• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 HASIL DAN PERHITUNGAN

4.2 Berat Satuan Beton

Pemeriksaan berat satuan dilakukan pada saat beton berumur 28 hari. Adapun hasil pengujian berat satuan dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Dari tabel 4.1 dapat dilihat variasi dari berat satuan beton normal sebelum di lapisi dengan ferrocement dengan yang paling tinggi 2440.087 kg/m3, yang paling rendah 2286.415 kg/m3, dan didapat rata rata dari berat satuan beton normal sebesar 2358.183 kg/m3 yang selanjutnya akan di perjelas dengan gambar 4.1 di bawah agar lebih mudah untuk dipahami.

No. Berat Satuan Beton Normal (kg/m3)

1 2401.056

2 2394.834

3 2336.005

4 2384.275

5 2296.219

6 2326.577

7 2440.087

8 2286.415

Rata-rata 2358.183

Tabel 4.1 Hasil Pengujian Berat Satuan Beton Normal

Gambar 4.1 Grafik Hasil Pengujian Berat Satuan Beton Normal

No. Berat Satuan Beton Ferrocement 1 lapis (kg/m3)

1 2086 ferrocement dengan 1 lapis kawat loket dengan yang paling tinggi 2221.015 kg/m3, yang paling rendah 2086 kg/m3, dan didapat rata rata dari berat satuan beton normal sebesar 2146.972 kg/m3 yang selanjutnya akan di perjelas dengan gambar 4.2 di bawah agar lebih mudah untuk dipahami.

2401,056 2394,834

Tabel 4.2 Hasil Pengujian Berat Satuan Beton Ferrocement 1 lapis

Gambar 4.2 Grafik Hasil Pengujian Berat Satuan Beton Ferrocement 1 lapis

Dari tabel 4.3 dapat dilihat variasi dari berat satuan beton yang telah dilapisi ferrocement dengan 2 lapis kawat loket dengan yang paling tinggi 2210.939 kg/m3, yang paling rendah 2067.015 kg/m3, dan didapat rata rata dari berat satuan beton normal sebesar 2153.905 kg/m3 yang selanjutnya akan di perjelas dengan gambar 4.2 di bawah agar lebih mudah untuk dipahami.

2086

No. Berat Satuan Beton Ferrocement 2 lapis (kg/m3)

1 2155.046

Tabel 4.3 Hasil Pengujian Berat Satuan Beton Ferrocement 2 lapis

Gambar 4.3 Grafik Hasil Pengujian Berat Satuan Beton Ferrocement 2 lapis

No Variasi Berat Satuan Beton (kg/m3)

1 Normal 2358.183

2 Ferrocement 1 lapis 2146.972 3 Ferrocement 2 lapis 2153.905

Dari tabel 4.4 diatas merupakan tabel dari rata-rata berat satuan beton setiap variasi yang selanjutnya akan diperjelas pada gambar 4.4 agar lebih mudah dipahami.

Gambar 4.4 Grafik Hasil Perbandingan Beton Normal dan Beton Ferrocement Tabel 4.4 Perbandingan Beton Normal dan Beton Ferrocement

2155,046

Normal Ferrocement 1 lapis Ferrocement 2 lapis

Berat Satuan (kg/m3)

Dari tabel 4.5 dan gambar 4.4 dapat dilihat bahwa penambahan ferrocement pada beton, maka berat satuan beton akan berkurang dikarenakan penambahan ferrocement yang mengakibatkan volume beton bertambah sedangkan berat jenis ferrocement yang lebih rendah mengakibatkan berat satuan beton turun.

4.3 Kuat Tekan Beton

Pengujian kuat tekan beton dilakukan pada saat beton berumur 28 hari.

Pengujian kuat tekan beton didasarkan pada SNI-1974-2011. Adapun hasil perhitungan kuat tekan dan perbandingan terhadap beton normal dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 4.5 Hasil Perhitungan Kuat Tekan Beton Normal (MPa)

Dari tabel 4.5 dapat dilihat kuat tekan beton dari 4 buah benda uji beton normal dengan rata-rata nya 40.727 Mpa yang selanjutnya akan di perjelas pada gambar 4.5

Gambar 4.5 Grafik Kuat Tekan Beton Normal

No P (kN) A (cm2) Fc’ (MPa)

1 720 176.625 40.727

2 780 176.625 44.121

3 680 176.625 38.465

4 700 176.625 39.596

Rata-rata 720 176.625 40.727

40,727

Tabel 4.6 Hasil Perhitungan Kuat Tekan Beton Ferrocement 1 lapis (MPa)

No P (kN) A (cm2) Fc’ (MPa)

1 800 176.625 45.253

2 820 176.625 46.384

3 810 176.625 45.818

4 820 176.625 46.384

Rata-rata 812.5 176.625 45.9596

Dari tabel 4.6 dapat dilihat kuta tekan 4 buah benda uji pada beton ferrocement 1 lapisan kawat loket dengan yang paling tinggi 46.384 Mpa, yang paling rendah 45.253 Mpa, dan rata-rata 45.9596 Mpa yang selanjutnya akan diperjelas pada gambar 4.6 di bawah ini.

Gambar 4.6 Grafik Kuat Tekan Beton Ferrocement 1 lapis

45,253

46,384

45,818

46,384

45 45,2 45,4 45,6 45,8 46 46,2 46,4 46,6

1 2 3 4

f'c (MPa)

Benda Uji

Tabel 4.7 Hasil Perhitungan Kuat Tekan Beton Ferrocement 2 lapis (MPa)

Rata-rata 847.5 176.625 47.939

Dari tabel 4.7 dapat dilihat kuta tekan 4 buah benda uji pada beton ferrocement 1 lapisan kawat loket dengan yang paling tinggi 48.646 Mpa, yang paling rendah 46.949 Mpa, dan rata-rata 45.9596 Mpa yang selanjutnya akan diperjelas pada gambar 4.6 di bawah ini.

Gambar 4.7 Grafik Kuat Tekan Beton Ferrocement 2 lapis

48,081

No Variasi Kuat Tekan Beton (KN) F’c (MPa)

1 Normal 720 40.727

2 Ferrocement 1 lapis 812.5 45.9596

3 Ferrocement 2 lapis 847.5 47.939

Dari tabel 4.8 diatas merupakan tabel dari rata-rata berat satuan beton setiap variasi yang selanjutnya akan diperjelas pada gambar 4.8 agar lebih mudah dipahami.

Gambar 4.8 Grafik Perbandingan Kuat Tekan Beton Normal dan Beton Ferrocement

Dari tabel 4.7 dan gambar 4.8 dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan kekuatan dengan penambahan ferrocement pada beton. Pada penambahan ferrocement 1 lapis kuat tekan naik sebesar 12.85% dari kuat tekan normal, sedangkan pada penambahan ferrocement 2 lapis kuat tekan naik sebesar 17.71% dari kuat tekan beton normal.

4.4 Kuat Tarik Belah Beton

Pengujian kuat tarik belah didasarkan pada SNI 03-2491-2002. Pengujian kuat tarik belah beton menggunakan beton berumur 28 hari. Nilai tegangan tarik lentur pada penelitian ini didapat pada table dibawah ini.

Tabel 4.8 Perbandingan Beton Normal dan Beton Ferrocement

40,727

Tabel 4.9 Hasil Pengujian Kuat Tarik Belah Beton Normal

Dari tabel 4.9 dapat dilihat kuat tarik belah beton normal dari 4 buah benda uji beton normal dimana benda uji pertama 3.394 Mpa, benda uji kedua 3.535 Mpa, benda uji ketiga 3.252 Mpa, dan benda uji keempat 3.252, sedangkan rata-rata dari keempat benda uji tersebut adalah 3.359 Mpa yang selanjutnya akan di perjelas pada gambar 4.9.

\

Gambar 4.9 Grafik Kuat Tarik Belah Beton Normal No P (kN) D (cm) t (cm) fct (MPa)

Tabel 4.10 Hasil Pengujian Kuat Tarik Belah Beton Ferrocement 1 lapis

Dari tabel 4.10 dapat dilihat kuat tarik belah beton yang dilapisi dengan ferrocement sebanyak 1 lapis kawat loket dari 4 buah benda uji beton normal dimana benda uji pertama 3.96 Mpa, benda uji kedua 3.818 Mpa, benda uji ketiga 3.96 Mpa, dan benda uji keempat 3.677, sedangkan rata-rata dari keempat benda uji tersebut adalah 3.854 Mpa yang selanjutnya akan di perjelas pada gambar 4.10.

Gambar 4.10 Grafik Kuat Tarik Belah Beton Ferrocement 1 lapis Tabel 4.11 Hasil Pengujian Kuat Tarik Belah Beton Ferrocement 2 lapis

No P (kN) D (cm) t (cm) fct (MPa)

Dari tabel 4.11 dapat dilihat kuat tarik belah beton yang dilapisi dengan ferrocement sebanyak 2 lapis kawat loket dari 4 buah benda uji beton normal dimana benda uji pertama 4.242 Mpa, benda uji kedua 4.242 Mpa, benda uji ketiga 4.101 Mpa, dan benda uji keempat 4.101, sedangkan rata-rata dari keempat benda uji tersebut adalah 4.172 Mpa yang selanjutnya akan di perjelas pada gambar 4.11.

Gambar 4.11 Grafik Kuat Tarik Belah Beton Ferrocement 2 lapis

Tabel 4.12 Perbandingan Kuat Tarik Belah Beton Normal dan Beton Ferrocement

Dari tabel 4.12 diatas merupakan tabel dari rata-rata berat satuan beton setiap variasi, dimana paling tinggi berada pada ferrocement dengan 2 lapis kawat loket dan paling rendah pada beton normal tanpa dilapisi ferrocement yang selanjutnya akan diperjelas pada gambar 4.12 agar lebih mudah dipahami.

No Variasi Kuat Tarik Belah Beton (KN) Fct (MPa)

Gambar 4.12 Grafik Perbandingan Kuat Tarik Belah Beton Normal dan Beton Ferrocement

Dari tabel 4.13 dan gambar 4.12 dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan kekuatan dengan penambahan ferrocement pada beton. Pada penambahan ferrocement 1 lapis kuat tarik belah naik sebesar 14.74% dari kuat Tarik belah normal, sedangkan pada penambahan ferrocement 2 lapis kuat tarik belah naik sebesar 24.2% dari kuat tarik belah beton normal.

Dokumen terkait