• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS TEKSTUAL

3.2 Bentuk dan Analisis Tekstual Lagu „Friska‟

Cipt. : St.Herman Sitopu Voc. : Jhon Eliaman Saragih

(1) I tikki rondang ni bulan tula

[Pada waktu terang bulan purnama]

Sanggah rap ope hita nadua [Sewaktu kita masih bersama]

Janjinta in padan tain

[Janji kita itu, yang kita katakan]

Lang boi marsirang [Tidak bisa kita bercerai]

(2) ** Hape ni saonari hadopan ni [Ternyata sekarang saatnya]

Lupa ham botou bai janji min

[Lupa engkau sayang di dalam janji itu]

Misir do ham tading ma au [Pergi engkau meninggalkan aku]

Sahalak au [Aku sendiri]

(3) Reff: Friska…pos do hape uhurmu [Friska ... tega rupanya hatimu]

Friska…tading ma hape au

[Friska .... tinggal sendiri ternyata aku]

Hujama holi pindahanku songon ham

[Kemanalah aku akan mencari seperti engkau]

(4) Hujama holi torihonku gattih mu [Kemanalah aku mencari penggantimu]

Sahalak ham dassa naming harapankin

[Hanya engkau saja yang melekat di dalam hatiku dan menjadi harapanku]

Hape misir do ham

[Namun engkau telah pergi]

(5) (Back to **) Selamat jalan ma hamu haholongan [Selamat jalanlah engkau sayangku]

Horas ma ham sai juppa ham sinitta mu

[Mudah-mudahan engkau mendapat seperti yang engkau inginkan]

Ai anggo au marboru jawa ma hape [Kalau aku meminang orang jawa saja]

Bahen panggattih mu

[Untuk menggantikan engkau]

Berdasarkan teks di atas dijelaskan bahwa lagu tersebut menceritakan tentang kekecewaan seorang pria yang ditinggalkan oleh kekasihnya. Pencipta lagu menggunakan nama Friska yang merupakan nama untuk wanita Simalungun.

Friska mengingkari janji dan pergi meninggalkan si pria. Teks pengganttihmu adalah arti dari penggantimu yang maknanya menggantikan yang tidak bisa kembali atau diambil lagi. Teks tersebut menjelaskan bahwa Friska tidak akan kembali lagi ke pria yang telah ditinggalkannya. Teks pindahan merupakan kata yang digunakan dalam bahasa Simalungun yang memiliki makna untuk mencari

sesuatu seperti mencari pacar, istri, atau janda. Berikut uraian makna dari teks lagu Friska.

Bait 1:

 Tikki - Sewaktu

 Rondang – Terang

 Bulan tula – Bulan purnama

 Sanggah – Sewaktu

 Hita – Kita

 Padan – Hubungan

 Lang – Tidak

 Boi – Bisa

 Marsirang – Bercerai

 Rap – Bersama

 Janjita – Janji kita

Makna dari bait pertama menceritakan tentang sepasang kekasih yang menghabiskan waktu bersama di bawah sinar bulan purnama dan mengikrarkan janji untuk selalu bersama hingga tak terpisahkan oleh apapun.

Bait 2:

 Hape - Ternyata

 Sonari – Sekarang

 Hadopan ni – Saat nya

 Lupa – Lupa

 Ham – Kamu

 Misir – Pergi

 Tading – Tinggal

 Sahalak – Sendiri

 Botou – Kekasih

 Janji min – Janji

Makna dari bait kedua menceritakan tentang kekasihnya yang memilih untuk pergi meninggalkan si pria sendirian dan tidak menepati bahkan lupa pada janji yang telah mereka buat bersama.

Bait 3:

 Hujama - Kemanalah

 Holi - Nanti

 Torihonku – Mencari

 Gattih mu – Pengganti mu

 Dassa – Hanya

 Harapan kin – Harapan ku

 Hape – Ternyata

 Misir do ham – Engkau pergi

Dalam bait ketiga ini Taralamsyah Saragih mulai mengungkapkan makna kekecewaan mendalam dari si pria kepada Friska. Friska meninggalkan si pria sendirian tanpa harapan yang tak pasti. Begitu dalam cinta dan besar harapan si pria kepada Friska sehingga ia ingin mencari pengganti yang mirip dengan Friska.

Bait 4:

 Haholongan - Kekasih

 Sinitta – Harapan

 Anggo – Kalau

 Marboru – Perempuan

 Bahen – Untuk

 Panggattih mu – Pengganti mu

Bait terakhir ini menceritakan tentang keikhlasan si pria dalam menerima kenyataan bahwa Friska telah meninggalkannya dan tidak akan pernah kembali lagi untuk bersama dengannya. Si pria juga berusaha menerima janji yang telah diingkari oleh Friska dan mendoakan yang terbaik untuk pasangan yang diinginkan oleh Friska. Si pria juga tidak ingin terus-menerus menyimpan

kekecewaannya dan akan mencari seorang kekasih dari keturunan jawa untuk mengganti Friska dalam hidupnya.

Setelah dianalisis, teks lagu di atas menggunakan majas pertentangan jenis Kontradiksi Interminis yaitu gaya bahasa yang menyangkal ujaran yang telah dipaparkan sebelumnya dan diikuti dengan konjungsi, seperti kecuali atau hanya saja yang terdapat pada teks lagu di bawah ini.

(4) Hujama holi torihonku gattih mu [Kemanalah aku mencari penggantimu]

Sahalak ham dassa naming harapankin

[Hanya engkau saja yang melekat di dalam hatiku dan menjadi harapanku]

Berdasarkan teks di atas dijelaskan bahwa setelah ditinggal Friska, si pria ingin mencari pengganti Friska, tetapi dia menyatakan bahwa hanya Friska saja yang ada di hatinya dan berharap kembali bersama dengan Friska. Teks tersebut memiliki makna pertentangan antara kalimat pertama dengan kalimat kedua.

3.3 Bentuk dan Analisis Tekstual Lagu Cewek Matre Cipt. : Jhon Eliaman Saragih

Voc. : Jhon Eliaman Saragih (1) Ai naboron pe iboto ham botou

[Dari dulu kamu sudah tahu sayang]

Ai anggo au anak ni na masombuh do [Bahwa aku ini anak orang miskin]

[Dinding tempat tinggalku saja terbuat dari anyaman bambu]

Martayub rumbia [Beratap jerami]

(2) Ai anggo dong ma na dob marosuh ham [Jika ada yang telah kamu sukai]

Ai anggo au ai lang na mangolati da [Aku tidak pernah menghalangi kamu]

Ulang salahkon au botou [Jangan kamu salahkan aku]

Biak ni jolma do botou

[Sudah sewajarnnya manusia]

Mangindahi nahundear

[Menginginkan yang lebih baik]

(3) Reff: Halani hasombuhon ma hape [Jika karena aku miskin]

Gabe rotap talini padan i

[Jadi putus tali pengikat janji kita]

Ai o botou borit ni on

[Ya ampun ini sungguh sakit]

Mase maningon sonari [Mengapa harus sekarang]

Idahon mu nahurang hin

[Kamu harus melihat kekuranganku]

Ai cewe matre do hape ham [Kamu memang cewe matre]

Mata duiton do hape ham [Kamu itu mata duitan]

(4) ** Namabahen lungun ma uhurhin hape [Yang membuat sedih hati ini]

Sanggah marduit au holong tumang do ham [Ketika aku punya uang kasihmu begitu besar]

Daoh do ham botou [Kamu sangat jauh]

Ai anggo lang tarbahen au songon na bayak in [Jika aku tidak bisa perbuat seperti orang kaya]

Dalam teks lagu ini mengisahkan tentang seorang pria yang ditinggal kekasihnya hanya karena tidak kaya dan tidak bisa membuat kekasihnya bahagia seperti orang kaya. Makna matre yang mendalam dalam lagu ini terlihat dari kalimat yang berisi tentang keberadaan wanita tersebut hanya ketika si pria memiliki uang dan ditinggalkan setelah uang si pria telah habis dikuras oleh kekasihnya. Analisis makna tekstual pada lagu Cewek Matre selanjutnya akan dibahas di bawah ini.

Bait 1:

 Naboron – Dari dulu

 Masombuh – Sederhana

 Ibotoh – Paham anak orang kaya. Dalam teks bait pertama ini, pencipta lagu menggunakan majas Pertentangan jenis Litotes yang artinya gaya bahasa yang memberikan ungkapan yang direndahkan atau dikecilkan dibandingkan pada kenyataan sebenarnya yang terdapat dalam kalimat Ianan hu tading pe mardingding topas do botou, Martayub rumbia (dinding tempat tinggalku saja terbuat dari anyaman bambu, beratapkan jerami).

 Mangindahi – Menginginkan

 Nahundear – Terbaik

 Jolma - Manusia

Bait kedua ini terdapat makna ketulusan si pria atas kepergian kekasihnya yang lebih memilih pria yang disukai olehnya. Terdapat makna sifat alamiah seorang wanita dalam bait kedua ini yang pergi mencari pria yang lebih baik atau lebih kaya untuk menanggung hidupnya kelak. Di sini juga terdapat makna kesadaran dan ketulusan si pria yang menerima pilihan kekasihnya tanpa menghalang-halangi kepergian wanita tersebut.

Bait 3:

 Hasombuhon - Sederhana

 Rotap – Putus

 Borit – Sakit

 Mase – Mengapa

 Sonari - Sekarang

 Nahurang hin – Kekurangan ku

Berdasarkan teks pada bait ketiga ini menjelaskan bahwa selalu ada rasa sakit yang muncul dari sebuah kepergian sang kekasih yang dicintainya. Yang namanya cewek matre tidak akan tahan dengan pria yang tidak kaya bahkan yang hidupnya pas-pasan sudah pasti ditinggalkan oleh wanita tersebut karena tidak bisa hidup dalam kekurangan. Akibat dari ketidak-kayaan si pria mengakibatkan janji yang telah dibuat bersama wanita tersebut harus putus dan diingkari bahkan wanita tersebut pergi mencari pria yang lebih kaya lagi.

Bait 4:

 Lungun - Sedih

 Sanggah – Sewaktu

 Namambahen – Yang membuat

 Uhur hin – Hatiku

Teks pada bait terakhir ini memiliki makna sindiran terhadap wanita yang lebih memilih pergi meninggalkan pria yang tidak kaya dan mencari pria yang lebih kaya. Seolah-olah janji dan kasih sayang hanya ada jika pria tersebut kaya dan akan putus setelah kekayaan tersebut habis terkuras.

3.4 Bentuk dan Analisis Tekstual Lagu Iluh I Bandara Cipt. : Jhon Eliaman Saragih

[Bukan perpisahan buat kita berdua]

Holong mu do holongku...

[Cintamu juga cintaku]

Tapi sada hata ku abang,, [Tapi satu kata dariku abang]

Jolom toguh janji ta da…

[Pegang teguh janji kita ya]

(2) Das ma panorang ni misir ma ham haholongan [Tiba saatnya kau pergi sayang]

Misir lao manadikkon au [Pergi untuk meninggalkanku]

Hu ianan na daoh, na daoh humbai lambungkin [Ketempat yang jauh, yang jauh dariku]

Mangayak sura-sura mu [Mengejar cita-citamu]

(3) Reff: Ulang.. ulang.. ham tangis [Jangan .. jangan ..kau nangis]

Papusok uhurhin [Membuat kusedih]

Holong na hubaen bamu [Sayang yang kubuat samamu]

Holong na tongon

[Sayang yang serius]

(4) * Anggo das ma holi ham [Kalau nanti kau sampai]

Bai ianan situjuan mu [Ditempat tujuanmu]

Patugah ham ma kabar mu [Kasih tau aku kabarmu]

Songon pasohkon bulisah [Seperti menghentikan gelisah]

Janah pasombuh siholhin [Dan mengobati rinduku]

Da bani parmisir mu [Di kepergianmu]

Back to Reff

(5) Ulang ham lupa martonggo bani Tuhan in [Jangan kau lupa berdoa kepada Tuhan]

Ase marsada holi use hita tongon [Agar kita bisa bersatu seperi dulu]

Huuu... haholongan...

[Huuuu... kesayangan]

Huuu... misir ma ham [Huuuu... pergilah kau]

Back to *

(6) Ulang..ulang ham sangsi [Jangan ... jangan kau curiga]

Bai ganup holongkin

[Sama semua sayangku kepadamu]

Holong na hubaen bamu, holong na tongon

[Sayang yang kukasih samamu, sayang yang serius]

Ulang ham lupa martonggo bani Tuhan in [Jangan kau lupa berdoa sama tuhan kita]

Ase marsada holi use hita tongon

[Agar kita bisa tetap bersama seperti sebelumnya]

Teks lagu Iluh i Bandara ini mengisahkan tentang kepergian sang kekasih untuk mengejar cita-citanya dan meninggalkan si pria untuk sementara waktu.

Mereka berpisah di bandara dengan kesedihan yang mereka rasakan bersama.

Sebelum berpisah, mereka juga saling menguatkan dan saling meyakinkan satu sama lain. Dalam teks lagu di atas terdapat makna kepercayaan kepada Tuhan yang ikut campur dalam hubungan jarak jauh yang akan mereka jalani dan tidak lupa saling berkomunikasi satu sama lain sesering mungkin. Analisis selanjutnya akan diuraikan seperti berikut.

Bait 1:

 Bani - Kepada

 Parmisir – Kepergian

 Banta – Kepada kita

 Parsirangan – Perpisahan

Terdapat makna komitmen dalam kepergian sang kekasih untuk saling memegang teguh janji mereka. Sang kekasih menegaskan bahwa kepergiannya bukanlah perpisahan bagi mereka tetapi awal bagi cinta mereka yang sedang diuji oleh jarak dan waktu yang tidak sama lagi. Makna saling mencintai terlihat dalam kalimat holongmu do holongku (cintamu juga cintaku) yang berarti sang kekasih tidak ingin mengacaukan hubungan mereka hanya karena ia pergi jauh dari si pria, tetapi ingin menguatkan keduanya bahwa mereka hanya terpisah sementara waktu saja.

Teks dalam bait kedua inilah awal dari lagu yang dipopulerkan oleh Jhon Eliaman Saragih. Terdapat makna kesedihan yang mendalam di bait kedua ini

yang dirasakan oleh si pria karena kepergian sang kekasih yang jauh untuk terdapat pada bait kedua yaitu kesedihan yang mendalam. Ada tangis yang pecah ketika waktunya berpisah, meskipun hanya untuk sementara, tetapi rasanya seperti sangat lama bagi mereka. Cinta si pria kepada sang kekasih bukanlah cinta anak yang baru lahir kemarin, tetapi cinta yang begitu tulus dan serius sehingga cinta mereka diuji oleh jarak dan waktu hanya untuk menggapai cita-cita sang kekasih.

Si pria juga menekankan makna bahwa cintanya tidak akan pudar kepada sang kekasih hanya karena terpisah oleh jarak dan waktu.

Bait 4:

Bait keempat ini lebih mangarah ke sebuah pesan untuk sang kekasih yang pergi jauh dan ketika sampai ditempat tujuannya, sang kekasih harus memberikan kabar kepada si pria untuk menenangkan hati dan pikiran si pria serta mengobati

rindunya yang ditahan sejak kepergian sang kekasih. Dalam teks bait ketiga ini terdapat makna betapa pentingnya komunikasi dalam hubungan jarak jauh yang sedang mereka jalani saat itu. Meskipun hanya mengirim pesan singkat atau kabar sampainya sang kekasih, itu lebih baik dibandingkan tidak sama sekali.

Bait 5:

Berdasarkan bait kelima ini terdapat makna kepercayaan terhadap Tuhan yang sudah mengatur nasib manusia. Dengan penuh percaya, si pria mengingatkan kepada sang kekasih agar selalu berdoa kepada Tuhan untuk kelancaran hubungan mereka yang sedang diuji jarak dan waktu sehingga mereka bisa dipertemukan kembali suatu saat nanti. Makna keikhlasan ketika pria merelakan kepergian sang kekasih juga terdapat dalam teks bait kelima ini dan mulai berjuang menjalani hubungan dalam jarak dan waktu yang tidak sama lagi.

Bait 6:

 Sangsi - Curiga

 Ganup – Semua

 Holong – Kasih

 Tongon - Serius

Teks dalam bait terakhir ini menjelaskan bahwa setiap hubungan jarak jauh memang selalu banyak ujian yang harus sabar dilalui bersama dan harus saling menguatkan satu sama lainnya. Ada kalanya perasaan curiga muncul tanpa sebab akibat yang memacu kecurigaan tersebut. Tidak jarang kesalahpahaman muncul dalam sebuah hubungan jarak jauh yang sedang mereka jalani. Sekali lagi si pria mengingatkan dan meyakinkan sang kekasih bahwa sayang dan cintanya itu serius dan akan selalu bertambah setiap harinya untuk sang kekasih serta saling memberi dukungan dari jarak jauh. Tidak lupa untuk terus berdoa kepada Tuhan agar hubungan mereka tetap lancer dan baik-baik saja sehingga tiba waktunya kelak mereka berjumpa dan bersama lagi.

BAB IV

Dokumen terkait