UNIT-LINKED
18. BIAYA DIBAYAR DIMUKA
31 Maret 31 Desember
2013 2012
Sewa dibayar dimuka 733.014 737.746
Biaya pemeliharaan gedung 403.385 410.197
Lainnya 541.785 287.814
1.678.184 1.435.757
Sewa dibayar dimuka terutama merupakan sewa atas bangunan yang digunakan sebagai kantor cabang Grup di seluruh Indonesia.
Rincian aset tetap adalah sebagai berikut:
Mutasi dari 1 Januari 2013 Saldo Saldo
sampai 31 Maret 2013 Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Akhir
Biaya Perolehan/Nilai Revaluasi Pemilikan langsung
Tanah 2.783.546 878 (889) - 2.783.535
Bangunan 2.402.634 17.437 - 73.432 2.493.503
Perlengkapan, peralatan kantor
dan komputer 5.511.558 22.061 (305) 58.474 5.591.788
Kendaraan bermotor 234.601 34.261 (1.760) 18 267.120
Aset dalam penyelesaian 995.931 24.180 - (163.432) 856.679
11.928.270 98.817 (2.954) (31.508) 11.992.625
Aset sewa guna usaha 12.495 - - - 12.495
11.940.765 98.817 (2.954) (31.508) 12.005.120
Akumulasi Penyusutan (Catatan 48)
Pemilikan langsung
Bangunan 1.267.706 30.904 - (37) 1.298.573
Perlengkapan, peralatan kantor
dan komputer 3.575.089 149.142 (298) - 3.723.933
Kendaraan bermotor 94.395 8.541 (1.352) 1 101.585
4.937.190 188.587 (1.650) (36) 5.124.090
Aset sewa guna usaha 885 156 - - 1.041
4.938.075 188.743 (1.650) (36) 5.125.132
Nilai buku bersih Pemilikan Langsung
Tanah 2.783.535
Bangunan 1.194.930
Perlengkapan, peralatan kantor dan komputer 1.867.855
Kendaraan bermotor 165.535
Aset dalam penyelesaian 856.679
6.868.534
Aset sewa guna usaha 11.454
6.879.988
Aset dalam penyelesaian pada tanggal 31 Maret 2013 adalah sebagai berikut:
Saldo
Komputer dan perangkat keras lainnya yang belum terinstalasi 487.709
Bangunan 286.790
Perlengkapan dan inventaris kantor 60.141
Kendaraan bermotor 3.188
Lain-lain 18.851
856.679
Estimasi persentase tingkat penyelesaian aset dalam penyelesaian untuk komputer dan perangkat keras lainnya yang belum terinstalasi pada tanggal 31 Maret 2013 adalah berkisar 35% - 97% dan 31 Desember 2012 adalah berkisar 25% - 95%.
Mutasi dari 1 Januari 2012 Saldo Saldo
sampai 31 Desember 2012 Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Akhir
Biaya Perolehan/Nilai Revaluasi Pemilikan langsung
Tanah 2.780.439 3.111 (4) - 2.783.546
Bangunan 2.036.746 81.395 (1.313) 285.806 2.402.634
Perlengkapan, peralatan kantor
dan komputer 4.179.972 484.295 (104.071) 951.362 5.511.558
Kendaraan bermotor 202.612 34.261 (12.036) 9.764 234.601
Aset dalam penyelesaian 1.183.097 1.065.604 (5.838) (1.246.932) 995.931
10.382.866 1.668.666 (123.262) - 11.928.270
Aset sewa guna usaha 12.495 - - - 12.495
10.395.361 1.668.666 (123.262) - 11.940.765
Akumulasi Penyusutan (Catatan 48)
Pemilikan langsung
Bangunan 1.169.521 98.703 (469) (49) 1.267.706
Perlengkapan, peralatan kantor
dan komputer 3.102.078 490.583 (17.621) 49 3.575.089
Kendaraan bermotor 74.256 30.764 (10.625) - 94.395
4.345.855 620.050 (28.715) - 4.937.190
Aset sewa guna usaha 260 625 - - 885
4.346.115 620.675 (28.715) - 4.938.075
Nilai buku bersih Pemilikan Langsung
Tanah 2.783.546
Bangunan 1.134.928
Perlengkapan, peralatan kantor dan komputer 1.936.469
Kendaraan bermotor 140.206
Aset dalam penyelesaian 995.931
6.991.080
Aset sewa guna usaha 11.610
7.002.690
Aset dalam penyelesaian pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut:
Saldo
Komputer dan perangkat keras lainnya yang belum terinstalasi 561.170
Bangunan 348.069
Perlengkapan dan inventaris kantor 66.816
Kendaraan bermotor 3.206
Lain-lain 16.670
995.931
Estimasi persentase tingkat penyelesaian aset dalam penyelesaian pada tanggal 31 Desember 2012 untuk komputer dan perangkat keras lainnya yang belum terinstalasi adalah berkisar 25% - 95%. Lain-lain
a. Pada tanggal 22 Februari 1990, Bank menandatangani perjanjian Kerjasama Operasional (KSO) dengan PT Pakuwon Jati, dimana PT Pakuwon Jati akan mendirikan bangunan pusat perbelanjaan dan gedung perkantoran 17 lantai beserta fasilitas pendukung lainnya di atas tanah milik Bank Mandiri yang terletak di Jalan Basuki Rachmat No. 2, 4, 6 Surabaya. PT Pakuwon Jati
Lain-lain (lanjutan)
Kemudian melalui Perjanjian Kerjasama Pemanfaatan Sementara No. 05 Tanggal 21 Februari 2012, pengembang masih dapat memanfaatkan bangunan tersebut melalui bentuk penyewaan ruangan dengan jangka waktu 1 tahun, yaitu sampai dengan 20 Februari 2013. Pada tanggal 20 Februari 2013, perjanjian tersebut telah diperpanjang hingga 20 Februari 2014. Namun demikian Bank memiliki hak untuk menghentikan sewaktu-waktu Perjanjian Kerjasama Pemanfaatan Sementara apabila Bank akan memanfaatkan sendiri bangunan tersebut atau jika akan dilakukan pengalihan hak kepada pihak ketiga.
Pada tanggal 14 Juni 1991, Bank menandatangani Addendum I Perjanjian Pembangunan, Pengelolaan dan Penyerahan dengan PT Duta Anggada Realty Tbk., dimana PT Duta Anggada Realty Tbk. tersebut akan mendirikan bangunan berupa 2 menara perkantoran 32 lantai di atas tanah milik Bank Mandiri yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman kavling 53-56, Jakarta. Perjanjian tersebut berlaku sejak tanggal 14 Juni 1991 sampai dengan 20 tahun terhitung sejak tanggal penyelesaian bangunan, akan tetapi tidak lebih lama dari 23 tahun sejak tanggal penyelesaian pembangunan (bangunan akan diserahterimakan pada bulan Mei 2014 untuk menara pertama dan bulan Mei 2016 untuk menara kedua). Pada tanggal jatuh tempo tersebut, PT Duta Anggada Realty Tbk. akan menyerahkan bangunan tersebut kepada Bank Mandiri. b. Penilaian pada nilai wajar tanah dan bangunan yang dimiliki Bank pada tanggal 31 Desember
2012 adalah dengan menggunakan nilai dari Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP). NJOP dianggap sebagai estimasi terbaik yang mencerminkan nilai wajar. Pada tanggal 31 Desember 2012, NJOP tanah dan bangunan yang dimiliki Bank masing-masing bernilai Rp8.199.856 dan Rp1.859.879. Selain tanah dan bangunan, tidak ada perbedaan yang signifikan antara nilai wajar aset tetap dengan nilai tercatatnya.
c. Hak atas tanah diperoleh berdasarkan Sertifikat Hak Guna Bangungan (“HGB”) yang dapat diperbaharui dengan masa yang akan berakhir antara tahun 2014 sampai 2017. Mengacu pada praktek di masa lampau, Grup memiliki keyakinan dapat memperpanjang HGB tersebut.
d. Seluruh aset tetap yang ada pada tanggal pelaporan digunakan untuk menunjang aktivitas operasi Grup.
e. Bank Mandiri telah mengasuransikan aset tetap (tidak termasuk hak atas tanah, aset dalam penyelesaian dan aset sewa guna usaha) untuk menutupi kemungkinan kerugian terhadap risiko kebakaran, pencurian dan bencana alam kepada PT Asuransi Adira Dinamika, PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk., PT Asuransi Bosowa Periskop, PT Asuransi Bringin Sejahtera Artamakmur, PT Asuransi Dayin Mitra Tbk., PT Asuransi Himalaya Pelindung, PT Asuransi Indrapura, PT Asuransi Jasatania, PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero), PT Asuransi Jasaraharja Putera, PT Asuransi Jaya Proteksi, PT Asuransi Parolamas, PT Asuransi Raksa Pratikara, PT Asuransi Rama Satria Wibawa, PT Asuransi Ramayana Tbk., PT Asuransi Staco Mandiri (dahulu PT Asuransi Staco Jasapratama), PT Asuransi Umum Mega, PT Asuransi Wahana Tata, PT Caraka Mulia, PT Estika Jasatama, PT Gelora Karya Jasatama, PT Krida Upaya Tunggal, PT Asuransi Raya, PT Asuransi Purna Artanugraha dan PT Mandiri AXA General Insurance (dahulu PT Asuransi Dharma Bangsa), PT Asuransi Lindung Upaya dengan nilai jumlah pertanggungan asuransi berkisar Rp2.151.948 dan USD77.853.342 (nilai penuh) pada tanggal 31 Maret 2013 dan Rp1.721.667 dan USD76.357.754 (nilai penuh) pada tanggal 31 Desember 2012. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut telah memadai untuk menutupi kemungkinan kerugian yang terjadi atas aset tetap yang dipertanggungkan.
Manajemen berpendapat tidak terdapat indikasi penurunan nilai atas aset tetap yang dimiliki Bank pada tanggal 31 Maret 2013 dan 31 Desember 2012.
31 Maret 31 Desember
2013 2012
Perangkat lunak 703.234*) 717.842*)
Goodwill 142.860 142.860
846.094 860.702
*) Setelah nilai amortisasi sebesar masing-masing Rp1.242.789 dan Rp1.213.891 pada tanggal 31 Maret 2013 dan 31 Desember 2012.
Perangkat lunak diamortisasi selama umur ekonomis yaitu 5 tahun (lihat Catatan 2.r.i).
Pada tanggal 31 Maret 2013 dan 31 Desember 2012, terdapat aset dalam penyelesaian dalam bentuk perangkat lunak sebesar Rp282.764 dan Rp288.621. Estimasi persentase tingkat penyelesaian perangkat lunak pada tanggal 31 Maret 2013 adalah berkisar 22% - 98% dan pada tanggal 31 Desember 2012 adalah berkisar 15% - 95%.
Goodwill merupakan selisih antara nilai perolehan dengan nilai wajar dari aset Entitas Anak yang
diakuisisi. Secara berkala Goodwill dievaluasi terhadap penurunan nilai. Pada tanggal 31 Maret 2013 dan 31 Desember 2012 tidak terdapat penurunan nilai.