• Tidak ada hasil yang ditemukan

BERSATU MENGATASI KRISIS

Dalam dokumen MENYIAPKAN SDM SIAP BEKERJA (Halaman 30-34)

Sejak beberapa waktu lalu kita mendengar dengan semakin jelas, baik dari pemerintah, DPR atau dari para elite

polik dari berbagai partai suatu kesibukan luar biasa mempersiapkan diri menyongsong pemilihan umum tahun depan. Semua pihak berusaha melaksanakan fungsinya dengan

sebaik-baiknya agar rakyat benar-benar mendapat kesempatan luas untuk merajut masa depan yang lebih sejahtera. Upaya itu merupakan kelanjutan dari tekad bangsa

Indonesia yang mempersatukan dirinya sebagai negara kesatuan RI yang kuat dan berwibawa. Upaya itu sekaligus

merupakan perwujudan dari tekad kita untuk secara demokratis, accountable dan transparan mengurus negara

dan bangsa ini dengan sungguh-sungguh. Sekaligus dengan menjunjung tinggi dan menghormati

hak-hak asasi manusia.

kecil. Pemimpin yang pandai berargumentasi untuk memenangkan keberpihakan itu. Pemimpin yang sanggup meramu kebutuhan dan keinginan rakyat untuk berpartisipasi dalam pembangunan dengan dukungan kemudahan, sarana dan kemampuan yang memadai sehingga partisipasi mereka tidak hanya dalam mimpi tetapi dapat diwujudkan dengan rasa lega karena mereka mendapat pilihan yang banyak dan demokratis.

Dalam alam demokrasi yang memberi kesempatan semua pihak untuk ikut aktif dalam pembangunan memerlukan kerelaan untuk memberi kesempatan kepada siapa saja yang dianggap mampu untuk berpartisipasi. Bahkan partisipasi itu harus diundang dan dipersiapkan dengan baik agar tumbuh rasa keadilan yang makin merata. Keadilan yang makin merata itulah yang diharapkan bisa menjadi pupuk yang menyuburkan persatuan dan kesatuan yang terwujud dalam suasana yang kondusif dan penuh dengan perdamaian dan ketentraman. Persatuan yang kokoh dan sanggup untuk mengatasi krisis.

Langkah-langkah besar yang telah dengan sungguh-sungguh diambil oleh pemerintah harus disambut dengan kesungguhan yang sama oleh kalangan luas di akar rumput. Suasana pesta politik yang kita akan diadakan di tahun 2004 harus benar-benar menghasilkan pilihan kader pembangunan bangsa yang berbobot dan terpercaya. Pemimpin itu harus sanggup memberi motivasi yang kuat agar cita-cita melepaskan diri dari kemelut yang telah menghantui bangsa selama ini segera dapat diatasi. Lebih dari itu pemimpin bangsa yang kita harapkan mendapatkan kepercayaan rakyat haruslah mampu merancang dan melaksanakan pembangunan dengan program-program yang menyentuh dan menguntungkan rakyat.

berbagai partai politik, yang lama, yang baru, yang besar dan yang kecil, tidak boleh menyobek-nyobek persatuan dan kesatuan. Persiapan itu justru harus memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, karena arena pemilihan kader dan putra-putra bangsa yang diharapkan mengentaskan bangsa ini dari kemelut yang melanda bangsa ini hampir pasti tidak bisa dilakukan dalam suasana hiruk pikuk penuh permusuhan.

Seumpama semut, maka seluruh pasukan semut yang ribuan, bahkan di tanah air kita, kalau manusia Indonesia diumpamakan semut, semut-semut itu jumlahnya telah melebihi 210 juta, harus bersatu padu dan siap bangkit kembali membangun bangsa dan tanah airnya. Semut prajurit, tentara dan polisi, harus siap dan sigap menjaga lingkungan, menghadapi tantangan dan gangguan yang bisa dilakukan oleh mereka yang tidak senang bangsa ini maju dan kokoh. Pasukan ahli dan pekerja dalam bidang industri, pertanian dan produksi pangan pada umumnya, harus gigih menjaga agar ketahanan pangan tetap terjamin, biarpun musim berganti dan kekeringan bisa sangat mengancam. Pasukan dan ahli perdagangan harus berjuang agar barang-barang produksi dalam negeri tidak saja laku di pasar lokal tetapi sanggup dengan penuh kebanggaan di peragakan dan dijual dengan untung di pasar internasional.

Lebih dari itu ahli-ahli pendidikan dan pelatihan, dengan dukungan dokter dan ahli medis lainnya, harus sanggup mengembangkan suasana yang sehat dan kondusif sehingga semua sumber daya manusia yang jumlahnya melebihi 210 juta itu selalu berada dalam keadaan sehat, potensial dan dinamis. Mereka harus mendapat dukungan yang kuat sejak saat yang sangat dini agar pada akhirnya berumur panjang dan berguna. Kekuatan otak yang harus disempurnakan untuk mampu berkembang menjadi sumber daya yang tangguh harus dibina sejak usia sangat dini sehingga anak-anak dan remaja

Indonesia masa depan tidak menjadi “penganut budaya ‘yes man’” tetapi sanggup mengambil prakarsa dan mampu menghasilkan ide-ide cemerlang yang memberi manfaat yang besar bagi manusia dan kemanusiaan.

Ahli-hali pendidikan dan pelatihan harus siap dengan konsep pendidikan paripurna yang menghasilkan anak-anak dan remaja yang tidak saja cerdas dan mampu bersaing dengan rekannya dari berbagai negara, negara maju atau negara yang sepadan lainnya, tetapi terutama bisa menghasilkan anak-anak dan remaja yang sangat cinta kepada bangsa dan negaranya. Anak-anak dan remaja yang akan berjuang dengan inovasi dan kegiatan pembangunan yang sanggup mengangkat derajat dan martabat bangsa dan negaranya.

Untuk mendukung pembangunan itu, Indonesia perlu memiliki kebijaksanaan politik dalam negeri yang dapat menciptakan stabilitas politik. Dalam mewujudkan stabilitas politik tersebut harus dilakukan tanpa menggunakan kekuatan senjata atau paksaan. Stabilitas politik harus ditumbuh-kembangkan yang didasari oleh kesadaran yang penuh dari masyarakat. Karenanya, para politisi yang dengan dalih apapun, apakah memperingati hari jadi, atau berkeliling membangun simpati, atau mengambil keputusan yang menyenangkan rakyat, harus secara sadar membangun stabilitas politik dengan sungguh-sungguh. Seluruh kegiatan harus diarahkan untuk makin berfungsinya seluruh sistem kelembagaan dan makin terwujudnya partisipasi seluruh masyarakat, termasuk dalam alam desentralisasi yang makin marak.

erjuangan Kartini adalah perjuangan yang indah karena biarpun menentang arus, dilakukan seakan tidak berseberangan. Perkembangannya seakan merupakan prakarsa indah sesuai arus modernisasi yang berkembang secara global. Karena itu perjuangan Ibu Kartini menjadi menonjol dan menimbulkan kekaguman masyarakat modern. Barangkali mereka kaget karena telah terjadi perubahan yang menjanjikan di negara yang disangka tidak akan pernah tersentuh proses modernisasi yang melanda dunia secara luas itu.

Dalam dokumen MENYIAPKAN SDM SIAP BEKERJA (Halaman 30-34)

Dokumen terkait