaksanakan.

4,55 2,87

D3.n Penyuluh mengaktifkan peran pengurus dan anggota kelompok tani

4,26 3,11

D4.n Penyuluh mudah ditemui dan dihubungi. 4,76 3,92 E1.n Penyuluh memberikan materi dan

pelatihan mengenai KRPL.

4,66 3,05

E2.n Penyuluh memberikan materi dan pelatihan penggunaan pestisida dan traktor yang benar

4,66 3,11

E3.n Kemampuan penyuluh untuk secara cepat dan tepat menjawab masalah petani.

4,74 3,58

Total rata-rata 4,38 3,19

Sumber: Lampiran 2 dan 3 Data Primer (diolah), 2021

Dari hasil tabel analisis Importance Performance Analysis, didapat hasil total rata-rata pada tingkat kepentingan sebesar 4,38 dan total rata-rata-rata-rata pada tingkat kepuasan sebesar 3,19. Kedua nilai ini akan menjadi garis tengah pada diagram kartesius sehingga diagram kartesius akan terbagi menjadi empat kuadran. Berikut adalah gambar diagram kertesius.

Berdasarkan gambar 3 di atas, adapun hasil yang diperoleh yaitu sebagai berikut:

1. Kuadran I ( Prioritas Utama)

Petani memiliki harapan yang tinggi, tetapi kinerja yang diterima belum sesuai sehingga petani belum merasa puas. Terdapat 3 atribut yang masuk ke dalam bagian kuadran 1 yaitu, (D2) Penyuluh datang ke lapangan untuk memantau program penyuluhan yang sedang dilaksanakan, (E1) Penyuluh memberikan materi dan pelatihan mengenai KRPL, dan (E2) Penyuluh memberikan materi dan pelatihan penggunaan pestisida dan traktor yang benar.

Kuadran I Kuadran II

Kuadran III Kuadran IV

Gambar 3. Hasil Diagram Kartesius

2. Kuadran II ( Pertahankan Prestasi)

Atribut-atribut yang berada di dalam kuadran ini sangat penting dan kinerja yang dilakukan telah sesuai dengan apa yang diharapkan petani dan penyuluh harus bisa mempertahankan prestasinya. Adapun atribut yang termasuk di dalam kuadran II antara lain, (A4) Penyuluh untuk bersikap peduli, ramah, dan memberikan dampingan ketika menyampaikan informasi, (B2) Penyuluh memberikan informasi mengenai teknologi terbaru, (D4) Penyuluh mudah ditemui dan dihubungi ketika berkonsultasi, dan (E3) Kemampuan penyuluh untuk secara cepat dan tepat menjawab masalah petani.

3. Kuadran III ( Prioritas Rendah)

Menunjukkan atribut-atribut dengan tingkat kepentingan dan tingkat kinerja yang rendah. Pada atribut ini, petani menganggap kurang penting dan belum merasakan kepuasan dari apa yang mereka terima sehingga penyuluh cukup sekedar mempertahankan dan menyesuaikan dengan kondisi saat ini. Atribut-atribut dalam kuadran ini antara lain, (A1) Penyuluh memfasilitasi tempat serta menyediakan kebutuhan ketika diadakan penyuluhan, (A2) Penyuluh membantu mendapatkan sarana, prasarana, dan modal di dalam kegiatan pertanian, (A3) Penyuluh membantu petani untuk mengembangkan kelompok tani, (C1) Penyuluh memberikan semangat dan dukungan untuk peningkatan usaha tani , (C3) Kedatangan penyuluh setidaknya seminggu 4x untuk memberikan dorongan serta bimbingan kepada petani, (D1) Penyuluh membantu petani dalam mengembangkan kerjasama antar kelompok tani dan pemerintah dalam mengatasi sawah tadah hujan , dan (D3) Penyuluh mengaktifkan peran pengurus dan anggota kelompok tani.

4. Kuadran IV (Berlebihan)

Tingkat kepentingan dianggap kurang penting namun tetap dilaksanakan.

Atribut – atribut dalam kuadran ini yaitu, (B1) Penyuluh memberikan informasi mengenai kondisi pasar, dan (C2) Penyuluh memberikan dorongan dan dukungan untuk mau melakukan program KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari).dan pelatiha

5.5. Customer Satisfaction Index (CSI)

Tingkat kepuasan petani di Desa Buket Pala dapat dihitung secara keseluruhan dengan menggunakan metode ini. Hasil analisis Customer Satisfaction Index (CSI) adalah sebagai berikut.

Tabel 5.9. Analisis Customer Satisfaction Index (CSI)

Atribut

Sumber: Data Primer (diolah), 2021

Berdasarkan hasil perhitungan CSI pada Tabel 5.9, diperoleh hasil CSI sebesar 63,99% dan termasuk ke dalam rentang skala 60-80% sehingga dapat disimpulkan secara keseluruhan tingkat kepuasan petani terhadap kinerja penyuluhan di Desa Buket Pala Kecamatan Peureulak Kabupaten Aceh Timur berada dalam kategori puas.

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

1. Tingkat kesesuaian antara tingkat kepentingan dengan tingkat kepuasan sudah sesuai.

2. Secara keseluruhan petani puas dengan kinerja penyuluh di Desa Buket Pala, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.

6.2. Saran

1. Diharapkan kepada petani untuk terus aktif mengikuti kegiatan penyuluhan dan bekerja sama dengan penyuluh guna mendapatkan manfaat dan pengetahuan lebih mengenai ruang lingkup pertanian.

2. Diharapkan kepada penyuluh untuk memaksimalkan kinerjanya agar tingkat kepercayaan petani kepada penyuluh meningkat dan apa yang diterima petani sesuai dengan apa yang diharapkan petani.

3. Diharapkan kepada peneliti selanjutnya agar dapat dijadikan sumber informasi untuk penelitian dengan menambah variabel-variabel yang bervariatif.

DAFTAR PUSTAKA

Alam, A. S., & Velayati, M. (2020). Tingkat Kepuasan Petani Padi Pandanwangi Terhadap Kinerja Penyuluh Lapangan Di Desa Babakankaret Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur. AGROSCIENCE (AGSCI), 10(1), 84-108.

Arifin, M. (2015). Analisis Tingkat Kepuasan Petani Terhadap Kinerja Pelayanan Penyuluh Pertanian (Studi Kasus di BP3K Kalibawang, Kab. Kulon Progo, DI Yogyakarta). Agrica Ekstensia, 9(1), 40-49.

Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT.

Rineka.

Badan Pusat Statistik 2017.

Badan Pusat Statistik 2019.

Bahua,M.I. 2016. Kinerja Penyuluh Pertanian. Yogayakarta: Deepublish.

Budhi, I. gede kt. T.P. & Sumiari, N.K. 2017. Pengukuran Customer Satisfaction Index Terhadap Pelayanan di Century Gym Measurement of Customer Satisfaction Index of Service in Century Gym. Jurnal Ilmiah SISFOTENIKA, 7(1): 25–37.

Budi,A.P. 2014. Karakterisitk F1 Dari Persilangan Padi Lokal Bengkulu Pada Lahan Sawah Bukaan Baru. Program Studi Agroekoteknologi. Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Bengkulu.

Dara,U. 2019. Analisis Kepuasan Konsumen Dalam Memilih Coffe Shop di Kota Medan. Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Medan.

Devani, V., Rizko, R.A., Industri, T., Sains, F., Sultan, U.I.N., Kasim, S., Hr, J., No, S. & Baru, S. 2016. Metode Customer Satisfaction Index ( Csi ) Dan Potential Gain in Customer Value (Pgcv). Jurnal Rekayasa Dan Manajemen Sistem Informasi, 2(2): 24–29.

Fattah,H. 2017. Kepuasan Kerja & Kinerja Pegawai. Yogyakarta: Elmatera.

Febrianti,R. 2018 . Penyuluhan Pertanian. Yogayakarta: Sentra Edukasi Media.

Heriawan, R., Haryono S., Irsal L., Achmad.S. 2019. Menuju Balitbangtan Terdepan dalam Penelitian Pangan dan Pertanian. Jakarta: IAARD PRESS Idris, Z. 2009. Kajian "Tingkat Kepuasan" Pengguna Angkutan Umum di DIY.

dinamika TEKNIK SIPIL, Volume 9 Nomor 2, 189-196.

Indrajaya, D. 2018. Analisis Kualitas Pelayanan Terhadap Tingkat Kepuasan Konsumen Menggunakan Metode Importance Performance Analysis dan

Customer Satisfaction Index Pada UKM Gallery. Jurnal IKRA-ITH Teknologi, Vol 2 No 3, 1-6.

Khusna, L. (2020). Aplikasi Survei Kepuasan Pelanggan Berbasis Android Menggunakan Metode Customer Satisfaction Index (Csi) Pada Ahass Handayani Semarang (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Semarang).

Laily, A. (2016). Analisis Kepuasan Terhadap Kualitas Pelayanan Jasa Dengan Metode Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI)(Studi Kasus: RSU Imelda Pekerja Indonesia).

Listiana, I., Sumardjo, S., Sadono, D., & Tjiptopranoto, P. (2018). Hubungan kapasitas penyuluh dengan kepuasan petani dalam kegiatan penyuluhan. Jurnal Penyuluhan, 14(2).

Lubis, A. S., & Andayani, N. R. (2017). Pengaruh kualitas pelayanan (servicequality) terhadap kepuasan pelanggan pt. sucofindo batam. Journal of Applied Business Administration, 1(2), 232-243.

Ma’sum,F.Q., Budiastuti,K., dan Erlina,A. 2016. Pertumbuhan dan Hasil Padi Sawah ( Oryza sativa L.) Pada Beberapa Takaran Kompos Jerami dan Zeolit. Vegetalika, Vol. 5(3), 29-40.

Ma’sum,F.Q., Budiastuti,K., dan Erlina,A. 2016. Pertumbuhan dan Hasil Padi Sawah ( Oryza sativa L.) Pada Beberapa Takaran Kompos Jerami dan Zeolit. Vegetalika, Vol. 5(3), 29-40.

Dokumen terkait