• Tidak ada hasil yang ditemukan

Berdasarkan uji regresi yaitu dengan melakukan uji F (simultan), Uji t (parsial), Uji Determinasi (R2), diperoleh sebagai berikut :

Tabel 4.4

Hasil Uji Regresi Linier Berganda

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 6.318 1.772 3.566 .001 Persepsi Harga .294 .090 .325 3.279 .001 Promosi .134 .102 .134 1.311 .193

Kepercayaan .282 .111 .239 2.535 .013 a. Dependent Variable: MinatBeli

Sumber: Data primer diolah, 2020

Berdasarkan analisis data dengan menggunakan SPSS 20, maka diperoleh hasil persamaan regresi sebagai berikut:

Y = 6,318 + 0,294X1 + 0,134X2 + 0,282X3 + e

Persamaan regresi diatas memperlihatkan hubungan antara variable independent dengan variable dependent secara parsial, dari persamaan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa :

1. Nilai constanta adalah 6,318, artinya jika tidak terjadi perubahan variable persepsi harga, promosi, dan kepercayaan (nilai X1, X2, dan X3 adalah 0) maka minat beli secara online di masyarakat milenial ada sebesar 6,318 satuan.

2. Nilai koefisien regresi persepsi harga adalah 0, 294, artinya jika variable bebas lainnya bernilai konstanta (a) adalah 0 (nol), maka besarnya pengaruh variable persepsi harga (X1) terhadap minat beli (Y) secara online adalah sebesar 0,294. Artinya apabila persepsi harga naik 1 satuan maka minat beli akan naik sebesar 0,294 dan sebaliknya. Hal tersebut menunjukan bahwa variable persepsi harga yang disediakan berkontribusi positif dan berpengaruh terhadap minat beli secara online, sehingga makin komplit persepsi harga yang disediakan dalam belanja secara online, maka makin melambung pula tingkat minat beli masyarakat milenial.

3. Nilai koefisien regresi promosi adalah 0,134, artinya jika variable bebas lainnya bernilai konstanta (a) adalah 0 (nol), maka besarnya pengaruh variable promosi (X2) terhadap minat beli (Y) secara online adalah sebesar 0,134. Artinya apabila promosi naik 1 satuan maka minat beli akan naik sebesar 0,134 dan sebaliknya. Hal tersebut menunjukan bahwa variable promosi yang disediakan berkontribusi positif dan berpengaruh terhadap minat beli secara online, sehingga banyaknya promosi yang disediakan dalam belanja secara online, maka makin banyak pula tingkat minat beli masyarakat milenial belanja secara online.

4. Nilai koefisien regresi kepercayaan adalah 0,282, artinya jika variable bebas lainnya bernilai konstanta (a) adalah 0 (nol), maka besarnya pengaruh variable kepercayaan (X3) terhada pminatbeli (Y) secara online adalah sebesar 0,282. Artinya apabila promosi naik 1 satuan maka minat beli akan naik sebesar 0,282 dan sebaliknya. Hal tersebut menunjukan bahwa variable kepercayaan yang disediakan berkontribusi positif dan berpengaruh terhadap minat beli secara online, sehingga banyaknya kepercayaan yang disediakan dalam belanja secara online, maka makin banyak pula tingkat minat beli masyarakat milenial belanja secara online.

Hasil Uji Koefisien Determinasi

Koefisien Determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variable dependen.

Tabel 4.5

Hasil Uji KoefisienDeterminasi

Model Summary

Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

1 .543a .295 .273 .970

a. Predictors: (Constant), Kepercayaan, Persepsi Harga, Promosi

Sumber: Data primer setelahdiolah, 2020

Berdasarkan tabel 4.5 dapat diketahui bahwa nilai koefisien determinasi terdapat pada nilai Adjusted R Squere sebesar 0,273. Hal ini berarti kemampuan variable bebas dalam

menjelaskan variable terikat adalah sebesar 27,3 % sisanya 72,7% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.

Hasil Uji F (Simultan)

Uji statistic F pada dasarnya digunakan untuk mengetahui adanya signifikansi antara variable bebas dengan variable terikat.

Tabel 4.6 Hasil Uji F

ANOVAa

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1

Regression 37.794 3 12.598 13.384 .000b

Residual 90.366 96 .941

Total 128.160 99

a. Dependent Variable: MinatBeli

b. Predictors: (Constant), Kepercayaan, Persepsi Harga, Promosi

Sumber: Data diolah primer setelahdiolah, 2020

Dengan menggunakan tingkat keyakinan 95% dan tingkat signifikan 0,05, df 1= jumlah variable – 1 = 4 - 1 = 3 dan df 2 (n – k - 1) atau100 – 3 - 1 = 96, maka diperoleh Ftabelsebesar 2,70.

Berdasarkan tabel 4.6, nilai F hitung > F tabel (13,384 > 2,87) dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05.maka artinya Persepsi harga, promosi dan kepercayaan berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli seara online.

Hasil Uji t (Parsial)

Uji t (parsial) digunakan untuk mengetahui arah dan pengaruh dari masing - masing variable bebas terhadap variable terikat secara parsial. Kriteria yang dipakai adalah signifikansi < 0,05 dan thitung > ttabel.

Tabel 4.7 Hasil Uji t (Parsial)

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 6.318 1.772 3.566 .001 Persepsi Harga .294 .090 .325 3.279 .001 Promosi .134 .102 .134 1.311 .193 Kepercayaan .282 .111 .239 2.535 .013

a. Dependent Variable: MinatBeli

Sumber : Data primer setelahdiolah, 2020

Berdasarkan tabel 4.7 dengan mengamati baris, kolom t dan sig. dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Variabel persepsi harga memiliki nilai thitung> ttabeldimana 3,279 > 1,660 dengan tingkat signifikansi 0,001 < 0,05 sehingga dapat dinyatakan bahwa persepsi harga berpengaruh positif secara signifikan terhadap minat beli secara online.

2. Variabel promosi memiliki nilai thitung < ttabel dimana 1,311 < 1,660 dengan tingkat signifikansi 0,193 > 0,05 sehingga dapat dinyatakan bahwa promosi tidak berpengaruh terhadap minat beli secara online.

3. Variabel kepercayaan memiliki nilai thitung> ttabeldimana 2,535 > 1,660 dengan tingkat signifikansi 0,013 > 0,05 sehingga dapat dinyatakan bahwa kepercayaan berpengaruh dan tidak signifikan terhadap minat beli secara online.

B. Pembahasan Hasil Penelitian

1. Pengaruh Persepsi Harga terhadap Minat Beli secara Onlin

Berdasarkan hasil penelitian variable persepsi harga memiliki nilai thitung> ttabeldimana3,279 > 1,660 dengan tingkat signifikansi 0,001 < 0,05 sehingga dapat dinyatakan bahwa persepsi harga berpengaruh positif secara signifikan terhadap minat beli secara online. Hal ini sesuai dengan hipotesis sehingga H1 diterima. Dengan hal ini, Orang berbelanja online alas an utamanya adalah harga. Semakin tinggi harga maka semakin rendah minat beli seseorang. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Retno wulan (2017) menunjukkan persepsi harga berpengaruh signifikan terhadap minat beli.

2. Pengaruh Promosi terhadap Minat Beli Secara Online

Berdasarkan hasil penelitian variable promosi memiliki nilai thitung< ttabeldimana 1,311 < 1,660 dengan tingkat signifikansi 0,193 > 0,05 sehingga dapat dinyatakan bahwa promosi tidak berpengaruh terhadap minat beli secara online. Alasan masyarakat milinea dimasa covid 19 kurang berminat berbelanja secara online dikarenakan mereka berbelanja hanya sesuai kebutuhan tanpa terpengaruh oleh promosi penjualan yang ditawarkan di media jejaring social. Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Yoebrilianti (2018) yang mengatakan promosi berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen.

3. Pengaruh Kepercayaan terhadap Minat Beli Secara online

Berdasarkan hasil penelitian variable kepercayaan memiliki nilai thitung> ttabeldimana 2,535 > 1,660 dengan tingkat signifikansi 0,013 > 0,05 sehingga dapat dinyatakan bahwa kepercayaan berpengaruh dan tidak signifikan terhadap minat beli secara online. Artinya adanya berhubungan positif kepercayaan terhadap minat beli secara online. Semakin tinggi kepercayaan maka semakin tinggi minat beli seseorang. Hasil penelitian ini sejalan dengan Kusumawati dan saifudin (2020) yang menyatakan kepercayaan mampu membangkitkan keputusan membeli konsumen secara positif.

4. Pengaruh Persepsi harga, promosi dan kepercayaan terhadap minat beli secara online

Berdasarkan hasil penelitian, nilai F hitung > F tabel (13,384 > 2,87) dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Maka artinya Persepsi harga, promosi dan kepercayaan berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli secara online. Artinya secara bersama – sama variable persepsi harga, promosi dan kepercayaan dapat mempengaruhi secara signifikan terhadap minat beli secara online.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dan mengacu pada perumusan serta tujuan dari penelitian ini, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Secara parsial, menunjukkan bahwa Persepsi Harga berpengaruh positif secara signifikan terhadap Minat Beli secara Online.

2. Secara parsial, menunjukkan bahwa Promosi tidak berpengaruh terhadapMinat Beli secara Online

3. Secara parsial, menunjukkan bahwa Kepercayaan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Minat Beli secara Online.

4. Secara simultan, Persepsi Harga, Promosi dan Kepercayaan berpengaruh secara signifikan terhadap Minat Beli secara Online.

SARAN

1. Online shopping harus lebih banyak fokus pada peningkatan promosi penjualan agar minat beli masyarakat semakin tinggi.

2. Para pengusaha Market place agar memberikan keringanan ongkos kirim kepada konsumen ditengah wabah COVID - 19 untuk mengurangi aktifitas masyarakat di luar rumah.

3. Untuk peneliti, penelitian selanjutnya selanjutnya menyertakan variable – variable baru seperti system informasi manajemen market place dan sebagainya.

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman, Adi Sukma (2012), Analisis Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Melalui Social Networking Websites, Fakultas Ekonomi, Universitas

Gunadarma.

Cooper, D. R. Pamela, S. Schindler. (2006),Bussiness Research Methods, 9th ed, McGraw - Hill International Edition.

Hermann, et al (2007), The Social Influence of Brand Community: Evidence from Europian Car Clubs, Jurnal of Marketing, Vol.69, p 19 - 34.

Kotler, P., & Keller, K. L. (2009). Manajemen pemasaran Jilid 1. In Jakarta (13th ed.).

Kotler, P., & Keller, K.L. 2012. Marketing Management, Fourteen Edition. England: Pearson Education Limited

Kusumawati, Saifudin (2020), Pengaruh Persepsi Harga Dan Kepercayaan Terhadap Minat Beli Secara Online Saat Pandemi Covid - 19 Pada Masyarakat Millenia Di Jawa Tengah, Jurnal Administrasi Bisnis,Vol.6 No.01, Juni 2020

Leeraphong, A and A.Mardjo,(2013), Trust and Risk in Purchase Intention through Online Social

Lee, S. dan A. Illia dan A. Lawson - Body,(2011), Perceived Price Fairness of Dynamic Pricing., Industrial Management and Data Systems, 111(4): 531 - 550.

Network: A Focus Group Study of Facebook in Thailand, Journal of Economics, Business and Managemen, 1(4) pp.321 - 342.

Setiadi Nugroho J, (2011), Perilaku Konsumen : Konsep dan Implikasi untuk Strategi dan Penelitian Pemasaran, Prenada Media, Bandung.

Sutojo, Siswanto, 1983, Kerangka Dasar Manajemen Pemasaran, Jakarta: Saptodadi.

Taylor and Valeri A, (2010), Brand Name And Price Cue Effects Within A Brand Extension Contex, Academy of Marketing Studies Journal, 13(2) pp:59 - 75

Link Kuesioner

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdYviNsufExNStJfkYz0a9cvB3aKfmtcKjIpy9nSx hhGNGkLg/viewform?usp=sf_link