• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menurut Flippo (2002:62), bentuk-bentuk program kesejahteraan pegawai dikelompok menjadi tiga bagian, yaitu :

1. Payment for time not worked (pembayaran untuk waktu tidak bekerja) Tunjangan ini adalah pembayaran dilakukan oleh organisasi pada waktu

seorang pegawai tidak bekerja berdasarkan izin organisasi (periode istirahat yang dibayar). Tunjangan ini mencakup cuti tahunan, cuti besar, izin meninggalkan pekerjaan dengan tetap mendapat upah (keperluan pribadi yang mendesak) dan tunjangan hari-hari libur umum maupun khusus serta pemberian tunjangan hari raya. Tunjangan yang temasuk dalam payment for time not worked adalah:

a. Cuti tahunan

Cuti tahunan adalah hak cuti yang diberikan organisasi kepada pegawai setelah menjalani masa kerja satu tahun. Cuti tahunan dapat dipergunakan secara berkala maupun tidak sama sekali.

b. Cuti besar

Cuti besar merupakan hari istirahat yang diberikan oleh organisasi kepada pegawai yang mempunyai masa kerja di atas lima tahun.

c. Izin meninggalkan pekerjaan dengan tetap mendapat upah.

Organisasi tetap memberikan upah kepada pegawai yang meninggalkan pekerjaan, tetapi telah mendapat izin dari organisasi. Hal ini mencakup pula waktu buang air besar/kecil, mencuci tangan, ibadah dan lain sebagainya. d. Pembayaran pada hari-hari libur.

Setiap organisasi memiliki kebijaksanaan spesifik yang berbeda mengenai hari libur dan liburan. Seperti pemberian tunjangan hari raya berbeda antara organisasi satu dengan yang lain.

2. Hazard protection (perlindungan ekonomis terhadap bahaya). Hazard protection merupakan program perlindungan yang diberikan oleh organisasi

kepada pegawai yang mengalami kecelakaan pada waktu menjalankan pekerjaan. Kecelakaan diartikan bukan secara fisik, tetapi lebih kepada gangguan yang menyebabkan seseorang tidak dapat melanjutkan atau menyelesaikan suatu pekerjaan. Sebagai contoh seseorang yang mengalami sakit, cidera, usia lanjut, kematian dan lain-lain. Tunjangan yang termasuk dalam hazard protection adalah:

a. Tunjangan pensiun.

Pemberian pensiun artinya organisasi memberikan sejumlah uang tertentu secara berkala kepada pegawai yang telah berhenti bekerja setelah menyelesaikan masa kerja tertentu maupun setelah mencapai batas usia tertentu.

b. Tunjangan asuransi atau Jamsostek.

Program ini berbentuk asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan dan jaminan kematian. Di sini organisasi bisa melakukan kerja sama dengan perusahaan asuransi untuk menanggung asuransi pegawainya. c. Fasilitas kesehatan dan tunjangan pengobatan.

Pendekatan lain yang dilakukan organisasi untuk menangani memuncaknya biaya kesehatan adalah menyediakan langsung pelayanan kesehatan (misalnya mendirikan klinik kesehatan). Penyediaan ini erat hubungannya dengan pembuatan program pemeliharaan kesehatan pegawainya.

d. Tunjangan bersalin

Tunjangan bersalin diberikan kepada pegawai untuk wanita yang mengalami proses persalinan.

e. Tunjangan pesangon dan jasa.

Sebagian organisasi memberikan uang jasa pada waktu memberhentikan pegawainya. Pemberian ini dilakukan karena menunjukkan perhatian organisasi dari aspek kemanusiaan dan merupakan cara yang baik dalam membina hubungan dengan masyarakat. Besarnya jumlah tunjangan ini disesuaikan dengan beberapa pertimbangan (masa kerja, alasan keluar, prestasi dan lain-lain), serta kemampuan organisasi untuk membayar.

3. Employee services (pelayanan pegawai). Tunjangan ini meliputi pelayanan ataupun pemberian fasilitas yang bersifat rutin, antara lain fasilitas rekreasi, fasilitas koperasi, fasilitas makanan, tempat ibadah dan pemberian penghargaan khusus. Tunjangan yang termasuk dalam employeeservice adalah :

a. Fasilitas rekreasi.

Fasilitas ini diberikan untuk menghilangkan beban pekerjaan dan meningkatkan kebersamaan antara pegawai maupun organisasi. Bagi atasan yang menjadi persoalan pelaksanaan program ini adalah pilihan jenis rekreasi yang memuaskan kebutuhan semua pihak. Artinya apakah kegiatan ini akan disertakan kepada pilihan individu ataukah disponsori oleh organisasi. b. Koperasi.

Fasilitas koperasi pegawai didirikan untuk mensejahterakan dan membantu pegawai dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari.

c. Fasilitas makan.

Biasanya pada program ini organisasi memberikan tunjangan makan kepada pegawai yang ingin makan di tempat kerja.

d. Fasilitas tempat ibadah.

Organisasi menyediakan fasilitas tempat ibadah untuk memenuhi kebutuhan rohani karyawan dan memberikan kesempatan untuk menunaikan kewajiban agamanya di tempat kerja.

e. Pemberian penghargaan khusus.

Organisasi memberikan penghargaan khusus kepada pegawai yang tingkat loyalitas dan semangat kerjanya tinggi. Tujuannya adalah untuk memotivasi dan meningkatkan semangat pegawai lainnya dalam organisasi.

f. Fasilitas transportasi.

Dalam hal ini organisasi menyediakan kendaraan untuk transportasi pegawai atau memberikan tunjangan khusus untuk biaya transportasi.

Sedangkan menurut Moekijat (2009:29), bentuk program kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil adalah:

a. Cuti Pegawai Negeri Sipil

Cuti PNS adalah keadaan tidak masuk kerja yang diizinkan dalam jangka waktu tertentu. Jenis-jenis cuti adalah:

1. Cuti tahunan.

Cuti tahunan diberikan kepada PNS, termasuk calon PNS yang telah bekerja sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun secara terus menerus, kecuali PNS/calon PNS yang menjadi guru pada sekolah dan dosen pada perguruan tinggi negeri, baik yang mengajar pada sekolah maupun perguruan tinggi negeri maupun yang diperkerjakan atau diperbantukan untuk mengajar pada sekolah atau perguruan tinggi swasta. Bekerja

secara terus menerus adalah bekerja dengan tidak terputus karena menjalankan cuti di luar tanggungan negara, atau karena diberhentikan dari jabatan dengan menerima uang tunggu. Lama cuti selama 12 (duabelas hari kerja).

2. Cuti besar

Cuti besar diberikan kepada PNS yang telah bekerja sekurang-kurangnya 6 tahun secara terus menerus (termasuk masa kerja sebagai calon PNS untuk mendapatkan cuti besar yang pertama). Lamanya tiga bulan, termasuk cuti tahunan dalam tahun yang bersangkutan.

3. Cuti sakit

Cuti sakit diberikan kepada PNS yang menderita sakit. Lama cuti sakit mulai dari 1 (satu) hari sampai 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan.

4. Cuti bersalin

Cuti bersaling diberikan kepada PNS wanita untuk persalinan anaknya yang pertama dan kedua. Persalinan pertama adalah persalinan pertama sejak yang bersangkutan menjadi PNS. Untuk persalinan ketiga dan seterusnya, kepada PNS wanita diberikan cuti di luar tanggungan negara. Cuti bersalin selama tiga bulan, yaitu sebulan sebelum dan 2 bulan sesudah persalinan.

5. Cuti karena alasan penting

Cuti karena alasan penting diberikan kepada PNS adalah cuti karena: - Ibu, bapak, istri/suami, anak, adik, kakak, mertua, atau menantu sakit

- Salah seorang anggota keluarga dari orang tersebut di atas meninggal dunia dan menurut ketentuan hukum yang berlaku, PNS yang bersangkutan harus mengurus hak-hak dari anggota keluarganya yang meninggal dunia itu.

- Melangsungkan perkawinan yang pertama

- Alasan penting lainnya yang ditetapkan kemudian oleh Presiden. Lama cuti karena alasan penting adalah 2 bulan.

6. Cuti di luar tanggungan negara.

Cuti di luar tanggungan negara diberikan kepada PNS yang telah bekerja sekurang-kurangnya 5 tahun secara terus menerus karena alasan-alasan pribadi yang penting dan mendesak. Lamanya 3 (tiga) tahun dan dapat diperpanjang selama setahun apabila ada alasan-alasan penting.

b. Pengobatan, perawatan, dan rehabilitasi.

Pengobatan, perawatan, dan rehabilitasi diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) termasuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), pegawai bulanan di samping pensiun, Pegawai Negeri Sipil yang diperbantukan oleh pejabat yang berwenang pada badan-badan swasta yang mengalami kecelakaan karena dinas, atau menderita sakit karena dinas. Pegawai tersebut berhak memperoleh pengobatan, perawatan atau rehabilitasi atas biaya negara.

c. Tunjangan cacat

Tunjangan cacat diberikan kepada PNS dan CPNS, pegawai bulanan di samping pensiun, PNS yang diperbantukan oleh pejabat yang berwenang pada badan-badan swasta oleh tim penguji kesehatan dinyatakan tidak dapat bekerja

lagi dalam semua jabatan negeri, yang disebabkan karena cacat karena dinas, berhak menerima tunjangan cacat atas pensiun yang berhak diterimanya. Besarnya pensiun tersebut adalah pensiun yang tertinggi bagi PNS yaitu 75% dari gaji pokok.

d. Uang duka tewas dan biaya pemakaman 1) Uang duka tewas

Uang duka tewas diberikan kepada istri atau suami Pegawai Negeri Sipil (termasuk calon PNS, pegawai bulanan di samping pensun, Pegawai Negeri Sipil yang diperbantukan pada badan-badan swasta) yang tewas. Besarnya uang duka tewas 6 (enam) kali penghasilan bersih sebulan. Yang termasuk penghasilan bersih adalah penghasilan setelah dipotong iuran atau potongan wajib. Penghasilan terdiri dari gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan (kalau ada), tunjangan lain yang berhak diterimanya. Iuran/potongan wajib terdiri dari 4,5% untuk iuran dana pensiun, 2% untuk iuran pemeliharaan kesehatan dan 3,3/4% untuk iuran tabungan hari tua.

2) Biaya pemakaman

Biaya pemakaman diberikan kepada istri atau suami Pegawai Negeri Sipil (termasuk calon PNS, pegawai bulanan di samping pensun, Pegawai Negeri Sipil yang diperbantukan pada badan-badan swasta) yang tewas. e. Pensiun Pegawai

Pensiun adalah jaminan hari tua dan sebagai balas jasa terhadap Pegawai Negeri Sipil yang telah bertahun-tahun mengabdikan dirinya kepada negara.

Pensiun pegawai dan pensiun janda/duda diberikan sebagai jaminan hari tua dan sebagai penghargaan atas jasa-jasa pegawai negeri, selama bertahun-tahun bekerja dalam dinas Pemerintah. Syarat pokok untuk memperoleh hak pensiun pegawai adalah telah mencapai usia sekurang-kurangnya 55 tahun, memiliki masa kerja untuk pensiun sekurang-kurangnya 20 tahun dan telah diberhentikan dengan hormat sebagai pegawai negeri.

1.5.4. Tujuan dan Manfaat Program Pelayanan Kesejahteraan Pegawai

Dokumen terkait