• Tidak ada hasil yang ditemukan

Batik TegalBatik Tegal

Dalam dokumen Ragam Motif Batik Nusantara (Halaman 38-41)

Batik Tegal

Batik Tegalan didominasi warna coklat dan biru. Ciri khas lain batik Tegalan adalah Batik Tegalan didominasi warna coklat dan biru. Ciri khas lain batik Tegalan adalah berwarna-warni. Batik tulis Tegal atau Tegalan itu dapat dikenali dari corak gambar berwarna-warni. Batik tulis Tegal atau Tegalan itu dapat dikenali dari corak gambar atau motif rengrengan besar atau melebar. Motif ini tak dimiliki daerah lain sehingga atau motif rengrengan besar atau melebar. Motif ini tak dimiliki daerah lain sehingga tampak eksklusif. Motifnya banyak mangadaptasi dari aneka flora dan fauna disekitar tampak eksklusif. Motifnya banyak mangadaptasi dari aneka flora dan fauna disekitar kehidupan masyarakat di kota Tegal. Motif Grudo (Garuda) dengan warna terang yang kehidupan masyarakat di kota Tegal. Motif Grudo (Garuda) dengan warna terang yang mempertontonkan bentuk-bentuk sayap burung garuda dan motif Gribigan dengan mempertontonkan bentuk-bentuk sayap burung garuda dan motif Gribigan dengan bentuk khas anyaman bambu dalam warna agak gelap. Budaya berpakaian batik di bentuk khas anyaman bambu dalam warna agak gelap. Budaya berpakaian batik di Tegal dibawa Raja

Tegal dibawa Raja Amangkurat I (Sunan Amangkurat I (Sunan Amangkurat Mas) dari Amangkurat Mas) dari Keraton KasunananKeraton Kasunanan Surakarta. Amangkurat yang saat itu menyusuri pantai utara membawa pengikutnya Surakarta. Amangkurat yang saat itu menyusuri pantai utara membawa pengikutnya yang di antaranya perajin batik. Berikut ini beberapa motif dari batik Tegal atau yang di antaranya perajin batik. Berikut ini beberapa motif dari batik Tegal atau Tegalan:

Tegalan:

Batik Yogyakarta Batik Yogyakarta

Di Yogyakarta khususnya, warna batik tradisional adalah biru-hitam, serta soga cokelat Di Yogyakarta khususnya, warna batik tradisional adalah biru-hitam, serta soga cokelat dan putih dari pewarna alam. Biru-hitam diambil dari daun

dan putih dari pewarna alam. Biru-hitam diambil dari daun tanaman indigofera yang disebut juga nila atau tom yang tanaman indigofera yang disebut juga nila atau tom yang difermentasi. Sementara warna soga atau cokelat diambil dari difermentasi. Sementara warna soga atau cokelat diambil dari campuran kulit pohon tinggi warna merah, kulit pohon jambal campuran kulit pohon tinggi warna merah, kulit pohon jambal warna merah cokelat, dan kayu tegeran warna

warna merah cokelat, dan kayu tegeran warna kuning. Karakterkuning. Karakter motif batik Yogya adalah tegas, formal, sedikit kaku, dan patuh motif batik Yogya adalah tegas, formal, sedikit kaku, dan patuh pada pakem. Konon, karakter ini berhubungan dengan keraton pada pakem. Konon, karakter ini berhubungan dengan keraton Yogya yang anti-kolonial. Beberapa motif dari batik Yogyakarta: Yogya yang anti-kolonial. Beberapa motif dari batik Yogyakarta:

Batik Jogja Motif Batik Jogja Motif

 Ambarsari   Ambarsari 

v v

Assalammu

Assalammu’laikum wr. ’laikum wr. wb.wb.

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat serta hidayah-Nya Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat serta hidayah-Nya terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga kami dapat menyelesaikan terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga kami dapat menyelesaikan laporan ini. Kemudian shalawat beserta salam kita sampaikan kepada Nabi besar laporan ini. Kemudian shalawat beserta salam kita sampaikan kepada Nabi besar kita Muhammad SAW yang telah memberikan pedoman hidup yakni

al-kita Muhammad SAW yang telah memberikan pedoman hidup yakni al- qur’an danqur’an dan sunnah untuk keselamatan umat di dunia.

sunnah untuk keselamatan umat di dunia.

Begitu banyak dan beragamnya batik khas Indonesia yang menjadi warisan bangsa Begitu banyak dan beragamnya batik khas Indonesia yang menjadi warisan bangsa kita yang sudah diakui UNESCO. Untuk itu kita harus selalu mencitai dan kita yang sudah diakui UNESCO. Untuk itu kita harus selalu mencitai dan melestarikan warisan bangsa kita agar tidak diakui oleh bangsa lain.

melestarikan warisan bangsa kita agar tidak diakui oleh bangsa lain.

Demikianlah laporan yang berisi tentang definisi batik serta motif batik khas Demikianlah laporan yang berisi tentang definisi batik serta motif batik khas Indonesia. Yang bertujuan untuk menyelesaikan tugas Seni Budaya Keterampilan Indonesia. Yang bertujuan untuk menyelesaikan tugas Seni Budaya Keterampilan terhadap materi Batik, dimana guru pembimbing sekaligus guru kami yaitu Bapak terhadap materi Batik, dimana guru pembimbing sekaligus guru kami yaitu Bapak Misbahudin, SPd

Misbahudin, SPd NIP NIP : : 1963061019861196306101986131001 31001 Pembina/VIPembina/VI-A -A mata mata pelajaran Senipelajaran Seni Budaya.

Budaya.

Dalam penulisan laporan ini mungkin ada salah kata ataupun penulisan, untuk itu Dalam penulisan laporan ini mungkin ada salah kata ataupun penulisan, untuk itu kami meminta maaf karena kami masih belajar. Kami ucapkan terima kasih kepada kami meminta maaf karena kami masih belajar. Kami ucapkan terima kasih kepada pihak dan sumber yang telah mendukung dan membantu dalam menyelesaikan pihak dan sumber yang telah mendukung dan membantu dalam menyelesaikan laporan ini. Penulis berharap dengan membaca laporan ini, para pembaca dapat laporan ini. Penulis berharap dengan membaca laporan ini, para pembaca dapat melestarikan, mencintai, menanmbah wawasan, serta memahami tentang melestarikan, mencintai, menanmbah wawasan, serta memahami tentang pentingnya batik Khas Nusantara.

pentingnya batik Khas Nusantara. Wassalammu’laikum wr. wb.

Wassalammu’laikum wr. wb.

Bogor, 21 September 2013 Bogor, 21 September 2013

Jauhar Zainal Arifin Jauhar Zainal Arifin

vi vi

1.

1. http://www.unesco.org/culture/ich/index.php?RL=00170http://www.unesco.org/culture/ich/index.php?RL=00170 2.

2. aa b b c c Nadia Nava, Il batik - Ulissedizioni -Nadia Nava, Il batik - Ulissedizioni - 1991 1991 ISBN 88-414-1016-7 ISBN 88-414-1016-7 3.

3. http://pesonabatik.site40.net/Sejarah_Batik.htmlhttp://pesonabatik.site40.net/Sejarah_Batik.html 4.

4. aa b b Iwan Tirta, Gareth L. Steen, Deborah M. Urso, Mario Alisjahbana, 'Batik: Iwan Tirta, Gareth L. Steen, Deborah M. Urso, Mario Alisjahbana, 'Batik: a play of lights

a play of lights and shades, Volume 1', By Gaya Favorit and shades, Volume 1', By Gaya Favorit Press, 1996, ISBNPress, 1996, ISBN 979-515-313-7,

979-515-313-7, 97897951539789795153139139 5.

5. Dewan sastera, Volume 31, Issues 1-6 By Dewan sastera, Volume 31, Issues 1-6 By Dewan Bahasa dan PustakaDewan Bahasa dan Pustaka 6.

6. The Malay HaThe Malay Handloom Weavers: A ndloom Weavers: A Study of the Rise Study of the Rise and Decline of Tradand Decline of Traditionalitional ... By Maznah Mohamad

... By Maznah Mohamad 7. (Indonesia)

7. (Indonesia) Batik-batik bersejarah Batik-batik bersejarah 8. (Indonesia)

8. (Indonesia) Batik Fraktal Kontemporer Batik Fraktal Kontemporer 9.

9. Pogadaev, VictorPogadaev, Victor (2002). "The Magic of Batik" in (2002). "The Magic of Batik" in "Vostochnay"Vostochnaya Kollektsiya"a Kollektsiya" (Oriental Collection), Spring 2002, p. 71-74.

Dalam dokumen Ragam Motif Batik Nusantara (Halaman 38-41)

Dokumen terkait