Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Bali 2021
PENJELASAN POS-POS LAPORAN KEUANGAN
5.1. LAPORAN REALISASI ANGGARAN
5.1.2. Belanja Daerah
5.1.2.2. Belanja Modal
TA 2021 TA 2020
Anggaran Realisasi % Realisasi
1.735.407.456.122,00 839.010.470.016,80 48,35 458.448.887.065,83
Jumlah tersebut merupakan Belanja Modal yang dianggarkan dan direalisasikan pada TA 2021 serta yang direalisasikan pada TA 2020. Belanja Modal TA 2021 mengalami peningkatan dari TA 2020 sebesar Rp380.561.582.950,97 atau 83,01%, dengan rincian sebagai berikut:
Belanja Modal Tanah 962.184.693.264,00 439.080.181.058,00 45,63 265.771.890.897,00 Belanja Modal Peralatan dan Mesin 147.575.058.515,00 105.838.658.813,28 71,72 110.121.074.839,69 Belanja Modal Gedung dan
Bangunan
359.949.836.949,00 170.812.068.572,52 47,45 59.374.343.153,60 Belanja Modal Jalan, Jaringan, dan
Irigasi
202.920.131.388,00 92.544.410.552,00 45,61 17.984.051.037,54 Belanja Modal Aset Tetap Lainnya 62.777.736.006,00 30.735.151.021,00 48,96 5.197.527.138,00 Jumlah 1.735.407.456.122,00 839.010.470.016,80 48,35 458.448.887.065,83
Komposisi realisasi Belanja Modal TA 2021 dan capaian realisasi Belanja Modal terhadap anggaran di TA 2020 digambarkan dalam bentuk diagram sebagai berikut ini.
Gambar 5.9 Komposisi Realisasi Belanja Modal pada Pemerintah Provinsi Bali TA 2021
Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Bali 2021
Catatan atas Laporan Keuangan - Penjelasan Pos-Pos Laporan Keuangan (LRA)
91
Gambar 5.10 Capaian Realisasi Belanja Modal pada Pemerintah Provinsi Bali TA 2021 Rincian anggaran dan realisasi Belanja Modal pada masing-masing OPD dapat dilihat pada lampiran 8.
5.1.2.2.1 Belanja Modal Tanah
TA 2021 TA 2020
Anggaran Realisasi % Realisasi
962.184.693.264,00 439.080.181.058,00 45,63 265.771.890.897,00
Jumlah tersebut merupakan Belanja Modal Tanah yang dianggarkan dan direalisasikan pada TA 2021 serta yang direalisasikan pada TA 2020. Belanja Modal Tanah TA 2021 mengalami peningkatan dari TA 2020 sebesar Rp173.308.290.161,00 atau 65,21%. Belanja Modal Tanah sebesar tersebut diatas berupa pembayaran ganti rugi pengadaan/pembebasan lahan untuk pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Kabupaten Klungkung, penataan kawasan suci Besakih di Kabupaten Karangasem, pembayaran ganti rugi pengadaan tanah untuk pembangunan Taman Teknologi Komunikasi Bali Smart di Kabupaten Buleleng pada kegiatan pengelolaan e-government di Lingkup Pemerintah Daerah.
Rendahnya realisasi kumulatif Belanja Modal Tanah dipengaruhi capaian realisasi Belanja Modal Tanah Persil Lainnya dan Belanja Modal Tanah untuk Jalan hanya 36,70% dan 34,25%. Realisasi rincian Belanja Modal Tanah ini berada pada Program Penataan Bangunan dan Lingkungan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Bali. Penyebab rendahnya realisasi Belanja Modal Tanah Persil Lainnya dan Belanja Modal Tanah untuk Jalan adalah sebagai berikut:
1. Penyerapan anggaran paket Pengadaan Multy Years Contract Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Kabupaten Klungkung hanya sebesar 37,61% (Rp 1.692.412.425,00 ) dari jumlah anggaran TA 2021 yang sebesar Rp4.500.000.000,00.
2. Paket – paket pekerjaan fisik TA. 2021 pada Seksi Penataan Bangungan dan Lingkungan Bidang Cipta Karya dalam proses pelaksanaannya sebagian mengalami rasionalisasi anggaran, sehingga dilakukan addendum kontrak serta menerangkan paket pekerjaan yang sedang berjalan itu tetap dilaksanakan sampai selesai 100%, namun pembayarannya dilakukan sebesar 60% pada TA. 2021 dan sisanya sebesar 40% dari nilai kontrak akan dibayarkan pada TA. 2022.
3. Terdapat beberapa paket pekerjaan dianggarkan pada TA. 2021 yang tidak dapat direalisasikan karena pelaksanaannya akan dijadwalkan ulang pada Tahun 2022.
4. Terdapat paket pekerjaa Multy Years Contract yang pelaksanaannya dimulai Tahun 2021 sampai dengan Tahun 2022, sehingga penyerapan anggaran pada TA. 2021 baru terealisasi sebatas pemberian uang muka saja.
Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Bali 2021
Catatan atas Laporan Keuangan - Penjelasan Pos-Pos Laporan Keuangan (LRA)
92
5. Terdapat sisa pagu anggaran pada TA. 2021 dan penjadwalan paket pekerjaan ke Tahun 2022 mengakibatkan pagu anggaran yang belum direalisasikan dan sisa pagu anggaran yang belum sepenuhnya dapat direalisasikan telah dimohonkan untuk dapat dilakukan pergeseran anggaran ke TA. 2022.
Rincian Belanja Modal pada masing-masing OPD dapat dilihat pada lampiran 9.
5.1.2.2.2 Belanja Modal Peralatan dan Mesin
TA 2021 TA 2020
Anggaran Realisasi % Realisasi
147.575.058.515,00 105.838.658.813,28 71,72 110.121.074.839,69
Jumlah tersebut merupakan Belanja Modal Peralatan dan Mesin yang dianggarkan dan direalisasikan pada TA 2021 serta yang direalisasikan pada TA 2020. Belanja Modal Peralatan dan Mesin TA 2021 mengalami penurunan dari TA 2020 sebesar Rp4.282.416.026,41 atau 3,89%, dengan rincian sebagai berikut:
Belanja Modal Alat Bantu 351.000.000,00 327.136.500,00 93,2 797.479.400,00 Belanja Modal Alat Angkutan Darat
Bermotor
1.774.300.000,00 1.583.900.000,00 89,27 5.536.900.000,00 Belanja Modal Alat Bengkel Bermesin 16.500.000,00 16.417.500,00 99,5 93.239.000,00 Belanja Modal Alat Bengkel Tak Bermesin 29.980.385,00 28.380.000,00 94,66 0
Belanja Modal Alat Pengolahan 430.000.000,00 354.320.000,00 82,4 0
Belanja Modal Alat Kantor 2.391.221.170,00 2.050.515.533,00 85,75 1.417.732.900,00 Belanja Modal Alat Rumah Tangga 10.942.883.024,00 9.096.148.673,00 83,12 5.658.968.299,46 Belanja Modal Meja dan Kursi Kerja/Rapat
Pejabat
1.282.013.500,00 1.108.100.196,00 86,43 5.645.717.363,00 Belanja Modal Alat Studio 2.253.668.000,00 1.646.649.339,00 73,07 2.527.667.536,00 Belanja Modal Alat Komunikasi 136.453.000,00 43.784.000,00 32,09 312.606.400,00 Belanja Modal Alat Kedokteran 9.307.050.000,00 8.245.716.623,00 88,6 15.090.681.523,56 Belanja Modal Alat Kesehatan Umum 20.160.000,00 20.020.000,00 99,31 0,00 Belanja Modal Pengadaan Unit-Unit
Laboratorium
0,00 0,00 0,00 7.556.508.525,00
Belanja Modal Unit Alat Laboratorium 3.088.802.200,00 2.414.686.699,00 78,18 0,00 Belanja Modal Alat Peraga Praktek Sekolah 156.751.000,00 0,00 0,00 0,00 Belanja Modal Alat Laboratorium
Lingkungan Hidup
9.859.000,00 9.859.000,00 100,00 0,00
Belanja Modal Pengadaan Komputer 0,00 0,00 0,00 8.438.044.600,00
Belanja Modal Komputer Unit 4.758.798.600,00 3.480.039.255,00 73,13 0,00 Belanja Modal Peralatan Komputer 4.492.417.977,00 3.283.526.576,00 73,09 0,00
Belanja Modal Sumur 51.400.000,00 51.381.000,00 99,96 0,00
Belanja Modal Alat Bantu Eksplorasi 48.000.000,00 39.600.000,00 82,50 0,00 Belanja Modal Alat Bantu Produksi 220.000.000,00 198.700.353,28 90,32 0,00
Belanja Modal Alat Pelindung 23.474.000,00 0,00 0,00 0,00
Belanja Modal Alat Peraga Pelatihan dan Percontohan
9.964.319.000,00 9.157.967.171,00 91,91 0,00 Belanja Modal Rambu-Rambu Lalu Lintas
Darat
247.750.000,00 237.433.000,00 95,84 0,00 Belanja Modal Peralatan dan Mesin BOS 86.965.578.444,00 54.552.048.859,00 62,73 48.167.438.411,67 Belanja Modal Peralatan dan Mesin BLUD 8.612.679.215,00 7.892.328.536,00 91,64 8.050.775.795,00 Belanja Modal Pengadaan Perlengkapan
Rumah Sakit
0,00 0,00 0,00 670.408.556,00
Belanja Modal Pengadaan Alat Ukur 0,00 0,00 0,00 151.421.530,00
Belanja Modal Pengadaan Peralatan Pemancar
0,00 0,00 0,00 5.485.000,00
Jumlah 147.575.058.515,00 105.838.658.813,28 71,72 110.121.074.839,69
Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Bali 2021
Catatan atas Laporan Keuangan - Penjelasan Pos-Pos Laporan Keuangan (LRA)
93
Rincian Belanja Modal Peralatan dan Mesin pada masing-masing OPD dapat dilihat pada lampiran 10.
5.1.2.2.3 Belanja Modal Gedung dan Bangunan
TA 2021 TA 2020
Anggaran Realisasi % Realisasi
359.949.836.949,00 170.812.068.572,52 47,45 59.374.343.153,60
Jumlah tersebut merupakan Belanja Modal Gedung dan Bangunan yang dianggarkan dan direalisasikan pada TA 2021 serta yang direalisasikan pada TA 2020. Belanja Modal Gedung dan Bangunan TA 2021 mengalami peningkatan dari TA 2020 sebesar Rp111.437.725.418,92 atau 187,69%, dengan rincian sebagai berikut :
Belanja Modal Bangunan Gedung Tempat Kerja
359.779.836.949,00 170.649.465.849,13 47,43 59.141.434.953,60
Belanja Modal Monumen/Bangunan Bersejarah
0,00 0,00 0,00 232.908.200,00
Belanja Modal Tugu Titik Kontrol/Pasti
50.000.000,00 49.087.423,00 98,17 0,00
Belanja Modal Gedung dan Bangunan BLUD
120.000.000,00 113.515.300,39 94,60 0,00
Jumlah 359.949.836.949,00 170.812.068.572,52 47,45 59.374.343.153,60
Rendahnya realisasi kumulatif Belanja Modal Gedung dan Bangunan dipengaruhi capaian realisasi Belanja Modal Bangunan Fasilitas Umum hanya 0,35%. Realisasi Belanja Modal Bangunan Fasilitas Umum berada pada Program Penataan Bangunan dan Lingkungan pada Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Bali. Penyebab rendahnya realisasi Belanja Modal Bangunan Fasilitas Umum adalah sebagai berikut:
1. Penyerapan anggaran paket Pengadaan Multy Years Contract Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Kabupaten Klungkung hanya sebesar 37,61% (Rp 1.692.412.425,00 ) dari jumlah anggaran TA 2021 yang sebesar Rp 4.500.000.000,00.
2. Paket – paket pekerjaan fisik TA. 2021 pada Seksi Penataan Bangungan dan Lingkungan Bidang Cipta Karya dalam proses pelaksanaannya sebagian mengalami rasionalisasi anggaran, sehingga dilakukan addendum kontrak serta menerangkan paket pekerjaan yang sedang berjalan itu tetap dilaksanakan sampai selesai 100%, namun pembayarannya dilakukan sebesar 60% pada TA. 2021 dan sisanya sebesar 40% dari nilai kontrak akan dibayarkan pada TA. 2022.
3. Terdapat beberapa paket pekerjaan dianggarkan pada TA. 2021 yang tidak dapat direalisasikan karena pelaksanaannya akan dijadwalkan ulang pada Tahun 2022.
4. Terdapat paket pekerjaan Multy Years Contract yang pelaksanaannya dimulai Tahun 2021 sampai dengan Tahun 2022, sehingga penyerapan anggaran pada TA. 2021 baru terealisasi sebatas pemberian uang muka saja.
5. Terdapat sisa pagu anggaran pada TA. 2021 dan penjadwalan paket pekerjaan ke Tahun 2022 mengakibatkan pagu anggaran yang belum direalisasikan dan sisa pagu anggaran yang belum sepenuhnya dapat direalisasikan telah dimohonkan untuk dapat dilakukan pergeseran anggaran ke TA. 2022.
Rincian Belanja Modal Gedung dan Bangunan pada masing-masing OPD dapat dilihat pada lampiran 11.
Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Bali 2021
Catatan atas Laporan Keuangan - Penjelasan Pos-Pos Laporan Keuangan (LRA)
94
5.1.2.2.4 Belanja Modal Jalan, Jaringan, dan Irigasi
TA 2021 TA 2020
Anggaran Realisasi % Realisasi
202.920.131.388,00 92.544.410.552,00 45,61 17.984.051.037,54
Jumlah tersebut merupakan Belanja Modal Jalan, Irigasi dan Jaringan yang dianggarkan dan direalisasikan pada TA 2021 serta yang direalisasikan pada TA 2020. Belanja Modal Jalan, Irigasi dan Jaringan TA 2021 mengalami peningkatan dari TA 2020 sebesar Rp74.560.359.514,46 atau 414,59%, dengan rincian sebagai berikut :
Belanja Modal Pengadaan Jalan 148.396.365.815,00 52.963.142.850,00 35,69 4.161.453.100,00 Belanja Modal Pengadaan Jembatan 2.429.819.400,00 2.429.819.400,00 100,00 499.928.000,00 Belanja Modal Pengadaan Bangunan
Air Irigasi
11.278.528.648,00 6.982.176.713,00 61,91 3.972.549.000,00 Belanja Modal Pengadaan Bangunan
Pengaman Sungai dan
Penanggulangan Bencana Alam
3.481.965.800,00 3.419.012.400,00 98,19 622.584.000,00
Belanja Modal Pengadaan Bangunan Air Kotor
50.000.000,00 49.410.570,00 98,82 800.000.000,00 Belanja Modal Pengadaan Instalasi
Air Minum Bersih
210.000.000,00 209.348.920,00 99,69 6.687.240.782,54 Belanja Modal Pengadaan Instalasi
Air Kotor
1.250.933.516,00 0,00 0,00 0,00
Belanja Modal Instalasi Lain 20.000.000,00 19.800.000,00 99,00 0,00
Belanja Modal Pengadaan Jaringan Air Minum
34.614.623.209,00 25.368.000.000,00 73,29 1.158.894.950,00 Belanja Modal Pengadaan Jaringan
Listrik
437.895.000,00 354.761.399,00 81,02 619.018.705,00 Belanja Modal Jalan, Jaringan, dan
Irigasi
750.000.000,00 748.938.300,00 99,86 0,00 Belanja Modal Pengadaan Jaringan
Telepon
0,00 0,00 262.382.500,00
Jumlah 202.920.131.388,00 92.544.410.552,00 45,61 17.984.051.037,54
Rendahanya realisasi Belanja Modal Jalan, Irigasi dan Jaringan disebabkan oleh dinamika yang berkembang dalam proses perencanaan fisik Pembangunan Pusat Kebudayaan Bali di Kabupaten Klungkung dan Keputusan Adendum Kontrak PEN atas Pemerintah Provinsi Bali dengan PT.SMI baru ditandatangani pada tanggal 28 Desember 2021 dengan demikian proses yang dapat direalisasikan pada setiap paket pekerjaan hanya uang muka setelah tanggal Perjanjian Addendum Kontrak PEN tersebut ditandatangani. Oleh sebab itu penyerapan anggaran baru bisa dilaksanakan hanya sebatas uang muka saja sebesar 15%. Penyerapan Anggaran untuk pelaksanaan Pembayaran Bulanan Menunggu Proses Adendum dan Hasil Opname Pekerjaan di Lapangan.
Rincian Belanja Modal Jalan, Irigasi dan Jaringan pada masing-masing OPD dapat dilihat pada lampiran 12.
5.1.2.2.5 Belanja Modal Aset Tetap Lainnya
TA 2021 TA 2020
Anggaran Realisasi % Realisasi
62.777.736.006,00 30.735.151.021,00 48,96 5.197.527.138,00
Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Bali 2021
Catatan atas Laporan Keuangan - Penjelasan Pos-Pos Laporan Keuangan (LRA)
95
Jumlah tersebut merupakan Belanja Modal Aset Tetap Lainnya yang dianggarkan dan direalisasikan pada TA 2021 serta yang direalisasikan pada TA 2020. Belanja Modal Aset Tetap Lainnya TA 2021 mengalami peningkatan dari TA 2020 sebesar Rp25.537.623.883,00 atau 491,34%, dengan rincian sebagai berikut :
Belanja Modal Pengadaan Buku 0,00 0,00 0,00 3.711.955.105,00
Belanja Modal Bahan Perpustakaan 69.760.000,00 69.760.000,00 100,00 0,00 Belanja Modal Pengadaan Barang
Bercorak Kebudayaan
138.425.000,00 38.404.499,00 27,74 341.998.500,00 Belanja Modal Aset Tetap Dalam
Renovasi
2.685.371.930,00 2.002.000.000,00 74,55 0,00 Belanja Modal Pengadaan Alat Olah
Raga Lainnya
0,00 0,00 0,00 122.598.200,00
Belanja Modal Pengadaan Software 1.857.126.782,00 1.672.572.560,00 90,06 1.020.975.333,00 Belanja Modal Aset Tetap Lainnya
BOS
57.977.052.294,00 26.921.393.962,00 46,43 0,00 Belanja Modal Aset Tetap Lainnya
BLUD
50.000.000,00 31.020.000,00 62,04 0,00
Jumlah 62.777.736.006,00 30.735.151.021,00 48,96 5.197.527.138,00 Rendahnya realisasi Belanja Modal Aset Tetap Lainnya dipengaruhi capaian realisasi Belanja Modal Pengadaan Barang Bercorak Kebudayaan pada Sekretariat Daerah hanya 27,74%. Rendahnya capaian belanja tersebut dikarenakan Belanja Modal Lukisan yang telah dianggarkan sejumlah Rp100.000.000,00 di TA 2021 tidak direalisasikan dengan pertimbangan kebutuhan anggaran dan urgensinya.
Rincian Belanja Modal Aset Tetap Lainnya pada masing-masing OPD dapat dilihat pada lampiran 13.
5.1.2.3 Belanja Tidak Terduga