• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TORI

5. Bauran Pemasaran (Marketing Mix)

Salah satu unsur dalam strategi pemasaran terpadu adalah Strategi Acuan/ Bauran Pemasaran, yang merupakan strategi yang dijalankan perusahaan, yang berkaitan dengan penentuan bagaimana perusahaan menyajikan penawaran produk pada segmentasi pasar tertentu, yang merupakan sasaran pasarnya. Marketing Mix merupakan kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran, variabel yang dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk mempengaruhi reaksi pembeli atau konsumen. Adapun unsur atau variabel dalam bauran pemasaran terdiri dari: Strategi Produk, Strategi Harga, Strategi Penyaluran/Distribusi, dan Strategi Promosi (Assauri, 2017 : 198).

Bauran Pemasaran (Marketing Mix) menurut (Kasmir, 2007 : 186) adalah kegiatan pemasaran yang dilakukan secara terpadu. Artinya kegiatan ini dilakukan secara bersamaan di antara elemen-elemen yang ada dalam Marketing Mix itu sendiri. Setiap elemen tidak dapat berjalan sendiri-sendiri tanpa dukungan dari elemen yang lain. Elemen-elemen yang ada dalam Marketing Mix adalah 4P yaitu Product (produk), Price (harga), Place (lokasi), dan Promotion (promosi).

Adapun dalam buku Manajemen Pemasaran Bank (Surmarni, 2002 : 246) menjelaskan bahwa bauran pemasaran (Marketing Mix) adalah kombinasi dari empat variabel/ kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran yaitu produk, harga, promosi dan distribusi. Atau dengan kata

lain, marketing mix merupakan kumpulan variabel-variabel yang dapat digunakan oleh perusahaan/bank untuk mempengaruhi tanggapan konsumen. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa, “marketing mix” merupakan satu perangkat yang akan menentukan tingkat keberhasilan pemasaran dan semua itu ditujukan untuk memberikan kepuasan kepada pangsa pasar atau konsumen yang dipilih.

Menurut (Muhammad, 2011 : 234) Bauran Pemasaran merupakan seperangkat alat yang terdiri dari aspek Produk, Harga, Lokasi dan Promosi yang diolah komposisinya menjadi ideal dan dipergunakan oleh lembaga dalam pasar sasaran untuk mencapai tujuannya. Berikut adalah Bauran Pemasaran di Bank Syariah :

Gambar 2.2

Bauran Pemasaran di Bank Syariah

Adapun variabel-variabel dalam Bauran Pemasaran (Marketing

Mix) sebagai berikut:

a. Strategi Produk

Produk secara umum diartikan sebagai sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan. Artinya apapun

BAURAN PEMASARAN

PRODUK HARGA PROMOSI TEMPAT

Keanekaragaman Produk Kualitas Desain Bentuk Merek Kemasan Ukuran Pelayanan Jaminan Daftar Harga Potongan Jangka Waktu Marjin Keuntungan Bagi Hasil Syarat Kredit Promosi Penjualan Iklan/ Advertising Humas Pemasaran Langsung Publishing Saluran Lokasi Transportasi Ruang Lingkup PASAR SASARAN

wujudnya, selama itu dapat memenuhi keinginan pelanggan dan kebutuhan kita dapat dikatakan sebagai produk. Untuk merebut calon nasabah, maka bank harus berusaha keras. Nasabah tidak akan datang sendiri tanpa ada sesuatu yang menarik perhatian, sehingga berminat untuk membeli produk bank. Yang paling utama untuk menarik perhatian dan minat nasabah adalah keunggulan produk yang dimiliki. Keunggulan ini harus dimiliki jika dibandingkan dengan produk lain dan untuk memberikan keunggulan maka bank perlu melakukan strategi produk. Menurut Kasmir (2007 : 190) Strategi Produk yang dilakukan oleh perbankan dalam mengembangkan suatu produk adalah sebagai berikut:

1) Penentuan Logo dan Moto

Logo Merupakan ciri khas suatu bank, sedangkan moto merupakan serangkaian kata-kata yang berisikan misi dan visi bank dalam melayani masyarakat. Baik logo maupun moto harus dirancang dengan benar. Pertimbangan pembuatan logo dan moto adalah sebagai berikut:

(a) Memiliki arti (dalam arti positif) (b) Menarik Perhatian

(c) Mudah diingat 2) Menciptakan Merek

Untuk berbagai jenis jasa bank yang ada perlu diberikan merek tertentu. Merek merupakan sesuatu untuk mengenal barang atau jasa yang ditawarkan. Pengertian merek sering diartikan sebagai nama, istilah, symbol, disain atau kombinasi dari semuanya. Penciptaan merek harus mempertimbangkan faktor-faktor antara lain:

(a) Mudah diingat

(b) Terkesan hebat dan modern (c) Memiliki arti (dalam arti positif) (d) Menarik perhatian

3) Menciptakan kemasan

Kemasan merupakan pembungkus suatu produk. Dalam dunia perbankan kemasan lebih diartikan kepada pemberian pelayanan atau jasa kepada para nasabah disamping juga sebagai pembungkus untuk beberapa jenis jasanya seperti buku tabungan, cek, bilyet giro, atau kartu kredit.

4) Keputusan label

Label merupakan sesuatu yang dilengketkan pada produk yang ditawarkan dan merupakan bagian dari kemasan. Di dalam label menjelaskan siapa yang membuat, di mana dibuat, kapan dibuat, cara menggunakannya dan informasi lainnya.

Strategi Produk menurut (Assauri, 2017 : 199) adalah menetapkan cara dan penyediaan produk yang tepat bagi pasar yang dituju, sehingga dapat memuaskan para konsumennya dan sekaligus dapat meningkatkan keuntungan perusahaan dalam jangka panjang, melalui peningkatan pennualan dan peningkatan share pasar. Tujuan utama strategi produk adalah untuk dapat mencapai sasaran pasar yang dituju dengan meningkatkan kemampuan bersaing atau mengatasi persaingan. Oleh karena itu, strategi produk sebenarnya merupakan strategi pemasaran, sehingga gagasan atau ide untuk melaksanakannya harus datang dari bagian atau bidang pemasaran. b. Strategi Harga

Menurut (Assauri, 2017 : 199) Harga merupakan salah satu unsur marketing mix yang menhasilkan penerimaan penjualan, sedangkan unsur lainnya hanya unsur biaya saja. Walaupun penentuan harga merupakan persoalan penting, masih banyak perusahaan yang kurang sempurna dalam menangani permasalahan penetapan harga tersebut. Karena menghasilkan penerimaan penjualan, maka harga mempengaruhi tingkat penjualan, tingkat keuntungan, serta share pasar yang dapat dicapai oleh perusahaan. Peranan harga sangat penting terutama untuk menjaga dan meningkatkan posisi perusahaan

di pasar, yang tercermin dalam share pasar perusahaan, disamping untuk meningkatkan penjualan dan keuntungan perusahaan. Dengan kata lain, penetapan harga mempengaruhi kemampuan bersaing perusahaan dan kemampuan perusahaan mempengaruhi konsumen.

Dalam perbankan harga adalah salah satu aspek penting dalam

marketing mix. Karena penentuan harga menjadi sangat penting untuk

diperhatikan, mengingat harga sangat menentukan laku tidaknya produk dan jasa perbankan. Harga bagi bank yang berdasarkan prinsip syariah adalah bagi hasil. Penentuan harga oleh suatu bank dimaksudkan ntuk berbagai tujuan yang hendak di capai, diantaranya yaitu :

1) Untuk bertahan hidup

Dalam hal ini bank menentukan harga semurah mungkin dengan maksud produk atau jasa yang ditawarkan laku dipasaran, misalnya untuk bunga simpanan tinggi dan bunga pinjaman rendah tetapi dalam kondisi masih menguntungkan.

2) Untuk memaksimalkan laba

Tujuan harga ini dengan mengharapkan penjualan meningkat sehingga laba dapat ditingkatkan. Penentuan harga biasanya dapat dilakukan dengan harga murah atau tinggi.

3) Untuk memperbesar market share

Penentuan harga ini dengan harga yang murah sehingga diharapkan jumlah pelanggan meningkat dan diharapkan pula pelanggan pesaing beralih ke produk yang ditawarkan seperti penentuan suku bunga simpanan yang lebih tinggi dari pesaing.

4) Mutu produk

Tujuannya adalah untuk memberikan kesan bahwa produk atau jasa yang ditawarkan memiliki kualitas yang tinggi dan biasanya harga jual ditentukan setinggi mungkin.

5) Pesaing

Dalam hal ini penentuan harga dapat melihat harga pesaing. Tujuannya adalah agar harga yang ditawarkan jangan melebihi harga pesaing artinya bunga simpanan di atas pesaing dan bunga pinjaman di bawah pesaing (Kasmir, 2007 : 198).

c. Strategi Lokasi

Penentuan lokasi kantor cabang bank dilakukan untuk cabang utama, cabang pembantu atau kantor kas. Penentuan lokasi kantor beserta sarana dan prasarana pendukung menjadi sangat penting, hal ini disebabkan agar nasabah mudah menjangkau setiap lokasi bank yang ada. Demikian pula sarana dan prasarana harus memberikan rasa yang nyaman dan aman kepada seluruh nasabah yang berhubungan dengan bank (Kasmir, 2007 : 206).

Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan dan penentuan loaksi suatu bank adalah dengan pertimbangan sebagai berikut:

1) Dekat dengan kawasan industri atau pabrik 2) Dekat dengan lokasi perkantoran

3) Dekat dengan lokasi pasar

4) Dekat dengan lokasi perumahan atau masyarakat

5) Mempertimbangkan jumlah pesaing yang ada disuatu lokasi d. Strategi Promosi

Promosi merupakan elemen bauran pemasaran yang berfokus pada upaya menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan kembali konsumen akan merek dan produk perusahaan (Tjiptono : 2019 : 387). Dalam dunia perbankan, promosi adalah kegiatan yang dilakukan oleh setiap bank untuk mempromosikan seluruh produk dan jasa yang dimilikinya baik langsung maupun tidak langsung. Menginformasikan segala jenis produk yang ditawarkan dan berusaha menarik calon nasabah yang baru merupakan tujuan dari promosi

dalam sebuah bank (Kasmir, 2007 : 213). Adapun macam sarana promosi yang dapat digunakan yaitu :

1) Periklanan (Advertising)

Iklan adalah saranan promosi yang digunakan oleh bank guna menginformasikan, menarik, dan mempengaruhi calon nasabahnya. 2) Promosi penjualan (Sales Promotion)

Promosi penjualan dilakukan untuk menarik nasabah untuk segera membeli setiap produk atau jasa yang ditawarkan. Oleh karena itu, agar nasabah tertarik untuk membeli maka perlu dibuatkan promosi penjualan yang semenarik mungkin.

3) Publisitas (Publicity)

Publisitas merupakan kegiatan promosi untuk memancing nasabah melalui kegiatan seperti pameran, bakti sosial, perlombaan cerdas cermat, kuis setra kegiatan lainnya melalui berbagai media.

4) Penjualan pribadi (Personel Selling)

Penjualan pribadi secara umum dilakukan oleh seluruh pegawai bank, mulai dari cleaning service, satpam sampai pejabat bank. Secara khusus Personel Selling dilakukan oleh petugas customer

service atau service assistensi.