• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sebelum dilakukan uji regresi berganda akan dilakukan uji asumsi klasik sebagai berikut:

a.BUjiBMultikolinieritasB

Uji multikoleniaritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas atau independen (Imam Ghozali, 2011:105). Jika terjadi kolerasi, maka dinamakan terdapat problem Multikolinieritas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Uji multikolinieritas pada penelitian dilakukan dengan matriks kolerasi. Pengujian ada tidaknya gejala multikolinearitas dilakukan dengan memperhatikan nilai matriks kolerasi yang dihasilkan pada saat pengolahan data serta nilai VIF (variance inflation factor)dan tolerance-nya. Apabila nilai matriks korelasi tidak ada yang lebih besar dari 0,5 maka dapat dikatakan data yang akan dianalisis terlepas dari gejala multikolinearitas. Kemudian apabila nilai VIF berada dibawah 10 dan nilai

tolerance mendekati 1, maka diambil kesimpulan bahwa model regresi tersebut tidak terdapat problem multikolineritas.

b.UjiBNormalitasBDataB

Cara yang sering digunakan dalam menentukan apakah suatu model berdistribusi normal atau tidak hanya dengan melihat pada histogram residual apakah memiliki bentuk seperti “lonceng” atau tidak. Cara ini menjadi fatal karena pengambilan keputusan data berdistribusi normal atau tidak hanya berpatok pada pengamatan gambar saja. Ada cara lain untuk menentukan data berdistribusi normal atau tidak dengan menggunakan rasio skewness dan rasio kurtosis. Rasio skewness dan rasio kurtosis dapat dijadikan petunjuk apakah suatu data berdistribusi normal atau tidak. Rasio skewness adalah nilai skewnes dibagi dengan standard error skewness, sedang rasio kurtosis adalah nilai kurtosis dibagi dengan standard error

kurtosis. Sebagai pedoman, bila rasio kurtosis dan skewness berada di antara –2 hingga +2, maka distribusi data adalah normal (Santoso, 2000: 53).

c.BUjiBHeterokedastisitasB

Uji Heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi liner kesalahan pengganggu (e) mempunyai varians yang sama atau tidak dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Untuk menguji Hiteroskedastisitas dapat diketahui dari nilai signifikan korelasi Rank Spearman antara masing-masing variabel independen dengan residualnya. Jika nilai signifikan lebih besar dari α (5%) maka tidak terdapat Heteroskedastisitas dan sebaliknya jika lebih kecil dari α (5%) maka terdapat Heteroskedastisitas.

d.UjiBLinearitasB

Uji Linearitas bertujuan untuk mengetahui apakah variabel mempunyai hubungan yang linear atau tidak secara signifikan. Uji ini biasanya digunakan sebagai prasyarat dalam analisis korelasi atau regresi linear. Dasar pengambilan keputusan dalam uji linearitas adalah:

- Jika nilai probabilitas > 0,05, maka hubungan antara variabel PRP dan HACCP dengan variabel jaminan keamanan makanan adalah linear.

- Jika nilai probabilitas < 0,05, maka hubungan antara variabel PRP dan HACCP dengan variabel jaminan keamanan makanan adalah tidak linear 2. RegresiBLinearBMandaB

Menurut Sugiyono (2013:275), analisis regresi linear ganda digunakan oleh peneliti, bila penelitian bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variabel dependen, bila dua variabel independen sebagai faktor predictor dimanipulasi (dinaik turunkan nilainya). Jadi, analisis regresi ganda akan dilakukan bila jumlah variabel independennya minimal dua.

Nilai yang didapat dari analisis regresi linear ganda ini biasanya dalam bentuk persamaan. Persamaan tersebut kemudian dapat menjelaskan bagaimana naik turunnya nilai X dapat mempengaruhi nilai Y. Pada dasarnya hasil akhir dari analisis

ini adalah nilai r yang hanya menjelaskan hubungan antar variabel yang diteliti. Tetapi kemudian dapat dihitung nilai pengaruhnya dengan koefisien determinasi, sehingga bisa menjawab hipotesis yang diajukan.

Analisis regresi linier ganda menggunakan program SPSS 17 for windows. Berdasarkan tujuan dilakukannya penelitian ini, maka variabel yang dianalisis adalah

variabel independent yaitu penerapan Pre-Requisite Program ( ) dan implementasi HACCP ( ). Sedangkan variabel dependent adalah jaminan keamanan makanan (Y). Data hasil tabulasi diterapkan pada pendekatan penelitian yaitu dengan analisis regresi linier :

YB=Ba+ B

Sumber : Sugiyono (2013:275)

KeteranganB:B

Y = Jaminan keamanan makanan a = Intersep

b = Koefisien arah regresi = Pre-Requisite Program

= prinsip HACCP 3.8.5 AnalisisBDeskriptifB

Teknik analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis hasil penelitian terhadap steward dengan jumlah populasi sebanyak sembilan orang. Analisis deskriptif dengan statistik deskriptif digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Penelitian ini dilakukan pada populasi tanpa diambil sampelnya sehingga akan menggunakan statistik deskriptif (Sugiyono, 2013:207).

3.8.6 RancanganBPengujianBHipotesisB

Objek penelitian yang menjadi variabel bebas atau independent variable yaitu penerapan Pre-Requisite Program (variabel ) dan prinsip HACCP (variabel , sedangkan yang menjadi variabel terikat atau dependent variable yaitu jaminan keamanan makanan (variabel Y).

3.8.7BBB PengujianBHipotesisBdanBSignifikansiBSecaraBSimultanB(UjiBF)B

Dengan memperhatikan karakteristik variabel yang akan diuji, maka uji statistik yang digunakan adalah melalui Uji F untuk mengetahui pengaruh variabel bebas secara bersama-sama atau simultan terhadap variabel terikat. Pengujian hipotesis menggunakan program SPSS 17 for windows. Kriteria pengambilan keputusan untuk hipotesis yang diajukan adalah :

Jika , maka Ho ditolak dan Ha diterima Jika , maka Ho diterima dan Ha ditolak

Secara statistik, hipotesis yang akan diuji dalam rangka pengambilan keputusan penerimaan atau penolakan hipotesis dapat dituis sebagai berikut :

Ho : b = 0, artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan Pre-Requisite Program dan implementasi HACCP terhadap jaminan keamanan makanan.

Ha : b 0, artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan

Pre-Requisite Program dan implementasi HACCP terhadap jaminan keamanan makanan.

3.8.8B PengujianBHipotesisBdanBSignifikansiBSecaraBParsialB(UjiBt)B

Signifikansi koefisien korelasi antara variabel , variabel dan Y diuji dengan membandingkan dan menggunakan program SPSS 17 for windows. Kriteria pengambilan keputusan untuk hipotesis yang diajukan adalah :

Jika Jika > , maka Ho ditolak dan Ha diterima Jika Jika < , maka Ho diterima dan Ha ditolak

Secara statistik, hipotesis yang akan diuji dalam rangka pengambilan keputusan penerimaan atau penolakan hipotesis dapat dituis sebagai berikut :

: Terdapat pengaruh yang signifikan dan positif antara penerapan Pre-Requisite Program terhadap jaminan keamanan makanan di Aston Braga Hotel & Residence.

: Terdapat pengaruh yang signifikan dan positif antara implementasi HACCP terhadap jaminan keamanan makanan di Aston Braga Hotel & Residence.

: Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dan positif antara penerapan Pre-Requisite Program terhadap jaminan keamanan makanan di Aston Braga Hotel & Residence.

: Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dan positif antara implementasi HACCP terhadap jaminan keamanan makanan di Aston Braga Hotel & Residence.

BABBVB

SIMPULANBDANBSARANB

Dokumen terkait