• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III STRATEGI PELAKSANAAN MULTI TRACK DIPLOMACY

B. Bentuk-Bentuk Diplomasi Multi Track Diplomacy

Konsep ini berawal dari diplomasi yang terdiri dari dua jalur saja yaitu pemerintah dan non pemerintah namun aktor non pemerintah tidaklah seluruhnya terdiri dari professional. Jalur kedua yang terdiri dari non pemerintah dicetuskan oleh Joseph Montville tahun 1982. Padahal aktor non pemerintah berpengaruh dalam urusan perdamaian karena mereka cenderung yang mejadi agen sekaligus yang merasakan dampak dari konflik secara langsung. Kemudian konsep tersebut dikembangkan oleh Louis Diamond dan John McDonald yang dahulu hanya mempunyai dua track menjadi Sembilan jalur (track)56 yaitu :

55 Ibid. Hal. 12

56 C.P.F Luhulima. Loc.cit. Hal. 75.

1. Track One : Government

Jalur pertama pemerintah sebagai pencipta perdamaian melalui diplomasi. Jalur ini memiliki tiga ciri, pertama pemerintah merupakan badan resmi yang memiliki kewenangan untuk bertanggung jawab dalam perdamaian.

Diplomasi merupakan sarana aktivitas penjaga perdamaian di level pemerintahan karena membutuhkan pemahaman baik antar negara agar mampu melakukan negosiasi atau menghadapi krisis dan konflik.

Kedua, pemerintah memiliki kuasa dalam menciptakan perdamaian terutama dalam kasus yang bersifat high politics karena dalam perumusan kebijakan memerlukan adanya power. Asumsi dasar diplomasi internasional ialah adanya relative power, dengan kekuatan politik suatu negara mampu mengontrol sumber daya, mengintervensi bahkan memengaruhi negara lain.57 Maka dalam proses tersebut pemerintah merupakan vehicle of power atau pembawa kekuatan. Negara kuat cenderung mengontrol negara lemah, sehingga suatu negara hendaknya berusaha mengontrol kekuatannya agar mampu mencapai tujuan nasionalnya.

Pemerintah memiliki peran resmi dalam perdamaian sistem

57 Louis Diamond and John Mc Donald. Op.cit. Hal. 26

global sekarang berbeda dengan aktor non pemerintah.Kekurangan dari jalur ini potensi pemerintah untuk bertindak sewenang-wenang karena adanya power yang berbeda tiap negara. Kelebihannya pemerintah mampu memobilisasi sumberdaya secara cepat untuk mendukung kebijakan politiknya.58

2. Track Two : NGO (Non-Government)/ Professional

Jalur kedua yaitu non pemerintah atau profesional sebagai pencipta perdamaian dalam resolusi konflik. Jalur ini meliputi sejumlah upaya perdamaian melalui aktor professional non pemerintah yang berasal dari para ahli yang kebanyakan memiliki tingkat intelektual yang tinggi atau pakar di lapangan. Tujuan jalur kedua untuk membantu penanggulangan konflik dengan peningkatan komunikasi, pemahaman dan kolaborasi untuk membagi pemecahan masalah.59 Dengan begitu diharapkan aktor non pemerintah mampu mengetahui akar konflik sehingga mampu menurunkan ketegangan dengan cara meningkatkan komunikasi dan saling pengertian untuk menciptakan perdamaian dunia. Kegiatan jalur ini selain resolusi konflik juga sebagai mediator, konsultan, pembina, pelatih, agen diplomasi privat non formal,

58 Ibid. Hal. 33.

59 Ibid. Hal. 37-38.

analis dan sebagainya. Dalam implementasinya jalur ini menuai beberapa kritik salah satunya bagaimana jalur kedua memungkinkan dan mengatur proses resolusi konflik secara sistematis.

3. Track Three : Business

Jalur ketiga adalah bisnis sebagai pencipta perdamaian melalui komersil atau perdagangan. Tugas utama bisnis dalam perdamaian tidak hanya untuk mendapat keuntungan saja namun membangun hubungan dan menciptakan jalan untuk komunikasi dan aksi.Ekonomi merupakan aspek penting yang sering menjadi faktor penyebab dan penyelesaian konflik.

Maka dengan jalur ini perdagangan mampu menjadi penggerak dalam aktualisasi interdependensi global sehingga mampu mempertahankan perdamaian global. Jalur bisnis memiliki asumsi bahwa bisnis internasional mampu berdampak positif dan menguntungkan satu sama lain.60 Hal ini disebabkan tanpa perdamaian perdagangan tidak mampu berjalan dengan baik sebaliknya ekonomi yang baik di semua kalangan mampu menciptakan perdamaian.

60 Ibid. Hal. 52.

4. Track Four : Private Citizen

Jalur keempat yaitu private citizen sebagai pencipta perdamaian melalui pendekatan personal. Private citizen terdiri dari bermacam-macam organisasi yang berhubungan langsung dengan hubungan internasional. Asumsi jalur ini ialah bahwa tiap orang berbeda, seluruh individu adalah penjaga perdamaian, dan memiliki tanggung jawab untuk merubah dunia serta kekuatan tidak hanya diperlukan bagi pembuat keputusan namun juga kalangan bawah. Dalam jalur ini terdapat lima tipe organisasi non pemerintah yaitu diplomasi masyarakat atau program pertukaran, program pengembangan atau private voluntary, kelompok kepentingan khusus atau advokasi, kelompok kepentingan professional dan institusi pembangunan demokrasi.61 Namun terdapat pula diplomasi yang dilakukan oleh individu tanpa adanya wadah organisasi.

Sistem jalur ini awalnya dilakukan oleh kalangan menengah hingga ahli, namun jalur ini memiliki tantangan berupa kebergaman individu dalam komunitas tertentu.

5. Track Five : Research, Training, and Education

Jalur kelima yaitu penelitian, pelatihan dan pendidikan sebagai pencipta perdamaian melalui pembelajaran. Tujuan

61 Ibid. Hal. 60-61.

komponen pendidikan disini untuk menyalurkan informasi terkait isu perdamaian dan konflik hingga pembuatan keputusan dan implikasinya. Dengan pembelajaran maka akan meningkat pula kapabilitas untuk menghadapi permasalahan.Terdapat dua bentuk aktivitas dalam implementasi jalur kelima yaitu melaui institusi pendidikan dan think tanks yang terdiri dari variasi penelitian dan analisa.

Pengetahuan menjadi aset penting dalam terciptanya perdamaian dan solusi penyelesaian konflik karena meliputi kebebasan, kreatifitas dan inovasi tanpa keluar dari realita.

Institusi pendidikan menjadikan pengetahuan sebagai nilai utama dan merupakan komponen kuat mencetak generasi intelek yang berfokus pada pengembangan kurikulum, pendidikan kelas bagi pelajar yang terdiri dalam beberapa konsentrasi bidang ilmu.Think tanks mencakup berbagai hal dalam penelitian dan analisa yang hasilnya dipublikasikan melalui laporan, berita, jurnal, buku artikel dan sebagainya.

Semua elemen dari jalur ini membagi tujuan dengan meningkatkan pembelajaran kehidupan manusia yang idealis, optimis dan informasi yang berbeda.62

62 Ibid. Hal. 70-72.

6. Track Six : Activism

Jalur keenam yaitu aktivis, kelompok ini berperan dalam perubahan sikap dan kebijakan institusi atau politik.

Masyarakat meyakini bahwa kewajiban moral dengan menentang ketidakadilan dapat mendukung keamanan dan kebenaran bagi kaum tertindas.63 Aktivis merupakan gerakan massa yang kritis terhadap kebijakan yang dianggap tidak bermoral dan tidak berkeadilan. Aktivis juga terdiri dari organisasi transnasional seperti Amnesty International atau individu yang berpengaruh pada isu tertentu. Kegiatan aktivis meliputi protes, edukasi, advokasi, organisasi, bantuan dan saksi. Dengan kegiatan tersebut aktivis mampu mempengaruhi opini publik dan pembuat keputusan maka aktivis juga kerap disebut sebagai politically correct.

7. Track Seven : Religion

Jalur ketujuh agama sebagai pencipta perdamaian melalui kebenaran. Komunitas agama mencoba membawa hukum moral melalui asas Tuhan sebagai pemersatu perdamaian di bumi.64 Para pembuat keputusan biasanya membawa unsur religius untuk alasan perdamaian dalam pengambilan kebijakan karena agama memiliki tingkat

63 Ibid. Hal. 87.

64 Ibid. Hal. 97.

kooperatif yang tinggi dan respon yang positif menyangkut perdamaian. Nilai-nilai yang tertanam dalam jalur ini meliputi kebenaran spiritual, aksi sosial, keadilan dengan aktivitas meliputi edukasi elit dan publik, diskusi, mediasi konflik dsb.

Kegiatan agamis biasanya terkesan unik karena meliputi do’a dan mediasi lainnya namun hal ini terbukti efektif dalam transformasi politik melalui komunitas religius. Namun jalur agama bersifat doktrin padahal di dunia terdiri dari berbagai macam agama dengan keyakinan berbeda walaupun semua agama meyakini bahwa kekerasan merupakan dosa.

8. Track Eight : Funding

Jalur kedelapan funding atau pendanaan, perdamaian melalui penyediaan sumber daya. Asumsi dasar jalur ini karena komunitas kaya mempunyai tanggung jawab dan kesempatan untuk berkontribusi secara bijaksana dalam penggunaan dana untuk mendukung proyek tertentu. Pendanaan yang diberikanpun berbeda-beda seperti biasanya komunitas pendana besar seperti Ford Foundation mendanai pendidikan dan penelitian meliputi isu keamanan dan kebijakan publik.

Namun bagi badan kecil atau yayasan keluarga bahkan individu cenderung mendanai program yang menarik perhatian mereka bisa berupa dana, sarana atau tenaga. Yayasan

memiliki prosedur tertentu dalam menerima pendanaan meliputi pengiriman surat permohonan, proposal, aplikasi formal atau informal bahkan melaui staf internal. Isu keamanan menjadi daftar utama setelah isu popular seperti nuklir dalam daftar penerima bantuan, hal ini dipengaruhi situasi Perang Dingin yang perubahannya dirasakan langsung bagi kelancaran usaha yayasan tersebut. 65 Jalur pendanaan memberikan sumbangan besar bagi aktivitas perdamaian walaupun cenderung tidak fleksibel karena penerima bantuan terhalang oleh sistem birokrasi dan tenggat waktu yang diberikan oleh tiap yayasan. Kekurangan jalur ini ialah kemungkinan manipulasi dengan alasan kekuatan dan ideologi dan kelebihannya ialah kemurahan hati pemberi bantuan untuk menciptakan perdamaian dunia.

9. Track Nine : Communication and Media

Jalur kesembilan yaitu komunikasi dan media, perdamaian melalui informasi dengan berbagai macam bentuk seperti cetak, elektronik, visual dan sebagainya mempengaruhi publik terkait isu perdamaian, resolusi konflik dan hubungan internasional.66 Media mampu membentuk opini publik yang dapat diakses bebas dan tersebar di masyarakat yang mana

65 Ibid. Hal. 108-110.

66 Ibid. Hal. 120.

berdampak pada pemerintah selaku pembuat keputusan.

Terdapat tiga kategori komunikasi meliputi laporan berita, media edukasi dan media komunikasi elektronik. Informasi sekarang dapat diakses dengan mudah, murah dan dengan berbagai cara karena kemajuan perkembangan teknologi. Press merupakan aktor penting dalam jalur ini sebab perannya dalam perubahan global.

C. Bentuk-Bentuk Diplomasi Multi Track Diplomacy antara Indonesia dengan Jepang

Jepang merupakan salah satu negara yang dikategorikan sebagai negara superpower dunia. Dengan tingginya tingkat ekonomi yang dimiliki, potensi militer yang sangat kuat serta aliansi yang diboncengi oleh Amerika Serikat membuat posisinya semakin kuat. Posisi strategis Jepang tersebut selanjutnya mendorong Indonesia sebagai salah satu mitra penting dalam konteks diplomasi dan kerjasama bilateralnya, berikut bentuk-bentuk kerjasama Indonesia dengan Jepang dalam perspektif teori Multi Track Diplomacy, yaitu :

1. Government to Government

Bentuk diplomasi bilateral yang dilakukan oleh government to government yaitu adanya pertukaran duta besar dimana Perwakilan Duta besar Indonesia berada di Jepang, dan begitu juga sebaliknya yaitu Perwakilan Duta besar Jepang yang berada di Indonesia. Tak

hanya itu saja, banyaknya kunjungan-kunjungan yang dilakukan antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang. Contohnya Presiden Joko Widodo pernah mengunjungi Jepang, maupun sebalikya Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pernah mengunjungi Indonesia untuk membangun kerjasama di berbagai bidang.

Kemudian pada bulan Juni 2018 yang lalu, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono telah melaksanakan pertemuan The 6th Strategic Dialogue Indonesia - Jepang di Jakarta. Kunjungan ini merupakan kunjungan pertama Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono ke Indonesia. Selain unsur Kementerian Luar Negeri, wakil Kemenko Bidang Perekonomian, Kemenko Bidang Maritim dan Kementerian Kelautan dan Perikanan turut berpartisipasi sebagai delegasi RI. Selain itu, disepakati juga pentingnya mendorong penyelesaian perundingan General Review Indonesia Japan Economic Partnership Agreement (GR-IJEPA) yang saling menguntungkan bagi kedua negara serta tepat waktu, sebagai bagian kado monumental bagi peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia – Jepang. Dalam kesempatan tersebut, kedua Menlu telah menyaksikan penandatanganan Exchange of Notes (EN) on Integrated Marine and Fisheries Centers and Fish Market untuk meningkatkan kerja sama pembangunan sentra perikanan di 6 pulau

terluar RI yaitu di Biak, Moa, Morotai, Natuna, Sabang dan Saumlaki.67

2. Business and Funding

Dalam kerjasama bisnis, disini dapat di contohkan kerjasama Indonesia-Jepang dibidang ekonomi perdagangan, investasi dan pinjaman. Bagi Indonesia, Jepang merupakan negara mitra dagang terbesar dalam hal ekspor-impor Indonesia. Seperti banyaknya produk-produk buatan Jepang yang terpasar di Indonesia, seperti mobil, motor, alat-alat elektronik, makanan, dan lain-lain.

Sedangkan Jepang mengimpor barang-barang hasil sumber daya alam seperti holtikultura, hasil tambang, minyak, dan lain-lain.

Dengan adanya kerjasama antar dua negara ini, maka akan tercipta berbagai Nota Kesepahaman (MoU), salah satunya adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan oleh International Crypto Currency Promotion Organization (ICCPO) atau Organisasi Promosi Cryptocurrency Internasional dengan Perkumpulan Pemerhati Blockchain & Bitcoin Indonesia (PPBBI) yang melibatkan Indonesia dan Jepang dalam menjalin kerja sama pengembangan cryptocurrency atau mata uang kripto di Tanah Air.

Kesepakatan ini ditujukan untuk memberikan pandangan lebih kepada pemerintah agar dibentuk regulasi khusus mengenai

67 RI-Jepang Langsungkan The 6th Strategic Dialogue di Jakarta (Web Kemenlu)

teknologi Blockchain dan penggunaan Bitcoin. Jepang tertarik menjalin kerjasama dengan Indonesia karena begitu banyak potensi Sumber Daya Manusia yang perlu dikembangkan untuk kemajuan perekonomian Indonesia. Meskipun pada awal 2018 pemerintah telah mengeluarkan pernyataan bahwa mata uang tersebut tidak sah digunakan sebagai alat pembayaran di Indonesia. Mata uang ini dapat menjadi alat transaksi di sektor manufaktur dan pertambangan termasuk untuk investasi di kemudian harinya.68 Dan masih banyak lagi Nota Kesepahaman (MoU) yang lain lagi di dalam bidang industri, ekonomi, perdagangan, dan investasi.

Tak hanya itu saja, Indonesia-Jepang juga melakukan kerjasama yaitu peminjaman uang, dimana Jepang banyak memberikan pinjaman uang kepada Indonesia guna untuk perbaikan ekonomi Indonesia dan pembangunan infrastuktur Indonesia. Contoh kerjasamanya adalah Pemerintah Indonesia, pada Rabu 24 Oktober 2018, telah menandatangani nota peminjaman dana dari Japan International Cooperation Agency Jepang (JICA) senilai maksimum Rp 9,5 triliun (berkisar 70 miliar yen) untuk proyek pembangunan MRT Jakarta Jalur Selatan-Utara Fase 2 (Bundaran HI-Kampung Bandan sepanjang 8 km). Penandatanganan itu dilakukan antara Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii

68 http://industri.bisnis.com/read/20180912/105/837424/indonesia-gandeng-jepang-pelajari-teknologi-blockchain-bitcoin ,diakses pada tanggal 24 Oktober 2018

dan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika-Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Desra Percaya, di Kemlu RI Jakarta.

Syarat peminjaman 'Japan tied', sebagaimana ditentukan oleh JICA, mewajibkan pihak peminjam (Indonesia) untuk menggunakan jasa dan suplai konstruksi dari pihak pemberi pinjaman (Jepang).

Indonesia diharapkan untuk melunasi pinjaman proyek pembangunan MRT Fase II senilai 70 miliar yen selama jangka waktu 40 tahun.69

Indonesia-Jepang juga melakukan kerjasama di bidang investasi. Jepang merupakan salah satu negara yang mempunyai investasi terbesar di Indonesia, contohnya banyak didirikan perusahaan Jepang di Indonesia yang mana tenaga kerjanya adalah warga Indonesia. Perusahaan-perusahaan Jepang yang beroperasi di Indonesia berjumlah lebih dari 1000 perusahaan, di mana bekerja 300.000 orang Indonesia. Oleh karena itu, Jepang termasuk salah satu negara pensuplai lapangan kerja di Indonesia.

3. Private Citizen

Pada bentuk diplomasi ini dapat dicontohkan kerjasama antara Indonesia dan Jepang dalam bidang politik. Pada kerjasama ini Jepang dan Indonesia sama-sama saling memberikan retribusi

69 https://www.liputan6.com/global/read/3675269/proyek-mrt-jakarta-fase-2-ri-teken-pinjaman-jepang-senilai-rp-94-triliun ,diakses pada tanggal 25 Oktober 2018 pukul 20.19.

politik. Jepang mempunyai kekuatan politik dimata dunia khususnya di wilayah Asia. Sebenarnya kekuatan ekonomi Jepang itulah yang menjadi kekuatan politiknya. Inilah yang membuat ketergantungan Indonesia terhadap bantuan Jepang, dimana Jepang sering memberikan bantuan ekonomi terhadap Indonesia. Hal ini menggambarkan bahwa penerapan politik Indonesia kurang maksimal, namun meskipun demikian Jepang masih memuji politik luar negeri yang dilakukan Indonesia terhadap jepang karena menurut Jepang hal ini juga menguntungkan bagi Indonesia dalam sektor perdagangan. Sehingga hal ini juga dapat memperikan perkembangan, perbaikan dan kemajuan bagi Indonesia.

4. Research, Training, and Education

Tidak hanya kerjasama dibidang ekonomi saja, Indonesia-Jepang juga melakukan kerjasama di bidang sosial budaya.

Contohnya adanya pelatihan yang diberikan Jepang kepada Indonesia yaitu dalam 3 bidang yakni masalah kesehatan, pertanian dan tranportasi.Selain itu, adanya kerjasama di bidang pendidikan dan budaya. Upaya kerjasama dibidang pendidikan ini dipicu oleh tingkat penerimaan dan pengaplikasian pendidikan yang masih rendah di Indonesia, sehingga Indonesia-Jepang melakukan pertukaran pelajar, yang mana banyak warga Indonesia yang bersekolah disana dan begitu juga sebaliknya. Banyak juga tenaga

pengajar jepang yang berada dan mengajar di sekolah-sekolah di Indonesia.

Contoh kerjasama dalam bidang pendidikan adalah Pada 9 April 2018 KJRI Osaka menerima kunjungan dari perwakilan SMA Tarakanita (Yayasan Tarakanita) dan Harima High School (Suruga Gakuen Hyogo). Kunjungan tersebut selain memperkenalkan siswi-siswi baru peserta pertukaran, juga untuk menginfokan telah dilakukannya pembaharuan MoU kerjasama yang disepakati kedua pihak pada tanggal 9 April 2018. MoU ini pertama kali ditandatangani pada tahun 2013 yang pembentukannya difasilitasi oleh KJRI Osaka. MoU mengatur penyelenggaraan 4 program yaitu pertukaran pelajar, home stay, saling kunjung tenaga pendidik serta pertukaran pengalaman dalam hal penyusunan kurikulum, pembangunan karakter dan pengelolaan SDM. Setiap tahun SMA Tarakanita mengirim 2 siswi untuk bersekolah di Harima High School selama 1 tahun. Selain itu, program home stay kedua sekolah telah dilakukan dalam 2 tahun terakhir dengan saling kirim 10 siswi selama 2 minggu secara bergantian tiap tahunnya. SMA Tarakanita juga mengirimkan 3 guru per tahun ke Harima High School untuk pengenalan sistem pendidikan di Jepang. Dalam kesempatan tersebut, Acting Konsul Jenderal RI Osaka, Tumpal M.H.

Hutagalung mengapresiasi upaya bersama kedua sekolah yang turut

mempererat hubungan antar generasi muda dan meningkatkan kerjasama bidang pendidikan kedua negara. Pembaharuan MoU juga dilakukan pada waktu yang tepat yakni di tengah-tengah momentum peringatan ke-60 hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang (1958-2018).70

Di bidang kebudayaan, Indonesia memperkenalkan berbagai macam budaya Indonesia dan juga menjaga citra baik Indonesia.

Seperti halnya adanya festival tari yang diadakan di Jepang yang turut membawa penari Indonesia untuk menunjukkan kebolehannya di Negara Jepang dan Jepang pun sangat menukai budaya Indonesia karena keberagamannya tersebut. Tak hanya itu saja, akhir-akhir ini banyak budaya Jepang yang masuk di Indonesia seperti halnya model-model pakaian Jepang, style rambut dan harajuku yang disukai oleh kebanyakan anak muda di Indonesia, serta adanya atau banyak lembaga-lembaga pendidikan yang menyediakan kursus bahasa Jepang. Inilah bukti dan bentuk-bentuk kerjasama yang dilakukan Indonesia-Jepang dalam bidang sosial budaya.

70 https://www.kemlu.go.id/osaka/id/berita-agenda/berita-perwakilan/Pages/Dukung- kerjasama-pendidikan-Indonesia-Jepang,-SMA-Tarakinata-dan-Harima-High-School-perbaharui-MoU-kerjasama.aspx , diakses pada tanggal 29 Oktober 2018 pukul 22.56.

D. Keunggulan Multi Track Diplomacy Dibandingkan Hubungan Diplomatik Pada Umumnya

Hubungan diplomatik yang terjadi antarnegara pada umumnya dapat dikatakan sebagai agency room, artinya sebagai mesin atau alat penggerak yang dapat menghubungkan dan mengkomunikasikan antar negara-negara secara global.71 Berbeda dengan hubungan diplomatik dengan perspektif Multi Track Diplomacy, yang merupakan hubungan diplomatik alternatif lain yang sama-sama dapat menghubungkan dan mengkomunikasikan antar negara-negara tetapi keunggulan yang dimiliki oleh Multi Track Diplomacy adalah hubungan diplomatiknya lebih mengedepankan perdamaian dunia yang memiliki pengaruh terhadap pembuatan peacebuilding dan peacemaking secara internasional. Diplomasi di era modern ini tidak hanya terfokus pada diplomasi yang bersifat formal dengan mengirimkan utusan negara saja.

Praktik diplomasi yang menggunakan jalur lain lintas negara juga mulai digunakan. Sistem multi track ini juga merupakan suatu pendekatan dalam ilmu Hubungan Internasional yang betujuan memfasilitasi usaha-usaha perdamaian antara pihak-pihak yang berselisih. Tujuan utama dari Multi Track Diplomacy ini yaitu dapat menjaga perdamaian dunia dengan memberikan kontribusi pembuat dan pembangun perdamaian dalam lingkup internasional.

71 http://www.umy.ac.id/tujuan-diplomasi-adalah-untuk-ciptakan-perdamaian-dunia.html ,diakses pada tanggal 17 Desember 2018 pukul 12.15.

Dalam Multi Track Diplomacy terbagi menjadi nine tracks, diantaranya adalah Government, non-government, Private Citizen, Business, Research, Training, and Education, Activism, Religion, Funding, dan Communications and Media Pada kesembilan track ini memiliki ciri dan komponen masing-masing dalam keterlibatannya menjaga perdamaian dunia. Berawal dari perluasan aktor dalam hubungan internasional yang menyebabkan timbulnya aktor baru selain negara yang juga menjalankan fungsi diplomasi.

Perbedaan yang signifikan pada peran masing-masing track tersebut harus saling bekerja sama dan bersinergi untuk menghindari konflik dan membuat keseluruhan sistem dapat berjalan. Dengan bertumpu pada pemilihan track diplomasi dan pemahaman yang tepat, maka negara-negara di dunia dapat dengan mudah dan nyaman melaksanakan diplomasi antar negara secara damai.72 Dengan ini, maka penerapan teori Multi Track Diplomacy ini dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang kita harapakan.

72 http://melia-fisip15.web.unair.ac.id/artikel_detail-164967-

Negosiasi%20dan%20Diplomasi-Multitrack%20Diplomacy:%20Alternatif%20Diplomasi%20Era%20Modern.html,diakses pada tanggal 18 Desember 2018 pukul 15.25.

Dalam sebuah hubungan diplomatik kerjasama antarnegara, pastinya akan menimbulkan dampak positif dan negatif bagi kedua negara tersebut.

Sehingga kedua negara tersebut berusaha mengembangkan potensi dampak positifnya menjadi sebuah kemajuan bagi negaranya masing-masing baik di bidang ekonomi, politik, pendidikan, sosial dan budaya untuk mencapai tujuan negaranya. Dan dampak negatifnya akan diminimalisirkan sekecil mungkin oleh kedua negara tesebut agar tidak terjadi gesekan antara kedua negara yang berhubungan tersebut. Itu juga yang dilakukan oleh Indonesia dan Jepang yang melakukan hubungan diplomatik.

A. Dampak Positif dari Multi Track Diplomacy Terhadap Indonesia dan Jepang

Pada dasarnya penerapan konseptual Multi Track Diplomacy yaitu mewujudkan perdamaian (peacemaking dan peacebuilding) di lingkup internasional. Berikut dampak positif yang ditimbulkan oleh Multi Track Diplomacy :

a. Government

Government atau pemerintah merupakan pembuat kebijakan dan

Government atau pemerintah merupakan pembuat kebijakan dan

Dokumen terkait