C. Faktor Eksternal Lainnya
4.2. Karakteristik Responden
4.3.3 Belanja Pariwisata
Belanja Pariwisata merupakan bagian dari sumber pendapatan pariwisata.
Dimana biaya yang dikeluarkan wisatawan untuk belanja pariwisata seperti hotel, penyewaan terhadap sewa tempat wisata, pembelian cinderamata, dan sebagainya, merupakan pendapatan pariwisata. Untuk menjaga agar harga yang ditetapkan di suatu tempat wisata juga perlu diketahui oleh pengelola tempat wisata, dimana ketertarikan seorang wisatawan dalam berbelanja jika harga yang dikeluarkan sesuai dengan apa yang diterimanya. Secara garis besar belanja pariwisata dapat dibedakan menjadi dua unsur yaitu, unsur yang pertama ialah dari segi fasilitas dan aksesibilitas yang meliputi seperti hotel, retribusi, parkir, dll. Dari wisatawan yang menjadi responden, sebanyak 1,16% mengatakan sangat murah, murah 25,58 %, dan cukup murah 41,86%. Sebanyak 18,60% mengatakan tidak murah dan sangat tidak murah sebanyak 12,79%.
Gambar 4.26
Pendapat Wisatawan terhadap Belanja Pariwisata dari Segi Fasilitas dan Aksesibilitas
18,60%
18,60%
41,86%
25,58%
1,16%
Sangat Tidak Murah Tidak Murah Cukup Murah Murah Sangat Murah
Unsur belanja pariwisata yang kedua ialah dari segi Fasilitas dan Pelayanan Umum Wisata. Disini mencakup harga makanan dan minuman, sewa tempat wisata, harga cinderamata, sewa alat permainan, dsb. Dari wisatawan yang menjadi responden, sebanyak 2,8% mengatakan sangat murah, murah 17,81%.
Cukup murah 45,78%. Responden sebanyak 7,03% mengatakan sangat tidak murah dan yang mendominasi sebanyak 26,56% tidak murah.
Gambar 4.27
Pendapat Wisatawan terhadap Belanja Pariwisata dari Segi Fasilitas dan Pelayanan Umum Wisata
4.5.Penawaran Wisata
Penawaran wisata ialah yang diberikan oleh pengelola tempat wisata.
Dalam hal ini pengelola tempat wisata ialah Pemerintah dan Pelaku Usaha.
Dimana pelaku usaha dan pemerintah untuk bekerjasama dalam mengembangkan suatu tempat wisata. Tetapi suatu kerjasama ini juga memerlukan penilaian agar apa yang sudah dikerjakan/hasilkan dapat bisa lebih lagi ditingkatkan.
Seorang Pelaku usaha di tempat wisata juga memperhatikan omset yang didapat dari penjualan atau kegiatan usaha yang dilakukannya. Dimana jika omset yang didapat besar, berarti dapat dikatakan bahwa tempat wisata itu ramai dikunjungi
7,03%
26,56%
45,78%
17,81 2,8%
Sangat Tidak Murah Tidak Murah Cukup Murah Murah Sangat Murah
oleh wisatawan. Namun sebaliknya jika omset yang didapat pelaku usaha kecil maka dapat dikatakan bahwa tempat wisata mengalami penurunan wisatawan.
Dari pelaku usaha di Kawasan Wisata Danau Toba Kabupaten Dairi yang menjadi responden sebanyak 5% lama melakukan kegiatan sekitar setengah, 15%
selama 1 tahun dan 1-3 tahun sebanyak 30%. Dan yang diatas 3 tahun mendominasi sebanyak 50%.
Gambar 4.28
Usia Kegiatan usaha yang dilakukan Pelaku Usaha
Selain usia usaha yang berbeda – beda, tentu omset yang didapat juga berbeda. Sebanyak 60 % responden mempunyai omset di 1 juta – 3 juta rupiah, omset di 4 juta – 6 juta sebanyak 25% , 6 juta – 9 juta 5%, Dan omset diatas 10 juta sebanyak 5%.
Gambar 4.29
Omset kegiatan usaha yang diperoleh Pelaku Usaha
5%
Untuk menujang omset kegiatan usaha yang dilakukan pelaku usaha tentu dengan adanya penambahan kedatangan wisatawan ke tempat wisata itu.
Kenaikan omset yang diterima oleh pelaku usaha, biasanya terjadi jika ada event/
hari besar/ libur. Namun apakah kenaikan tersebut mempengaruhi semua pelaku usaha. Dari pelaku usaha yang menjadi responden, sebanyak 10% tidak mengalami kenaikan omset, kenaikan <10% dengan sebanyak 25%, sebanyak 40% mengalami kenaikan omset sebesar 10-25%, dan kenaikan omset sebesar 26-50% dialami responden sebanyak 20%.
Gambar 4.30
Kenaikan Omset kegiatan usaha yang dilakukan Pelaku Usaha
Dengan diketahuinya kenaikan omset yang diterima pelaku usaha, apakah faktor tersebut merupakan karena adanya event atau hari libur/hari besar. Tetapi pemerintah dan pelaku usaha seharusnya bisa melakukan penambahan event yang dilakukan sendiri. Dari pelaku usaha yang menjadi responden, sebanyak 75%
mengatakan pemerintah mengadakan event sebanyak kurang dari 1 kali dalam setahun setahun dan 1 kali setahun sebanyak 25%.
10%
25%
40%
20%
5%
tetap
< 10%
10-25%
25-50%
51-100%
Gambar 4.31
Rasio Kegiatan/Event yang dilakukan Pemerintah
Selain dari pemerintah, kegiatan/event juga bisa dilakukan oleh pihak swasta, dari pelaku usaha yang menjadi responden, sebanyak 80% mengatakan pihak swasta melakukan event kurang dari 1 kali dalam setahun dan 20%
melakukan event dari 1 kali setahun.
Gambar 4.32
Rasio Kegiatan/Event yang dilakukan Pihak Swasta 4.6. Pengembangan Pariwisata
Harapan pengembangan suatu tempat wisata tidak hanya dari keinginan wisatawan merekomendasikan suatu tempat wisata. Tetapi keinginan dan harapan wisatawan untuk pengelola suatu daerah tujuan wisata (DTW) meningkatkan kualitas menjadi berkelas dunia juga dapat diperhatikan. Dari wisatawan dan
75%
25%
< 1 Kali Setahun
1 x setahun
80%
20%
< 1 Kali Setahun 1 x setahun
pelaku usaha yang menjadi responden, sebanyak 4% mengatakan kurang setuju, setuju 34% dan sangat setuju sebanyak 62%. Berdasarkan wawancara yang dilakukan, beberapa wisatawan kurang setuju dikarenakan pembangunan tempat wisata yang tidak tepat dapat merusak alam yang ada ditempat wisata tersebut dan juga Taman Nasional harus terus dijaga kelestarian dan kealamian nya.
Gambar 4.33
Keinginan Wisatawan dan Pelaku Usaha untuk Peningkatan Kualitas Selain keinginan wisatawan dan pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas, dapat dilihat juga bahwa upaya Pemerintah Daerah yang telah meningkatkan kunjungan wisata telah berjalan dengan baik. Dari wisatawan yang menjadi responden sebanyak 37,36% responden mengatakan setuju bahwa pemerintah telah meningkatkan kunjungan wisata ketempat wisata ini dan 16,67%
sangat setuju. Disisi lain, sebanyak 18,17% responden kurang setuju.
0 0
4.06%
33.75%
62.18%
Sumber: Data Primer
Sangat tidak setuju Tidak setuju Kurang setuju Setuju Sangat setuju
Gambar 4.34
Upaya Pemerintah telah meningkatkan Kunjungan Wisata
Peningkatan kualitas dan pengembangan tempat wisata tentu memerlukan pihak-pihak yang dapat ikut berperan dalam peningkatan dan pengembangan tempat wisata tersebut. Dari wisatawan dan pelaku usaha yang menjadi responden, telah memilih urutan yang bisa berperan penting dalam pengembangan dan peningkatan kualitas tempat wisata.
Tabel 4.1
Urutan Peranan Penting dalam Pengembangan Kawasan Danau Toba Kabupaten Dairi
No Stakeholder Urutan Jumlah(%)
1. Pemerintah Pusat 1 10 saran dan rekomendasi seseorang yang berkunjung, berikut adalah beberapa rekomendasi yang diberikan oleh responden wisatawan dan pelaku usaha.
13%
Tabel 4.2
Rekomendasi Responden terhadap Lingkungan / SDA No No. Responden Rekomendasi
1. 12 Jaga terus kelestarian lingkungan alam tetap alami dan asli 2. 25 Perbanyak tempat sampah di sekitar sungai
3. 45 terus lindungi hewan langka seperti orang utan
4. 68 Beri tindak tegas kepada masyarakat yang merusak lahan taman nasional
5. 69 Peringati wisatawan untuk menjaga kebersihan dan bertanggung jawab dengan sampah masing-masing
6. 78 diharapkan memperbanyak tempat sampah dan mempekerjakan banyak tenaga kebersihan
Tabel 4.3
Rekomendasi Responden terhadap Aksesibilitas No No. Responden Rekomendasi
1. 5 Tambah jalan yang bisa dilewati mobil
2. 25 Penunjuk jalan menuju tempat wisata di perjelas
3. 26 Tingkatkan kualitas bandara dan perbanyak jam terbang 4. 33 jalan yang berlubang mohon diperbaiki
5. 34 Permudah akses jalan menuju resort
6. 57 Tambah jalur tracking yang lebih dekat tapi tetap menjual pemandangan yang indah
Tabel 4.4
Rekomendasi Responden terhadap Fasilitas dan Sarana Wisata No No. Responden Rekomendasi
1. 3 Tambahkan mesin atm yang tidak jauh dari tempat wisata 2. 12 Tempat makan masih sedikit dan kurang tertata
3. 15 Tingkatkan kualitas penginapan lebih baik lagi
4. 19 disediakan tempat khusus yang pas untuk menikmati keindahan alam
5. 20 Kurangnya tempat belanja souvenir yang bagus
6. 25 Masih kurang banyak penginapan atau resort disekitar tempat wisata
Tabel 4.5
Rekomendasi Responden terhadap Atraksi Wisata No No. Responden Rekomendasi
1. 5 Tambah atraksi wisata yang tetap menjaga lingkungan 2. 15 memperbanyak objek wisata bisa menjadi daya tarik untuk
turis yang datang
3. 57 Perbanyak atraksi yang berbeda dari tempat-tempat wisata lain
4. 68 Melihat orang utan dari jauh dan secara diam-diam merupakan hal yang sangat menakjubkan dan berbeda dari tempat lainnya. Terus seperti itu!
5. 72 atraksi wisata yang ada sudah cukup baik, tinggal ditingkatkan saja kualitasnya
6. 78 Perbanyak kegiatan yang dapat dilakukan wisatawan
Tabel 4.6
Rekomendasi Responden terhadap Harga Wisata No No. Responden Rekomendasi
1. 26 Dengan peningkatan harga tapi juga meningkatnya kualitas fasilitas dan sarana akan sangat bagus untuk mengundang wisatawan lokal dan asing
2. 29 Masih kurang informasi tentang harga wisata di internet dan media sosial
3. 33 Lebih disesuaikan lagi harga dengan kualitas objek wisata 4. 39 Tetapkan harga yang sama antara penyedia usaha yang
sama
5. 42 Harga penginapan belum sesuai harapan
6. 68 Secara keseluruhan harga sudah cukup terjangkau
Tabel 4.7
Rekomendasi Responden terhadap Promosi dan Layanan Wisata No No. Responden Rekomendasi
1. 5 Masih kurang informasi dan promosi dari internet dan media sosial
2. 25 Belum banyaknya paket tour dan kegiatan yang dipromosikan
No No. Responden Rekomendasi
3. 33 Perbanyak promosi melalui surat kabar atau majalah 4. 68 mempromosikan Taman Nasiona Gunung Leuser ini
melalui acara tv
5. 72 Belum banyaknya artikel yang membahas tempat wisata 6. 78 membuat acara yang menarik sehingga turis mau datang 4.7. Analisis Importance Performance (IMPA)
4.7.1. Uji Validitas
Validitas ialah suatu ukuran yang mengacu kepada kesesuaian antara data yang dikumpulkan dan data sebenarnya dalam sumber data. Tujuan melakukan uji validitas adalah mengetahui sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu instrumen pengukuran dalam melakukan fungsi ukurnya. Kriteria penentuan validitas kuesioner adalah:
a. Jika r hitung > r tabel maka instrumen dinyatakan valid.
b. Jika r hitung ≤ r tabel maka instrumen dinyatakan tidak valid.
Tabel 4.8 Hasil Uji Validitas
Indikator Pernyataan r xy r tabel Keterangan
Lingkungan / SDA
Lingkungan wisata menarik untuk dikunjungi Kesadaraan masyarakat dalam
melestarikan linkungan
dimasyarakat terjaga dengan baik 0,333 0,098 Valid
Aksesibilitas
Kondisi infrastruktur sudah dapat dilalui dengan mudah
0,501
0,098 Valid Transportasi sudah memudahkan
wisatawan dalam menuju daerah wisatata
0,382
0,098 Valid Penyediaan Transportasi umum sudah
memadai
Fasilitas dan Sarana Wiata
Fasilitas restoran dan rumah makan tersedia
0,451
0,098
Valid Hotel atau tempat penginapan sudah
memadai
0,534 0,098 Valid Tempat ibadah sudah cukup
ketersediannya 0,530 0,098
Valid Ketersediaan tempat berbelanja sudah
baik 0,401 0,098
Valid Penyediaan air bersih/ toilet umum sudah
memadai 0,388 0,098
Valid
Keamanan dan kenyamanan 0,504 0,098
Valid Kondisi tempat wisata telah tertata dengan
baik 0,559 0,098
Valid Kebersihan fasilitas publik (toilet) sudah
baik 0,497 0,098
Valid
Ketersediaan tempat sampah yang baik 0,595 0,098
Valid
Atraksi Wisata
Objek wisata dikelola dengan baik 0,541 0,098 Valid Atraksi wisata sudah cukup disediakan 0,697 0,098 Valid Keunikan dan ciri khas daerah wisata 0,619 0,098 Valid Kegiatan wisata sudah cukup bervariasi 0,534 0,098 Valid Permainan wisata tidak membosankan 0,568 0,098 Valid
Harga Wisata
Harga kegiatan wisata sudah sesuai
harapan 0,453 0,098
Valid
Pungutan retribusi ketempat wisata 0,546 0,098 Valid Harga tempat penginapan sesuai harapan
0,469 0,098
Valid Harga makanan/minuman seusai dengan
harapan
0,617 0,098
Valid Harga wisata tidak sama antar penyedia
layanan wisata yang sama 0,491 0,098
Valid Harga cinderamata telah sesuai dengan
harapan 0,661 0,098
Valid Parkir kendaraan telah sesui dengan
harapan Promosi tempat wisata dimasukkan dalam
event kepariwisataan 0,493 0,098
Valid Pemerintah daerah telah optimal
mempromosikan tempat wisata 0,483 0,098
Valid
Promosi dan layanan wisata sudah sesuai
konten 0,525 0,098
Valid
Layaan masyarakat terhadap wisatawan 0,397 0,098
Valid Pemda telah optimal dalam
mempromosikan tempat wisata
0,594 0,098 Valid Pemda telah optimal dalam memberikan
layanan pendukung wisata (sarana &
prasarana / fasilitas umum, dll)
0,554 0,098 Valid
Pelaku usaha telah optimal memberikan layanan wisata
0,478 0,098 Valid Sumber: Data Primer
Berdasarkan tabel di atas diperoleh hasil bahwa nilai r hitung seluruh pernyataan dalam kuesioner lebih besar dari r tabel (0,098). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa seluruh pernyataan dalam Lingkungan, aksesibilitas, fasilitas dan sarana , atraksi, harga wisata, promosi dan layanan adalah valid.
4.6.2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Pengujian reliabilitas pada umumnya dikenakan untuk pengujian stabilitas instrumen dan konsistensi internal instrumen. Kriteria pengujian reliabilitas yaitu:
a. Jika nilai koefisien reliabilitas > 0,6 maka instrumen dinyatakan reliabel atau dapat dipercaya.
b. Jika nilai koefisien reliabilitas ≤ 0,6 maka instrumen dinyatakan tidak reliabel atau tidak dapat dipercaya.
Tabel 4.9 Hasil Uji Reliabilitas
Indikator Pernyataan Cronbach's
Alpha
Lingkungan / SDA
Lingkungan wisata menarik untuk dikunjungi 0,715 Kondisi Sumber Daya Alam (SDA) yang unik dan indah
0,716
Kesadaraan masyarakat dalam melestarikan linkungan
0,714 Pelestarian flora dan fauna yang ada dimasyarakat
terjaga dengan baik
0,715
Aksesibilitas
Kondisi infrastruktur sudah dapat dilalui dengan mudah
0,713 Transportasi sudah memudahkan wisatawan dalam
menuju daerah wisatata
0,714
Penyediaan Transportasi umum sudah memadai
0,713
Informasi lokasi wisata mudah diperoleh
0,713
Fasilitas dan Sarana Wiata
Fasilitas restoran dan rumah makan tersedia
0,713
Hotel atau tempat penginapan sudah memadai
0,713
Tempat ibadah sudah cukup ketersediannya
0,713
Ketersediaan tempat berbelanja sudah baik
0,715
Penyediaan air bersih/ toilet umum sudah memadai
0,714
Keamanan dan kenyamanan
0,713
Kondisi tempat wisata telah tertata dengan baik
0,712
Kebersihan fasilitas publik (toilet) sudah baik
0,714 Ketersediaan tempat sampah yang baik 0,712
Atraksi Wisata
Objek wisata dikelola dengan baik
0,712
Atraksi wisata sudah cukup disediakan
0,711
Keunikan dan ciri khas daerah wisata
0,709
Kegiatan wisata sudah cukup bervariasi
0,712 0,712
Harga Wisata
Harga kegiatan wisata sudah sesuai harapan
0,711
Pungutan retribusi ketempat wisata
0,712
Harga tempat penginapan sesuai harapan
0,712
Harga makanan/minuman eusai dengan harapan
0,711 Harga wisata tidak sama antar penyedia layanan wisata
yang sama
0,712
Harga cinderamata telah sesuai dengan harapan
0,710
Parkir kendaraan telah sesui dengan harapan
0,711
Promosi dan Layanan wisata
Promosi untuk tempat wisata sudah tepat sasaran
0,715 Promosi tempat wisata dimasukkan dalam event
kepariwisataan
0,713 Pemerintah daerah telah optimal mempromosikan
tempat wisata
0,713
Promosi dan layanan wisata sudah sesuai konten
0,713
Layaan masyarakat terhadap wisatawan
0,713 Pemda telah optimal dalam mempromosikan tempat
wisata
0,711 Pemda telah optimal dalam memberikan layanan
pendukung wisata (sarana & prasarana / fasilitas umum, dll)
0,712
Pelaku usaha telah optimal memberikan layanan wisata
0,713
Sumber: Data Primer
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai cronbach’s alpha seluruh variabel lebih besar dari 0,7. Dengan demikian, maka hasil uji reliabilitas terhadap variabel perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, transparansi dan dampak dapat dipercaya atau reliabel.