• Tidak ada hasil yang ditemukan

Beban terfaktor kolom

(SRBKK) 15.11.1 Ruang lingkup

15.13.8 Beban terfaktor kolom

Sebagai tambahan dari ketentuan pada Butir 15.6, beban terfaktor kolom harus ditentukan berdasarkan kombinasi pembebanan (6.2-5) dan (6.2-6), kecuali bahwa momen dan gaya aksial yang diteruskan kepada kolom pada sambungan Link atau batang bresing tidak kurang dari gaya-gaya yang ditimbulkan oleh 1,1 kali tahanan nominal Link sebesar 1,1RyVn, dengan Vn ditentukan seperti pada Butir 15.13.2.4.

Tabel 15.2-1 Tabel di bawah ini menunjukkan klasifikasi sistem struktur, sistem pemikul beban gempa, faktor modifikasi respons, R, dan faktor kuat cadang struktur, Ω0.

Sistem Struktur Deskripsi Sistem Pemikul Beban Gempa R Ω0

1. Dinding penumpu dengan rangka baja ringan dan bresing baja tarik

2,8 2,2 1. Sistem Dinding Penumpu

[Sistem struktur yang tidak memiliki rangka ruang pemikul beban gravitasi secara lengkap. Dinding penumpu atau sistem bresing memikul hampir semua beban gravitasi. Beban lateral dipikul dinding geser atau rangka bresing.]

2. Rangka bresing di mana bresing memikul beban gravitasi 4,4 2,2

1. Sistem rangka bresing eksentris (SRBE) 7,0 2,8

2. Sistem rangka bresing konsentrik biasa (SRBKB) 5,6 2,2

2. Sistem Rangka Bangunan

[Sistem struktur yang pada dasarnya memiliki rangka ruang pemikul beban gravitasi secara lengkap. Beban lateral dipikul

dinding geser atau rangka bresing.] 3. Sistem rangka bresing konsentrik khusus (SRBKK) 6,4 2,2

1. Sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK) 8,5 2,8

2. Sistem rangka pemikul momen terbatas (SRPMT) 6,0 2,8

3. Sistem rangka pemikul momen biasa (SRPMB) 4,5 2,8

3. Sistem Rangka Pemikul Momen

[Sistem struktur yang pada dasarnya memiliki rangka ruang pemikul beban gravitasi secara lengkap. Beban lateral dipikul rangka pemikul momen terutama melalui mekanisme lentur.]

4. Sistem rangka batang pemikul momen khusus

(SRBPMK)

6,5 2,8

1. Dinding geser beton dgn SRPMB baja 4,2 2,8

2. SRBE baja a. Dengan SRPMK baja 8,5 2,8 b. Dengan SRPMB baja 4,2 2,8 3. SRBKB baja a. Dengan SRPMK baja 6,5 2,8 b. Dengan SRPMB baja 4,2 2,8 4. SRBKK baja a. Dengan SRPMK baja 7,5 2,8 4. Sistem Ganda

[Terdiri dari: 1) rangka ruang yang memikul seluruh beban gravitasi; 2) pemikul beban lateral berupa dinding geser atau rangka bresing dengan rangka pemikul momen. Rangka pemikul momen harus direncanakan secara terpisah mampu memikul

sekurang-kurangnya 25% dari seluruh beban lateral; 3) kedua

sistem harus direncanakan untuk memikul secara bersama-sama seluruh beban lateral dengan memperhatikan interaksi sistem ganda.]

b. Dengan SRPMB baja 4,2 2,8

5. Sistem Bangunan Kolom Kantilever

[Sistem struktur yang memanfaatkan kolom kantilever untuk memikul beban lateral.]

Tabel 15.7-1 Nilai batas perbandingan lebar terhadap tebal, λp, untuk elemen tekan

Keterangan elemen Perbandingan lebar terhadap tebal

Nilai batas perbandingan lebar terhadap tebal

p

λ

Sayap-sayap profil I, profil hibrida atau profil tersusun dan profil kanal dalam lentur

b/t

y

f

135

Pelat-pelat badan pada kombinasi lentur dan aksial tekan hc/tw Bila 125NubNy ≤0, ⎥ ⎥ ⎦ ⎤ ⎢ ⎢ ⎣ ⎡ − y b u y N N f 1 1,54φ 365 . 1 Bila 125NubNy >0, y y b u y N f N f 665 33 . 2 500 ≥ ⎥ ⎥ ⎦ ⎤ ⎢ ⎢ ⎣ ⎡ − φ Penampang baja bulat

berongga dalam aksial tekan atau lentur

D/t

y f 000 . 9

Penampang baja persegi berongga dalam aksial tekan atau lentur

b/t atau hc/t

y

f

16. PENGGAMBARAN

16.1 Aturan penggambaran

Bab ini mengatur tata cara penggambaran untuk gambar rencana, gambar kerja, gambar lapangan, dan gambar pelaksanaan.

Gambar-gambar harus dipersiapkan sesuai dengan standar-standar mengenai tata cara pembuatan gambar teknik yang diakui. Demikian juga penggunaan simbol-simbol untuk pengelasan harus mengikuti pedoman dan standar-standar yang diakui.

16.2 Informasi yang harus ditunjukan pada gambar

Gambar-gambar harus memberikan informasi mengenai dimensi, bentuk penampang, dan posisi relatif setiap komponen struktur. Gambar-gambar tersebut juga harus menunjukkan dimensi, ketinggian lantai, sumbu-sumbu kolom, dan titik-titik kumpul serta sambungan-sambungan dari setiap komponen struktur.

Gambar-gambar harus disiapkan dengan skala yang cukup sehingga dapat menyampaikan informasi dengan jelas.

Bila diperlukan, gambar-gambar harus menunjukan mutu material baja yang harus digunakan.

Bila digunakan baut atau baut mutu tinggi, mutu baut harus diperlihatkan secara jelas pada gambar.

Lawan lendut struktur rangka batang dan balok-balok harus diperlihatkan pada gambar.

Pada bagian-bagian yang di rencanakan untuk kontak logam dengan logam seperti pada pelat landas kolom, sambungan lapis kolom atau pada tumpuan pengaku pada sayap balok, besarnya pemesinan atau pembubutan yang diperlukan pada ujung-ujung bagian tersebut harus diperlihatkan secukupnya.

16.3 Penggambaran balok badan terbuka

Balok badan terbuka adalah balok pemikul lantai yang pelat badannya terdiri dari rangka batang.

Gambar-gambar rencana harus memperlihatkan:

a) jarak maksimum antar balok, lawan lendut, tinggi balok maksimum, dan landasan;

b) Ukuran dari pelat landas bila balok tidak ditumpu oleh komponen struktur baja;

c) Pengangkeran yang diperlukan; d) Pengaku yang diperlukan;

e) Cara dan jarak pengikatan lantai baja pada sisi atas balok.

Pada gambar-gambar rencana perlu dicantumkan peringatan bahwa pengikatan untuk elemen-elemen mekanikal, elektrikal, dan pipa-pipa lainnya harus menggunakan alat penjepit yang memenuhi syarat atau baut penyambung berbentuk U. Pengeboran atau pemotongan hanya boleh dilakukan seijin perencana.

17. PABRIKASI

17.1 Umum

Suatu komponen struktur yang dipabrikasi harus ditolak bila:

a) mutu materialnya tidak memenuhi persyaratan pada Butir 17.2; atau

b) pabrikasinya tidak memenuhi persyaratan pada Butir 17.3; atau c) tidak memenuhi toleransi yang disyaratkan pada Butir 17.4. Namun, komponen struktur yang dipabrikasi tersebut dapat juga diterima bila memenuhi hal-hal berikut:

(i) dapat dibuktikan bahwa secara struktural tetap memenuhi syarat dan fungsi yang diharapkan; atau

(ii) lulus pengujian sesuai dengan butir-butir yang bersangkutan pada Butir 20.

Komponen-komponen struktur yang dipabrikasi yang tidak memenuhi Butir 17.1(i) atau 17.1(ii) di atas dan juga tidak memenuhi Butir 17.2, 17.3, atau 17.4 harus ditolak.

17.2 Material

Semua material harus memenuhi persyaratan-persyaratan standar material yang sesuai dengan yang disyaratkan pada Butir 3.1 dan 5.3. Cacat permukaan pada baja harus dihilangkan dengan menggunakan cara-cara yang disyaratkan pada Butir 3.1.

Mutu baja harus dapat diidentifikasikan pada semua tahap pabrikasi, atau bajanya harus dinyatakan sebagai baja yang tidak teridentifikasikan dan hanya digunakan sesuai dengan Butir 5.2.2. Setiap penandaan pekerjaan baja harus dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak merusak mutu materialnya.

17.3 Prosedur pabrikasi

17.3.1 Cara-cara

Semua komponen harus diluruskan atau dibentuk menjadi konfigurasi yang direncanakan dengan cara-cara yang tidak akan mengurangi mutu material menjadi lebih kecil daripada nilai-nilai yang digunakan pada perencanaan. Baja dapat ditekuk atau dipres menjadi bentuk yang diinginkan baik dengan proses panas maupun proses dingin.

Pemanasan setempat atau cara mekanis dapat digunakan untuk menghasilkan atau memperbaiki lawan lendut, lendutan ke samping, dan ketidaklurusan. Suhu pada bagian yang dipanaskan tidak boleh melebihi 650°C.

Dokumen terkait