• Tidak ada hasil yang ditemukan

3.5. Acuan Tokoh Caling

3.5.2. Bentuk dan Fitur Wajah

1. Bentuk

Sebelum merancang tokoh Caling, penulis mencari tau terlebih dahulu mengenai ondel-ondel. Ondel-ondel memiliki bentuk yang cukup unik dan khas yang

Gambar 3.24. Ondel-ondel Bertaring (Dokumentasi Pribadi)

93 membuatnya terlihat cukup seram. Penulis melakukan observasi terhadap bentuk tubuh ondel-ondel dan juga barongan

.

Gambar 3.25. Analisis Bentuk Dasar Barongan

(http://erzariani.blogspot.com/2014/04/mengenal-ondel-ondel-simbol-budaya.html)

Gambar 3.26. Analisis Bentuk Dasar Ondel-ondel (https://www.wikiwand.com/en/Ondel-ondel)

94 Berdasarkan bentuk yang telah di analisis, ondel-ondel pada umumnya memiliki bentuk dasar kotak maupun trapezium dengan sudut yang tajam. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Tillman (2011) bahwa tokoh dengan bentuk persegi memiliki kesan yang dominan dan solid juga memberikan rasa aman sesuai dengan fungsi ondel-ondel yang digunakan untuk menjaga masyarakat dari makhluk jahat. Bentuk pada ondel-ondel juga terdiri dari unsur segitiga terbalik dan pada umumnya tidak simetris sehingga ada perasaan tidak nyaman yang muncul ketika melihatnya. Namun bentuk ondel-ondel juga terdiri dari bentuk yang tidak tajam yang menunjukan bahwa ondel-ondel sebenarnya bukanlah makhluk yang mengancam dan memiliki sisi yang baik.

2. Fitur Wajah

Ondel-ondel memiliki fitur wajah yang khas yang juga mengacu pada fitur wajah Betawi. Ondel-ondel laki-laki pada umumnya memiliki alis yang tebal dan juga memiliki kumis maupun jenggot. Ondel-ondel memiliki telinga yang cenderung lebih besar dari wajah manusia biasa. Ondel-ondel laki-laki juga memiliki jambang pada sisi wajah.

Gambar 3.27. Fitur Wajah Ondel-ondel

(https://www.kaskus.co.id/show_post/53a6aaa2c0cb17c8118b45a9/5/-)

95 Ondel-ondel memiliki mata yang besar dan melotot serta dikelilingi oleh garis hitam disekitarnya. Hal ini juga membuat sosok ondel-ondel menjadi terlihat lebih seram. Ondel-ondel juga memiliki hidung yang mancung seperti masyarakat Betawi yang memiliki tulang hidung yang tinggi menurut Lestari (2010). Salah satu yang menjadi ciri khas dari ondel-ondel laki-laki adalah taring. Pada masa Barongan, ondel-ondel dikenal akan taringnya karena dianggap berwajah seram sehingga dapat menolak bala. Hingga saat ini penggunaan taring masih digunakan

Gambar 3.29. Fitur Wajah Ondel-ondel (https://www.youtube.com/watch?v=-f-LQeJSVHk)

Gambar 3.28. Fitur Wajah Ondel-ondel

(https://bisniswisata.co.id/pertumbuhan-hotel-di-banyuwangi-kian-bergairah/)

96 namun memiliki ukuran yang lebih kecil agar wajah ondel-ondel tidak terlalu seram.

Selain melakukan observasi terhadap taring ondel-ondel yang sekarang digunakan, penulis juga melakukan observasi mengenai taring yang digunakan oleh barongan serta bagaimana taring tersebut dapat membuat barongan memiliki wujud yang lebih seram. Walaupun demikian, ondel-ondel memiliki bentuk yang cukup bervariasi sehingga tidak ada ondel-ondel yang memiliki fitur wajah yang sama seperti yang dikatakan Wahidiyat (2019) adanya perubahan zaman yang membuat bentuk tersebut bervariasi.

Gambar 3.30. Taring pada Ondel-ondel Modern (https://www.youtube.com/watch?v=-f-LQeJSVHk,

https://cermin-dunia.github.io/bonus/post/gambar-ondel-ondel-seram/,

https://www.kaskus.co.id/thread/5a938bb9a09a39e7438b456a/nyok-kenali-makna-ondel-ondel-gan/,

https://id.noxinfluencer.com/youtube/search/noor%20chadha)

97 Penulis juga melakukan observasi terhadap fitur wajah dari tokoh seram lainnya yaitu Anabelle. Anabelle juga merupakan boneka yang dipercaya memiliki roh di dalamnya. Hal ini yang menjadi salah satu alasan penulis menggunakan tokoh Anabelle sebagai acuan, dikarenakan genre pada film

“Ondel” ini adalah horor. Penulis melakukan observasi terhadap bagian mata Anabelle. Dalam hal ini penulis menemukan bahwa mata Anabelle merupakan salah satu hal yang membuatnya terlihat seram dan juga hidup. Mata Anabelle juga terlihat besar dan melotot, namun berbeda dengan mata ondel-ondel yang terlihat gelap dan tidak hidup, mata dari tokoh Anabelle membuatnya terlihat lebih hidup.

Gambar 3.31. Taring pada Barongan

(https://www.flickriver.com/photos/sukandia/sets/7 2157607131339634/)

Gambar 3.32. Mata pada Ondel-ondel dan Anabelle (Dokumentasi Pribadi, Anabelle,2014)

98 3.5.3. Kostum dan aksesoris

1. Baju

Penulis melakukan observasi terhadap baju yang digunakan oleh ondel-ondel.

Baju ondel-ondel umumnya menggunakan baju kurung atau baju kebaya. Penulis melakukan analisis terhadap baju ondel-ondel berdasarkan zamannya. Hal ini juga mengacu kepada teori dari Wahidiyat (2019) tentang bagaimana ondel-ondel terbagi sesuai dengan zamannya.

Table 3.4. Analisis Perubahan Kostum Ondel-ondel

Baju Ondel-Ondel Analisis

- Baju menggunakan kemeja tanpa kerah

- Motif baju berupa batik atau berpola

- Baju berupa baju kurung - Adanya penggunaan

selempang

- Memiliki ikat pinggang Gambar 3.33. Baju pada Ondel-ondel Barongan

(https://opini.id/sosial/read-13662/mengenal-ondel-ondel-yang-dahulu-disebut-barongan)

99 - Menggunan cukin bermotif

sarung kotak-kotak atau batik - Menggunakan baju kebaya

panjang

- Baju lebih bervariasi

- Ada yang menggunakan

cukin ada yang

menggunakan selempang - Motif baju polos atau

menggunakan batik.

Gambar 3.34. Baju pada Ondel-ondel Personifikasi (https://www.wikiwand.com/en/Ondel-ondel)

Gambar 3.35. Baju Ondel-ondel Islami (http://www.dailyindonesia.co.kr/news/view.php?no

=18839)

Gambar 3.36. Baju Ondel-ondel Komersil

(https://cermin-dunia.github.io/pulp/post/gambar-topeng-ondel-ondel/)

100 Penulis juga menemukan bahwa baju yang bervariasi dari ondel-ondel tidak menutup kemungkinan bahwa baju-baju tersebut masih digunakan hingga saat ini dan selempang atau selendang maupun cukin juga sangat bervariasi. Bahkan selempang yang seharusnya digunakan oleh ondel-ondel wanita pun dapat digunakan oleh laki-laki juga. Hal ini seperti yang disebutkan oleh Wahidiyat (2019) bahwa ondel-ondel masa komersil sudah memiliki banyak variasi sesuai dengan keinginan pasar.

2. Motif Batik

Untuk merancang pakaian dari ondel-ondel, penulis juga melakukan observasi terhadap batik yang digunakan oleh masyarakat Betawi. Masyarakat Betawi memiliki batik yang bernama batik Terogong. Penulis menganalisa batik berdasarkan pola atau bentuk yang digunakan. Seperti yang dikatakan oleh Kusumowardhani (2017) batik Betawi memiliki motif yang cukup khas. Penulis menemukan motif seperti tumpal gigi buaya atau parang gerigi, dan juga bunga tapak dara pada kain batik Betawi.

Gambar 3.37. Model Selendang pada Ondel-ondel Laki-laki (https://cermin-dunia.github.io/pulp/post/gambar-topeng-ondel-ondel/)

101 Motif Batik betawi ini melambangkan bahwa pengaruh modern membuat adanya perubahan pada motif batik Betawi dimana motif yang digunakan menjadi lebih bervariasi. Hal ini juga melambangkan sifat keterbukaan dari masyarakat Betawi seperti yang dikatakan oleh Khalisa et.al. (2010). Motif tumpal gigi buaya berbentuk seperti gigi buaya, hal ini juga melambangkan sebagai penolak bala dikarenakan bentuknya yang tajam-tajam yang kemudian sesuai dengan fungsi

Gambar 3.38. Batik Betawi Tumpal Gigi Buaya

(https://m.kaskus.co.id/thread/50e63e55e374b4495d000009/batik-ondel-ondel-bakal-jadi-tren-2013/3/?order=desc)

Gambar 3.39. Batik Betawi Bunga Tapak Dara

(https://docplayer.info/65677737-Identifikasi-unsur-visual-bentuk-dan-

warna-yang-menjadi-ciri-khas-motif-ragam-hias-batik-betawi-tarogong-jakarta.html)

102 ondel-ondel sebagai penolak bala. Oleh karena itu batik ini juga sering digunakan sebagai unsur kostum pada ondel-ondel.

3. Kembang Kelapa

Kembang kelapa merupakan aksesoris yang cukup penting dan khas pada ondel-ondel. Penulis melakukan observasi terhadap kembang kelapa yang digunakan oleh ondel-ondel. Mulai dari masa Barongan hingga ondel-ondel jaman sekarang, kembang kelapa selalu digunakan dan dipercaya dapat menolak bala (Wahidiyat, 2019). Menurut beliau kembang kelapa pada umumnya menggunakan warna hijau dan kuning, namun penulis melakukan observasi dan menemukan bahwa kembang kelapa memiliki warna yang bervariasi dengan jumlah yang juga tidak menentu.

Beberapa ondel-ondel memiliki jumlah kembang kelapa yang lebih sedikit.

Menurut Wahidiyat (2019), adanya variasi tersebut juga disesuaikan dengan bahan yang ada dan juga keinginan pasar. Warna yang digunakan pun dapat berupa beberapa warna maupun satu atau dua warna saja.

Gambar 3.40. Kembang Kelapa Pada Ondel-ondel (http://www.dailyindonesia.co.kr/news/view.php?no=18839)

103 4. Stangan (Mahkota)

Salah satu aksesoris yang digunakan oleh ondel-ondel adalah stangan atau mahkota. Penulis melakukan observasi terhadap stangan ondel-ondel berdasarkan jamannya yaitu pada masa barongan, personifikasi, islami, dan juga komersil.

Observasi dilakukan berdasarkan teori dari Wahidiyat (2019) mengenai perubahan bentuk ondel-ondel sesuai dengan zamannya.

Table 3.5. Bentuk Stangan atau Mahkota

Bentuk Stangan Analisis

Gambar 3.41. Kembang Kelapa pada Ondel-ondel

( (https://docplayer.info/146222009-V-model-ondel-ondel-dalam-pusaran-ideologi-bab-ini-melanjutkan-pembahasan-mengenai-unsur-unsur-kostum-pada.html)

Gambar 3.42. Kembang Kelapa pada Ondel-ondel (https://www.wikiwand.com/en/Ondel-ondel)

104 Berbentuk seperti mahkota dengan motif yang cukup kompleks

Berbentuk tajam tajam dengan motif parang gigi Betawi (segitiga)

Motif menggunakan bentuk geometri tidak lagi ada unsur flora dan fauna.

Gambar 3.43. Stangan Barongan (

(https://opini.id/sosial/read-13662/mengenal-ondel-ondel-yang-dahulu-disebut-barongan)

Gambar 3.44. Stangan Ondel-ondel Personifikasi

(https://contoh99.github.io/python/post/ondel-ondel- ditetapkan-sebagai-simbol-kota-jakarta-pada-masa-pemerintahan/)

Gambar 3.45. Stangan Ondel-ondel Islami (http://www.dailyindonesia.co.kr/news/view.php?

no=18839)

105 Bentuk mulai lebih bervariasi dan sesuai perkembangan jaman.

3.5.4. Warna

Warna merupakan salah satu unsur yang penting bagi masyarakat Betawi.

Menurut Purbasari (2016), masyarakat Betawi memiliki sebutan untuk warna-warna tertentu yang kemudian digunakan sehari-hari oleh masyarakat serta kebudayaannya. Penulis melakukan obervasi terhadap warna yang digunakan oleh ondel-ondel berdasarkan warna-warna yang digunakan oleh masyarkat Betawi sehari-hari.

Gambar 3.46. Stangan Ondel-ondel Komersil (

(https://cermin-dunia.github.io/pulp/post/gambar-topeng-ondel-ondel/)

Gambar 3.47. Warna Pada Ondel-ondel (https://www.facebook.com/seniondel2/)

106 Gambar 3.49. Warna Pada Ondel-ondel

(https://docplayer.info/146222009-V-model-ondel-ondel-dalam-pusaran-ideologi-bab-ini-melanjutkan-pembahasan-mengenai-unsur-unsur-kostum-pada.html)

Gambar 3.48. Warna Pada Ondel-ondel (http://www.dailyindonesia.co.kr/news/view.php?no=18839)

107 3.6. Proses Perancangan

Penulis melakukan perancangan terhadap aspek-aspek yang telah dibahas sebelumnya khususnya bentuk, kostum, dan warna. Penulis melakukan perancangan berdasarkan teori dan hasil observasi terhadap acuan yang telah dibahas pada BAB sebelumnya. Sebelum melakukan perancangan, penulis menentukan terlebih dahulu tridimensional dari tokoh Zaki dan Caling. Hal ini juga ditujukan untuk mempermudah penulis mengaitkan perancangan tokoh dengan kepentingan dari film.

Dokumen terkait