1.1 Unit kompetensi ini diperlukan dalam kaitannya dengan kemampuan melakukan negosiasi dengan pemangku kepentingan yang secara langsung berkaitan dengan proses terjadinya transaksi properti.
32 1.2 Lingkup penerapan unit kompetensi ini dibatasi pada pengetahuan dasar tentang negoasiasi dan prosedur standar dalam pengalihan properti.
2. Peralatan dan perlengkapan yang diperlukan 2.1 Peralatan
2.1.1 Alat komunikasi 2.1.2 Alat komputasi
2.1.3 Alat perekam gambar/suara 2.1.4 Alat Tulis Kantor (ATK) 2.2 Perlengkapan
2.2.1 Dokumen pokok yang harus dipenuhi penjual/pemilik dan pembeli/penyewa properti
2.2.2 Formulir-formulir pelengkap persyaratan legal formal pengalihan properti.
3. Peraturan yang diperlukan (Tidak ada.)
4. Norma dan standar 4.1 Norma
4.1.1 Norma yang dipakai untuk menyusun kompetensi ini adalah bahwa informasi tentang rencana pemasaran dan bentuk kerja sama disampaikan secara jujur, terbuka dan transparan
4.1.2 Aspek pemasaran properti dan bentuk kerjasama dilaksanakan dengan mengacu kepada ketentuan dan peraturan yang telah disepakati
Kode etik asosiasi reasl estate broker Indonesia 4.2 Standar
(Tidak ada.)
33 PANDUAN PENILAIAN
1. Konteks penilaian
1.1 Kondisi penilaian merupakan aspek dalam penilaian yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi ini terkait dengan negosiasi dengan pihak lain yang berkaitan langsung dengan proses transaksi.
1.2 Penilaian dilakukan dengan cara lisan/tertulis dan demostrasi di tempat uji kompetensi.
2. Persyaratan kompetensi (Tidak ada.)
3. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan 3.1 Pengetahuan
3.1.1 Pengetahuan dasar negosiasi
3.1.2 Pengetahuan tentang tugas-tugas pokok, prosedur, batasan wewenang dan alur kerja antar lembaga yang berkaitan
3.1.3 Pengetahuan tentang perubahan kebijakan Nasional, propinsi dan Kabupaten/kota
3.2 Keterampilan
4.2.1 Mengisi formulir kerja pada masing-masing lembaga pemangku kepentingan (bank, notaries/PPAT, pajak)
4.2.2 Menghitung satuan biaya yang dibutuhkan
4. Sikap kerja yang diperlukan 4.1 Teliti
4.2 Berhati-hati/tidak gegabah dan melakukan cross-check dari sumber yang berbeda
4.3 Memiliki kreativitas untuk menemukan solusi terbaik
5. Aspek kritis
5.1 ketelitian dan kecermatan dalam negosiasi dengan pihak lain yang berkaitan langsung dengan proses transaksi.
34
KODE UNIT : L.682000.007.01
JUDUL UNIT : Melakukan Kegiatan Prospek
DESKRIPSI UNIT : Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan
dan keterampilan serta sikap kerja yang diperlukan untuk melakukan prospek kepada konsumen properti.
ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA
1. Menjelaskan profesi broker properti
1.1 Definisi profesi broker properti dijelaskan.
1.2 Fungsi broker properti dijelaskan. 1.3 Manfaat broker properti dijelaskan. 2. Menjunjung tinggi etika
bekerja antara broker properti dengan konsumen
2.1 Ketentuan profesi kode etik asosiasi real estate broker Indonesia dalam kaitannya dengan profesi dan ketentuan teknisnya dijabarkan.
2.2 Aspek-aspek pelayanan oleh broker properti kepada konsumen pemakai jasa jual, beli, sewa, lelang, kerjasama, tukar menukar dan bentuk perantaraan properti lainnya dikemukakan.
2.3 Ketentuan umum perlindungan konsumen dijelaskan.
2.4 Perjanjian hak memasarkan oleh pemilik properti diperoleh menurut standar etika profesi, perlindungan konsumen dan konvensi bisnis yang umum berlaku dipahami.
2.5 Perjanjian penunjukan oleh konsumen pembeli/penyewa diperoleh menurut standar etika profesi perlindungan konsumen dan konvensi bisnis yang umum berlaku dipahami.
2.6 Batasan-batasan teknis dan konsultasi bidang properti untuk aspek prosedur, finansial, hukum dan pemberian dukungan konsumen disimulasikan dan diimplementasikan.
35 BATASAN VARIABEL
1. Konteks variabel
1.1. Unit Kompetensi ini diperlukan dalam kaitannya dengan kemampuan menjelaskan profesi broker properti dan menjunjung tinggi etika bekerja antara broker properti dengan konsumen 1.2. Lingkup penerapan unit kompetensi ini dibatasi pada
pengetahuan dasar tentang definisi, fungsi dan manfaat broker dan juga apa yang menjadi kode etik asosiasi real estate broker Indonesia dalam kaitannya dalam profesi broker pada umumnya.
2. Peralatan dan perlengkapan yang diperlukan 2.1 Peralatan
2.1.1 Alat komunikasi 2.1.2 Alat komputasi
2.1.3 Alat perekam gambar/suara 2.1.4 Alat Tulis Kantor (ATK) 2.2 Perlengkapan
2.2.1 Dokumen kegiatan proyek
3. Peraturan yang diperlukan (Tidak ada.)
4. Norma dan standar 4.1 Norma
4.1.1 Norma yang dipakai untuk menyusun kompetensi ini adalah bahwa informasi tentang tentang definisi, fungsi dan manfaat broker dan juga apa yang menjadi kode etik profesi broker pada umumnya disampaikan secara jujur, terbuka dan transparan
4.1.2 Aturan mengenai definisi, fungsi dan manfaat broker dan juga apa yang menjadi kode etik profesi broker pada umumnya mengacu pada ketentuan dan peraturan yang berlaku
36 4.2 Standar
(Tidak ada.)
PANDUAN PENILAIAN 1. Konteks penilaian
1.1 Kondisi penilaian merupakan aspek dalam penilaian yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi ini terkait dengan memberikan penjelasan definisi, fungsi dan manfaat broker dan juga apa yang menjadi kode etik asosiasi real estate broker Indonesia. 1.2 Penilaian dilakukan dengan cara lisan dan tertulis.
2. Persyaratan kompetensi (Tidak ada.)
3. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan 3.1 Pengetahuan
3.1.1 Pengetahun dasar tentang kode etik profesi broker 3.1.2 Konsep pelayanan jasa
3.1.3 Konsep penjualan dan pemasaran 3.2 Keterampilan
3.2.1 Melayani konsumen
3.2.2 Menjelaskan dengan mudah dan jelas 3.2.3 Berkomunikasi deskriptif dan persuatif
4. Sikap kerja yang diperlukan 4.1 Profesional dan jujur
4.2 Sabar dalam memberikan penjelasan
5. Aspek kritis
5.1 Ketelitian dan kecermatan dalam memberikan penjelasan mengenai definisi, fungsi dan manfaat broker properti
37
KODE UNIT : L.682000.008.01
JUDUL UNIT : Melakukan Pertemuan Bisnis dengan Pemilik/
Penjual
DESKRIPSI UNIT : Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan
dan keterampilan serta sikap kerja yang diperlukan untuk mampu melakukan secara baik pertemuan bisnis dengan penjual/pemilik properti.
ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA
1. Menyampaikan syarat listing
1.1 Syarat/ketentuan umum dan khusus dalam listing kepada pemilik properti baik yang dijual maupun disewakan disimulasikan.
1.2 Bentuk pengikatan listing apakah ekslusif atau open listing dijabarkan berikut konsekuensi yang mengikutinya.
1.3 Masa waktu listing dan syarat perpanjangannya dijelaskan.
1.4 Dokumen dan formulir yang diperlukan dari pemilik properti berikut syarat penanda-tanganan dokumen diuraikan. 2. Menyampaikan hak dan
kewajiban pemilik properti
2.1 Hak pemilik properti untuk mendapat laporan perkembangan pemasaran disampaikan.
2.2 Kewajiban pemilik properti dengan memberikan akses penuh/terbatas selama masa listing untuk mempermudah pemasaran dijelaskan. 2.3 Besaran komisi pemasaran dan
biaya-biaya lainnya yang harus dibayar pemilik properti dideskripsikan.
2.4 Hubungan saling menguntungkan dijabarkan untuk memperlancar pemasaran, baik dalam ketentuan tertulis maupun lisan.
3. Menyampaikan hak dan kewajiban broker
properti
3.1 Kewajiban broker properti menyampaikan laporan perkembangan pemasaran dijelaskan.
3.2 Hak broker untuk memperoleh akses penuh/terbatas selama masa listing untuk mempermudah pemasaran dijelaskan.
38 BATASAN VARIABEL
1. Konteks variabel
1.1 Unit Kompetensi ini diperlukan dalam kaitannya dengan kemampuan menyampaikan syarat listing, hak dan kewajiban pemilik properti dan broker properti.
1.2 Lingkup penerapan unit kompetensi ini dibatasi pada pengetahuan dasar prasyarat dalam melakukan listing, jenis listing, hak dan kewajiban konsumen dan broker properti.
2. Peralatan dan perlengkapan yang diperlukan 2.1 Peralatan
2.1.1 Alat komunikasi 2.1.2 Alat komputasi
2.1.3 Alat perekam gambar/suara 2.1.4 Alat Tulis Kantor (ATK) 2.2 Perlengkapan
2.2.1 Form perjanjian pemasaran 2.2.2 Laporan kondisi pasar 2.2.3 Rencana pemasaran
3. Peraturan yang diperlukan
3.1 Kitab Undang-undang Hukum Perdata Republik Indonesia, khususnya Pasal 1320
3.2 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
4. Norma dan standar 4.1 Norma
4.1.1 Norma yang dipakai untuk menyusun kompetensi ini adalah bahwa informasi tentang proses listing, dan apa saja yang akan menjadi hak dan kewajiban disisi konsumen maupun broker properti, yang dimana akan disampaikan secara jujur, terbuka dan transparan.
39 4.1.2 Aspek pemahaman tentang listing properti berikut dengan hak dan kewajiban masing-masing pihak dijelaskan dengan mengacu kepada ketentuan dan peraturan yang berlaku melalui pelatihan, literatur dan sumber-sumber terbuka lainnya.
4.1.3 Kode etik Asosiasi Real Estate Broker Indonesia 4.2 Standar
(Tidak ada.)
PANDUAN PENILAIAN 1. Konteks penilaian
1.1 Kondisi penilaian merupakan aspek dalam penilaian yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi ini terkait dengan memberikan penjelasan perihal perjanjian listing.
1.2 Penilaian dilakukan dengan cara : lisan dan tertulis.
2. Persyaratan kompetensi (Tidak ada.)
3. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan 3.1 Pengetahuan
3.1.1 Pengetahuan dasar tentang listing
3.1.2 Pengetahuan dasar tentang hak dan kewajiban konsumen 3.1.3 Pengetahuan dasar tentang hak dan kewajiban broker properti 3.2 Keterampilan
3.2.1 Melayani konsumen
3.2.2 Menjelaskan dengan mudah dan jelas 3.2.3 Berkomunikasi deskriptif dan persuatif
4. Sikap kerja
4.1 Profesional dan jujur
4.2 Jelas dan memberikan penjelasan
40 5. Aspek kritis
5.1 ketelitian dan kecermatan dalam memberikan penjelasan tentang listing dan hak kewajiban masing-masing pihak
41
KODE UNIT : L.682000.009.01
JUDUL UNIT : Melakukan Penilaian Properti
DESKRIPSI UNIT : Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan
dan keterampilan serta sikap kerja yang diperlukan untuk melakukan penilaian properti
ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA
1. Mengumpulkan data komponen penentu harga jual
1.1 Luas tanah dan luas bangunan ditunjukkan
1.2 Variabel harga tanah per meter persegi (m2), per are (atau satuan panjang lainnya) dan harga ba-ngunan per m2 ditabulasi
1.3 Data/fakta lingkungan, lebar jalan (Damija/ ROW), lokasi dan askes diidentifikasi
1.4 Keadaan dalam rumah, kualitas bangunan dan koponennya, ruangan khusus, daya dan utilitas lainnya diperiksa
2. Menetapkan harga sebuah properti
2.1 Perkalian luas tanah dengan rata-rata harga tanah per m2 atau are (atau satuan panjang lainnya) pada lokasi properti dipasarkan dihitung.
2.2 Perkalian luas bangunan dengan rata-rata harga pembangunan/m2 pada lokasi properti dipasarkan dihitung.
2.3 Secara prosentatif ditambahkan kepada nilai jual berdasarkan kelebihan dari properti ditimbang dan ditetapkan.
2.4 Secara prosentase dikurangi kepada nilai jual berdasarkan kelebihan dari properti ditimbang dan ditetapkan
3. Mengukur perbading-an harga properti lain
3.1 Perbandingan harga pasar (Comparative Market Analisis) dilakukan.
3.2 Kisaran yang pantas atas harga jual/sewa properti yang dipasarkan harus ditetapkan.
4. Mengumpulkan data lingkungan dan data properti
4.1 Luas tanah dan luas bangunan diketahui 4.2 Data/fakta lingkungan, lebar jalan
(Damija/ROW), lokasi dan askes dikumpulkan
4.3 Keadaan dalam rumah, kualitas bangunan dan komponennya, ruangan khusus, daya
42 dan utilitas lainnya diperiksa
5. Mengumpulkan data komponen penentu harga sewa
5.1 Situasi harga sewa pada lokasi properti berada dimutakhirkan
5.2 Jenis-jenis properti sesuai dengan harga sewa yang dibentuk pasar dikumpulkan 6. Menetapkan harga
sewa sebuah properti
6.1 Harga sewa per tahun dihitung dan ditetapkan
6.2 Besaran deposit sewa rumah ditetapkan menurut kebiasaan yang berlaku dalam wilayah dimana properti berada dan/atau menurut pertimbangan lain yang relevan 6.3 Persyaratan umum dan khusus yang
berkaitan dengan satuan harga sewa properti ditentukan
BATASAN VARIABEL 1. Konteks variabel
1.1 Unit Kompetensi ini diperlukan dalam kaitannya dengan kemampuan mengumpulkan data komponen penentu harga jual, menetapkan harga properti, mengukur perbandingan harga properti lain, mengumpulkan data lingkungan dan properti itu sendiri baik sewa maupun jual.
1.2 Lingkup penerapan unit kompetensi ini dibatasi pada pengetahuan dalam menetukan komponen penentu harga, membuat perbandingan harga pasar, mengumpulkan data lingkungan dan tentang properti sebagai komponen penilaian.
2. Peralatan dan perlengkapan 2.1 Peralatan
2.1.1 Alat komunikasi 2.1.2 Alat komputasi
2.1.3 Alat perekam gambar/suara 2.1.4 Alat Tulis Kantor (ATK) 2.2 Perlengkapan
2.2.1 Dokumen IMB
2.2.2 Dokumen Pajak Bumi dan bangunan (PBB) 2.2.3 Dokumen tentang RUTR dan RTRW
43 2.2.4 Dokumen penunjang dalam pembuatan perbandingan harga
pasar
3. Peraturan yang diperlukan
3.1 Peraturan Menteri Keuangan No. 101/Pmk.01/2014 tentang Penilai Publik
4. Norma dan standar
4.1 Norma yang dipakai untuk menyusun kompetensi ini adalah bahwa informasi tentang komponen apa saja yang menjadi dasar perhitungan, perbandingan harga pasar, dan hasil perhitungan harga jual disampaikan secara jujur, terbuka dan transparan.
4.2 Aspek pengalihan properti dilaksanakan dengan mengacu kepada ketentuan dan peraturan yang berlaku melalui pelatihan, literatur dan sumber-sumber terbuka lainnya.
4.3 Panduan Penilaian Properti berdasarkan perbandingan data pasar (Comparative Market Analysis)
PANDUAN PENILAIAN