• Tidak ada hasil yang ditemukan

Belajar dan Pembelajaran Matematika di SMP/MTs

LANDASAN TEORITIS

A. Belajar dan Pembelajaran Matematika di SMP/MTs

Belajar adalah proses perubahan tingkah laku melalui interaksi dengan

lingkungan.14 Pengertian belajar adalah sebuah proses perubahan tingkah laku yang relatif tetap sebagai hasil dari sebuah pengalaman.15 Dari dua pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan proses perubahan hasil dari

pengalaman dan lingkungan sehingga diperoleh perubahan tingkah laku.

Pembelajaran Fontana dalam Erman Suherman menyatakan “upaya penataan

lingkungan yang memberi nuansa agar program belajar tumbuh dan berkembang

secara optimal. Sedangkan pembelajaran adalah suatu kombinasi dari unsur-unsur

manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling

mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran.16 Manusia yang terlibat dalam sistem pengajaran terdiri dari siswa, guru dan tenaga lainnya, misalnya tenaga

laboratorium dan perpustakaan. Material, meliputi buku-buku, alat tulis, gambar,

slide dan film, audio dan video tape. Fasilitas dan perlengkapan, terdiri dari ruang

kelas, perlengkapan audio visual, termasuk juga komputer dan televisi. Prosedur

meliputi jadwal dan metode pembelajaran, praktik, ujian, dan kegiatan

ekstrakulikuler.

____________

14 Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2010), h. 37

15 Erman Suherman, dkk, Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer, (Bandung: UPI, 2003), h. 7

Pembelajaran matematika yang diberikan untuk anak sekolah menengah

berbeda dengan pembelajaran yang diberikan pada anak SD. Hal ini karena anak

pada usia ini sudah dapat belajar secara abstrak dengan penggunakan kemampuan penalarannya. Piaget mengemukakan bahwa “anak pada usia 11-18 tahun yaitu

pada tahap operasional formal”, ciri pokok perkembangannya adalah anak sudah

mampu berpikir abstrak dan logis dengan menggunakan pola berpikir “kemungkinan”. Model berpikir ilmiah dengan tipe hipothetico-deductive dan

inductive sudah mulai dimiliki anak, dengan kemampuan menarik kesimpulan,

mengembangkan dan menafsirkan hipotesa.17

Adapun karakteristik Matematika pada tingkat SMP yaitu: (1) Menuntut

kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif. (2) Menekankan

pada penguasaan konsep algoritma, pemecahan masalah. (3) Terdapat empat objek

belajar: fakta, konsep, prinsip, dan prosedur.18

Fungsi pembelajaran matematika adalah sebagai:

a. Alat Matematika dapat digunakan sebagai alat untuk memecahkan masalah

dalam mata pelajaran lain, dalam dunia kerja atau dalam kehidupan

sehari-hari. Matematika juga dapat digunakan sebagai alat untuk memahami atau

menyampaikan suatu informasi.

b. Pola Pikir Pembelajaran matematika bagi para siswa juga merupakan

pembentukan pola pikir dalam pemahaman untuk pengertian maupun

penalaran suatu hubungan diantara pengertian-pengertian itu.

____________

17 Asri Budiningsih, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), h. 39

18 BSNP, Panduan penyusunan kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, (Jakarta: BSNP : 2006), h. 9

c. Ilmu Pengetahuan Kita sebagai guru harus mampu menunjukkan betapa

matematika selalu mencari kebenaran, dan selalu bersedia meralat kebenaran

yang sementara diterima, bila ditemukan kesempatan untuk mencoba

mengembangkan penemuan-penemuan sepanjang mengikuti pola pikir yang

sah.

Pembelajaran matematika adalah upaya untuk mengorganisasikan

lingkungan untuk menciptakan kondisi belajar bagi siswa, yang kegiatannya

dirancang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar siswa, siswa

dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam menelaah bentuk,

struktur, susunan, besaran, dan konsep-konsep yang abstrak serta hubungannya,

dalam rangka pencapaian kompetensi dasar.

B. Model Pembelajaran Reciprocal Teaching 1. Pengertian Model Reciprocal Teaching

Reciprocal teaching merupakan model pembelajaran inovatif tipe

kooperatif. Menurut Slavin dalam Suyatno “pembelajaran kooperatif adalah suatu

tipe pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok

kecil secara kolaboratif yang anggotanya 4-6 orang dengan struktur kelompok

heterogen.19 Reciprocal teaching adalah model pembelajaran yang utama pembelajarannya melalui kegiatan belajar mandiri dan menjelaskan kembali hasil

belajar tersebut kepada pihak lain. Dengan menggunakan model ini siswa dapat

____________

19Suparni, “Model pembelajaran reciprocal teaching kaitannya dengan kemampuan komunikasi matematika siswa”, Jurnal, Vol. 4, No. 1, Januari 2016 h.112-113.

lebih aktif dalam menyelesaikan masalah yang diyakini dapat meningkatkan

prestasi belajar mereka.

Pada model pembelajaran ini siswa berperan “guru” untuk menyampaikan

materi kepada teman-temannya, sementara itu guru lebih berperan sebagai

fasilitator dan pembimbing. Model Reciprocal Teaching merupakan model

pembelajaran yang memiliki agar tujuan pembelajaran tercapai melalui kegiatan

belajar mandiri dan siswa mampu menjelaskan temuannya kepada pihak lain.

Menurut Maidiyah model reciprocal teaching adalah suatu model pembelajaran yang menerapkan empat strategi pemahaman mandiri, yaitu menyimpulkan bahan ajar, menyusun pertanyaan dan menyelesaikannya, menjelaskan kembali pengetahuan yang telah diperolehnya, kemudian memprediksikan pertanyaan selanjutnya dari persoalan yang disodorkan kepada siswa. Manfaatnya adalah dapat meningkatkan antusias siswa dalam pembelajaran karena siswa dituntut untuk aktif berdiskusi dan menjelaskan hasil pekerjaannya dengan baik sehingga penguasaan konsep suatu pokok bahasan matematika dapat dicapai.20

Pada awal penerapan reciprocal teaching atau pengajaran terbalik guru

memberitahukan akan memperkenalkan suatu model pembelajaran, menjelaskan

tujuan, manfaat dan prosedurnya. Selanjutnya mengawali permodelan dengan

membaca satu paragraf suatu bacaan. Setelah itu menjelaskan dan mengajarkan

bahwa pada saat atau selesai membaca terdapat kegiatan-kegiatan yang harus

dilakukan yaitu:

a. Membuat ikhtisar/rangkuman tentang informasi penting dari wacana.

____________

20Erni Maidiyah, dkk “Pembelajaran Fungsi Komposisi Kelas XI dengan pendekatan Problem Posing dan Model Reciprocal Teaching di MAN Darussalam Aceh Besar”. Jurnal Peluang , Vol. 2, No. 1, Oktober 2013h.13. (online) diakses melalui : http://www.jurnal.unsyiah.ac.id/peluang/article/view/5623/4655 pada 23 Desember 2016

b. Memikirkan pertanyaan-pertanyaan penting yang dapat diajukan dari apa yang telah dibaca, berkenaan dengan wacana, dan memastikan bisa menjawabnya.

c. Mencatat apabila ada hal-hal yang kurang jelas atau tidak masuk akal dari suatu bagian, selanjutnya memeriksa apakah apakah kita dapat berhasil membuat hal-hal itu masuk akal.

d. Memperediksi/meramalkan apa yang mungkin akan dibahas selanjutnya. 21

Kegiatan ini akan membantu siswa tetap memusatkan perhatian kepada apa

yang siswa baca serta dapat meyakinkan diri siswa sendiri bahwa siswa memahami

apa yang telah siswa baca. Cara siswa mempelajari empat kegiatan diatas adalah

dengan mengambil giliran berperan sebagai guru selama kegiatan membaca

didalam kegiatan kelompoknya masing-masing. Apabila salah satu temannya

bertindak/berperan sebagai guru atau pemberi materi. Reciprocal teaching

(Pengajaran terbalik) adalah prosedur pengajaran yang digunakan Brown dan

Palincsar untuk mengembangkan kemampuan kognitif. Selain pemantauan

kognitif, ada dua kegiatan lainnya yang amat penting dalam kaitan dengan

keterampilan kognitif sehari-hari, yaitu pengambilan keputusan dan berpikir kritis.

Sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif metode pembelajaran yang

cukup dianggap menarik dan diharapkan dapat mendorong serta meningkatkan

siswa untuk berpikir kritis dalam pembelajaran matematika.22

____________

21Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2009) , h.174

2. Teori Belajar yang Terkait dengan Model Pembelajaran Reciprocal Teaching

Salah satu teori belajar yang terkait dengan model pembelajaran reciprocal

teaching adalah aliran psikologis yang bersandar pada paham konstuktivisme yang

bersandar pada prinsip-prinsip pembuatan/pengajuan pertanyaan. Tokoh yang

sejalan dalam aliran ini adalah Jerome S. Bruner dan Erward L. Thorndike. Bruner

memandang bahwa manusia sebagai pemproses, pemikir dan pencipta informasi.

Dalam pandangannya belajar merupakan suatu proses aktif yang memungkinkan

manusia untuk menemukan hal-hal baru diluar informasi yang diberikan kepada

dirinya.23 Sementara R.Gagne dalam Slamet mendifinisikan belajar adalah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan, keterampilan, kebiasaan

dan tingkah laku.24 Sehingga dengan keterampilan yang dimiliknya siswa mampu memahami materi pembelajaran dan mampu menyelesaikan permasalahan yang

ada terdapat dalam pembelajaran.

3. Karakteristik Pembelajaran Reciprocal Teaching

Adapun karakteristik pembelajaran Reciprocal Teaching adalah sebagai

berikut:

a. Pengajaran diawali dari suatu pertanyaan yang jawabannya ada pada bahan bacaan yang dibagikan pada siswa.

b. Siswa bertindak seolah-olah jadi guru, jadi, siswa yang berperan jadi guru, sedangkan guru menjadi pembimbingnya.

____________

23 Farhan, Teori Belajar Matematika Menurut Bruner, Gagne, Thomdike, Skinner dan

Piaget, Juni 2013. Diakses pada tanggal 19 Januari 2016 dari situs: http://www.abyfarhan.com/

2013/06/08/teori-belajar-matematika-menurut-bruner-gagne-thorndike-skinner-piaget.

24 Slameto, Belajar Dan Factor-faktor yang Mempengaruhinya Edisi Revisi, (Jakarta: Rineka Cipta, 1995), h. 13.

c. Perhatian guru dalam pembelajaran terpusat pada tiga aspek yaitu: bagaimana siswa belajar mengingat, berpikir dan memotivasi dirinya sendiri.25

4. Langkah-langkah Pelaksanaan

Model pembelajaran reciprocal teaching terdiri dari empat strategi yang

dimulai dari guru menugaskan siswa merangkum bacaan dan diakhiri dengan

memprediksi materi yang akan dibahas selanjutnya. Secara singkat keempat strategi

model pembelajaran Reciprocal Teaching adalah

Tahap Kegiatan guru

Merangkum (summarizing) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Kemudian guru memberikan bahan ajar dan menugaskan siswa untuk merangkum dari bahan ajar tersebut secara berkelompok.

Membuat pertanyaan

(Question Generating)

Guru membagikan LKS dan siswa

menyelesaikan LKS secara berkelompok, guru turut memandu jjika diperlukan. Siswa membuat pertanyaan (Question Generating) dari bahan ajar atau LKS yang diberikan guru dan menyelesaikan bersama-sama dalam kelompoknya.

Menjelaskan (Clarifying) Guru menugaskan siswa untuk menjelaskan (Clarifying) kepada teman satu kelompoknya tentang materi yang telah didiskusikan. Prediksi (Predicting) Guru meminta siswa memprediksi (Predicting)

soal materi tersebut yang lebih sulit dari soal yang telah diberikan sebelumnya dan memprediksi pertanyaan apa yang akan muncul dari diskusi atau penjelasan kelompoknya.

Sumber: Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif.26

____________

25 Istarani dan Muahammad Ridwan, 50 tipe Pembelajaran Kooperatif, (Medan: Media Persada, 2014), h. 86

5. Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Reciprocal Teaching

Dalam suatu model pembelajaran, pasti terdapat kelebihan dan kekurangan.

Adapun kelebihan dari model pembelajaran reciprocal teaching ini adalah:27 a. Memupuk kerjasama antar siswa.

b. Menumbuhkan bakat siswa terutama dalam berbicara dan mengembangkan sikap.

c. Siswa lebih memperhatikan pelajaran karena menghayati sendiri. d. Memupuk keberanian berpendapat dan berbicara didepan kelas.

e. Melatih siswa untuk menganalisa masalah dan mengambil kesimpulan dalam waktu singkat

f. Menumbuhkan sikap menghargai guru karena siswa akan merasakan guru pada saat mengadakan pembelajaran terutama pada saat siswa ramai atau kurang memperhatikan.

g. Dapat digunakan untuk materi yang banyak dan waktu yang terbatas.28 Kelebihan model reciprocal teaching adalah melatih peserta didik untuk

menjelaskan kembali materi yang telah dipelajari kepada pihak lain. Dengan

demikian penerapan pembelajaran ini dapat dipakai untuk melatih peserta didik

tampil di depan umum. Adapun kelemahan reciprocal teaching antara lain:29 a. Adanya kurang kesungguhan para siswa yang berperan sebagai guru

menyebabkan tujuan tak tercapai.

b. Pendengar (siswa yang tak berperan) sering mentertawakan tingkah laku siswa yang menjadi guru sehingga merusak suasana.

c. Kurangnya perhatian siswa terhadap pelajaran dan hanya memperhatikan aktivitas siswa yang berperan sebagai guru membuat kesimpulan akhir sulit dicapai.

d. Tidak mungkin seluruh siswa akan mendapat giliran untuk menjadi “guru siswa”.

____________

27Aris Shoimin, 68 Model-Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013..., h.156.

28Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif: Konsep, Landasan, dan

Implementasinya Pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). (Jakarta: kencana, 2009),

h.11.

29 Aris Shoimin, 68 Model-Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013, h.156-157

Peneliti akan selalu memberikan bimbingan dan pengarahan dalam berbagai

kesempatan untuk mengurangi dampak kelemahan penggunaan model reciprocal

teaching.

C. Peran Model Pembelajaran Reciprocal Teaching Terhadap Kemampuan

Dokumen terkait