• Tidak ada hasil yang ditemukan

163 berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam

Dalam dokumen Modul PKB 2017 PPKn SMP KK I (Halaman 175-179)

dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya

c. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan; dan

Untuk SMP/MTs kompetensi inti sikap spiritual kelas VII, VIII dan IX tersebut adalah sebagai berikut.

Kelas VII:3.Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata

Kelas VIII:3.Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata

Kelas IX:3.Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata

d. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.

Untuk SMP/MTs kompetensi inti sikap spiritual kelas VII, VIII dan IX tersebut adalah sebagai berikut.

Kelas VII:4.Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori Kelas VIII: 4.Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret

(menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori Kelas IX:4.Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret

(menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

Kegiatan Pembelajaran 11

164

Tingkatan kompetensi tersebut di atas ditinjau dari pendidikan kewarganegaraan merupakan salah satu muatan kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Barulah setelah ditetapkannya Kompetensi Inti maka dari muatan kurikulum “pendidikan kewarganegaraan” , menjadi mata pelajaran “Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan”,yang mencakup substansi sebagai berikut.

a. Pancasila, sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa

b. UUD 1945 sebagai hukum dasar yang menjadi landasan konstitusional kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara

c. Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebagai bentuk final Negara Republik Indonesia

d. Bhinneka Tunggal Ika, sebagai wujud keberagaman kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dalam keberagaman yang kohesif dan utuh Indonesia dalam pergaulan antarbangsa.

Pengorganisasian isi dan pengalaman belajar menempatkan dan memaknai Pancasila sebagai entitas inti yang menjadi sumber rujukan dan ukuran keberhasilan dari keseluruhan subtansi utama. Masing-masing substansi utama dijabarkan kedalam beberapa substansi turunan yang secara konseptual membangun keutuhan substansi utama.Dalam setiap jalur, jenjang, dan jenis pendidikan, mata pelajaran PPKn berisi lima substansi utama yang ditata dalam pemaknaan utuh sebagai substansi dan proses pendidikan nilai, moral, dan karakter Pancasila. Masing-masing substansi turunan dioperasionalkan dalam konteks pembelajaran menjadi standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang diyakini mencerminkan capaian standar kompetensi peserta didik setelah pembelajaran.

Pengorganisasian substansi mata pelajaran dan pengalaman belajar peserta didik menggunakan variasi pendekatan: (1) pendidikan nilai/moral; (2) lingkungan meluas; (3) pembelajaran aktif; (4) pemecahan masalah riil; (5) pendekatan kontekstual; (6) pembelajaran terpadu; (7) praktik belajar kewarganegaraan; (8) keteladanan; dan (9) penciptaan budaya sekolah. Penilaian menggunakan tes dan nontes secara terpadu dan berkelanjutan dengan menitikberatkan perwujudan karakter dalam kehidupan sehari-hari.

PPKn SMP KK I

165

2. Reposisi dan Rekonseptualisasi PPKn

Elemen pendidikan kewarganegaraan yang memerlukan reposisi dan rekonseptualisasi untuk masa depan, antara lain:

1. Grand design pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan sebagai wahana pendidikan demokrasi konstitusional Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945;

2. Kerangka sistemik kompetensi Pancasila dan kewarganegaraan lulusan pendidikan berbagai jalur, jenjang, dan jenis pendidikan;

3. Kerangka sistemik isi pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan untuk berbagai jalur, jenjang, dan jenis pendidikan;

4. Kerangka sistemik proses pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan untuk berbagai jalur, jenjang, dan jenis pendidikan;

5. Kerangka sistemik asesmen dalam pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan untuk berbagai jalur, jenjang, dan jenis pendidikan;

6. Kerangka sistemik dan programatik pendidikan dan pelatihan guru/tutor pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan untuk berbagai jalur, jenjang, dan jenis pendidikan;

7. Kerangka akademik penelitian dan pengembangan pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan untuk berbagai jalur, jenjang, dan jenis pendidikan.

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan masih membuka peluang perubahan menuju penyempurnaan. Hal itu memang konsisten dengan landasan hukum yang memberi ruang pada masukan perkembangan baru. Berdasarkan Pasal 2, Pasal 3, Pasal 37 UU No. 20/2003 dan penjelasan Pasal 37 yang berbunyi “pendidikan kewarganegaraan dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air”, dengan mengakomodasi perkembangan mengenai pendidikan kewarganegaraan yang menitikberatkan pada pengembangan nilai dan moral Pancasila sehingga maka maknanya berubah bahwa “pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan yang dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air yang dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila dan UUDNRI 1945” Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan bagian tak terpisahkan dari fungsi dan tujuan pendidikan nasional pasal 3 UU Sisdiknas: “Pendidikan

Kegiatan Pembelajaran 11

166

nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggung jawab” dengan menitikberatkan pada perspektif nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Oleh karena itu Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan tidak hanya dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air, melainkan juga untuk mengembangkan potensi peserta didik yang menunjukkan karakter yang memancarkan nilai-nilai Pancasila. Guna mewujudkan pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan yang berkualitas diperlukan Guru berlatarbelakang sesuai bidang keahlian (PKN dan Hukum/PMP- Kn/PKn) dengan pembinaan profesional secara berkelanjutan. Peningkatan profesionalitas secara berkelanjutan sangan diperlukan denan berbagai cara, seperti mendorong pendidik untuk terlibat dalam asosiasi profesi pendidikan kewarganegaraan; mendorong program studi PKn di masing-masing LPTK dalam seluruh jenjang (S1, S2, S3) untuk melakukan kajian dan pengembangan keilmuan dan pembelajaran PPKn; mendorong pusat-pusat kajian dan pelatihan tentang pendidikan pancasila dan kewarganegaraan atau yang terkait untuk melakukan berbagai kajian dan pengembangan yang mendukung pelaksanaan pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan; dan mendorong asosiasi profesi pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan untuk mengadakan berbagai pertemuan ilmiah keprofesionalan serta menerbitkan berkala ilmiah pendidikankewarganegaraan.

Aktivitas Pembelajaran

Aktivitas pembelajaran dalam kegiatan pembelajaran 10 merupakan petunjuk aktivitas kegiatan peserta pelatihan pengembangan karir guru untuk moda tatap muka, baik tatap muka penuh maupun In-On-In.

Skenario pelaksanaan kegiatan pembelajaran 10 dilaksanakan sebagaimana diuraikan dalam tabel 16.

PPKn SMP KK I

167

Dalam dokumen Modul PKB 2017 PPKn SMP KK I (Halaman 175-179)

Dokumen terkait