• Tidak ada hasil yang ditemukan

Besaran Pendapatan

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang (Halaman 196-200)

Keterbukaan kesempatan antara laki-laki dan perempuan dalam mendapatkan kesempatan dalam pekerjaan akan sangat mempengaruhi pada pendapatan laki-laki dan perempuan.

Pertanyaan ke enam dorongan dan kesempatan kepada pasangan untuk mengembangkan karir, 13 responden perempuan menjawab iya untuk memberikan kesempatan kepada pasangan untuk mengembangkan karier sedangkan 1 orang responden menjawab tidak dan seorang lagi tidak

10 5 9 1 0 2 4 6 8 10 12 Bapak Bersama

Tanggung Jawab Pencari Nafkah

Laki-laki2 Perempuan 10 3 6 0 0 2 4 6 8 10 12 Bapak Ibu

Besaran Pendapatan

Laki-laki Perempuan

(Sumber : Data Primer Diolah, 2015) Gambar 93. Penghasilan yang Lebih Besar

(Sumber : Data Primer Diolah, 2015) Gambar 92. Pencari Nafkah yang Dominan

Page | 197 memberikan jawaban. Seluruh responden laki-laki menjawab iya dan satu orang yang memberikan jawaban tambahan, selama tidak mengganggu emosional dalam ikatan keluarga, pengembangan karier pasangan dapat dilakukan/didukung.

Pertanyaan ke tujuh terkait responden dibesarkan dalam keluarga yang agamis. 14 responden perempuan menjawab iya, sedangkan yang satunya menjawab tidak dibesarkan dalam lingkungan agamis. Ke 9 responden laki-laki menjawab iya.

Dari seluruh jawaban responden diatas, jawaban atas pertanyaan individu dapat disimpulkan sebagai berikut;

1. Sifat yang melekat pada diri perempuan adalah lebih lembut dan lebih sabar. Sedangkan lebih rasional, lebih siap berkompetensi dan lebih siap sabar. Sifat-sifat dominan yang dimiliki oleh ASN akan menunjukkan sifat pekerjaan yang dapat dijalankan oleh ASN laki-laki atau perempuan. Ke 13 kategori yang dipertanyakan kepada responden hanya dua kategori yang didominasi oleh perempuan yaitu sabar dan lembut. Kategori rasional responden perempuan menjawab perempuanlah yang lebih rasional selisihnya 3 point dengan laki-laki.

0 10 20 Perempuan Laki-laki 13 9 1 0

Kesempatan Mengembangan Karier

Iya Tidak 0 10 20 Perempuan Laki-laki 14 9 1 0 Iya Tidak (Sumber : Data Primer Diolah, 2015)

Gambar 94. Dorongan dan Kesempatan kepada Pasangan untuk Mengembangkan Karir

(Sumber : Data Primer Diolah, 2015)

Page | 198 Sedangkan jawaban responden laki hanya berbeda satu antara laki-laki dan perempuan lebih tinggi laki-laki-laki-laki.

2. Penilaian diri sendiri perempuan lebih sabar, lembut dan tegas merupakan modal yang baik untuk menghadapi tantangan dalam pekerjaan, meskipun perempuan tidak rasional tetapi modal kesabaran menghadapi kerumitan pekerjaan akan membuat perempuan lebih banyak berproses memahami pekerjaan daripada menyelesaikannya dengan sekaligus. Laki-laki yang menggap lebih rasional tetapi emosional yang dapat mengganggu kualitas pekerjaan laki-laki.

3. Dalam menanggapi pertanyaan paling berperan dalam mencari nafkah. Responden perempuan menjawab laki-laki sebanyak 10 orang sedangkan 5 responden perempuan menjawab bapak/ibu. Sedangkan responden laki-laki semuanya menjawab laki-laki yang paling berperan dalam mencari nafkah adalah laki-laki. Kewajiban suami dalam mencari nafkah merupakan pendapat umum dimasyarakat. Pada pertanyaan “sebagai pasang yang sama-sama bekerja, penghasilan yang besar siapa? ”. jawaban 10 responden perempuan adalah bapak, begitu juga responden laki-laki banyak menjawab bapak. dalam menjawab pertanyaan ini tidak semua responden laki-laki memberikan jawabannya, hanya 6 responden yang menjawab 4 orang tidak memberikan jawaban. Responden memberikan tanggapan normatif terhadap kedua pertanyaan diatas. Jumlah laki-laki yang bekerja di Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara masih dominan dibandingkan perempuan.

4. Pada pertanyaan memberikan dorongan dan kesempatan kepada pasang hidup untuk mengembangkan karir. Responden perempuan menjawab bahwa mereka sudah mendapat kesempatan dari suami untuk mengembangkan karir, begitu juga dengan responden laki-laki menjawab bahwa memberikan kesempatan kepada istrinya untuk berkarir. Dukungan dari pasangan merupakan kesempatan yang besar untuk berkarir dalam ASN. Meskipun istri menyadari bahwa suami

Page | 199 yang berkewajiban untuk mencari nafkah tidak berarti para istri tidak dapat berkarir.

5. Pada pertanyaan bapak/ibu dibesarkan dalam keluarga yang memegang teguh ajaran agama, umumnya responden memberikan jawaban bahwa mereka memegang teguh ajaran agama. Ajaran agama kristen tidak memberikan batasan kepada ASN untuk berkarir. Agama tidak lagi memberikan batasan kepada perempuan hanya untuk mengasuh anak dan menyediakan makan didapur, tetapi istri juga bisa melakukan pekerjaan diluar rumah untuk menghidup keluarga.

b. Pertanyaan terkait Keluarga

Pertanyaan terkait keluarga terdiri dari 11 (sebelas) pertanyaan, meliputi : (1) seberapa penting keluarga bagi responden, (2) pilihan kebersamaan antara kantor dan keluarga, (3) peran keluarga sebagai motivasi dalam bekerja, (4) tanggung jawab dalam urusan domestik, (5) pengambil keputusan dalam rumah tangga, (6) menghabiskan waktu akhir pekan di kantor, (7) pekerjaan lebih bersifat sampingan atau utama, (8) perjalanan dinas keluar kota, (9) lama perjalanan dinas, (10) peran pasangan dalam pekerjaan rumah tangga, dan (11) agama dan budaya menjadi pertimbangan dalam karir atau pekerjaan domestik.

Pertanyaan pertama seberapa penting keluarga bagi responden, responden perempuan menganggap keluarga sebagai hal yang sangat penting, begitu juga dengan responden laki-laki. Pada pertanyaan diatas, tidak ada jawaban pilihan antara penting dan sangat penting saat menjawab pertanyaan diatas. Pilihan penting dan sangat penting merupakan ungkapan yang bebas dituliskan oleh responden dalam pertanyaan yang tidak disertai pilihan jawaban responden.

Page | 200 Kedekatan dengan keluarga menurut responden begitu penting, sehingga dalam memutuskan sesuatu pasti mempertimbangkan kepentingan keluarga. Bagaimanapun sibuknya seseorang dengan pekerjaan, unsur keluarga akan mempengaruhi setiap pilihan-pilihan tersebut.

Pertanyaan kedua pilihan kebersamaan antara kantor dan keluarga. Semua responden perempuan menjawab bersama dengan keluarga. 8 responden laki-laki menjawab kebersamaan keluarga, 1 responden laki-laki menjawab bahwa “ada saatnya waktu termakan banyak oleh pekerjaan sehingga dituntut untuk selalu dapat menikmati kebersamaan dengan rekan-rekan kantor”.

Responden dalam menjawab pertanyaan diatas dihadapkan pada pilihan keluarga dan kantor, lebih memilih bersama dengan keluarga. Menurut responden kebersamaan dengan keluarga lebih nikmat dibandingkan dengan bersama dengan rekan-rekan kerja. Harapan untuk tetap dapat bersama dengan keluarga sangat besar, meski pada saat tertentu waktu tersita untuk pekerjaan kantor. 0 5 10 15 Perempuan Laki-laki 11 7 4 2 Pentingnya Keluarga Penting Sangat Penting 0 5 10 15 Perempuan Laki-laki 15 8 0 1

Lebih Banyak Menghabiskan Waktu

Kantor Keluarga

(Sumber : Data Primer Diolah, 2015)

Gambar 96. Pentingnya keluarga bagi responden

(Sumber : Data Primer Diolah, 2015)

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang (Halaman 196-200)