• Tidak ada hasil yang ditemukan

Beberapa Bukti Formal Ekuivalensi Terkait Operator Temporal

Bukti (:G F: )

Misalkan M adalah sembarang model dan = 1! 2! sembarang lintasan pada M.

1 j= :G , 6j= G

2 Kita memiliki j= G , untuk setiap i 1 berlaku ij= .

3 Ini berarti 6j= G , terdapat i 1 sehingga tidak berlaku ij= .

4 Ini berarti 6j= G , terdapat i 1 sehingga berlaku i6j= .

5 Ini berarti 6j= G , terdapat i 1 sehingga ij= : .

6 Ini berarti 6j= G , berlaku j= F: .

7 Ini berarti j= G , berlaku j= F:

Beberapa Bukti Formal Ekuivalensi Terkait Operator

Temporal

Bukti (:G F: )

Misalkan M adalah sembarang model dan = 1! 2! sembarang lintasan pada M.

1 j= :G , 6j= G

2 Kita memiliki j= G , untuk setiap i 1 berlaku i j= .

3 Ini berarti 6j= G , terdapat i 1 sehingga tidak berlaku ij= .

4 Ini berarti 6j= G , terdapat i 1 sehingga berlaku i6j= .

5 Ini berarti 6j= G , terdapat i 1 sehingga ij= : .

6 Ini berarti 6j= G , berlaku j= F: .

7 Ini berarti j= G , berlaku j= F:

Beberapa Bukti Formal Ekuivalensi Terkait Operator

Temporal

Bukti (:G F: )

Misalkan M adalah sembarang model dan = 1! 2! sembarang lintasan pada M.

1 j= :G , 6j= G

2 Kita memiliki j= G , untuk setiap i 1 berlaku i j= .

3 Ini berarti 6j= G , terdapat i 1 sehingga tidak berlaku ij= .

4 Ini berarti 6j= G , terdapat i 1 sehingga berlaku i6j= .

5 Ini berarti 6j= G , terdapat i 1 sehingga ij= : .

6 Ini berarti 6j= G , berlaku j= F: .

7 Ini berarti j= G , berlaku j= F:

Beberapa Bukti Formal Ekuivalensi Terkait Operator

Temporal

Bukti (:G F: )

Misalkan M adalah sembarang model dan = 1! 2! sembarang lintasan pada M.

1 j= :G , 6j= G

2 Kita memiliki j= G , untuk setiap i 1 berlaku i j= .

3 Ini berarti 6j= G , terdapat i 1 sehingga tidak berlaku ij= .

4 Ini berarti 6j= G , terdapat i 1 sehingga berlaku i6j= .

5 Ini berarti 6j= G , terdapat i 1 sehingga ij= : .

6 Ini berarti 6j= G , berlaku j= F: .

7 Ini berarti j= G , berlaku j= F:

Beberapa Bukti Formal Ekuivalensi Terkait Operator

Temporal

Bukti (:G F: )

Misalkan M adalah sembarang model dan = 1! 2! sembarang lintasan pada M.

1 j= :G , 6j= G

2 Kita memiliki j= G , untuk setiap i 1 berlaku i j= .

3 Ini berarti 6j= G , terdapat i 1 sehingga tidak berlaku ij= .

4 Ini berarti 6j= G , terdapat i 1 sehingga berlaku i6j= .

5 Ini berarti 6j= G , terdapat i 1 sehingga ij= : .

6 Ini berarti 6j= G , berlaku j= F: .

7 Ini berarti j= G , berlaku j= F:

Beberapa Bukti Formal Ekuivalensi Terkait Operator

Temporal

Bukti (:G F: )

Misalkan M adalah sembarang model dan = 1! 2! sembarang lintasan pada M.

1 j= :G , 6j= G

2 Kita memiliki j= G , untuk setiap i 1 berlaku i j= .

3 Ini berarti 6j= G , terdapat i 1 sehingga tidak berlaku ij= .

4 Ini berarti 6j= G , terdapat i 1 sehingga berlaku i6j= .

5 Ini berarti 6j= G , terdapat i 1 sehingga ij= : .

6 Ini berarti 6j= G , berlaku j= F: .

7 Ini berarti j= G , berlaku j= F:

Beberapa Bukti Formal Ekuivalensi Terkait Operator

Temporal

Bukti (:G F: )

Misalkan M adalah sembarang model dan = 1! 2! sembarang lintasan pada M.

1 j= :G , 6j= G

2 Kita memiliki j= G , untuk setiap i 1 berlaku i j= .

3 Ini berarti 6j= G , terdapat i 1 sehingga tidak berlaku ij= .

4 Ini berarti 6j= G , terdapat i 1 sehingga berlaku i6j= .

5 Ini berarti 6j= G , terdapat i 1 sehingga ij= : .

Bukti (:X X: )

Misalkan M adalah sembarang model dan = 1! 1! sembarang lintasan pada M.

1 j= :X , 6j= X .

2 Kita memiliki j= X , berlaku 2j= .

3 Ini berarti 6j= X , berlaku 26j= .

4 Ini berarti 6j= X , berlaku 2j= : .

5 Ini berarti 6j= X , berlaku 2j= X: .

Bukti (:X X: )

Misalkan M adalah sembarang model dan = 1! 1! sembarang lintasan pada M.

1 j= :X , 6j= X .

2 Kita memiliki j= X , berlaku 2j= .

3 Ini berarti 6j= X , berlaku 26j= .

4 Ini berarti 6j= X , berlaku 2j= : .

5 Ini berarti 6j= X , berlaku 2j= X: .

Bukti (:X X: )

Misalkan M adalah sembarang model dan = 1! 1! sembarang lintasan pada M.

1 j= :X , 6j= X .

2 Kita memiliki j= X , berlaku 2j= .

3 Ini berarti 6j= X , berlaku 26j= .

4 Ini berarti 6j= X , berlaku 2j= : .

5 Ini berarti 6j= X , berlaku 2j= X: .

Bukti (:X X: )

Misalkan M adalah sembarang model dan = 1! 1! sembarang lintasan pada M.

1 j= :X , 6j= X .

2 Kita memiliki j= X , berlaku 2j= .

3 Ini berarti 6j= X , berlaku 26j= .

4 Ini berarti 6j= X , berlaku 2j= : .

5 Ini berarti 6j= X , berlaku 2j= X: .

Bukti (:X X: )

Misalkan M adalah sembarang model dan = 1! 1! sembarang lintasan pada M.

1 j= :X , 6j= X .

2 Kita memiliki j= X , berlaku 2j= .

3 Ini berarti 6j= X , berlaku 26j= .

4 Ini berarti 6j= X , berlaku 2j= : .

5 Ini berarti 6j= X , berlaku 2j= X: .

Bukti (:X X: )

Misalkan M adalah sembarang model dan = 1! 1! sembarang lintasan pada M.

1 j= :X , 6j= X .

2 Kita memiliki j= X , berlaku 2j= .

3 Ini berarti 6j= X , berlaku 26j= .

4 Ini berarti 6j= X , berlaku 2j= : .

5 Ini berarti 6j= X , berlaku 2j= X: .

Bukti (: ( U ) : R: )

Misalkan M adalah sembarang model dan = 1! 2! sembarang lintasan pada M.

1 j= : ( U ) , 6j= U .

2 Kita memiliki j= U , berlaku 9i

ij=

^8j (1 j i 1) ! jj= .

3 Ini berarti 6j= U , berlaku 8i

i

6j=

_9j (1 j i 1) ^ j6j= .

4 Ini berarti 6j= U , berlaku 8i

i

j= :

_9j (1 j i 1) ^ jj= : .

5 Ini berarti 6j= U , berlaku 8i

i6j= :

Bukti (: ( U ) : R: )

Misalkan M adalah sembarang model dan = 1! 2! sembarang lintasan pada M.

1 j= : ( U ) , 6j= U .

2 Kita memiliki j= U , berlaku 9i

ij=

^8j (1 j i 1) ! jj= .

3 Ini berarti 6j= U , berlaku 8i

i

6j=

_9j (1 j i 1) ^ j6j= .

4 Ini berarti 6j= U , berlaku 8i

i

j= :

_9j (1 j i 1) ^ jj= : .

5 Ini berarti 6j= U , berlaku 8i

i6j= :

Bukti (: ( U ) : R: )

Misalkan M adalah sembarang model dan = 1! 2! sembarang lintasan pada M.

1 j= : ( U ) , 6j= U .

2 Kita memiliki j= U , berlaku 9i

ij=

^8j (1 j i 1) ! jj= .

3 Ini berarti 6j= U , berlaku 8i

i

6j=

_9j (1 j i 1) ^ j6j= .

4 Ini berarti 6j= U , berlaku 8i

i

j= :

_9j (1 j i 1) ^ jj= : .

5 Ini berarti 6j= U , berlaku 8i

i6j= :

Bukti (: ( U ) : R: )

Misalkan M adalah sembarang model dan = 1! 2! sembarang lintasan pada M.

1 j= : ( U ) , 6j= U .

2 Kita memiliki j= U , berlaku 9i

ij=

^8j (1 j i 1) ! jj= .

3 Ini berarti 6j= U , berlaku 8i

i

6j=

_9j (1 j i 1) ^ j6j= .

4 Ini berarti 6j= U , berlaku 8i

ij= :

_9j (1 j i 1) ^ jj= : .

5 Ini berarti 6j= U , berlaku 8i

i6j= :

Bukti (: ( U ) : R: )

Misalkan M adalah sembarang model dan = 1! 2! sembarang lintasan pada M.

1 j= : ( U ) , 6j= U .

2 Kita memiliki j= U , berlaku 9i

ij=

^8j (1 j i 1) ! jj= .

3 Ini berarti 6j= U , berlaku 8i

i

6j=

_9j (1 j i 1) ^ j6j= .

4 Ini berarti 6j= U , berlaku 8i

ij= :

_9j (1 j i 1) ^ jj= : .

5 Ini berarti 6j= U , berlaku 8i

i6j= :

1 Ini berarti 6j= U , berlaku 8i

ij=

! 9j (1 j i 1) ^ j j= : .

2 Formula logika predikat 8i

ij=

! 9j (1 j i 1) ^ jj= : bernilai benar bila:

I i

j= selalu salah, ini artinya i

j= : untuk setiap i, sehingga diperoleh kondisi 8i i

j= :

I i

j= dapat benar untuk suatu i, jika kondisi ini terjadi maka haruslah terdapat j i 1sehingga j

j= : . Pada kondisi ini kita juga harus memiliki jj= : dan secara umum kj= : bila 1 k i 1(argumen detail diserahkan kepada pembaca sebagai latihan). Akibatnya diperoleh 9j jj= : ^ 8k ((1 k j) ! j= : ) .

3 Kondisi di atas dapat ditulis ulang sebagai: 9i

i j= :

^8j ((1 j i) ! j= : ) _ 8i

ij= : , yang setara dengan j= : R: .

4 Jadi i 6j= U , j= : R: atau j= : ( U ) setara dengan dengan j= : R: .

1 Ini berarti 6j= U , berlaku 8i

ij=

! 9j (1 j i 1) ^ j j= : .

2 Formula logika predikat 8i

i j=

! 9j (1 j i 1) ^ jj= : bernilai benar bila:

I i

j= selalu salah, ini artinya i

j= : untuk setiap i, sehingga diperoleh kondisi 8i i

j= :

I i

j= dapat benar untuk suatu i, jika kondisi ini terjadi maka haruslah terdapat j i 1sehingga j

j= : . Pada kondisi ini kita juga harus memiliki jj= : dan secara umum kj= : bila 1 k i 1(argumen detail diserahkan kepada pembaca sebagai latihan). Akibatnya diperoleh 9j jj= : ^ 8k ((1 k j) ! j= : ) .

3 Kondisi di atas dapat ditulis ulang sebagai: 9i

i j= :

^8j ((1 j i) ! j= : ) _ 8i

ij= : , yang setara dengan j= : R: .

4 Jadi i 6j= U , j= : R: atau j= : ( U ) setara dengan dengan j= : R: .

1 Ini berarti 6j= U , berlaku 8i

ij=

! 9j (1 j i 1) ^ j j= : .

2 Formula logika predikat 8i

i j=

! 9j (1 j i 1) ^ jj= : bernilai benar bila:

I i

j= selalu salah, ini artinya i

j= : untuk setiap i, sehingga diperoleh kondisi 8i ij= :

I i

j= dapat benar untuk suatu i, jika kondisi ini terjadi maka haruslah terdapat j i 1sehingga j

j= : . Pada kondisi ini kita juga harus memiliki jj= : dan secara umum kj= : bila 1 k i 1(argumen detail diserahkan kepada pembaca sebagai latihan). Akibatnya diperoleh 9j jj= : ^ 8k ((1 k j) ! j= : ) .

3 Kondisi di atas dapat ditulis ulang sebagai: 9i

i j= :

^8j ((1 j i) ! j= : ) _ 8i

ij= : , yang setara dengan j= : R: .

4 Jadi i 6j= U , j= : R: atau j= : ( U ) setara dengan dengan j= : R: .

1 Ini berarti 6j= U , berlaku 8i

ij=

! 9j (1 j i 1) ^ j j= : .

2 Formula logika predikat 8i

i j=

! 9j (1 j i 1) ^ jj= : bernilai benar bila:

I i

j= selalu salah, ini artinya i

j= : untuk setiap i, sehingga diperoleh kondisi 8i ij= :

I i

j= dapat benar untuk suatu i, jika kondisi ini terjadi maka haruslah terdapat j i 1sehingga j

j= : . Pada kondisi ini kita juga harus memiliki jj= : dan secara umum kj= : bila 1 k i 1(argumen detail diserahkan kepada pembaca sebagai latihan). Akibatnya diperoleh 9j jj= : ^ 8k ((1 k j) ! j= : ) .

3 Kondisi di atas dapat ditulis ulang sebagai: 9i

i j= :

^8j ((1 j i) ! j= : ) _ 8i

ij= : , yang setara dengan j= : R: .

4 Jadi i 6j= U , j= : R: atau j= : ( U ) setara dengan dengan j= : R: .

1 Ini berarti 6j= U , berlaku 8i

ij=

! 9j (1 j i 1) ^ j j= : .

2 Formula logika predikat 8i

i j=

! 9j (1 j i 1) ^ jj= : bernilai benar bila:

I i

j= selalu salah, ini artinya i

j= : untuk setiap i, sehingga diperoleh kondisi 8i ij= :

I i

j= dapat benar untuk suatu i, jika kondisi ini terjadi maka haruslah terdapat j i 1sehingga j

j= : . Pada kondisi ini kita juga harus memiliki jj= : dan secara umum kj= : bila 1 k i 1(argumen detail diserahkan kepada pembaca sebagai latihan). Akibatnya diperoleh 9j jj= : ^ 8k ((1 k j) ! j= : ) .

3 Kondisi di atas dapat ditulis ulang sebagai: 9i

ij= :

^8j ((1 j i) ! j= : ) _ 8i

ij= : , yang setara dengan

4 Jadi i 6j= U , j= : R: atau j= : ( U ) setara dengan dengan j= : R: .

1 Ini berarti 6j= U , berlaku 8i

ij=

! 9j (1 j i 1) ^ j j= : .

2 Formula logika predikat 8i

i j=

! 9j (1 j i 1) ^ jj= : bernilai benar bila:

I i

j= selalu salah, ini artinya i

j= : untuk setiap i, sehingga diperoleh kondisi 8i ij= :

I i

j= dapat benar untuk suatu i, jika kondisi ini terjadi maka haruslah terdapat j i 1sehingga j

j= : . Pada kondisi ini kita juga harus memiliki jj= : dan secara umum kj= : bila 1 k i 1(argumen detail diserahkan kepada pembaca sebagai latihan). Akibatnya diperoleh 9j jj= : ^ 8k ((1 k j) ! j= : ) .

3 Kondisi di atas dapat ditulis ulang sebagai: 9i

ij= :

^8j ((1 j i) ! j= : ) _ 8i

ij= : , yang setara dengan j= : R: .

Bukti (F ( _ ) F _ F )

Misalkan M adalah sembarang model dan = 1! 2! sembarang lintasan pada M. j= F ( _ ) , 9i ij= _ ij= (de…nisi operator F) , 9i i j= _ 9i ij= (ekuivalensi 9x ( _ ) 9x _ 9x ) , j= F _ F . (de…nisi operator F)

Bukti (F ( _ ) F _ F )

Misalkan M adalah sembarang model dan = 1! 2! sembarang lintasan pada M. j= F ( _ ) , 9i ij= _ ij= (de…nisi operator F) , 9i i j= _ 9i ij= (ekuivalensi 9x ( _ ) 9x _ 9x ) , j= F _ F . (de…nisi operator F)

Bukti (F ( _ ) F _ F )

Misalkan M adalah sembarang model dan = 1! 2! sembarang lintasan pada M. j= F ( _ ) , 9i ij= _ ij= (de…nisi operator F) , 9i i j= _ 9i ij= (ekuivalensi 9x ( _ ) 9x _ 9x ) , j= F _ F . (de…nisi operator F)

Bukti (F ( _ ) F _ F )

Misalkan M adalah sembarang model dan = 1! 2! sembarang lintasan pada M. j= F ( _ ) , 9i ij= _ ij= (de…nisi operator F) , 9i i j= _ 9i ij= (ekuivalensi 9x ( _ ) 9x _ 9x ) , j= F _ F . (de…nisi operator F)

Dokumen terkait