• Tidak ada hasil yang ditemukan

BENTUK-BENTUKAGAMA

Dalam dokumen Studi Islam di Perguruan Tinggi (Halaman 31-37)

Pendahuluan: Agama dan Manusia berdasarkan asal-usulnya seluruh agama yang dianut olehtna:'rtusia dapat dikelompokkan clalam clua kategori berikut ini.

Pertama, agama kebuclayaan (cultural religions) atau juga disebut

agama tabi'i atau agama ardli, yaitu agama yang bukart berasal clari Tuhan clengan jalan diwahyukan, tetapi merupakan hasil proses antro­ pologis, yang terbentuk clari aclat istiaclat clan selanjutnya meletnbaga .. dalam bentuk ag:ama formal.

Kedua, agama samawi atau agama wahyu (revealed religions), yaitu

agama yang diwahyukan clari Tuhan melalui malaikat �Nya kepa?a utusan-Nya yang dipilih clari manusia. Agama samawi ini juga disebut

dienul haq, (QS. 43:27,33) clan disebut juga agama yangjullfledged,

yaitu agama yang mempunyai Nabi clan Rasul, mempunyai kitab . sud, clan mempunyai umat. Secara historis, penerapan agama wahyu ini clapat diberikan kepada agama yang mengajarkan adanya wahyu, yaitu Yahudi, Nasrani, clan Islam.

Dalam perjalanan selanjutnya, temyata agama samawi clan tabi'i telah mengalami beberapa perubahan. Bagian yang berubah itu terjadi pacla sistem kepercayaan, sistem upacara maupun kelembagaan ke­ agamaan. Perubahan tersebut clapat berupa perubahan dalam kepercayaan terhaclap Tuhan yang mereka sembah, clari monoteisme berubah ke politeisme. Perubahan itu juga clapat terjadi dalam upacara-upacara keagaipaan yang mereka laksanakan. Oleh karena .·itu, clalam agama Islam dikenal adanya istilah bid'ah clan khurqfat.34

Aclanya perubahan dalam ajaran agama-agama itu, lebih banyak . disebabkan oleh adanya proses degenerasi (pemburukan), baik karena

faktor manusia penganut agama itu sendiri, maupun akibat per­ �entuhan agama tersebut dengan berbagai keyakinan clan kepercayaan lain pada suatu tempat. Seorangpenganut agama, clalam mempersepsi ajaran agama yang diyakininya, banyak dipengaruhi oleh pengalaman hiclupnya clan juga oleh lingkungan sosial clan budaya sekelilingnya. Dalam pergaulan antar pemeluk agama, seorang penganutagama bergaul clengan berbagai penganut agama yang berbecla clan juga

Studi Islam di Perguruan Tinggi

bertemu dengan kepercayaan lain, atau pertemuan dengan ajaran magis, mistik yang subyektivistik, takhayyul clan fanatisme. Semua keyakinan lain banyak mempengaruhi praktek keagamaan seseorang, yang pada akhirnya diwariskan turun-temurun kepada generasi sesudahnya.

Berbeda dengan kajian ara teolog, para ilmuwan yang diwakili oleh p�ra sarjana antropo gi budaya clan sosiologi agama, melalui kajian keilmuan mereka sdentivic approach) membedakan agama yang ada di dunia ini menjadi dua kelompok besar, yaitu spiritualisme clan

materialisme.

}

1. Spiritualismt

Spiritualismeadalab agama penyembah sesuatu (zat) yang gaib

yang tidak nampak secara lahiriah, yaitu sesuatu yang memang tidak dapat dilihat clan tidak dapat berbentuk. Bagian ini terinci lagi dalam beberapa kelompok:

a. Agama Ketuhanan (theistic religion), yaitu agama yang para peng­ anutnya menyembah Tuhan (Theos). Agama-agama ini mem­ punyai keyakinan bahwa Tuhan, tempat manusia menaruh kepercayaan clan cinta kepada,.Nya, merupakan kebahagiaan. Keyakinanini didasarkan pada fakta-fakta yang tak terbantahkan serta dapat(memperluas clan meningkatkan pengetahuan clan moral manusia. Agama Ketuhanan merupakan asal-usul istilah dari semua sistem kepercayaan terhadap eksistensi Tuhan, yang mencakup Repercayaan terhadap satu atau banyak Tuhan, antara lain:

1. Monoteisme, yaitu bentuk religi (agama) yang bei:dasar-kan

pada kepercayaan terhadap satu Tuhan clan terdiri atas upacara-upacara guna memuja Tuhan. Contohnya, agama Islam dengan inti ajaran imannya yang berbentuk pe­ ngakuan, ''Tidak ada Tuhan selain Allah clan Muhammad adalah utusan Allah". Juga dalam Yudaisme (agama

Pffldahulwin, Agama dan Manuma

Yahudi) disebutkan, "Dengarlah orang Israel, Tuhan kita adalah Tuhan Yang Satu" (Deuteronomy: 4). Dalam Sikhism juga disebutkan, ''Tidak ada Tuhan kecuali Tuhan

YangSatu".

2. Po!iteisme, yaitu bentuk re!igj (agama) yang berdasarkan

kepercayan kepacla banyak Tuhan clan terdiri atas upacara­ upacara keagamaan guna memuja Tuh:m-Tuhan tersebut. Dengan perkataan lain, po!iteisme adalah kepercayaan kepada Tuhan yang berbilang seperti dalam ajaran

Hinduisme. Dalam kitab Weda, diceritakan tentang banyak

dewa clengan berbagai fungsi, antara lain Indra aclalah clewa perang, Varuna aclalah clewa kekuatan clari cahaya langit, Agni aclalah clewa api, Brahma sebagai clewa pen­ cipta, Wisnu sebagai pemelihara, clan Siwa sebagai dewa penghancur. Pacla agama Romawi Kuno dikenal dengan

Dewa Mars sebagai clewa perang, Venus sebagai dewa

percintaan,

Ceres

sebagai clewa pertanian,Juno sebagai dewa penolong wanita yang melahirkan.

Para penganut po!iteisme ini memiliki kecencle-rungan memilih dewa-clewa yang mereka percayai untuk diangkat, dilebihkan, clan diutamakan, yang dianggap sebagai Yang Maha Kuasa. Tahapan ini disebut henoteisme, yaitu tingkatan menengah antara politeisme clan monoteisme, menyembah satu Tuhan clengan mengakui keberadaan Tuhan-Tuhan lainnya.

Agama Pel!Jembah Roh, aclalah kepercayaan orang primitifkepacla

roh nenek moyang a tau roh pemimpin clan roh para pahlawan yang telah gugur. Mereka percaya bahwa orang yang suclah meninggal clapat memberikan pertolongan clan perlinclungan kepacla mereka bila menclapat kesulitan. Untuk menghadirkan roh-roh tersebut perlu diaclakan upacara keagamaan yang khusus clan kompleks.

Studi Islam diPerguruan Tinggi

Agama penyembah roh tersebut dapat dibagi dalam bentuk kepercayaan sebagai berikut:

1. Animisme, yaitu bentuk agama yangmendasarkan diri pada kepercayaan bahwa di sekeliling tempat tinggal manusia terdapat berbagai macam roh yang berkuasa, clan terdiri atas aktivitas pemujaan atau upacara untuk memuja roh tersebut.

Pada awalnya istilah animisme dipakai oleh orang­ orang yang mengembangkan suatu pandangan bahwa semua fenomena alam dapat diterangkan dari teori roh in-material sebagai prinsip kehidupan. Dalam pemakaian modem sekarang, istilah animisme dipakai untuk ajaran­ ajaran tentang roh clan makhluk halus lainnya secara umum.

Kepercayaan ini dibangun berdasarkan dua anggap­ an pokok, yaitu: 1) roh adalah unsur halus yang keluar dari tiap makhluk clan mampu hidup terus setelah jasadnya mati; 2) makhluk halus yang jadi dengan sendirinya, seperti peri clan mambangyang dianggap berkuasa.

2. PraAnimisme (Dinamisme), ialah bentuk agama berdasarkan

kepercayaan kepada kekuatan sakti yang ada dalam segala hal yang luar biasa clan terdiri atas aktivitas keagamaan untuk4 menguatkan kepercayaannya itu dengan berpedoman kepada ajaran kepercayaan tersebut. Pra

Animisme terdiri atas:

a. Agama Penyembah KekuatanAlam, adalah kepercayaan

bangs a primitif kepada alam sekitar, biasanya karena takut akan malapetaka atau karena balas budi terhadap jasa gejala alam a tau suatu anasir alam yang mereka anggap memiliki kekuatan. Mereka me­ mujanya dan menjadikan aktivitas keagamaan untuk memuliakannya.

Pendahu/uan: Agama dan M$us7

Penyembahan alam atau nature worship me­ rupakan tahapan paling awal clari evolusi keagamaan bangsa primitif. Kekuatan-kekuatan alam atau gejala alam serta anasir-anasir alarn dipersonifikasikan men­ jadi clewa-clewa yang berkuasa. Pacla agama Mesir Kuno, Dewa

Ra'

aclalah personifikasi clari matahari, Tefnutadalah dewi air .. Shu adalah dewa hawa, clan lain-lain. Penyembahan kepacla bencla-bencla alam tersebut, bisa dilihat clalam bentuk: Animatisme, suatu sistem kepercayaan bahwa bencla-bencla clan tumbuh-tumbuhan sekelilingmanusia itu betjiwa clan clapat berfikir seperti manusia. Kepercayaanini ticlak mengakibatkan aktivitas keagamaan guna memuja bencla-bencla atau tumbuh-tumbuhan tadi, tetapi

animatisme biasanya menjadi unsur re/ii}; dan"Fetishisme, yaitu suatu bentuk agama yang berclasarkan ke­ percayaan akan aclanya jiwa clalam bencla-bencla alam tertentu clan yang tercliri atas aktivitas keagamaan guna memuja bencla-bencla berjiwa tersebut.

b. Agama Penyembah Binatang (Animal Worship), atau

Totemisme yaitu kepercayaan orang-orang kuno clan primitif yang mengangap binatang-binatang tertentu memiliki jiwa kesucian. Jiwa kesucian binatang tersebutiakan tetap hiclup clan clapat menclatangkan kebaikan clan keburukan. Dari kepercayaan tersebut diadakan aktivitas untuk memuja binatang tersebut. Para penganut Totemisme menjadikan binatang tertentu sebagai lambang obyek keramat. Mereka menganggap billiltang yang m�reka jadikan lambang itu acla hubungannya clengan asal-usul dirinya atau kelompoknya atau seticlaknya, menurut anggapan

Studi Islam di Pergwwm Tinggi

mereka, roh nenek moyang tertinggi yang telah mati bertempat tinggal pada jasad hewan yang dijadikan lambang totem itu, maka dalam tradisi mereka, hewan-hewan sud tersebut dilarang untuk dibunuh atau dimakan.

2. Materialisme

Materialisme adalah agama yang mendasarkan kepercayaannya terhadap Tuhan yang dilambangkan dalam wujud benda-benda material, seperti pa tung manusia atau binatang dan berhala atau se­ suatu yang dibangun dan dibuat untuk disembah. Agama materialisme dapat dilihat dalam literatur tentang agama bangs a Arab sebelum Islam, a tau di antara umat Nabi Musa yang dipimpin oleh Samiri yang membuat patung lembu untuk disembah, atau kepercayaan penganut agama Majusi yangmenyembah api suci.

AgamaMaterialismepada hakikatnya tidak terlalu jauh perbeda­ annya dengan agama spiritualisme, sebab keduanya mempercayai jiwa a tau sesuatu yang gaib. Hanya saja dalam agama materialisme, mereka lebih menekankan kepada pengakuan fisik material patung itu dari pada pengagungan kekuatan jiwa yang ada dalam berhala atau bangunan tertentu itu. Dengan perkataan lain, walaupun mereka percaya pada kekpatan roh a tau jiwa, tetapi lebih menekankan wujud materinya dari pada jiwa yang menempatinya, atau mereka lebih mempercayai perwujudan Tuhan pada benda yang tampak bagi mereka dari pada yangtidak nampak, atau mereka lebih mempercayai Tuhan dalam bentuk realitas materi dari pada Tuhan dalam bentuk

ide yang tanpa wujud. 35

Dalam dokumen Studi Islam di Perguruan Tinggi (Halaman 31-37)