• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.5 Definisi dan Batasan Operasional

3.5.2 Batasan Operasional

1. Penelitian ini dilakukan di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan, Kecamatan Rambutan, Kotamadya Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai.

2. Sampel dalam Penelitian ini adalah seluruh unit populasi yang berkaitan dengan kegiatan proses pengolahan CPO di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan, Kecamatan Rambutan, Kotamadya Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai.

3. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2020 - Januari 2021.

BAB IV

DESKRIPSI DAERAH PENELITIAN 4.1 Gambaran Umum PT.Perkebunan Nusantara III (Persero) 4.1.1 Sejarah Berdirinya PT.Perkebunan Nusantara III (Persero)

Pada awalnya PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) adalah perusahaan milik swasta “Hindia Belanda” dengan namaNV.RCMA (Rubber Coliore Matscapy Amsterdam) yang bergerak di bidang usaha perkebunan (plantation) dan pengolahan hasil perkebunan. Perusahaan ini beberapa kali berganti pada waktu dipegang oleh pemerintah Hindia Belanda, diantaranya menjadi :

a. Handels Vereeniging Amsterdam (HVA) b. Vereenigde Deli Matchappij (VDM)

c. NV. Cultuur Mij’de Oekust (CMO) dan lainnya.

PT. Pekebunan Nusantara III (Persero) dikenal sebagai perusahaan perkebunan asing (PPA) pada awal proses nasionalisme dan berubah menjadi Perseroan Perkebunan Negara (PPN). Nasionalisme menjadi PPN baru cabang sumatera ini berdasarkan PP No. 24/1958 jo, Keputusan Menteri Pertanian No.

229/UM/1957 jo UU No. 86/1958 yang melakukan aktivitas selama 3 tahun.

Setelah mengalami beberapa kali perubahan bentuk atau status badan hukum, sejalan dengan Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah maka pada tahun 1968 PPN-Baru diubah kembali menjadi kesatuan Perusahaan Negara Perkebunan (PNP) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No.

55/KPT/OP/1968 dan pada tahun 1971 di tetapkan pengalihan bentuk menjadi PT Perkebunan (Persero) dengan keluarnya PP No. 17/1971 dan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 258/SK/IV/3/1976.

Pada tahun 1994 kemudian diadakan penggabungan manajemen penggabungan manajemen PT. Perkebunan III, IV dan V (Persero) yang dikelola oleh Direksi PT. Perkebunan III. Selanjutnya melalui Peraturan Pemerintah No. 8 tahun 1996 tanggal 14 Februari 1996 dirubah menjadi PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) yang kantor pusatnya berkedudukan di Jalan Sei Batang Hari No. 2 Medan.

PT Perkebunan Nusantara III (Persero) didirikan dengan Akte Notaris Harun Kamil, SH, No .36 tanggal 11 Maret 1996 dan telah disahkan Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-8331.HT.01.01.TH.96 tanggal 8 Agustus 1996 yang dimuat di dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 81 Tahun 1996 Tambahan Berita Negara No.

8674 Tahun 1996.

Saat ini PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) memiliki lahan perkebunan dengan pabrik pengolahan sesuai dengan komoditi masing-masing.Terdapat lahan perkebunan di 6 (enam) daerah tingkat II di Provinsi Sumatera Utara yaitu Kabupaten Deli Serdang, Serdang Bedagai, Simalungun, Asahan, Labuhan Batu, dan Tapanuli Selatan. Total luas areal yang dimiliki oleh PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Holding Perkebunan adalah 1.181.751,03 Ha dengan status pengusahaan lahan sekitar 68% sudah bersertifikat, 20%

sertifikat berakhir/dalam proses perpanjangan dan 12% belum bersertifikat.

Sedangkan total planted area yang dimiliki PTPN sebesar 817.536 Hektar yang terdiri dari komoditi kelapa sawit, karet, teh, tebu, kopi, kakao, tembakau, kayu dan hortikultura. Selain itu guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar PTPN juga memiliki areal kebun plasma seluas 457.794 Hektar.

4.1.2. Visi dan Misi PT.Perkebunan Nusantara III (Persero)

Adapun visi dan misi PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) adalah sebagai berikut:

Visi:

Menjadi perusahaan agribisnis kelas dunia dengan kinerja prima dan melaksanakan tata-kelola bisnis terbaik.

Misi:

1. Mengembangkan industri hilir berbasis perkebunan secara berkesinambungan.

2. Menghasilkan produk berkualitas untuk pelanggan.

3. Memberlakukan karyawan sebagai asset strategis dan mengembangkan secara optimal

4. Menjadikan perusahaan terpilih yang memberikan ‘imbal-hasil’ terbaik bagi para investor.

5. Menjadikan perusahaan yang paling menarik untuk bermitra bisnis.

6. Memotivasi karyawan untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan komunitas.

7. Melaksanakan seluruh aktivitas perusahaan yang berwawasan lingkungan.

4.2 Gambaran Umum PT.Perkebunan Nusantara III (Persero) Pabrik Kelapa Sawit Rambutan

Salah satu pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) yang dimiliki oleh PT Perkebunan Nusantara III adalah Pabrik Kelapa Sawit Rambutan yang dibangun pada tahun 1983. PKS Rambutan terletak di Desa Paya Bagas Kecamatan Rambutan, Kabupaten Serdang Bedagai Propinsi Sumatera Utara. PKS Rambutan

memiliki kapasitas olah 30 ton/jam dengan luas areal 7,5 Ha, dimana sumber bahan baku TBS berasal dari kebun seinduk.

Tabel 4.1 Luas Areal Kebun Pemasok TBS Ke Pabrik Kelapa Sawit

6. Gunung Monako (KGMNO) 1.975,62

7. Gunung Pamela (KGPMA) 970,51

8. Gunung Para (KGPAR) 379,45

Total Luasan Areal 10.225,79

Sumber : PKS Rambutan, 2020

Secara geografis, PKS Rambutan berada 80 km arah tenggara kota Medanserta terletak pada lintas timur Sumatera.Elevasi pabrik berada pada 18 meter diatas permukaan laut. Dengan elevasi seperti ini suhu berkisar antara 22C - 32C dan suhu rata-rata mencapai 27C. PKS Rambutan mempunyai curah hujan rata-rata lima tahun terakhir 147 mm/tahun dengan 86 hari hujan dan beriklim sedang.

PKS Kebun Rambutan merupakan salah satu pabrik dari 12 PKS yang dimiliki PT. Perkebunan Nusantara III (Persero).Pada bulan Oktober tahun 2015 terjadi peleburan antara Kebun Rambutan dengan PKS Rambutan berdasarkan Surat Keputusan DireksiNomor:3.08/SKPTS/55/2015.

Ruang Lingkup kegiatan Usaha PKS rambutan adalah mengolah Tandan Buah Segar (TBS) menjadi Crude Palm Oil (CPO), Kernel (inti sawit), dan pupuk kompos secara Aerobic.PKS Rambutan mempunyai beberapa daerah pemasaran produk yang

Jerman,Belanda,Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan, Australia dan Malaysia melalui pelabuhan Belawan dan sebagian produk dipasarkan didalam negeri antara lain dipasarkan ke Medan, Surabaya dan Jakarta.

PKS Rambutan telah sukses berperan dalammeningkatkan pendidikan nasional yaitu dengan cara menerima secara terbuka para mahasiswa dari Perguruan Tinggi Negeri maupun swasta serta pelajar-pelajar dari Sekolah Menengah Kejuruan untuk melaksanakan kerja praktek di pabrik, memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang berprestasi serta membangun beberapa sekolah.

Selain itu PKS Rambutan juga mensejahterakan para penduduk yang ada di daerah lokasi pabrik dengan memberikan lapangan pekerjaan kepada para warga yang menganggur serta membangun dan memperbaiki rumah- rumah ibadah di daerah sekitar PKS Rambutan.

4.2.1 Sumber Daya Manusia

Untuk kelancaran pengoperasian, Pabrik Kelapa Sawit Rambutan mempunyai tenaga kerja sebanyak 138 orang, dengan uraian sebagai berikut :

1. Karyawan Pimpinan

- Manajer = 1 Orang

- Masinis Kepala = 1 Orang - Asisten Pengolahan = 1 Orang - Asisten Tata Usaha = 1 Orang - Asisten Teknik = 1 Orang - Asisten Laboratorium = 1 Orang

Jumlah karyawan pimpinan di Pabrik Kelapa Sawit Rambutan 6 orang.

2. Karyawan Pelaksana

- Bagian Pengolahan = 66 Orang - Bagian Laboratorium = 19 Orang - Bagian Teknik = 27 Orang - Bagian Tata Usaha = 8 Orang - Personalia/Satpam = 12 Orang

Jumlah karyawan pelaksana di Pabrik Kelapa Sawit Rambutan 132 orang.

4.2.2 Sistem Pengupahan dan Fasilitas Lainnya

Sistem penggajian (pengupahan) yang digunakan PKS Kebun Rambutan Tebing Tinggi adalah sistem pengupahan yang dibayarkan sekali sebulan sesuai dengan gaji pokok/golongan tenaga kerja.

Kesejahteraan umum bagi staff dan karyawan pabrik merupakan hal yang sangat penting.Produktivitas kerja seorang karyawan sangat dipengaruhi tingkat kesejahteraannya. PKS Kebun Rambutan Tebing Tinggi memikirkan hal ini dengan memberikan beberapa fasilitas yaitu:

- Perumahan bagi staff, karyawan beserta keluarga yang berada di lokasi perkebunan sekitar.

- Sarana kesehatan (poliklinik) untuk staff dan karyawan beserta keluarga.

- Membangun sarana olah raga yang tersedia di lokasi kompleks perumahan karyawan.

- Sarana air, listrik serta asuransi tenaga kerja (Astek) bagi setiap karyawan.

- Semua tenaga kerja dipertanggungkan dalam jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek).

4.2.3 Implementasi Sistem Manajemen

PKS Rambutan tetap fokus kepada pelanggan dan berkesinambungan memperbaiki mutu segala aktifitas termasuk yang berwawasan lingkungan serta patuh kepada kesehatan dan keselamatan kerja. PKS Rambutan telah mengimplementasikan sistem manajemen, yaitu:

- Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2015

- Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 : 2015 - Sistem Manajemen K3

- RSPO/ISPO

- Proper dan Green Industry 4.2.4 Stasiun Pengolahan

Proses pengolahan kelapa sawit menjadi CPO (Crude PalmOil) di Pabrik Kelapa Sawit Rambutan dapat dibagi menjadi 9 tahapan (stasiun kerja) sesuai flow process, yaitu:

1. Stasiun Penerimaan Buah (Loading Ramp Station) 2. Stasiun Perebusan (Sterilizing)

3. Stasiun Penebahan (Thressing)

4. Stasiun Kempa (Digesting andPressing) 5. Stasiun Pemurnian Minyak (Clarification) 6. Stasiun Pengolahan Biji (Kernel Plant)

4.3 Struktur Organisasi Pabrik Kelapa Sawit Rambutan

Untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, maka struktur organisasi yang digunakan oleh PT. Perkebunan Nusantara III Unit Pabrik Kelapa Sawit Rambutan Tebing Tinggi adalah struktur organisasi campuran antara struktur

organisasi lini dan fungsional.

Struktur organisasi lini adalah suatu struktur organisasi dimana wewenang dan kebijakan pimpinan atau atasan dilimpahkan pada satuan-satuan organisasi di bawahnya menurut garis vertikal. Sedangkan struktur organisasi fungsional adalah struktur organisasi di mana organisasi diatur berdasarkan pengelompokan aktivitas dan tugas yang sama untuk membentuk unit-unit kerja seperti produksi, operasi, pemasaran, keuangan, personalia, dan sebagainya yang memiliki fungsi yang terspesialisasi. Spesialisasi di sini akan memberikan efisiensi kerja yang lebih tinggi lagi.

Keterangan: = Aliran Lini

Jabatan Karyawan Pimpinan Pabrik Kelapa Sawit Rambutan : Manajer : Isnandar, B.Sc, S.Kom, M.M

Maskep : Aris Sudiar, ST

Asisten Tata Usaha : Darmawan Amri Mart, SE Asisten Teknik : Dommy D. Simatupang, ST Asisten Laboratorium : Bramanta Ginting, ST Asisten Pengolahan : Teguh Bagoes Raharjo, ST

4.3.1 Tugas, Tanggung Jawab dan Wewenang Jabatan Karyawan Pimpinan dan Karyawan Pelaksana Pabrik Kelapa Sawit Rambutan

Pembagian tugas dan tanggung jawab dari tiap-tiap jabatan pada struktur organisasi PKS Kebun Rambutan Tebing Tinggidi atas adalah sebagai berikut :

1. Manajer Pabrik Tugas :

a. Melaksanakan kebijakan Direksi dalam pengontrolan seluruh kegiatan operasional di PKS.

b. Mendelegasikan wewenang tugas dan tanggung jawab kepada bawahan yang telah diangkat mampu untuk melaksanakan tugas tersebut.

c. Memonitor dan mengevaluasi biaya pengolahan dan biaya umum sehingga diperoleh harga pokok produksi serendah mungkin.

d. Melaksanakan pengendalian pemakaian sumber daya pada PKS.

e. Mengevaluasi atau menyetujui Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) serta Rencana Kerja Operasional (RKO) pada

f. Memonitor atau mengevaluasi dan meningkatkan perolehan rendamen minyak dan inti sawit dengan menekan losses sekecil mungkin.

g. Mengambil langkah-langkah penyelesaian jika terjadi gejolak atau penyimpangan yang terjadi di PKS.

Tanggung Jawab:

a. Bertanggung jawab kepada Direksi PT. Perkebunan Nusantara III (Persero).

Wewenang:

a. Berwewenang terhadap semua pekerjaan yang ada pada pabrik serta terhadap semua pemakaian mesin dan peralatan.

2. Masinis Kepala (Maskep) Tugas:

a. Merencanakan semua peralatan, mesin, instalasi, kendaraan dan bangunan baik pemeliharaan secara rutin maupun pemeliharaan break down.

b. Menjamin bahwa semua aktivitas yang dilakukan oleh pelaksanaan teknik sesuai dengan prosedur mutu dan instruksi kerja yang telah didokumentasikan dan diimplementasikan sampai efektif.

c. Mengajukan permintaan bahan-bahan dan alat/mesin untuk kepentingan di bengkel umum, dan bengkel listrik sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat.

d. Menjamin bahwa semua peralatan/mesin yang digunakan dalam proses telah siap dioperasikan oleh pabrik.

Tanggung Jawab:

a. Menandatangani laporan pemeliharaan rutin dan pemeliharaan break down.

b. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kalibrasi alat-alat pemeriksaan pengukuran yang digunakan di pabrik.

c. Mengidentifikasi kebutuhan terhadap semua personil yang ada pada pengawasannya.

d. Bertanggung jawab terhadap manajer pabrik.

Wewenang:

a. Menentukan annual goal (sasaran mutu tahunan) yang berhubungan dengan proses pengolahan.

b. Melakukan stop apabila terjadi trouble shooting peralatan dan mesin.

3. Asisten Pengolahan Tugas:

a. Merencanakan jadwal dan jumlah proses pengolahan.

b. Membantu manajer untuk meningkatkan perolehan minyak dan inti sawit dengan menekan losis sekecil mungkin.

c. Membantu manajer mengkoordinir personil proses pengolahan dan teknik untuk mencapai target produksi dan mutu.

d. Menjamin bahwa kebijakan mutu untuk dimengerti, diterapkan dan dipelihara diseluruh kepala dan semua pekerja di proses pengolahan.

e. Membuat rencana pemakaian tenaga kerja yang digunakan pada proses pengolahan sesuai dengan RKAP dan penjabarannya ke RKO.

f. Berusaha agar proses pengolahan dilakukan efektif dan efisien, supaya produktifitas dapat tercapai.

g. Mengendalikan proses pengolahan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.

h. Melakukan adjustment sesuai data-data yang telah diberikan oleh asisten laboratorium.

i. Melakukan pengawasan terhadap jumlah bahan baku yang diterima.

j. Mengawasi dan mengevaluasi stock produksi yang ada di storage tank.

k. Mengendalikan catatan mutu termasuk identifikasi, pengarsipan, pemeliharaan, apakah sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.

l. Menandatangani dan mengevaluasi check sheet dalam proses pengolahan.

Tanggung Jawab:

a. Bertanggung jawab terhadap kebersihan seluruh lingkungan pengolahan.

b. Bertanggung jawab terhadap pencapaian target produksi sesuai dengan bahan baku yang diterima.

c. Membuat laporan manajemen pengolahan.

d. Bertanggungjawab terhadap Masinis kepala.

4. Asisten Laboratorium Tugas:

a. Mengawasi operasi pabrik dalam hal kendali mutu dengan menggunakan semua sarana yang telah disediakan untuk mencapai kualitas dan kuantitas produksi (minyak dan inti sawit) yang telah ditentukan.

b.Melaksanakan pemeriksaan besarnya losses minyak dan inti yang terjadi selama proses pengolahan berlangsung.

c. Mengawasi pemakaian bahan–bahan laboratorium dan bahan–bahan pembantu selama proses pengolahan berlangsung.

d.Mengawasi pemeriksaan limbah pabrik baik dari hasil kegiatan produksi pabrik maupun kegiatan–kegiatan lain dan pengaruhnya terhadap lingkungan sekitar.

e. Membuat laporan sebagai informasi bagi unit pengolahan.

Tanggung Jawab:

a. Bertanggungjawab terhadap manager pabrik (distrik manajer).

5. Asisten Tata Usaha/Personalia (KTU) Tugas:

a. Mengevaluasi dan menyetujui stock persediaan produksi minyak dan inti sawit.

b. Mengawasi jumlah bahan yang akan diproses.

c. Menentukan dan mengawasi jumlah produksi yang akan dikirim.

d. Mengkoordinir audit yang berhubungan sesuai dengan kinerja yang telah ditentukan.

e. Memelihara semua dokumen yang ada pada bagian tata usaha.

f. Melaksanakan dan mengawasi administrasi keuangan, pembukuan dan bidang umum/personalia.

g. Menyelesaikan administrasi kas dengan baik.

h. Membuat Daftar Permintaan Uang (DPU) setiap gajian.

i. Membuat jurnal upah karyawan pimpinan dan karyawan pelaksana.

j. Membuat dan mengawasi surat-surat yang masuk dan keluar.

k. Membuat atau melaksanakan pengeluaran barang dan penerimaan barang.

l. Melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan kerja.

m. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan untuk semua personil dibagian administrasi.

Tanggung Jawab:

a. Bertanggung jawab terhadap manajer pabrik.

6. Asisten Teknik/DS/Traksi Tugas:

a. Memberi petunjuk dalam pelaksanaan pengolahan

b. Mengendalikan proses pengolahan untuk mencapai hasil sebaik-baiknya.

c. Membawahi dan mengawasi pekerjaan mandor listrik, mandor teknik instalasi dan mandor traksi

Tanggung Jawab:

a. Bertanggung jawab kepada masinis kepala (Maskep) 7. Mandor

Tugas:

a. Membantu tugas-tugas asisten dalam perencanaan, pelaksanaan dan b. Pengawasan karyawan pabrik.

c. Mengatur tenaga kerja dan teknisi pabrik.

d. Mencatat kehadiran karyawan pabrik pada buku mandor.

e. Membuat laporan atau hasil perkerjaan kepada asisten setiap hari.

Tanggung Jawab:

a. Bertanggung jawab kepada asisten.

8. Kerani Tugas:

a. Membuat atau menyusun rencana kerja harian, serta membuat daftar b. Kumpulan laporan kerja harian dan membuat daftar upah karyawan.

c. Meneliti buku mandor dan memindahkan hari kerja karyawan ke buku asisten.

d. Membuat laporan mingguan dan membuat laporan bulanan.

Tanggung Jawab:

a. Bertanggung jawab kepada asisten.

9. Perwira Pengamanan (PAPAM) Tugas:

a. Bertugas dalam pengawasan informasi serta inventaris perusahaan.

b.Memelihara dan menjaga ketenagakerjaan serta ketentuan karyawan dalam menjalankan tugas.

c. Mendelegasikan tugas-tugas yang dapat dikerjakan oleh bawahan.

d.Memberi informasi kepada atasan.

Tanggung Jawab:

a. Bertanggungjawab terhadap manajer pabrik.

BAB V

HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1 Proses Pengolahan Kelapa Sawit Menjadi CPO (Crude Palm Oil)

Proses produksi yang dilakukan di PKS Rambutan Tebing Tinggi untuk menghasilkan minyak sawit (CPO) dan Inti sawit dari bahan baku TBS sebagai berikut:

Stasiun Penerimaan TBS (Loading Ramp Station)

Stasiun Perebusan (Sterilizing)

Stasiun Penebahan (Thresser)

Stasiun Kempa (Digesting and Pressing)

Stasiun Pemurnian Minyak (Clarification)

Crude Palm Oil

Stasiun Pengolahan Biji (Kernel) 1 Kg TBS

(Tandan Buah Segar)

0,247 Kg CPO (Crude Palm

Oil)

1. Stasiun Penerimaan Buah (Loading Ramp Station)

Hasil pemanenan tandan buah sawit (TBS) dari tiap afdeling diangkut ke pabrik dengan menggunakan truk.

Lalu dilakukan penimbangan untuk mengetahui jumlah TBS yang diterima. Penimbangan dilakukan dengan menggunakan jembatan timbang. Berat bersih TBS yang diterima didapat dengan menghitung selisih antara berat truk beserta isinya dengan berat truk dalam keadaan kosong.

Gambar 5.2 Stasiun Penerimaan Buah

Kemudian TBS dibawa ke tempat penimbunan. TBS disortir untuk mengetahui kematangan buah. Selesai disortir, TBS kemudian dimasukkan ke dalam loading ramp dengan tujuan untuk memudahkan pengisian ke dalam lori.

Lantai loading ramp dibuat dari plate baja dengan kemiringan 400 dan mempunyai 6 pintu. Pintu dari setiap ruangan dibuka secara mekanis dengan menggunakan tenaga hidrolik.

Adapun cara kerja pengisian lori adalah:

a. Pintu loading ramp dibuka satu persatu supaya TBS dapat masuk ke dalam lori. Satu unit lori berkapasitas sekitar 2,5 ton TBS.

b. Lori yang sudah penuh ditarik dan diposisikan dengan menggunakan capstan, sling belt, transfer carriage, cantilever ke proses perebusan untuk dimasukkan ke dalam sterilizer.

2. Stasiun Perebusan (Sterilizing)

Langkah utama yang menentukan mutu/kualitas minyak dan keberhasilan proses selanjutnya adalah pada perlakuan pada stasiun perebusan.

Sterilizer adalah bejana uap tekan untuk merebus TBS dengan menggunakan uap dari BPV (Back Pressure Vessel). PKS Rambutan memiliki 3 stasiun rebusan (sterilizer).

Kapasitas tiap sterilizer adalah 20 ton (10 lori@kapasitas 2,5 ton) dengan tekanan uap 2,8-3 kg/cm2 dan temperatur 120 – 1300C. Proses perebusan berlangsung 90-110 menit.

Sistem perebusan yang digunakan adalah sistem perebusan tiga puncak (triple peak).

Gambar 5.3 Stasiun Perebusan

Grafik perebusan dengan menggunakan sistem tiga puncak adalah seperti pada gambar 5.4

5 10 20 30 40 50 60 70 80 90

Gambar 5.4 Grafik Sistem Perebusan Tiga Puncak Keterangan gambar:

1. Buang udara : 5 menit

2. Menaikkan tekanan sampai 1,8 kg/cm2 : 11 menit

3. Buang steam : 2 menit

4. Menaikkan tekanan sampai 2,7 kg/cm2 : 14 menit

5. Buang steam : 2 menit

6. Menaikkan tekanan sampai 3,2 kg/cm2 : 11 menit 7. Merebus pada tekanan 3,2-3,5 kg/cm2 : 35 menit

8. Buang steam : 6 menit

Tujuan dari proses perebusan adalah:

a. Merusak enzim lipase yang menstimulir pembentukan FFA.

b. Menguraikan kadar air dalam buah.

c. Mengkoagulasikan protein sehingga memudahkan pemisahan minyak.

d. Menghidrolisa zat-zat karbohidrat yang berada sebagai koloid di dalam protoplasma menjadi glukosa yang dapat larut dan menghasilkan tekanan

osmotis yang membantu memecahkan dinding sel sehingga minyaknya dapat keluar.

e. Memperlunak daging buah sehingga memudahkan proses pelumatan (digesting).

f. Mempermudah proses pembantingan (threshing).

3. Stasiun Pembantingan/Penebahan (Thresshing)

Pembantingan bertujuan untuk melepaskan buah dari janjangan (bunch)setelah lori berisi buah yang sudah siap direbus diangkut dengan Hosting Crane dan menuangkannya ke dalam automatic feeder (bunch feeder)lalu buah akan jatuh ke dalam thresser. Pembantingan dilakukan dengan menggunakan dua unit thresher yang beroperasi secara seri. Prinsip kerja thresher adalah berputar dengan kecepatan 23-25 rpm, kemudian TBS ikut berputar dan terangkat hingga jatuh terbanting. Dengan proses ini terjadi berkali-kali maka buah lepas dari janjangan.

Gambar 5.5 Stasiun Penebahan

Pembantingan pertama dilakukan di thresher pertama. Buah yang terlepas jatuh ke fruit conveyor melalui kisi-kisi thresher untuk diangkut ke proses pelumatan (digesting) dengan fruit tansfer conveyor, fruit elevator dan

fruitdistributing conveyor. Sedangkan janjangan terdorong keluar dan jatuh ke empty bunch conveyor untuk diangkut ke crusher. Crusher berfungsi mencabik janjangan untuk memperkecil losses buah sawit. Janjangan yang telah tercabik kemudian masuk ke thresher kedua untuk dibanting kembali. Janjangan kosong yang terdorong keluar jatuh ke empty bunch conveyor akan diangkut ke bunch hopper.

4. Stasiun Pelumatan (Digesting) dan

Pengepresan (Pressing) Pelumatan (digesting) bertujuan untuk

melumatkan buah hingga hancur dan terpisah dari biji (nut). Sedangkan pengepresan (pressing) bertujuan untuk menekan daging buah yang hancur hingga keluar minyak kasar (crude oil).

Gambar 5.6 Stasiun Pelumatan

Pelumatan dilakukan dengan menggunakan digester. Jenis digester yang digunakan vertical digester. Digester adalah bejana silinder yang di dalamnya terdapat pisau-pisau pengaduk (stirring arms) sebanyak enam tingkat yang terikat pada poros dan digerakkan oleh motor listrik. Prinsip kerja digester adalah buah yang masuk ke dalam digester akan dilumatkan oleh pisau-pisau (long arm dan short arm) yang berputar. Setelah dilumatkan kemudian didorong keluar oleh pisau pendorong (expeller arm) menuju proses pengepresan. Jarak antara pisau dengan dinding ketel adukan maksimum 15 mm. Untuk memudahkan proses pelumatan digester dialirkan uap dan air panas agar temperatur buah tetap 90 0C.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam digesting adalah :

1. Pengisian digester harus penuh atau ¾.

2. Kebocoran minyak dihindari.

3. Frekuensi pengadukan yang tidak terlalu tinggi sehingga minyak tidak banyak tergenang (waktu pelumatan 15-20 menit).

4. Perawatan terhadap keran-keran dan pisau-pisau digester.

5. Temperatur steam harus tetap dijaga antara 90-95 0C.

Pengepresan dilakukan dengan menggunakan screw press. Screw press terdiri dari sebuah silinder (press cylinder) yang berlubang dan di dalamnya dipasang dua buah ulir atau screw yang berputar berlawanan arah. Dua buah konus yang berada pada bagian ujung press mengatur tekanan pengepresan, kedua konus ini dapat bergerak maju mundur secara hidrolik.

Gambar 5.7 Stasiun Pengepresan

Prinsip kerja screw press adalahcake yang keluar dari digester melalui talang, masuk ke dalam press cylinder dan mengisi worm. Volume setiap space worm berbeda. Semakin mengarah ke ujung asscrew volume semakin kecil sehingga cake tertekan dan minyak terperas. Cake akan keluar dari bagian muka atau sela-sela cone dan jatuh ke cake breaker conveyor. Minyak kasar akan terpisah keluar melalui lubang-lubang press cylinder dan jatuh ke talang minyak (oil gutter).

5. Stasiun Pemurnian Minyak (Clarification)

Pemurnian minyak bertujuan untuk memperoleh minyak sawit yang sesuai dengan standar mutu produk yang dihasilkan. Pemurnian minyak terdiri dari beberapa proses sebagai berikut : Gambar 5.8 Stasiun Pemurnian Minyak

1. Pemisahan Minyak Kasar Dari Pasir

Pemisahan minyak kasar dari pasir dilakukan dengan menggunakan sand trap tank (perangkap pasir). Prinsip kerja sandtrap tank adalah pemisahan berdasarkan berat jenis. Sand trap tank terdiri corong yang memilki saluran pada bagian atasnya dan saluran bagian bawah. Minyak kasar akan mengalir pada saluran bagian atas, sedangkan pasir akan jatuh ke saluran bagian bawah. Minyak kasar akan dialirkan ke vibro separator dan pasir akan ditampung di tempat penampungan.

2. Penyaringan Minyak Kasar

2. Penyaringan Minyak Kasar

Dokumen terkait