BAB V KONSEP PERANCANGAN
5.2. Konsep Perancangan Bangunan
5.2.2. Bentukan massa
Adapun acuanProses pembentukan massa dapat di lihat pada gambar berikut:
o Tahap 1
Gambar 37 Tahap Bentukan Massa 1
Bentukan masa bangunan disesuaikan dengan gsb dan kdb (60%) batas site yang bisa dibanguan seluas 6157.2 m2 dari 10262.31m2 total site
o Tahap 2
Gambar 38 Tahap Bentukan Massa 2
Masa dinaikan dengan bentukan bertangga sesuai acuan konsep diatas yang puncak nya berada di jalan dr mansur dan tri darma
o Tahap 3
Gambar 39Tahap Bentukan Massa 3
Tahap berikutnya bagian bawah bangunan dibuat berkolom agar memungkin kan interaksi antara kegiatan internal bangunan dan luar bangunan
o Tahap 4
Gambar 40 Tahap Bentukan Massa 4
Dari bentukan bangunan yang seperti tangga, sehingga memungkinkan mengembangkan bentuk seperti Amphitheatre sebagai ruang publik, yang merupakan sorot utama desain bangunan ini
o Tahap 5
Gambar 41Tahap Bentukan Massa 5
Simpang jalan Tri dharma dan jalan Dr.mansyur dibukakan akses langsung ke pada pekarangan bangunan namun dihalangi oleh dinding sekat semi transparant 5.2.3 Zonasi Bangunan
Gambar 42 Konsep Zonasi Bangunan
Keterangan (Gambar 42):
Kuning(lantai dasar) : Area olah raga dan aktiftas outdoorKantor, retail, area bazar, gudang, wc, ruang ganti, kamar mandi, climbing wall, café , lapangan basket, lapangan tennis
Biru (lantai 2) : Area seni : Ruang aktifitas seni, cafetaria, perpustakaan (lantai 1) Hijau (lantai 3) : Area komunitas :Ruang aktifas hobi dan komunitas, hall, ruang baca perpustakaan
Orange (lantai 4) : Area serbaguna : Ruang komunitas
1. Ruang publik ke jalan Dr mansyur 2. Ruang publik ke jalan Tridharma 3. Zona olah raga
Zonasi bangunan dasarnya dibagi menjadi 4 bagian dimana, pengunjung pada umumnya akan memasuki zona pulbik (orange) seperti café ruang, dan ruang komunitas, lalu pada lantai 2 pengunjung memasuki zona seni (Biru) dimana pada zona ini pengguna zona seni bias dengan mudah memindahkan karya nya pada zona kumunitas untuk keperluan pameran, dan pertunjukan
Adapun zona kouminats (Hijau) dan zona serba guna (orange) terletak pada lantai 3 dan 4 untuk mendapatkan suasana yang tenang, pada zona kumunitas (hijau) misalnya, terdapat ruang baca dan perpustakaan, adapun pada lantai 4 dilokasi kan untuk zona serbaguna (orange) direncanakan sebagai ruang publik juga agar pengunjung yang dominan remaja medapat Susana ruang yang berbeda, pada zona ini juga berhadapan dengan aphitheter sehingga memungkinkan melihat pertunjukan dari sisi yang tinggi
5.3 Konsep Perancangan Tapak 5.3.1. Konsep Zonasi Tapak
Gambar 43 Konsep Zonasi Tapak (sumber: olah data pribadi)
Keterangan (Gambar 43):
4. Zona parkir kreta 5. Zona service 6. Area pertunjukan
Bangunan ini terdapat 3 ruang public pada level dasar, yang pertama dari pintu masuk cikal JL.Dr Mansur (1) pengunjung akan langsung memarkir kendaraan nya dan langsung menaiki tangga untuk menaiki lantai 2, namun petugas pengelola dan service masuk pada jalur samping (2) yang punya akses langsung ke area kantor dan kantin untuk keperluan pengelolaan (back of the door)
Setelah pengunjung yang naik ke leverl 2 yang awalnya masuk dari zona (1) pengunjung, bias langsung turun ke zona (3) untuk mengakses area lantai dasar (ruang public dan arena olah raga) atau langsung memasuki lobby pada lantai 2 itu untuk memasuki zona seni
Zona (4) dan (5) adalah zona public yang beredekatan langsung dengan jalan tridharma dan dr. Mansur adalah zona penghubung antara bangunan dengan jalan area sekitar agar tercipta Susana yang tersmbung dan merakyat
Adapaun area (6) pengunjung yang masuk bias langsung memasuki area olah raga tanpa harus melawati zona apapun
5.3.2 Konsep Sirkulasi
Gambar 44 Konsep Sirkulasi (Sumber: olah data pribadi)
Keterangan (Gambar 44) Biru : jalur kendaraan roda 4
• Jalur masuk dari jalan dr mansur kendaraan roda empat harus mengambil jalur ke kiri untuk parkir. Sedangkan Jalur masuk dari jalan tri dharma parkir memanfaatkan area parkir stadion mini usu
Hijau : jalur kendaraan roda 2 Kuning : jalur pejalan kaki
• Jalan perjalan kaki dihubungkan langsung dengan ruang publik bangunan pada simpang tr dharma dan dr mansyur
Pengguna kendaraan memiliki pintu masuk dari arah timur dan selatant bangunan, untuk keperluan loading barang, sedangkan pada bagian uatara dan barat untuk askes pejalankaki
5.4 Konsep Massa Perwajahan
Gambar 45 Konsep Massa Perwajahan (Sumber: olah data pribadi)
Perletakan masa yang berdinamika dimana Bangunan ini memiliki dinamika dalam segi tinggi tingkat bangunan bila dilihat dari jalan dr masyur yang dimana Pada (Gambar 45) dimulai dari bagian (2) dan yang paling tinggi pada bagian (1) dimana jika orang yang melintas dari jalan setia budi orang akan langsung melihat adanya bangunan ini, dan di bagian ini lah papan nama bangunan dipampang
Adapun fasad bangunan ini dirancang dengan menggunakan kisi kisi yang memberikan efek transparant antara pengguna luar dan dalam sehingga membaerikan efek bisa saling melihat
5.5Konsep Struktur
Struktur bangunan menggunakan sistem grid selain sebagai pengaku bangunan sekaligus mempermudah penataan ruang bangunan . Pada bagian kolom digunakan pondasi setempat untuk meneruskan beban bangunan ke tanah.
Gambar 48 Potongan bangunan Gambar 47 fasad (Sumber: olah data pribadi)
Gambar 46 Konsep Massa Perwajahan letak papan nama (Sumber: olah data pribadi)
5.6Konsep Utilitas
Sistem pemipaan air bersih dan limbah (Diagram 5) pada bangunan ini sangan simple karena kebutuhannya tidak banyak yaitu air bersih dari PDAM dipompa menuju wc dan westafel bangunan, sedangkan limbah pada bangunan ini ditampung di STP kemudian disaring dan disalurkan ke riol kota.
Diagram 5 Digram Konsep Utilitas Sanitasi (Sumber: Olah data Pribadi)
Sistem kelistrikan pada bangunan ini seperti yang dapat dilihat pada (Diagram 6), arus dari PLN diteruskan secara berurutan ke MVSB, Travo, LVSB, panel utama, kemudian dari panel utama diteruskan ke dbl dan selanjutnya diteruskan ke masing-masing unit ruang (stop kontak dan Lampu)
Diagram 6 Diagram Konsep Utilitas Listrik (Sumber: Olah data Pribadi)
5.7.Eksterior Bangunan
Bangunan gelanggang remaja usu ini berada di simpang antara jalan Dr.masyur dan jalan tridharma (pintu 4 kompleks USU) kecamatan Medan Baru, Provinsi Sumatera Utara. Bangunan ini tapat berada di sebelah pintu 4 kompleks kampus usu sehingga konsep perancangan bangunan ini yaitu menjadi salah satu
bangunan yang dapat mendukung moral anak muda atau remaja kota medan
Gambar 49 tampak dari udara(Sumber: Olah data Pribadi)
Fungsi olah raga terletak pada bagian barat bangunan (4) yang dapat diakses dari lobby (1) bangunan dari jalan tridharma , gsb bangunan pada simpang jalan tridharma dan jalan dr mansyur dimanfaatkan segbagai ruang publik yang terhubung langsung dengan jalur pederstrian jalan diluarnya(2, 3), pintu masuk utama bangunan terdapat di dari jalan tri dharma (1) dan dari cikal (5)
Gambar 50 Site plan bangunan (Sumber: Olah data Pribadi)
Bisa dilihat Pada (Gambar 50) pintu utama masuk bangunan ini dapat diaskes dari cikal usu dari jalan dr mansur (1) dan dari lapangan parkir stadion
mini usu dari jalan tri dharma (2), adapun open space (ruang terbuka) pada bangunan ini terdiri dari open space untuk acara pertunjukan (3), open space aktiftitas olah raga (4) dan open space untuk komunitas pubik (5)
Pada (Gambar 51) adalah jalur masuk utama dari dri mansyur, pengujung bisa memilih untuk mengakses ke area kesenian melaluai lobby (Gambar 52) (lantai2) atau turun ke untuk menuju ke area olah raga), tangga di jalur masuk utama ini jugak dimanfaatkan sebagai tempat duduk publik
Gambar 51 jalan masuk dari jalan dr mansur (Sumber: Olah data Pribadi)
Gambar 52 Tampak dari lobby (Sumber: Olah data Pribadi)
Adapun area utama pada lantai 2 bangunan yaitu area cafetaria (Gambar 52) yang merpuakan area peralihan antara area seni dengan perpustakan
Gambar 53 Area cafetaria (Sumber: Olah data Pribadi)
Gambar 54 suasana area olah raga (Sumber: Olah data Pribadi)
Gambar 55 view ke arah area olah raga (Sumber: Olah data Pribadi)
Adapun dari pintu masuk jalan dr mansur, mengambil jalan pada lantai 2 menuju lantai dasar, pengunjung akan melwati jalur yang melewati ruang pendukung kegitaran olah raga yang diujung nya terdapat lapangan area olah raga (gambar 54)
Gambar 56 susana cafe lantai dasar (Sumber: Olah data Pribadi)
5.8. Interior Bangunan
Gambar 57 Suasana dalam perpustakaan (Sumber: Olah data Pribadi)
Interior didalam perpustakaan (Gambar 57) dirancang seperti lorong yang terus meningkat yang puncak atas nya terdapat ruang baca (Gambar 59) dengan , sedang kan di bagian barat perpustakaan terdapat ruang multimedia (Gambar 58)
Gambar 58 Suasana dalam ruang multimedia (Sumber: Olah data Pribadi)
Gambar 59 Suasana ruang baca (Sumber: Olah data Pribadi)
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Rasyid Lubis (2012) Discovery world Medan (Arsitektur Rekreatif Edukatif). Skripsi Program Sarjana Universitas Sumatrea utara Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik, Medan
Ahmad Fauzi (2017) Budaya Nongkrong Anak Muda Di Kafe
(Tinjauan Gaya Hidup Anak Muda di Kota Denpasar). Skripsi Program Sarjana Universitas Udayana Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Bandung
Ahmad Rifa’I Rifan (2017) Ketika Tuhan Tak Lagi Dibutuhakan, Pt Elex Media Komputindo, Jakarta.
Bre Redana (2002) Potret Manusia Sebagai Si Anak Kebudayaan Massa, Lembaga Studi Pers dan Pembangunan, Jakarta.
De Chiara, Joseph and Callender, John Hancock (2001) Time Saver Standarts for Building Types 2nd edition, Mc Graw Hill Book Company, New York
Depkes RI (2009) Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Depertemen Republik Indonesia
Gunarsa, Singgih D (2008)Psikologi Anak: Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja, PT BPK Gunung Mulia, Jakarta.
Hurlock, Elizabeth .B. (1980) Psikologi Perkembangan, Erlangga. Jakarta.
John M. Echols & Hasan Shadily (2014) Kamus Indonesia - Inggris Edisi Ketiga Yang Diperbarui, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Kantor Menteri Pemuda dan Olahraga (1996) Pedoman Penyelenggaraan Gelanggang Remaja, hal.48-50
Katchadourian. Herant A (1989) Instructor’s Edition: Fundamental of Human Sexuality, fifth edition, Rinehart & Winston Inc, Holt.
Mappiare.Andi (1982) Psikologi Remaja, Usaha Nasional, Surabaya, , hlm. 152 dan10
Mussen, P.H., Conger, J.J., Kagan, J (1979)Child Development and Personality.
Fifth Edition, Harper & Row, Publishers,Inc, New York
Neufert, Ernst (1996)Data Arsitek, Erlangga, Jakarta
Poerwadarminta. W.J.S (2003) Kamus Umum Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta
Sarwono (2002) Psikolog Remaja, Raja Grafindo, Jakarta.
Soerjono Soekanto (1989) Remaja dan pola rekreasinya, Gunung Mulia, Jakarta WEBSITE
Instant Generation, (www.bernas.co.id) diakses 07/25/2018