• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bauran Pemasaran Ritel (Ritail Marketing Mix)

TINJAUAN PUSTAKA

2.4 Bauran Pemasaran Ritel (Ritail Marketing Mix)

Bauran pemasaran merupakan salah satu konsep utama dalam pemasaran dan menjadi alat penting bagi aktivitas pemasaran perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan. Pemasaran memiliki fungsi yang penting dalam mencapai keberhasilan dan keberlangsungan usaha. Dalam mencapai keberhasilan pemasaran, setiap pelaku usaha perlu menyusun strategi pemasaran yang efektif dengan mengkombinasikan elemen-elemen dalam bauran pemasaran. Sebagaimana menurut Kotler dan Amstrong (2007:200) menyatakan bahwa bauran pemasaran digunakan perusahaan untuk mendapatkan respon dalam target pasar.

Bauran Pemasaran merupakan strategi pemasaran yang menggunakan kombinasi empat variabel atau kegiatan yang terdiri dari produk, penentuan harga, promosi, distribusi, digabung untuk menghasilkan respon yang diinginkan pasar sasaran. Dari masing-masing variable trsebut mempunyai penetapan strategi sendiri untuk mencapai tujuan yang optimal. Strategi tersendiri untuk mencapai tujuan yang optimal.

Apabila keempat bauran pemasaran tersebut dapat diterapkan dengan baik, maka tujuan dari pemasaran akan bisa dicapai. Keempat bauran pemasaran yaitu:

a) Produk

Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan kepada seseorang untuk memuaskan suatu kebutuhan atau keinginan. Konsumen akan menyukai produk yang ditawarkan memiliki fitur yang bermutu dengan harga terjangkau. Para peritel akan

menawarkan produk yang berkualitas dan memperbaiki diri dari waktu ke waktu. Peritel harus mampu menjaga kontinuitas produk yang ditawarkan. Produk merupakan unsur yang paling penting, oleh karena itu peritel akan berusaha memenuhi kebutuhan kebutuhan para konsumen melalui produk. Produk akan berkaitan erat terhadap beberapa hal: mutu, merk, kemasan, daya tahan, manfaat, inovasi dan warna. Kualitas produk dalam hal bisnis ritel perlu menjadikan perhatian penting, hindarkan kualitas barang yang tidak baik karena akan mengecewakan pihak konsumen.

b) Harga

Harga seringkali dikaitkan dengan kualitas, konsumen cenderung untuk menggunakan harga sebagai indikator kualitas atau kepuasan potensial dari suatu produk. Penetapan harga adalah yang paling sulit diantara unsur-unsur dalam bauran pemasaran ritel, dan harga merupakan satu-satunya unsur dalam pemasaran ritel yang akan mendatangkan laba bagi peritel. Sebuah toko dapat menjadi terkenal karena harga jual yang ditetapkan cukup murah atau harga jual yang ditetapkan merupakan harga pasar.

Berdasarkan hal itu, pengecer harus dapat menetapkan harga yang tepat untuk barang-barang yang akan dijualnya, sehingga kelancaran penjualan barang akan lebih terjamin.Persepsi konsumen terhadap harga baik apabila konsumen merasa harga murah dan terjangkau, harga yang ditawarkan sebanding dengan kualitas produk, harga sesuai dengan keunikan produk.

c) Promosi

Promosi adalah program pemberian insentif yang diberikan kepada konsumen atau saluran pemasaran yang bertujuan untuk mendorong agar konsumen mau mencoba,

satu faktor yang diperlukan bagi keberhasilan dan strategi pemasaran yang diterapkan dalam bisnis. Promosi adalah salah satu cara untuk mengembangkan dan mempertahankan bisnis. Produk tidak akan dibeli bahkan dikenal apabila konsumen tidak mengetahui kegunaannya dan keunggulannya.

Tipe-tipe promosi penjualan berikut keuntungan dari promosi penjualan adalah:

1) Hadiah pada saat pembelian, menyebabkan naiknya penjualan untuk jangka waktu pendek, meningkatkan jumlah pengunjung.

2) Harga diskon, bertujuan untuk mengurangi persediaan barang yang menumpuk, mendorong naiknya penjualan.

3) Kupon memotivasi konsumen untuk membeli produk yang menawarkan kupon potongan harga.

4) Point of purchase displays, meningkatkan penjualan produk yang menawarkan point of purchase displays.

5) Demonstrasi menginformasikan kepada konsumen tentang suatu produk dan kegunannya, meningkatkan jumlah pengunjung.

6) Undian berhadiah untuk menarik minat konsumen dan meningkatkan penjualan.

d) Saluran Distribusi/Tempat

Saluran distribusi yang dapat dilihat sebagai sekumpulan organisasi yang saling tergantung satu sama lainnya yang terlibat dalam proses penyediaan sebuah produk atau pelayanan untuk digunakan atau dikonsumsi. Lokasi bisnis ritel akan mempengaruhi kecepatan bisnis berkembang, memudahkan para konsumen menghampirinya, mengenalnya dan membeli produknya. Pemilihan lokasi dapat disesuaikan dengan jenis

produk ritel yang akan diperjualbelikan. Pemilihan lokasi akan sangat mempengaruhi tingkat kesusksesan pada bisnis ritel, lokasi yang startegis akan menentukan kelangsungan hidup, perkembangan dan ketahanan bersaing.

2.5. Pasar

Pasar dapat diartikan sebagai tempat dimana terjadinya pertemuan pembeli dan penjual dan untuk mempertukarkan barang-barang mereka. Para ahli ekonomi menggunakan istilah pasar untuk menyatakan sekumpulan pembeli dan penjual yang melakukan transaksi atas suatu produk. Sedangkan dalam manajemen pemasaran konsep pasar terdiri atas semua pelanggan potensial yang mempunyai kebutuhan atau keinginan tertentu yang mungkin bersedia dan mampu melibatkan diri dalam suatu pertukaran untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan.

Pasar memiliki fungsi sebagai penentu nilai suatu barang, penentu jumlah produksi, mendistribusikan produk, melakukan pembatasan harga dan menyediakan barang dan jasa untuk jangka panjang. Dengan demikian pasar sebagai tempat terjadinya transaksi jual beli, merupakan fasilitas publik yang sangat penting bagi perekonomian suatu daerah dan juga menjadi barometer bagi tingkat pertumbuhan ekonomi masyarakat.

2.5.1 Permintaan Pasar

Permintaan adalah kemampuan dan keinginankonsumen untuk membeli suatu barang ataujasa pada berbagai tingkat (pilihan) harga selama periode tertentu.Permintaan dibedakan ke dalam permintaan efektif dan permintaan tidak efektif. Yang dimaksud dengan permintaan efektif adalah permintaan yang didukung oleh daya beli, sedangkan yang dimaksud dengan permintaan tidak efektif adalah

permintaan yang tidak didukung oleh daya beli. Karena permintaan ada kaitannya dengan daya beli dan daya beli nantinya akan dikaitkan dengan harga maka akan ada hubungan antara harga dengan produk. Harga suatu produk akan sangat mempengaruhi permintaan akan produk itu sendiri. Hubungan antara harga suatu produk dan permintaan akan produk dirumuskan dalam suatu hukum yang dikenal dengan nama hukum permintaan.

2.5.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan

Nicholson (1991) menyatakan ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi permintaan adalah :

a. Harga barang yang bersangkutan

Pada umumnya, hubungan antara tingkat harga dan jumlah permintaan adalah negatif.Semakin tinggi tingkat harga, maka semakin rendah jumlah permintaan, demikian pula sebaliknya. Secara lebih spesifik pengaruh harga barang terhadap permintaan ini dapat diurai lagi menjadi:

1. Efek substitusi

Efek substitusi berarti bahwa jika harga suatu barang naik, maka hal ini akan mendorong konsumen untuk mencari barang lain yang bisa menggantikan fungsi dari barang yang harganya naik tersebut (barang substitusi). Karenanya permintaan terhadap barang tersebut akan menurun sebab konsumen beralih kepada barang substitusinya.

2. Efek Pendapatan

Efek pendapatan berarti bahwa jika harga suatu barang naik, maka berarti pula secara riil pendapatan konsumen turun sebab dengan pendapatan yang sama ia hanya

dapat membeli barang lebih sedikit. Akibatnya, ia akan mengurangi permintaannya terhadap barang tersebut.

b. Pendapatan Konsumen tersebut.

Hubungan pendapatan konsumen dengan kuantitas barang yang diminta dapat positif dan dapat pula negatif, tergantung macam barang yang dihadapi konsumen. Jika sebagian besar konsumen menilai suatu barang sebagai barang yang dianggap rendah (inferior), maka permintaan mereka akan berkurang bila ada kenaikan dalam tingkat pendapatan mereka dan demikian pula sebaliknya. Di lain pihak bila barang itu normal atau superior, maka bila pendapatan konsumen meningkat, jumlah barang normal yang diminta akan meningkat pula. Hal ini disebabkan karena ketika pendapatan konsumen menurun, mereka akan cenderung membeli barang-barang yang berkualitas rendah.

Sebaliknya, ketika pendapatan konsumen meningkat, mereka akan cenderung membeli barang-barang yang berkualitas baik.

c) Harga barang lain yang terkait

Yang dimaksud dengan barang lain yang terkait adalah substitusi dan komplementer dari barang tersebut. Jika barang substitusinya turun, maka permintaan terhadap barang tersebut juga turun, sebab konsumen mengalihkan permintaannya pada barang substitusi.Sebaliknya, jika barang substitusi naik, maka permintaan terhadap barang tersebut juga naik. Sementara jika harga barang komplementernya naik, maka permintaan terhadap barang tersebut akan turun. Sebaliknya, jika harga barang komplementernya turun, maka permintaan terhadap barang tersebut akan naik.

d) Selera dan Preferensi Konsumen

Selera dan preferensi konsumen terhadap barang tertentu akan sangat berpengaruh pada jumlah permintaan barang tersebut. Semakin tinggi selera dan preferensi konsumen akan suatu barang, maka permintaan terhadap barang tersebut juga akan bertambah.

e) Ekspektasi (pengharapan)

Harapan konsumen terhadap harga dan tersedianya barang di masa depan, serta kemungkinan substitusinya akan mempengaruhi permintaan akan barang tersebut.

Harapan konsumen dalam hubungannya dengan harga barang di masa yang akan datang memberikan dampak positif pada perusahaan bila konsumen merasa pesimis, sehingga konsumen akan meminta lebih banyak barang pada saat ini, dan memberikan dampak negatif bila konsumen merasa optimis karena konsumen akan meminta lebih sedikit akan barang tersebut pada saat ini.

2.5.3 Penawaran Pasar

Penawaran (Supply) adalah total kuantitasbarang/jasa yang ingin dan dapat ditawarkan oleh produsen padaberbagai tingkat harga selama satu periode tertentu.

Hukum penawaran menjelaskan hubungan antara banyaknyabarang/jasa yang ditawarkan denganharganya.Hukum penawaran menyatakan, “semakin rendah harga suatu barang/jasa, semakin sedikit penawaran atas barang/jasa tersebut, ceteris paribus.Sebaliknya, semakin tinggi harga suatu barang/jasa, semakin banyak penawaran atas barang/jasa tersebut, ceteris paribus.”Sikap produsen (penjual) berlawanan arah dengan sikap konsumen (pembeli).

Pembeli akan sangat senang dengan kualitas yang tidak berubah sedangkan harganya semakin rendah (turun), sementara produsen (penjual) akan senang jika produk dengan kualitas tertentu akan tetapi harga yang terjadi di pasar semakin tinggi (naik).Hubungan antara harga dan kuantitas penawaran adalah hubungan positif atau hubungan searah yang berarti jika harga semakin tinggi (naik) maka kuantitas penawaran akan semakin besar juga, dan jika harga turun maka kuantitas penawaran dari produsen (penjual) akan semakin kecil (sedikit).

2.5.4 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran

Nicholson (1991) menyatakan adapun faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran yakni:

1. Harga barang itu sendiri

Dalam penentuan harga mengacu pada dua hal: yakni jumlah biaya produksi per unit dan margin laba yang diharapkan dan harga pesaing. Dalam hal penentuan harga yang pertama, jika meningkatnya harga disebabkan oleh kenaikan margin laba, maka perusahaan akan meningkatkan penawaran produk dan jasanya karena dapat meningkatkan penerimaan penjualan. Sebaliknya jika margin laba menurun, maka penawaran barang dan jasa menurun dengan asumsi daya beli konsumen terbatas. Jika konsumsi meningkat, penurunan harga bisa saja diikuti oleh peningkatan penawaran, karena bisa mendapatkan tambahan penerimaan penjualan dari penambahan penawaran.

2. Harga barang-barang lain.

Barang lain yang dimaksud adalah barang subtitusi dan barang komplementer.

3. Biaya produksi

Biaya produksi secara umum meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan

biaya asset produktif, dan biaya-biaya lainnya. Kenaikan terhadap biaya-biaya tersebut dapat mengurangi jumlah penawaran barang dengan asumsi modal financial tidak bertambah, dan juga sebaliknya.

4. Tujuan perusahaan

Tujuan perusahaan antara lain dapat dipahami dari motif perusahaan untuk mendapatkan eksis di pasar. Jika peruashaan memiliki motif untuk menjadi pengendali pasar, maka perusahaan tersebut akan menawarkan produk dan jasanya dalam jumlah yang dominan, sedangkan jika perusahaan hanya ingin menjadi pengikut pasar, maka dia akan menawarkan barang dan jasanya dalam jumlah yang sedikit.

5. Teknologi yang digunakan.

Teknologi adalah berupa metode atau cara untuk menciptakan efisiensi dan efektif produksi, dan oleh sebab itu teknologi bisa melekat pada sumber sumber daya manusia dan bisa pada asset produktif.

6. Permintaan

Bertambahnya permintaan konsumen akan merangsang perusahaan untuk meningkatkan barang dan jasanya.

Dokumen terkait