• Tidak ada hasil yang ditemukan

berarti teraakhir ya Bu?

VERBATIM WAWANCARA IX

O, berarti teraakhir ya Bu?

Iya..

Kalau kakak-kakak semua tinggalnya disini atau di luar desa?

Ya di luar desa..

Masih di Cilacap saja ya ?

Identitas diri Informan

Identitas diri informan

30

Jauh-jau atau masih di sekitar sini?

Yang satu di kelurahan Tipar, yang dua masih di kelurahan sini, yang tiga di Maos.. yang ke empat di Sidareja

Berarti masih sekabupaten ya..

Iya..

Terus mohon maaf, kalau Ibu status di keluarga anak kandung ya Bu?

Iya, anak kandung..

Orang tua masih ada Bu?

Ya udah nggak ada semua..

Kalau yang dari suami?

Masih, Ibu.. bagaimana ya Bu? SD dimana?

SD disini, di MI.. lanjut SMP terus itu, „Aliyah tapi kan dulu seperti ngaji saja..

O iya, ‘Aliyahnya waktu itu masih belum seperti sekolah formal umum ya Bu? Masih seperti diniyah..

Iya, seperti diniyah..

Terus kalau riwayat pekerjaan kemarin ceritanya Ibu pernah itu ya, buka jasa bordir..

dari waktu masih sekolah sampai punya anak yang ke 2 ya Bu?

Terakhir anak ke 2 masih, lahir yang ke tiga baru berhenti.

Dulu alasan Ibu bekerja kan karena mengurus orang tua dan juga anak yang masih kecil-kecil ya Bu? Nah, kalau sekarang kan anak sudah besar-besar, orang tua juga sudah tidak ada ya Bu, perasaan Ibu seperti apa Bu?

Perasaannya anak sudah besar ya senang, kalau perasaannya ibu sudah tidak ada ya sedih..

Maksudnya setelah anak besar, sudah mulai mandiri, terus sekarang juga sudah tidak ada kesibukan mengurus ibu, menurut ibu ada perubahan yang dirasakan nggak Bu?

Maksudnya dari mungkin kehidupan atau apa gitu..

Ya nggak terlalu saya rasakan sih.. menurut saya

Status informan dalam keluarga.

Informan sudah tidak memiliki orang tua.

Ayah informan meninggal 23 tahun yang lalu saat informan berusia 16 tahun.

Alasan utama

berhenbekerja karena mengurus ibu

75

Kesibukan bagaimana? Berubah tidak?

Sepertinya sih tidak..

O ya, Kalau alasan berhenti bekerja kenapa ya Bu kemarin?

Kendalanya itu sih, Ibu dimana-mana nggak mau, maunya ya disini..

Tapi apa dulu sempat dicoba tinggal sama kakaknya gitu Bu?

Ya Cuma main saja.. nggak mau di mana-mana.

Satu dua hari sudah minta pulang lagi..

Perasaan Ibu bagaimana ya Bu, disaat waktu itu kan sebenarnya masih ingin bekerja tapi dituntut untuk berhenti..

Ya gimana ya, inginnya bekerja tapi nggak boleh.

Kalau keinginan sih ya sebenarnya gitu.. tapi mbah bilang nanti siapa yang urusin saya, begitu.. ya gimana lagi, saya turuti saja, kan saya juga nggak tega..

Kalau tanggapan suami waktu itu bagaimana Bu?

Ya itu, bilang “itu orangtuamu, diurusin..” gitu..

Berarti suami mendukung ya?

Iya..

Dulu dari awal menikah kan memang sudah bekerja ya Bu, itu tanggapan Bapak bagaimana? Apakah setuju ibu bekerja atau sebenarnya Bapak juga menginginkan Ibu untuk murni menjadi Ibu rumah tangga saja?

Ya mendukung sih sebenarnya, tapi nah itu..

setelah ibu saya sakit, sudah sepuh, minta diurusin sama saya, bilang saya nggak usah kerja saja.

Nah, sekarang Ibu kan ingin bekerja lagi, tanggapan suami bagaimana Bu? Pernah disampaikan sama suami apa belum Bu?

iya bilang, tapi ya suami sudah menyerahkan.

Sudah tua juga, kalau mau ya di rumah saja, buat-buat apa gitu..

Kalau ibu pernah menyampaikan ke suami kalau Ibu butuh modal nggak Bu?

Ya iya.. kalau sedikit-sedikitan ya pasti ada lah, kalau banyak ya belum..

Kalau untuk bordir lagi belum bisa ya Bu?

Belum.. ya kalau mau ya keinginan masih ada.

Tapi kalau ada modal mau coba lagi Bu? Atau bagaimana?

Informan tidak tega melihat keadaan ibu

Suami informan juga menyarankan

informan untuk mengurus ibu

Setelah ibu meminta untuk diurus secara

penuh, suami

menyarankan untuk berhenti bekerja

120 bahan-bahannya itu belum ada.. hehe..

Kalau sama anak Ibu pernah cerita nggak kalau ingin kembali usaha?

Ya kalau sekedar cerita-cerita sih pernah.

Anak-anak mendukung nggak Bu?

Kalau mendukung sih ya mendukung, itu anak juga bilang katanya ingin diajari.. tapi anak juga udah nggak ada waktunya..

Maaf ya Bu, ini anak Ibu yang pertama dan ke dua kan sudah bekerja, kalau Ibu menceritakan keinginan untuk kembali membuka usaha, anak pernah nggak Bu

Saya nggak pernah minta.

Anak pernah menawarkan nggak Bu?

Nggak..

Tapi anak tau nggak Bu, kendala ibu ada di modal?

Ya tau… tapi saya nggak pernah minta.. anak sudah bekerja ya sudah situ, saya nggak pernah minta-minta, biar untuk kesenangannya sendiri..

Biasanya anak menyisihkan untuk bapak Ibu atau nggak Bu?

Ya iya.. saya nggak minta tapi sudah tau sendiri..

ya Cuma sekedar lah, untuk itu, urusan belakang lah.. hehehe.. belum banyak sih..

Kalau ditabung untuk modal belum bisa ya Bu?

Ya belum, Cuma habis untuk keperluan saja, hehe..

dapatnya juga masih sedikit..

Perasaan Ibu anak mau membagi gajinya bagaimana Bu?

Ya senang anak tanpa saya minta sudah tahu sendiri..

Jadi sebenarnya ingin bekerja lagi tapi sepertinya sudah tidak mungkin ya Bu?

Kelihatannya seperti itu.. tapi ya saya syukuri saja..

kalau dibilang kurang ya gimana ya.. pas-pasan saja lah.. kalau sekarang kan paling Cuma tinggal mikirin buat sekolah sama jajannya yang kecil saja.. yag besar sudah nggak minta lagi malah kadang-kadang ngasih..

Anak informan selalu menyisihkan gajinya untuk orang tua tanpa diminta meskipun

hanya untuk

mencukupi kebutuhan dapur.

Merasa senang dan anak memiliki perhatian

165 ibu ada keinginan bekerja lagi kenapa sih Bu?

Untuk mencukupi ya itu lah, ekonominya.. biar bisa gimana lah.. dari dulu ya ekonominya selalu seperti ini, malah sebelum menikah saya bisa punya uang sendiri, ditabung, nanti kalau ada butuh apa kan saya punya simpanan lah, kalau sekarang ya alhamdulillah sih ada kalau pas butuh, ngumpulin dulu. Tapi kan hehe.. gimana ya.. ya diterima ya diterima, nggak mengeluhkan lah, tapi seumpamanya bisa ya inginnya bekerja, kalau belum ya nggak apa-apa..

Sudah pernah mencoba usaha mencari modal belum Bu?

Hutang di bank apa?

Ya bisa jadi, atau mungkin sama tetangga atau kakak..

Sama bapak tidak boleh hutang-hutang.. diterima saja yang ada. Takut tanggungan…

Ibu sudah pernah bilang bapak ingin cari pinjaman ya?

Ya kan cerita ingin modal untuk usaha lagi, tetapi sama bapak bilang belum ada, katanya sabar, jangan hutang-hutang..

padahal memang ibu ingin hutang dulu atau tidak Bu?

Inginnya sih tidak, tapi dulu pernah ada yang cerita, pinjam dulu di itu lho yang seperti bank tapi ya bukan bank lah, cuma kecil, itu katanya ada yang pinjam buat usaha, bunganya kecil daripada di bank, katanya disitu mudah. Mungkin bapak dengar pas ada yang cerita. Jadi saya dibilangin..

Jadi ibu berusaha mematuhi suami ya Bu?

Ya iya..

tapi ada perasaan gimana ya, seperti maaf kurang terima sama larangan suami atau perintah suami gitu nggak Bu?

Ya sedikit, tapi kan sudah saya terima lah..

Sehari-harinya sekarang kan di rumah sering sendiri ya Bu? Juga anak-anak sudah mulai mandiri dan ibu juga sudah meninggal..

tanggung jawab untuk merawat keluarga kan sudah tidak seperti dulu ya Bu? Ibu ada semacam kebosanan nggak sih Bu?

Kadang ya merasa.. tapi nggak terlalu saya itu lah..

daripada saya bosan ya biasanya saya ngapain gitu

Informan

membandingkan keadaan ekonominya saat dulu sebelum menikah dan bekerja sendiri. Meski mencoba menerima, namun kalau bisa ingin bekerja lagi.

Suami informan melarang berhutang karena takut memiliki tanggungan.

Informan mematuhi larangan suami meski dalal hatinya kurang menerima

Pernah mengalami kebosanan namun selalu mengatasinya dengan mencari apa

215

yang umpamanya bisa dikerjakan. Cari kayu bakar apa itu bersihin kebonan.

Kebonnya dimana Bu?

Ya itu di belakang rumah apa disitu. Itu kan pekarangan punya ibu saya, ada pohon nangkanya, biasanya kalau banyak buahnya ya ada yang ditunggu sampai mateng, ada yang dipetik buat di sayur.. ya saya yang mengurusin..