• Tidak ada hasil yang ditemukan

BERIMAN TERHADAP TAKDIR ٌِ دْعِ

Dalam dokumen MATERI KULTUM P ILIHAN DI BULAN RAMADHAN (Halaman 84-91)

ٌِدْ ِدهسى ََِِ دْدهسى ِ هللَّ

ََِِٔى َد دََْذدْى هُِ

b

ُذ دُْ٘عََّٗ ،ُُٓسِفدْغَت دْعَّ َٗ ُُْٔدْ ِعَت دْعََّٗ ُُٓدََ دْذَّ

دٍَِْ ، َِْى ََدْ َأ ِت َئِبِّ َظ دٍِِْ َٗ َْ ِعُفدَّْأ ِز دُْٗس ُش دٍِِْ ِ هللَّ ِ

،َُٔى َيِ َٕ َلََف دْوِي دْضُي دٍَِْ َٗ َُٔى هو ِضٍُ َلََف ُ هللَّ ِِٓددَْٖي

ُدَٖ دْشَأَٗ َُٔى َلدْيِس َش َلَ َُٓد دْدَٗ ُ هللَّ هلَِ ََٔىِ َلَ دَُْأ ُدَٖ دْشَأَٗ

ُُٔى٘ ُظَزَٗ ُُٓددْ َ ًدهََذٍُ هَُأ

.

ُددْعَ َٗ

:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang diberikan petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang (dapat) menyesatkannya. Dan siapa yang (Allah) sesatkan, maka tidak ada yang (dapat) memberikan petunjuk kepadanya. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan (yang berhak untuk disembah) selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad a adalah hamba dan utusan-Nya. Sesungguhnya Hari Kiamat pasti datang, tidak ada keraguan padanya. Setelah itu;

Ma‟asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah

Takdir atau qadar adalah ketentuan Allah q yang berlaku bagi setiap makhluk-Nya, sesuai dengan ilmu, dan hikmah yang dikehendaki-Nya. Beriman terhadap takdir merupakan bagian dari Rukun Iman. Dan keimanan seseorang belum sempurna, sampai ia meyakini bahwa semua yang menimpanya (kebaikan atau keburukan), adalah dengan takdir Allah q. Diriwayatkan dari Jabir bin ‟Abdillah p, Rasulullah a bersabda;

ٚهتَد ِِٓبِّس َشَٗ ِِٓسدْ َ ِزَدَقدْى ِ ٍَِِدْؤُي ٚهتَد ٌددْ َ ٍُِِدْؤُي َلَ

دٌَْى َُٓ َ دْ َأ ٍَ هَُأَٗ َُٔئِ دْ ُ ِى دُِْنَي دٌَْى َُٔ َصَأ ٍَ هَُأ ٌََيدْعَي

َُٔ دْ ِ ُ ِى دُِْنَي

.

“Tidak beriman seorang hamba, sampai ia beriman

dengan takdir yang baik dan yang buruk, sampai ia mengetahui bahwa apa yang menimpanya tidak akan meleset darinya dan apa yang meleset darinya tidak akan

menimpanya.”77

Seorang muslim dituntut untuk mengimani takdir dengan pemahaman yang benar dan keyakinan yang kuat, yang tidak ada keraguan sedikitpun. Pernah suatu ketika Ibnu Ad-Dailami mendatangi Ubay bin Ka‟ab y, ia mengatakan, ”Di hatiku (masih) ada ganjalan tentang

77

HR. Tirmidzi Juz 4 : 2144. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al- Albani 5 dala m Ash-Shahihah Juz 5 : 2439.

takdir.” Maka dengan nada tinggi Ubay bin Ka‟ab y menjawab;

ٚهتَد َلدٍِْْ ُ هللَّ َُٔيِ َق ٍَ ً ََٕذ ٍدُدُأ َودْثٍِ َ دْقَفدَّْأ دَْ٘ى ِ هللَّ َٗ

ِز َدَقدْى ِ ٍَِِ دْؤُت

”Demi Allah, seandainya engkau berinfaq emas sebesar gunung Uhud, maka Allah tidak akan pernah menerima infaq tersebut darimu hingga engkau beriman terhadap takdir.”

Para jama‟ah rahimani wa rahimakumullah …

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‟Utsaimin 5 menjelaskan; bahwa beriman terhadap takdir mengandung empat unsur, antara lain :

1. Al-Ilmu

Yaitu mengimani bahwa Allah q mengetahui segala sesuatu, baik yang telah lalu, yang sedang terjadi, maupun yang akan terjadi. Baik yang berkaitan dengan perbuatan Allah q maupun perbuatan hamba. Semuanya diketahui-Nya secara global ataupun terperinci dengan Ilmu-Nya yang Dia bersifat dengannya secara azali (sebelum diciptakannya makhluk) dan abadi (selamanya, tidak ada akhirnya). Hal ini sebagaimana yang Allah q firmankan;

َُٓددِْْ َٗ

ِف ٍَ ٌَُيدْعَيَٗ َُٕ٘ هلَِ َََُٖيدْعَي َلَ ِ دْ َغدْى ُخِت َفٍَ

ِبِّسَ دْى

ٍ ه َد َلَ َٗ َََُٖيدْعَي هلَِ ٍ َقَزَٗ دٍِِْ ُطُّق دْعَت ٍََٗ ِس دْذَ دْى َٗ

ِف

دْ ِف هلَِ ٍطِ َي َلََٗ ٍ دْاَز َلََٗ ِضدْزَ دْلْ ِت ََُيُظ

ٍِدْ ِ ٍُ ٍب َتِم

.

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia. Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur, melainkan Dia mengetahuinya. Tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfudz)”78

2. Al-Kitabah

Yaitu mengimani bahwa Allah q menulis takdir setiap sesuatu hingga Hari Kiamat. Allah q telah menuliskan takdir seluruh makhluk-Nya lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. Hal ini sebagimana hadits yang diriwayatkan dari ‟Abdullah bin „Amr bin Al-„Ash y, bahwa Rasulullah a bersabda;

ِت َٗ ََ هعى َقُي دْ َي دَُْأ َودْ َق ِقِا َلََ دْى َسدْيِ َقٍَ ُ هللَّ َ َتَم

ٍ َْ َظ َ دْىَأ َِدْ ِعدََْ ِ َضدْزَ دْلْ َٗ

“Allah telah menuliskan takdir para makhluk(-Nya) lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.”79

Al-Kitabah ini dibagi menjadi empat, antara lain : Al-Kitabah Al-Azaliyyah, yaitu catatan takdir yang

ada di Lauhul Mahfudz.

Al-Kitabah Al-Umriyyah, yaitu catatan takdir sekali seumur hidup, yakni pada waktu janin berumur seratus dua puluh hari (empat bulan).

Al-Kitabah Al-Hauliyyah, yaitu catatan takdir tahunan, yakni yang terjadi pada malam Lailatul Qadar.

Al-Kitabah Al-Yaumiyyah, yaitu catatan takdir harian.

3. Al-Masyiah

Yaitu mengimani bahwa semua yang terjadi di alam semesta ini adalah atas kehendak Allah q. Al-Masyi‟ah dibagi menjadi dua, antara lain :

Masyi’ah Syar’iyyah, yaitu kehendak yang Allah q ridha, tetapi belum tentu terjadi.

Masyi’ah Kauniyyah, yaitu kehendak yang Allah q belum tentu ridha, tetapi terjadi.

79

4. Al-Khalq

Yaitu mengimani bahwa Allah q adalah yang menciptakan segala sesuatu. Allah q adalah Pencipta, selain Allah q adalah makhluk.

Para jama‟ah rahimani wa rahimakumullah …

Diantara buah memahami takdir adalah agar menumbuhkan tawakkal yang kuat kepada Allah q, dan agar seorang tidak terlalu berduka cita terhadap apa yang luput darinya serta tidak terlalu bersuka cita terhadap apa didapatkannya. Sebagaimana firman Allah q;

ٍَ

دٌُْن ِعُفدَّْأ ِف َلَ َٗ ِضدْزَ دْلْ ِف ٍ َ دْ ِ ٍُ دٍِِْ َب َصَأ

ٍب َتِم دْ ِف هلَِ

ِ هللَّ َٚيَ َلِىَذ هُِ ََٕأَسدْ َّ دَُْأ ِودْ َق دٍِِْ

ٌسدْ ِعَي

.

َلَدْ َنِى

ََِ دُْ٘دَسدْفَت َلَ َٗ دٌُْنَت َف ٍَ َٚيَ دْ٘ َظدْ َت

َلَ ُ هللَّ َٗ دٌُْم َتآ

ٍز دُْ٘ َف ٍه َت دْ ٍُ هوُم ُ ِذُي

.

“Tidak ada suatu bencanapun yang menimpa (kalian) di bumi dan (tidak pula) pada diri kalian sendiri, melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kalian jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kalian, dan supaya kalian tidak terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu.

dan Allah tidak menyukai Setiap orang yang sombong

lagi membanggakan diri.”80

Tidak diperbolehkan seorang melakukan kemaksiatan beralasan dengan takdir. Disebutkan dalam suatu riwayat dari ‟Umar bin Khaththab y, bahwa beliau pernah akan memotong tangan seorang pencuri. Tiba-tiba pencuri tersebut berkata,

ِهللَّ ِزَدَقِ ُ دْقَس َظ ََهِّإَف ،َِدْ ٍِِْدْؤَُدْى َسدْ ٍَِأ َي ًلَدٍَْٖ

.

َه َقَف

:

ِهللَّ ِزَدَقِ ُعَ دْقَّ ََهِّ ُِ دْذََّٗ

.

“Sebentar, wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya aku mencuri ini atas takdir Allah.” „Umar y menjawab,

“Kami memotong tanganmu ini juga dengan takdir Allah.”

Lalu dipotonglah tangan pencuri tersebut. Demikian yang dapat kami sampaikan.

َٗ ِِٔ دْذ َص َٗ ِِٔىَ َٚيَ َٗ ٍدهََذٍُ َِْبِّ ِ َّ َٚيَ ُ هللَّ ٚهي َص َٗ

، ٌَهي َظ

َِدْ ََِيَعدْى ِبِّبَز ِ هِللَّ ُددََْذدْى َُِ َّ َ٘دْ َ ُس ِ َ َٗ

.

Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya, dan para sahabatnya. Dan penutup doa kami, segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. *****

80

POHON KEIMANAN

Dalam dokumen MATERI KULTUM P ILIHAN DI BULAN RAMADHAN (Halaman 84-91)

Dokumen terkait