BAB V PENUTUP
B. Saran-Saran
Dari hasil studi penelitian tentang observasi yang telah tertuang dalam skripsi ini, penulis mengemukakan beberapa saran yang dapat dijadikan masukan untuk kemajuan Pondok Pesantren Daar El-Qolam dan bagi para santri serta para masyarakat sekitar. Saran-saran tersebut adalah sebagai berikut:
1. Bagi para penerus almarhum KH Ahmad Rifa’i arief khususnya bagi keluarga dan santri, semakin aktif untuk menjalankan dakwah di Pondok Pesantren Daar El-Qolam dan menyampaikan pesan Dakwah untuk kemaslahatan umat manusia. Dan bagi para Pondok Pesantren lainnya dan para alumni dapat membantu dalam pelaksanaan dakwah tersebut, sehingga biasa dilakukan dengan yang lebih efektif.
2. Saat ini umat Islam sedang dihadapkan dengan tantangan zaman yang semakin kompleks. Oleh karena itu, ada baiknya jika materi dakwah yang ingin disampikan sesuai dengan problematika hidup yang sedang dihadapi umat Islam.
3. Diharapkan kepada para kyai, alumni dan santri jika sedang tertimpa masalah dan cercaan disekitar kita, alangkah baiknya kita mencontoh keteladanan sifat dan sikap almarhum KH Ahmad Rifa’i Arief yang sanagat bijaksana, ikhlas, sabar dan Tahawadhu. Jika sedang tertimpa masalah. KH Ahmad Rifai Arief
adalah contoh teladan kyai yang ideal dalam bidang dakwah dan pendidikan yang sangat diperlukan oleh umat saat ini adapun segala kekurangan yang beliau miliki, kita kembalikan kepada Allah karena Dia-lah sang penentu segala sesuatu.
DAFTAR PUSTAKA
A’la, Abdul, Pembaharuan Pesantren. Yogyakarta: Pustaka Pesantren, Mei 2006. Ahmad, Amrullah, Dakwah Islam dan Transformasi Sosial Budaya. Yogyakarta:
PLPM, 1995.
Ahmad, Amrullah, Dakwah Islamiyah dan Perubahan Sosial. Yogyakarta: PL2PM, 1983.
Al Barby, M.Dahlan, Kamus Ilmiah Popular. Yogyakarta: ARLOKA ,1994.
Anshari, Endang S., Pokok-pokok Pikiran Tentang Islam. Jakarta: PT Usaha Enterpise, 1976.
As-Segaf, Husein, Pembangunan dan Dakwah Bil-Haal. Jakarta: Mimbar Ulama, no 159, April 1991.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 1997.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: 1986.
Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 2002.
Dhofier, Zamakhsyari, Tradisi Pesantren, Studi tentang Pandangan Hidup Kiai. Jakarta: LP3ES,1982.
Effendy, Onong Uchjana, Ilmu Komunikasi, Teori dan Praktek. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 2001.
Ensiklopedia Islam. Jakarta: DEPAG, 1992.
Fadhlullah, Muhammad Husain, Methodologi Dakwah Al-Qur’an; Pegangan bagi Para Aktivis. Jakarta: Penerbit Lentera, Cet.ke-1, 1997.
Hadi, Sutrisno, Metodologi Research. Yogyakarta: Andi Offset, 1989. Hafidhuddin, Didin, Dakwah Aktual. Jakarta : Gema Islami, 1998, cet ke-1. Hajir, Muhammad, Metodologi Penelitian. Jakarta : Ghalis Indonesia. 1985,
Hasbullah, Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: Lembaga Studi Islam dan Kemasyarakatan LKIS, 1999.
Ismail, Ilyas, Paradigma Dakwah Sayyid Quthub: Rekontruksi Pemikiran Dakwah Harakah.
Latif, Nasruddin, Teori dan Praktik Dakwah Islamiyah. Jakarta: Firma Dara, tt. Madjid, Nurcholish, Islam Doktrin dan Peradaban; Sebuah Telaah Kritis tentang
Masalah Keimanan, Kemanusiaan dan Kemodernan. Jakarta: Yayasan Wakaf Paramadina, 2000.
Mahmud, Ali Abdul Halim, Dakwah Fardiyah; Metode Membentuk Pribadi Muslim, Yasin, As’ad, trj. Jakarta: Gema Insani Press, cet.ke-1, 1995.
Mansur, Mustofa, Teladan di Medan Dakwah. Solo: Era Intermedia, 2000. Mas’udi, Masdar F, Direktori Pesantren. Jakarta: P3M, 1980.
Moleong, Lexy. J. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2004.
Mozaik Pesantren, Pasang Surut Pesantren di Panggung Sejarah. November 2005. Muhdlor, Ahmad, Sejarah Dakwah Islamiyah Sunan Giri. Gresik: Lembaga Riset
Pesantren Luhur Islam,1973.
Mulyana, Dedy, Komunikasi Antar Budaya : Panduan Berkomunikasi dengan Orang-Orang berbeda Budaya. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2001.
Mulyana, Dedy, Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Rosdakarya2002,
Munir, M. dan Wahyu Ilahi, Manajemen Dakwah. Jakarta: Rahmat Semesta dan Prenada Media Kencana, 2006.
Nafis, Muhammad Wahyuni, “Pesantren Daar El Qolam menjawab Tantangan Zaman”. Gintung Jayanti tanggerang: Daar el-qolam Press.
Natsir, Muhammad, Fiqhud Da’wah; Jejak Risalah dan Dasar-dasar Dakwah. Surakarta: Yayasan kesejahteraan Pemuda Islam, Cet.ke-7,1987.
Negara, Alamsyah Ratu Prawira, Dakwah Bil Hal Menutup Jurang Dhuafa. Jakarta: Panji Masyarakat NO. 43, 21 Mei 1985.
Rafiudin dan Maman Abdul Djaliel, Prinsip dan Strategi Dakwah. Jakarta: Pustaka Setia, 1997.
Raharjo, M. Dawan, “Perkembangan Masyarakat dalam Perspektif Pesantren” Dalam Pergulatan Dunia, 1985.
Rifa’i Moh. dan Rosihin Abdul Ghani, Alquran dan Terjemahan. Semarang: CV.Wicaksana.
Rosyad, Drs. H Soleh, M.M. “Kiprah kiyai entrepreneur”Penerbit LPPM La Tansa Mashiro Rangkasbitung.
Saidjo, Marwan, Sejarah Pondok Pesantren di Indonesia. Jakarta: Dharma Bhakti, 1982.
Sasono, Adi, Solusi Islam atas Problematika Umat Ekonomi; Pendidikan dan Dakwah. Jakarta: Gema Insani Press, 1998.
Shihab, M.Qurash, Membumikan Al-Qur’an. Bandung: Mizan, 1998, cet. Ke-6, Singarimbun, Masri, & Sofian Efendy, Metode Pennelitian Survey. Jakarta: LP3S,
1989,
Soeisoe, Samuel, Psikologi Pendidikan II. Jakarta: PEUI, 1982,
Sojogyo dan Pujiwati Soyogyo “Sosiologi Pesesaan Kumpulan Bacaan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1999.
Subagyo, P.Joko, MetodePenelitian Dalam Teori dan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta, 1997.
Sudirman, Problematika Dakwah di Indonesia. Jakarta: Pustaka Dakwah Islamiyah Indonesia, 1972.
Sukriyono,”Filsafat Dakwah” dalam Andy Dermawan, dkk, ed., Methodologi Ilmu Dakwah. Yogyakarta: LESFI 2002.
Wawancara Pribadi dengan Ustzh Enah Huwaenah Adik Kelima K.H Ahmad Rifai Arief, Gintung Jayanti Tangerang, Kamis 11 Juni 2009, Pukul, 13.00 Wib. Wawancara Pribadi dengan Odhy Rosihuddin Adik Bungsu K.H Ahmad Rifai Arief,
Gintung Jayanti Tangerang, Senin, 2 November 2009 Pukul, 11:39:14 Wib. Yunus, Mahmud, Kamus Arab Indonesia. Jakarta: Yayasan Penyelenggara
Penerjemah/Penafsiran Al-Qur’an, 1972.
Yunus, Mahmud, Kamus Arab-Indonesia. Jakarta: PT.Hidayakarya Agung Jakarta,1989.
HASIL WAWANCARA
PERTANYAAN
Wawancara pribadi ini dilaksanakan pada:
Hari :
Nama : Dra. Hj.Enah Huwaenah Jabatan :
Status : Adik Kelima KH.Ahmad Rifai Arief Tempat :
Pukul :
1. Kapan dan dimana KH. Ahmad Rifai Arief lahir? 2. Siapakah Nama ayah dan ibu KH.Ahmad Rifai Arief?
3. Bagaimana aktivitas dakwah yang dilakukan KH. Ahmad Rifai Arief?
4. Bagaimana Figur atau sosok seorang KH.Ahmad Rifai Arief terhadap keluarga dan masyarakat sekitar pesantren?
5. Siapakah guru-guru agama KH.Ahmad Rifai Arief?
6. Apa aktivitas KH.Ahmad Rifai Arief dalam bidang pendidikan? 7. Apakah aktivitas KH.Ahmad Rifai Arief dalam bidang sosial?
8. Seperti apa bentuk-bentuk aktifitas dakwah KH Ahmad Rifa’I Arief di pondok pesantren daar el-qolam?
9. Ust/Ustz dakwah kan terdiri dari tiga macam yaitu Dakwah Bil-Haal, dakwah Bil-Qolam dan Dakwah Bi-Lisan, Apakah dalam ketiga macam dakwah ini KH Ahmad Rifa’I Arief telah melakukan dakwah tersebut? 10.Biasanya KH Ahmad Rifa’I Arief melakukan Dakwah Bil-Lisan kemana
saja?dandidampingi oleh siapa?
11.Apa isi materi dari Dakwah Bil-Lisan KH Ahmad Rifa’I Arief ?
12.Apa yang menjadi tujuan KH Ahmad Rifa’I Arief berdakwah diponpes ini? 13.Menurut Ust/Ustz apakah sudah berhasilkah KH Ahmad Rifa’I Arief dalam
dakwahnya terhadap keluarga, santrinya dan warga sekitar?
14.Karya apa saja yang telah ditulis KH Ahmad Rifa’I Arief yang berkaitan dengan dakwah beliau?
15.Apa yang dilakukan KH Ahmad Rifa’I Arief dalam Dakwah Bil-Haal terhadap masyarakat sekitar pesantren?
16.Bagaimana pandangan masyarakat terhadap KH Ahmad Rifa’I Arief dalam mengembangkan dakwah di pondok pesantren daar el-qolam Gintung Jayanti Tangerang?
17.Hambatan dan tantangan apa yang KH Ahmad Rifa’I Arief hadapi pada waktu beliau mendirikan pesantren ini?
18.Kenapa KH Ahmad Rifa’I Arief mendirikan pesantren modern bukan pesantren salafi?
19.Apa alasan KH Ahmad Rifa’I Arief menggabungkan santri putra dan putri dalam proses belajar?padahal biasanya pesantren lain memisahkan antara santri putra dan putri dalam satu ruang belajar?
20.Siapakah yang lebih berperan dalam pendirian pesantren ini selain KH Ahmad Rifa’I Arief?
21.Pelajaran apa yang diambil oleh Ustadz sepeninggalnya KH Ahmad Rifa’I Arief?
22. Sewaktu KH Ahmad Rifa’I Arief menjadi seorang guru, apakah ia membedakan antara santri lain dengan anggota keluarganya dalam bidang ilmu dan disiplin pesantren?
HASIL WAWANCARA PERTANYAAN Wawancara pribadi ini dilaksanakan pada: Hari : Senin
Nama : Ust Saeful Bahri, M.A.S.i
Jabatan : Direktur Excellent Class Ponpes Daar El-Qolam Status : Alumni Tahun 1990 dan Guru Bahasa Inggris
Tempat : Di Ruang Direktur Excellent Class Ponpes Daar El-Qolam Tanggal : 2/11/2009
Pukul : 8:57:44 Wib
Penanya : Ust Alumni tahun berapa?
Penjawab : Saya masuk kepondok pesantren daar el-qolam ini pada tahun 1990- an.
Penanya :Sudah berapa lama Ust mengabdi dipesantren ini?
Penjawab :Saya mengabdi dipesantren ini sudah 13 tahun lamanya sampai sekarang
Penanya :Kenapa ust tertarik memilih menuntut ilmu dipondok pesantren ini?sedangkan pada waktu itu banyak pesantren-pesantren didaerah banten lainnya?
Penjawab :Karna pada waktu itu memang saya asli dari desa pasir gintung ini.
Penanya :Apa alasan ust mengabdi dipesantren ini?
Penjawab :Alasan saya menabdi dipesantren ini , karna saya banyak belajar dari Pa KH ahmad rifai arief,untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dalam bidang pendidikan dan sebagai syiar dakwah untuk kemajuan santri dan pondok pesantren
Penanya :Sosok figure seperti apa KH Ahmad Rifai Arief?
Penjawab :Drs KH Ahmad Rifai Arief adalah sosok kyai dan figur yang memiliki sifat dan sikap bijaksana.
Penanaya :Apa Pengalaman dan nasehat beliau yang paling anda ingat sewaktu menjadi santri?
Penjawab :Pada sekitar tahun 1995 beliau pernah mengumpulkan para musyrif amaliah tadris di Masjid Al-Syifa, untuk mendengarkan wejangan dan gagasannya dalam rangka membimbing santri kelas VI. Bagimana cara penyampaian materi pelajaran atau mengajar yang benar, diantara salah satu tuntunan beliau adalah bidang bahasa Inggris, yang sementara ini banyak dipegang saya.’Dalam hal ini adanya tambahan, sebelum menginjak ke evaliasi (tatbiq), ustad harus membaca ulang materi yang telah diberikan, meskipun ustad telah membacanya setelah menulisnya dipapan tulis’kata beliau.dan beliau berkeinginan adanya tambahan untuk membaca dua kali dengan pertimbangan sebagai berikut:
1. Dalam pelajaran bahasa inggris perlu adanya kehati-hatian, pelajaran yang diberikan harus akurat dan benar.
2. sebagai penguat dalam pronounciation (pelafalan kata)
3. penulisan bahasa inggris tidak sama dengan bacaannya, lain halnya dengan bahasa arab.
4. sebagai penguat dalam tulisan, karena rubanya satu huruf akan merubah makna.
Penanya :Contoh peranan beliau dalam bidang dakwah sosial dan bidang pendidikan seperti apa?
Penjawab :Pak kyai rifai sangat konsen dengan pendidikan beliau memiliki pandangan atau wawasan yang luas dan jauh ke depan. Sebagai pembaharu pendidikan pesantren di provinsi Banten ini, beliau adalah penggagas agar pesantren yang ada harus dinamis, maju
dan modern. Alasannya agar masyarakat mau masuk dan belajar di pesantren. Karena selama ini pesantren ditinggalkan sebahagian banyak orang karena situasi dan kondisi yang tidak mendukung.
Penanya :Apa manfaat disiplin ilmu dan disiplin lainnya yang anda rasakan setelah lulus dari pesantren ini?
Penjawab :manfaatnya sangat banyak sekali, dalam bidang ilmu saya mampu mengajar bahasa inggris, (kebetulan saya pengajar bahasa inggris) degan kaidah-kaidah yang telah dijarkan pada waktu saya menjadi santri.dan disiplin lainnya saya sangat menghargai waktu. Karna hidup yang kita jalani harus berdisiplin. Dan belajar untuk berdisiplin karna disiplin itu manfaatnya tidak hanya sebentar akan tetapi sampai kita menjalani hidup yang lebih baik.
Penanya :Apakah peraturan atau disiplin pesantren berpengaruh terhadap perilaku akhlaq santri?
Penjawab :Sangat berpengaruh bagi santri, mereka diajarkan untuk berdisiplin masuk kelas, makan, tidur, belajar dan beribadah.dan khususnya bagi akhlaq santri terhadap teman,guru, wali santri dan warga sekitar pesantren.
Penanya :Pelajaran apa yang diambil oleh ust sepeninggalnya KH Ahmad rifai arif?
Foto Wawancara pribadi dengan ustz Enah Huwaenah Adik Kelima K.H Ahmad Rifai Arief, Gintung jayanti Tangerang, Kamis 11 Juni 2009 pukul 013.Wib
Wawancara pribadi dengan ust Saefil Bahri Selaku pengajar dan alumi Pondok Pesantren Daar El Qolam. Pada hari Senin Tanggal 2 November 2009 Pukul
09.00 Wib
Rifai Arief, Gintung jayanti Tangerang, Se er 2009 Pukul : Wawancara pribadi dengan ust Odhy Rosihuddin Adik Bungsu K.H Ahmad
nin Tanggal 2 Novemb 11:39:14 Wib
Wawancara pribadi dengan ust Babay Selaku pengajar dan alumi Pondok Pesantren Daar El Qolam. Pada hari Senin Tanggal 2 November 2009 Pukul 10.00
Wib
Lokasi Pondok Pesantren Ecxellence Aktifitas santri putra pada sore hari
Gedung Belajar Santri Ecxellence Class Putri
Gedung Pertemuan Pondok Pesantren Daar El-Qolam
Gedung belajar Al-Mansyur Gedung Belajar Bani Sholihhin
anan Aktivitas Sholat santri putri Harisah / Keam
Ruang Guru Santri yang sedang mudifah / dijenguk wali santri
Aktifitas Masuk kelas Spanduk paitia Qurban
Kediaman Almarhum KH.Ahmad Rifa’I Arief Kediaman Guru Pesantren
Kediaman Guru Pesantren Saung belajar santri