BAB IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan
B. Hasil Penelitian
3. Belanja Desa Bidang Pembangunan
"Pembangunan desa bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan
dasar, pembangunan sarana dan prasarana desa, pengembangan potensi lokal, serta pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjut.”
D. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Menurut sugiono (2018:117) “ Populasi adalah wilayah yang digeneralisasikan, yang meliputi; benda dengan sifat dan ciri tertentu, ditentukan oleh peneliti, kemudian disimpulkan.
Populasi dalam penelitian ini adalah Desa Kalatiri Kabupaten Luwu Timur
2. Sampel
Menurut Sugiono (2018:18), “ Sampel adalah bagian dari ukuran dan karakteristik populasi. Oleh karena itu, sampel adalah bagian dari populasi yang karakteristiknya akan diselidiki.
Dan dapat mewakili seluruh populasi, sehingga jumlahnya lebih kecil dari populasi”. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah sampel selama satu tahun terakhir (2020).
E. Teknik Pengumpulan Data
Yang dimaksud dengan pengumpulan data adalah langkah-langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data," menurut sugiono (2018:308). Metode penelitian adalah metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yang diperlukan untuk penelitian adalah metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yang diperlukan Teknik berikut digunakan dalam penelitian ini:
a. Wawancara
Wawancara adalah percakapan dengan maksud yang dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interview) yang memberikan jawaban kepada pertanyaan itu (moleong 2014).
Wawancara meningkatkan pembangunan di desa kalatiri dengan memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai pengelolaan alokasi dana desa dalam upaya. Kepala Desa (Salim), Kaur Pembangunan (Lius Tino), dan Kaur Keuangan (Suriani. S) adalah sumber informan dalam wawancara ini.
Tabel 3.1
NO Nama Jabatan
1. Salim Kepala Desa
2. Lius Tino Kaur Keuangan
3. Suriani. S Kaur Pembangunan
b. Dokumen atau Arsip
Dokumen adalah cara data pengumpulan yang dapat menghasilkan catatan-catatan penting yang berkaitan dengan pertanyaan penelitian untuk memperoleh data yang lengkap, valid, dan tidak diperkirakan.
F. Teknik Analisis Data a. Deskriptif kuantitatif
Metode penelitian kuntitatif adalah metode menjawab pertanyaan penelitian terkait data berupa angka dan prosedur
statistic. Untuk dapat menggambarkan secara utuh fokus dan jenis penelitian, rencana penelitian dan/atau laporan populasi dan sampel, diperlukan pemahaman yang baik dari masing-masing konsep tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Jenis penelitian ini mendeskripsikan keadaan objek penelitian pada saat ini, melalui data dan fakta yang ada.
Penelitian deskriptif adalah proses pemecahan masalah yang dilakukan dengan menuliskan keadaan subyek dan objek penelitian pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau bagaimana adanya. Pelaksanaan metode deskriptif tidak terbatas sampai pada pengumpulan dan penyususnan data, tetapi meliputi dan interprestasi tentang data tersebut, adapun semua yang dikumpulkan mendukung menjadi kunci untuk apa yang dilakukan.
b. Kualitatif
Analisis kualitatif didasarkan pada adanya keterkaitan semantik antar variabel yang diteliti. Tujuannya adalah memperbanyak dan menemukan makna yang terkandung dalam variabel penelitian yang diharapkan dapat menjawab pertanyaan yang dirumuskan. hubungan samantrik merupakan ilmiah utama dalam penelitian ini, yang menggunakan angka untuk menganalisis kuantitatif.
kualitatif dengan penjabaran deskriptif yaitu suatu penelitian yang bertujuan untuk memahami dan menjelaskan
Peranan Alokasi Dana Desa dan Bantuan Keuangan APBD terhadap Belanja Desa Bidang Pembangunan Desa kalatiri kabupaten Luwu Timur.
33 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian
1. Gambaran Umum Pemerintah Desa
Desa Kalatiri merupakan salah satu desa dari 18 (Delapan Belas) Desa yang ada di Kecamatan Burau Kabupaten Luwu Timur. Desa Kalatiri terdiri atas 2 (Dua) dusun yaitu Dusun Kalatiri dan Dusun Waetuo. Desa Kalatri adalah desa yang teletak pada daerah dataran tinggi terbentang pada jalan poros provensi wilayah Kecamatan Burau Kabupaten Luwu Timur, berikut gambaran tentang sejarah terbentuknya Desa kalatiri.
Tabel 4.1 perbandingan masa jabatan kepala desa
Nama kepala desa Tahun jabatan Keterangan Kasim Dg. Pasau 1990-1999 Masa kerja Maksimal
Opi Singkalong 2013-2018 Masa kerja maksimal 2 periode atau 12
Pasau selama 2 periode, kemudian pada tahun 1999-2008 digantikan oleh A.m Saukani yang menjabat selama 2 periode, kemudian pada tahun 2008-2013 digantikan oleh tamsim yang menjabat selama 1 periode,
kemudian pada tahun 2013-2018 digantikan oleh Opi Singkalong selama 1 periode dan kemudian pada tahun 2018 – sekarang kepala desa kalatiri dipimpin oleh Salim.
2. Struktur Organisasi Pemerintah Desa
Gambar 4.1 3. Fungsi Perangkat Desa
Kepala desa adalah pejabat pemerintah desa yang besar, tugas, dan kewajiban untuk menyelenggarakan rumah tangga desa dan melaksanakan tugas dari pemerintah atau pemerintah daerah.
Kepala desa berkedudukan sebagai kepala desa pemerintah yang menyelenggara desa. kepala desa menyelenggrakan pemerintah desa, melaksanakan pembangunan, kemasyaraktan, dan masyarakat pemberdayaan. Untuk melaksanakan tugas seperti yang dijelaskan di bawah ini, kepala desa memiliki fungsi sebagai berikut:
BPD KEPALA DESA SEKRETARIS
DESA
a. Kepala Desa
a) Menyelenggarakan pemerintah desa, yaitu tata praja pemerintah, penetapan peraturan di desa, pembinaan masalah pertanahan, pembinaan kententraman dan ketertiban, melakukan upaya perlindungan masyarakat, kependudukan administrasi, dan penataan serta pengelolaan wilayah.
b) Melaksanakan pembangunan, seperti sarana dan prasarana, serta pembangunan di bidang pendidikan dan kesehatan.
c) Kemasyarakatan pembinaan, seperti pelaksanaan hak dan kewajiban masyarakat, masyarakat partisipasi, masyarakat sosial budaya, keagamaan, dan ketenagakerjaan.
d) Pemberdayaan kemasyarakatan, seperti masyarakat sosialisasi dan motivasi di bidang budaya, ekonomi, politik, dan lingkungan hidup, pemberdayaan keluarga dan pemuda, olahraga, dan karang tarunan.
e) Menjaga kemitraan dengan masyarakat dan organisasi lainnya b. Sekretaris Desa
Sekretaris desa bertugas membantu kepala desa dalam bidang administrasi pemerintah. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana sekretaris desa mempunyai fungsi:
a) Melakukan urusan ketatausahaan, yaitu:
1) Melakukan tata naskah urusan
2) Menyurat dan administrasi ekspedisi, dan 3) Arsip pengelolaan
b) Melaksanakan urusan umum, yaitu:
1) Kepala desa administrasi dan perangkat desa penetaan.
2) Prasarana kepala desa dan aparat desa penyedian.
3) Penyediaan kantor desa prasarana.
4) rapat-rapat
5) Investarisasi dan pengadministrasian aset.
6) Penyiapaan kegiatan dinas perjalanan, dan 7) Umum Pelayanan
c) Melaksanakan urusan urusan, yaitu:
1) Keuangan administrasi pengurusan.
2) Sumber-sumber pendapatan dan pengeluaran administrasi.
3) Keuangan Administrasi Verifikasi, dengan
4) Administrasi penghasilan kepala desa, perangkat desa, BPD, dan desa pemerintahan lainnya.
d) Melaksanakan suatu perencanaan urusan, yaitu:
1) mendapatkan rencana pendapatan anggaran dan desa belanja.
2) Menginventarisir data dalam pembangunan rangka 3) Melakukan monitoring dan evaluasi program.
c. Kepala urusan
Urusan kepala berkedudukan secara sekretariat. Urusan membantu sekretaris desa dalam urusan administrasi pendukung pelaksanaan tugas pemerintah, kepala urusan sebagai:
1) Melakukan tata naskah urusan.
2) Arsip desa pengelolaan.
3) Penyediaan kantor prasarana.
4) Rapat-rapat penyediaan 5) Umum Pelayanan
6) Dinas kegiatan penyediaan.
7) Administrasi aset dan manajemen inventaris
8) Pendapatan kepala desa, perangkat desa, BPD, dan lembaga pemerintah desa administrasi lainnya.
9) Sumber pendapatan dan pengeluaran administrasi.
10) Laporan penyusunan.
11) Keuangan Administrasi Pengurusan
12) Menyusun rencana desa pendapatan anggaran dan desa belanja (APBD).
d. Pemerintahan Bagian
1) Rencana kegiatan pemerintahan.
2) Masyarakat ketentraman dan ketertiban pembinaan 3) Kependudukan Administrasi Pelaksanaan
4) Pertahanan Administrasi Pelaksanaan
5) Menyiapkan kebijakan bidang pemerintahan desa bahan perumusan.
6) Menyusun dan evaluasi kegiatan pemerintahan pelaksanaan.
e. Perencanaan
1) Rencana kegiatan bagian pembagunan.
2) Pembinaan sarana dan prasarana pembinaan sarana dan prasarana pembinaan sarana dan prasarana pembangunan
3) Peningkatan penghasilan tanah-tanah milik desa pembinaan peningkatan penghasilan tanah-tanah milik desa.
4) Sumber-sumber pendapatan desa pembinaan pembangunan.
5) Penyiapan perumusan kebijakan bidang pembagunanan bahan perumusan.
6) Laporan penyusunan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan.
f. Keuangan
1) Rencana kegiatan bagian keuangan.
2) menyusun Anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
3) Pungutan desa pelaksanaan.
4) Desa keuangan pengelolaan.
5) Desa penggalian sumber pendapatan
6) Kebijakan kebijakan bidang keuangan penyiapan bahan perumusan kebijakan bidang keuangan penyiapan bahan perumusan kebijakan
7) Evaluasi pelaksanaan kegiatan dan penyusunan laporan bidang keuangan.
g. Bagian masyarkat kesejateraan
1. Rencana kegiatan bagian kemasyarkatan.
2. Administratif nikah, talak, cerai, dan rujuk pembinaan dan pencatatan
3. Berinvestasi dalam keluarga kesejateraan dan kemasyarakatan.
4. Ketentuan kebijakan sosial perumusan bahan perumusan bahan perumusan bahan perumusan bahan perumusan bahan
5. Pelaksanaan kegiatan kemasyarakatan laporan dan evaluasi h. Teknis Pelaksana
Pelaksanaan teknis merupakan unsur kepala desa untuk pelaksana tugas operasional dan berkedudukan. Pelaksana teknis
yang dimaksud diimpinkan oleh seksi pemerintahan, seksi pelayanan, dan seksi kesejhteraan. Tugas kepala seksi mempunyai fungsi untuk melaksanakan tugas:
i. Kepala seksi pemerintahnan mempunyai fungsi:
1. Jalankan tata praja pemerintahan.
2. regulasi desa desain.
3. Tanahan masalah pembinaan 4. Ketentraman dan pembinaan
5. Upaya perlindungan pelaksanaan masyarakat.
6. Kependudukan administrasi pengelolaan 7. Wilayah penataan dan pengelolaan, serta 8. Data profil desa dan pengelolaan
ii. Kepala seksi pelayanan
1. Pelaksanaan penyuluhan dan motivasi kewajiban masyarakat dalam hak dan kewajiban masyarakat.
2. peningkatan upaya partisipasi masyarakat, dan
3. Pelestarian nilai sosial budaya masyarakat, keagamaan, dan ketenagakerjaan.
iii. Kepala seksi kesejahteraan mempunyai fungsi:
1. Melaksanakan sarana dan prasaranan konstruksi pedesaan.
2. Bidang pendidikan, kesejahteraan, dan pembagunan
3. Sosialisasi dan motivasi masyarakat di bidang pendidikan, ekonomi, politik, lingkungan hidup, pemberdayaan keluarga, pemuda, olahraga, dan karang taruna.
i. Pelaksana Kewilayahan
Pelaksana kewilayahan adalah unsur pembantu kepala desa sebagai tugas kewilayahan. Jumlah pelaksanaan kewilayahan sebagaimana ditentukan secara proposial antara pelaksanaan kewilayahan yang dibutuhkan dengan kemampuan keuangan desa, karakteristik, geografi, jumlah penduduk, serta konseling.
Pelaksanaan desa, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakaytan, dan pemberdayaan masyarakat di wilayahnya untuk kepala desa. Untuk melaksanakan tugas seorang dusun kepala diperlukan fungsi-fungsi sebagai berikut:
a) Ketentraman dan pembinaan.
b) Pelaksanaan upaya perlindungan masyarakat pembinaan c) Kependudukan mobilitas pembinaan
d) Wilayah penataan dan pengelolaan.
e) Mengawasi pembangunan pelaksanaan di wilayah.
f) Melaksanakan pembinaan kemasyarakatan dalam meningkatkan kemampuan dan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungannya, dan
g) Jalankan upaya-upaya pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan pemerintah dan pembangunan.
B. HASIL PENELITIAN 1. Alokasi Dana Desa
Pelaksanaan kegiatan yang didanai oleh ADD dilakukan oleh tim peleksana desa sepenuhnya. Tim pelaksana desa perlu bersikap terbuka kepada seluruh masyarakat dalam penerpan ADD. Ini
merupakan upaya pemerintah desa untuk menerapkan prinsip transparansi dalam pengelolaan alokasi desa.
a. Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Bidang pelaksanaan pembangunan desa merupakan proses tahapan kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah desa dengan melibatkan badan permusyawaratan desa (BPD) dan unsur masyarakat secara partisipasi guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya desa dalam rangka mencapai tujuan pembangunan desa yang berkelanjutan.
Menurut UU No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa Pasal 79, pemerintah desa menyusun perencanaan pembangunan desa secara berjangka meliputi:
1. Rencana pembangunan jangka menengah desa (RPJM Desa) untuk jangka waktu 6 tahun.
2. Rencana pembangunan tahunan desa atau disebut juga dengan rencana kerja pemerintah desa (RKP Desa), adalah penjabaran dari RPJM Desa untuk jangka waktu satu tahun.
Tabel 4.2
Bidang Pelaksaan Pembangunan Desa Kalatiri Tahun 2020 Bidang pelaksanaan pembangunan desa Anggaran
Sub bidang pendidikan 51.395.000,00
Sub bidang kesehatan 96.217.455,00
Sub bidang pekerjaan umum dan penataan ruang 375.999.000,00 Sub bidang kawasan pemukiman 75.000.000,00 Sub bidang kehutanan dan lingkungan hidup 59.227.000,00 Sub bidang perhubungan, komunikasi dan
informatika
21.550.000,00 Sumber: Data dari desa
Bidang pelaksanaan pembangunan desa terdiri dari berbagai sub bidang yakni: Sub bidang pendidikan yang terdiri dari beberapa
programnya yaitu; penyelenggara PAUD/TK, pengelolaan perpustakaan milik desa.
Sub bidang kesehatan memiliki program kerja terdiri dari penyelenggraan pos kesehatan desa/Polindes milik desa, penyelenggaraan posyandu, penyuluhan dan pelatihan bidang kesehatan, penyelenggaraan desa siaga kesehatan, dan pembangunan/rehabilitas/peningkatan/pengadaan sarana/prasarana posya.
Sub bidang pekerjaan umum dan penataan ruang memiliki program kerja terdiri dari pemeliharaan jalan tani, pemeliharaan jembatan desa, pemeliharaan monument/gapura/batas desa, pembangunan/rehabilitas/peningkatan/ pengerasan jalan desa, pembangunan/rehabilitas/peningkatan/pengerasan jalan usaha tani, pembangunan/rehabilitas/peningkatan/pengerasan jembatan milik desa, pembangunan/rehabilitas/peningkatan/pengerasan jalan desa (gorong, selokan), pembuatan/pemutakhiran peta wilayah dan social desa, penyusunan dokumen perencanaan tata ruang desa, dan normalisasi sungai.
Sub bidang kawasan pemukiman memiliki program kerja yakni pegadaan/pembangunan/rehabilitas/peningkatan penerangan di desa.
Sub bidang kehutanan dan lingkungan hidup memiliki program kerja yakni pengaturan, pengendalian, pelestarian lingkungan dan tataguna lahan desa. Sub bidang perhubungan, komunikasi dan informatika memiliki program kerja yakni penyelenggaraan informasi public desa.
“Untuk keterlibatan masyarakat dalam pembangunan infrastruktur terutama di alokasi dana desa itu hampir setiap pembangunan itu masyarakat lokal yang kita libatkan dalam pelaksanaan anggaran dana desa begitupun juga APBD kita menggunakan masyarakat lokal untuk melakukan pembagunan.”
Dari hasil wawancara dengan pak Lius Tino kaur pembangunan diatas pemerintah desa melibatkan masyarakat lokal dalam setiap program pembagunan dalam pelaksanaan anggaran dana desa begitu dengan APBD.
“Berlajan dengan baik hampir mencapai program tahun berjalan, Untuk prioritas pembangunan ada 3 di desa kalatiri yang pertama itu grennase untuk menghindari daerah kumuh, kedua yaitu jalan tani untuk memudahkan akses petani mengambil hasil pertanian terlebih juga untuk meringakan biaya produksi dan ketiga adalah irigasi atau pegairan karena hampir 90% penduduk kalatiri adalah mayoritas petani.”
Dari hasil wawancara dengan pak Lius Tino kaur pembangunan diatas pemerintah desa memprioritaskan pembagunan didesa ada 3 yaitu grennase, jalan tani, dan iragasi karena penduduk kalatiri adalah mayoritas petani program ini telah berjalan dengan baik.
b. Bidang Penyelenggaraan Pemerintah Desa
Pemerintah desa adalah penyelenggara urusan pemerintah oleh pemerintah desa dan badan permusyawaratan desa dalam mengatur kepentingan masyarakat setempat berdarkan asal-usul adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam system pemerintahan Negara kesatuan republik.
Tabel 4.3
Bidang Penyelenggaraan Pemerintah Desa
Bidang penyelenggaraan pemerintah desa Anggaran Penyelenggraan belanja siltap, tunjangan dan
operasional pemerintah desa
484.965.700,00 Pengelolaan administrasi kependudukan,
pencatatan sipil, statistic dan kearsipan
12.800.000,00 Penyelenggaraan tata praja pemerintah,
perencanaan, keuangan dan pelaporan
52.552.000,00
Sub bidang pertahanan 2.953.000,00
Sumber: Data dari desa
Bidang penyelenggraan pemerintah desa terdiri dari;
penyelenggraan belanja siltap, tunjangna dan operasional pemerintah desa yang memiliki program kerja diantaranya penyediaan penghasilan tetap dan tunjangnan kepala desa, penyediaan penghasilan tetap dan tunjangan perangkat desa, penyediaan operasional pemerintah desa, penyediaan tunjangan BPD, penyediaan operasional BPD, penyediaan staf honorium unsur staf desa, penyediaan sarana dan prasarana pemerintah desa, penyediaan sarana (aset tetap) perkantoran/pemerintahan, dan pemeliharaan gedung/prasarana kantor desa.
Pengelolaan administrasi kependudukan, pencatatan sipil, statistic dan kearsipan memiliki program kerja yakni pelayanan administrasi umum dan kependudukan. Penyelenggaraan tata praja pemerintah, perencanaan, keuangan dan pelaporan memiliki program kerja diantaranya penyelenggaraan musyawarah perencaan desa/pembahasan APBDes, penyusunan dokumen perencaan desa, penyususnan dokumen keuangan desa,
pengelolaan administrasi /investasi /penilaian aset desa, penyusunan laporan kepala desa, LPPDesa dan informasi kepada masyarakat, dan dukungan dan sosialisasi pelaksanaan pilkades, penyaringan dan penjaringan. Sub bidang pertahanan memiliki program kerja yakni administrasi pajak bumi dan bangunan (PBB).
c. Pembinaan Kemasyarakatan
Pembinaan kemasyarakatan merupakan salah satu program pemerintah dalam meningkatkan serta mengelola lembaga dan sumber daya manusia agar lebih baik dan bekerja sesuai dengan harapan. Pembinaan kemasyarakatan dapat dilakukan dengan berbagai cara baik melalui pelatihan, rapat, lomba, peringatan hari besar dan lain-lain.
Tabel 4.4
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan
Bidang Pembinaan kemasyarakatan Anggaran Sub bidang ketenteraman, ketertiban umum dan
perlindungan masyarakat
25.125.000,00 Sub bidang kebudayaan dan keagamaan 12.050.000,00 Sub bidang kepemudaan dan olahraga 1.850.000,00 Sub bidang kelembagaan masyarakat 28.023.986,00 Sumber: Data dari desa
Bidang pembinaan kemasyarakat terdiri dari sub bidang ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat memiliki program kerja diantaranya penguatan dan peningkatan kapsitas tenaga keamanan/ketertiban oleh pemerintah, dan pelatihan/penyuluhan/sosialisasi kepada masyarakat di bidang hukum dan perlindungan.
Sub bidang kebudayaan dan keagamaan memiliki program kerja diantara penyelenggaraan festival kesenian, adat/kebudayaan, dan keagamaan (HUT), dan penguatan/peningkatan penyelenggaraan keagamaan dan kebudayaan. Sub bidang kepemudaan dan olahraga memiliki program kerja diantaranya penyelenggaraan festival/lomba kepemudaan dan olahraga tingkat desa, dan pembinaan karangtaruna kepemudaan/ olahraga tingkat desa. Sub bidang kelembagaan masyarakat memiliki program kerja yakni pembinaan PKK.
d. Pemberdayaan Masyarakat
Pemberdayaan masyarakat adalah untuk menumbuhkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan masyarakat dalam mengenali, mengatasi, memelihara, melindungi, dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
Pemberdayaan masyarakat adalah upaya fasilitas yang bersifat non instruktif yang berfungsi untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat agar mampu mengidentifikasi maslah, merencanakan, dan melakukan pemecahannya dengan pemanfaatan potensi setempat, baik dari instansi lintas sektoral maupun LSM dan tokoh masyarakat.
Tabel 4.5
Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Bidang pemberdayaan masyarakat Anggaran Sub bidang dan peternakan 4.300.000,00 Sub bidang peningkatan kapasitas aparatur
desa
21.640.000,00 Sub bidang pemberdayaan prempuan,
perlindungan anak dan keluarga
0,00
Bidang pemberbedayaan terdiri dari berbagai sub bidang diantaranya yaitu sub bidang pertanian dan perternakan memiliki program biantaranya pelatihan/bimtek/pengenalan teknologi tepat guna untuk pertanian/ perternakan, dan pembagunan/ rehabilitas /peningkatan saluran irigasi tersier/sederhana.
Sub bidang peningkatan kapasitas aparatur desa memiliki program kerja diantaranya peningkatan kapasitas kepala desa, peningkatan kapasitas perangkat desa, dan peningkatan kapasitas BPD. Sub bidang pemberdayaan prempuan, perlindungan anak dan keluarga memiliki program kerja yakni pelatihan dan penyuluhan pemberdayaan prempuan.
“bahwa apa yang dibangun itu sudah ditentukan bahwa menggunakan anggaran dana desa di peruntukan untuk pembagunan dan pemberdayaan masyarakat dan itu sudah ditentukan di peraturan perundang-undangannya bahwa yang ini yang di gunakan”
Dari hasil wawancara ibu Suriani. S kaur keuangan diatas bahwa anggaran dana desa sudah dipergunakan atau diperuntukkan untuk pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat.
e. Penanggulangan Bencana, Darurat dan Mendesak
Nomor 20 tahun 2018, pasal 23. Permendagri Nomor 20 tahun 2018. Berikut adalah ringkasan dari pasal tersebut di atas:
(1) Belanja tak terduga merupakan belanja untuk kegiatan pada sub bidang penanggulangan bencana, keadaan darurat, dan keadaan mendesak yang diumumkan lokal desa, seperti yang dimaksud dalam pasal 19 huruf d.
(2) Belanja untuk kegiatan pada sub bidang penanggulangan bencana, keadaan darurat, dan keadaan mendesak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit memenuhi kriteria asli:
a. Ini tidak merupakan kegiatan normal dari pemerintah desa aktivitas dan tidak dapat diprediksi sebelumnya.
b. Itu tidak diharapkan terjadi, dan
c. Itu berada di luar kendali pemerintah desa.
(3) Kegiatan di subbidang penanggulangan bencana, sebagaimana dijelaskan dalam ayat (1), merupakan upaya tanggap darurat akibat bencana alam dan bencana sosial.
Tabel 4.6
Penanggulangan Bencana Darurat dan Mendesak Penanggulangan bencana darurat dan
mendesak
Anggaran Sub bidang keadaan mendesak 420.300.000,00 Sumber: Data dari desa
Bidang penanggulangan bencana darurat dan mendesak terdiri dari sub bidang keadaan mendesak yang memiliki program kerja yakni penanganan keadaan mendesak.
Hasil yang diperoleh di desa kalatiri rata-rata yang dibuktikan secara fisik dari data tersebut. Evaluasi pelaksanaan ADD membuat masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan/proyek melalui ADD. ADD pelaksanaan yang mengikut sertakan masyarakat adalah partisipasi yang terwujud dengan adanya masyarakat yang mengikut sertakan. ADD pertanggung jawaban secara teratur juga menerapkan prinsip transparansi di forum
evaluasi yang sudah dilaksanakan. Prinsip transparansi tersebut juga dibuktikan dengan hasil wawancara yang lain:
“bahwa dibutuhkan transparansi yang sudah di pasang papan transparansi seperti itu, tapi untuk transpanransi sepenuhnya tidak semuanya bisa karena ada pengawasan BPD dari kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan di desa”
Dari hasil wawancara dengan Pak Salim kepala desa di atas dapat di simpulkan bahwa pemrintahan desa telah melakukan transparansi tetapi tidak sepenuhnya melakukan transparansi dikarenakan adanya pengawasan BPD dari setiap kegiatan yang dilakukan di desa.
Berdasarkan hasil tersebut, alokasi dana desa di desa kalatiri pengelelolaan sudah sangat baik dan berdasarkan prinsip transparansi. Indikator yang sudah terpenuhi di desa kalatiri antara lain kemudahan masyarakat akses dalam kegiatan ekonomi dan pemerintahan, pembentukan pelaksanaan desa, bentuk inisiatif masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengelolaan dan sebagai hasilnya, perbaikan terus menerus secara berkala menyesuaikan situasi dan kondisi, serta peraturan perundang-undangan undangan yang berlaku, diperlukan.
2. Bantuan Keuangan APBD
Berdasarkan menteri keuangan desa dalam negeri nomor 37 tahun 2007. Undang-undang ini bertujuan untuk memberikan landasan
hukum bagi keuangan desa, sumber keuangan desa, dan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBD).
Tablel 4.7
APBD Tahun 2019-2021 Desa Kalatiri
Tahun 2019 Tahun 2020 Tahun 2021
0,00 230.000.000,00 0,00
Sumber: Data dari desa
Dari tabel diatas dapat dijelaskan bahwa pada tahun 2019 pemeritahan desa kalatiri tidak mendapatkan dana bantuan keuangan kabupaten/kota, pada tahun 2020 pemerintah desa kalatiri mendapat dana bantuan keuangan kabupaten/kota, dan pada tahun 2021 pemerintah desa kalatiri tidak mendapatkan dana bantuan keuangan kabupaten/kota.
Perhitungan Pengalokasian Dana Desa berpatokan pada peraturan pemerintah (PP) No. 60 Tahun 2014. Pengalokasian APBDes untuk dana desa berdasarkan untuk keahlian Anggaran Pemasukan serta Belanja Negeri (APBN), perhitungan pengalokasian Dana Desa berpatokan pada peraturan Ada pergantian peraturan pemerintah dalam implentasinya PP sebelumnya belum menjamin pengalokasian dana desa secara lebih
menyeluruh pada saat pelaksanaanya Tahun 2015
.
Dari hasil wawancara yang dilakukan :
“bantuan keuangan APBD tiap tahunnya itu berbeda, bantuan ini menjadi tambahan pendapatan bagi desa dan sangat membantu pemerintahan desa untuk mewujudkan program-program kerja yang ada di desa kalatiri”
Dari hasil wawancara dengan ibu Suriani. S kaur keuangan diatas dapat disimpulkan bahwa setiap adanya anggaran bantuan keuangan APBD yang diterima oleh desa sangat membantu pemerintahan tiap desa
Dari hasil wawancara dengan ibu Suriani. S kaur keuangan diatas dapat disimpulkan bahwa setiap adanya anggaran bantuan keuangan APBD yang diterima oleh desa sangat membantu pemerintahan tiap desa