• Tidak ada hasil yang ditemukan

17cm)

45.000 45.000 4. Biaya Tempat lampu 1 produk 180.000 180.000 5. Biaya Perwujudan 1 Produk (26cm x

17cm) dikerjakan 2 hari

75.000 150.000

6. Biaya Tatakan 1 produk 65.000 65.000

7. Biaya Disainer 1 produk 100.000 100.000

Total 643.000

Perkiraan Harga Jual : Harga produksi + 20% harga produksi = Rp.643.000 + Rp.128.600

= Rp.771.600

4.8 Produk 8 : Tempat lampu Rahwana

Tempat lampu diatas menceritakan figur Rahwana atau disebut juga Dasamuka yang kesaktiannya sukar ditandingi. Di masa muda Rahwana beserta ketiga adiknya pernah bertapa bersama-sama di Gunung Gohkarna sampai berpuluh-puluh tahun. Keempat kakak beradik ini sepakat tidak akan berhenti bertapa sebelum maksud dang keinginan mereka tercapai. Setiap sepuluh tahun, satu kepala Rahwana dipenggal sendiri, lalu dipersembahkan kepada brahma,

Ketika genap sertaus tahun kepalanya yang tinggal satu juga akan dipenggal. Pada saat itu brahma muncul dan bertanya mengenai maksud dan tujuan bertapa. Rahwana minta agar ia diberi kesaktian luar biasa. Ia tidak ingin ada dewa, asura dan ditya yang dapat mengalahkannya. Rahwana lupa menyebut manusia, ia terlalu meremehkan manusia, dewa saja akan kalah dengannya. Batara Brahma mejawab, keinginannya akan terkabul (Sudjarwo, dkk, 2010 : 266 ).

Pada tempat lampu dengan figur Rahwana sebagai ornamennya ini dibuat dengan teknik putar dan didekorasi dengan teknik toreh dan ukir. Warna badannya menggunakan warna hitam dan pada ornamennya menggunakan warna cat minyak dengan teknik sigar. Pada bagian bawah tempat lampu ini juga ditambahkan tatakan kayu.

Berikut adalah kalkulasi biaya pengerjaanya :

No. Rincian Volume Harga Satuan

(Rp)

Jumlah (Rp)

1. Tanah Liat 4 kg 7.000 28.000

2. Biaya Pembakaran Biscuit dan Glasir

1 Produk (31cm x 17cm)

80.000 80.000 3. Biaya Finishing 1 Produk (31cm x

17cm)

50.000 50.000 Gambar 55, Tempat lampu Rahwana.

30

4. Biaya Tempat lampu 1 produk 180.000 180.000 5. Biaya Perwujudan 1 Produk (31cm x

17cm) dikerjakan 2 hari

75.000 150.000

6. Biaya Tatakan 1 produk 65.000 65.000

7. Biaya Disainer 1 produk 100.000 100.000

Total 653.000

Perkiraan Harga Jual : Harga produksi + 20% harga produksi = Rp.653.000 + Rp.130.600

= Rp.783.600

4.9 Produk 9 : Tempat lampu Anggada dan Subali

Tempat lampu ke Sembilan ini mengangkat figur Anggada dan Subali. Seperti yang dikisahkan pada penjelasan sebelumnya, Anggada adalah putra dari Subali dengan Dewi Tara, Ia berperawakan gagah dan sangat sakti. Anggada mempunyai sifat dan perwatakan pemberani, cerdik, pandai, tangkas trengginas. Terbawa karena usia yang masih muda, Anggada mudah naik darah. Dia adalah salah satu pahlawandalam cerita Ramayana (Sudjarwo, dkk, 2010 : 222 ).

Sedangakan Subali yang telah berubah menjadi kera karena memperebutkan Cupumanik Astagina dengan sodara-sodaranya pergi ke hutan untuk bertapa. Sesudah bertapa bertahun-tahun di Hutan Sonyapringga, Subali tumbuh menjadi kera yang sakti dan berilmu tinggi. Ia lalu mendirikan pertapaan di tempat itu. Ia pun bergelar Rsi Subali. Seluruh hidupnya kini hanya untuk mencari kesempurnaan hidup. Ia tidak lagi peduli soal kemewahan duniawi. Tetapi pada akhirnya Subali mati terkena panah Rama karena ia melakukan kesalahan yang fatal yaitu mengajarkan ilmu Aji Pancasona kepada Rahwana, Raja Alengka yang memiliki sifat jahat dan angkara murka. Maka dari itu setelah ia tiada, Anggada yang masih bayi dititipkan kepada sodaranya, Sugriwa untuk diasuh (Sudjarwo, dkk, 2010 : 374 ).

Produk diatas menggunakan teknik putar untuk membentuk badannya lalu didekorasi dengan teknik tempel, toreh serta ukir. Pada pewarnaanya menggunakan glasir hitam sebagai dasarnya sedangkan pada ornamennya menggunakan warna cat minyak dengan teknik sigar.

Berikut adalah kalkulasi biaya pengerjaanya :

No. Rincian Volume Harga Satuan

(Rp)

Jumlah (Rp)

1. Tanah Liat 4 kg 7.000 28.000

2. Biaya Pembakaran Biscuit dan Glasir

1 Produk (29cm x 17cm)

70.000 70.000 3. Biaya Finishing 1 Produk (29cm x 55.000 55.000

Gambar 56, Tempat lampu Anggada dan Subali. Foto : Yuliawan , 2015

31

17cm)

4. Biaya Tempat lampu 1 produk 180.000 180.000 5. Biaya Perwujudan 1 Produk (29cm x

17cm) dikerjakan 2 hari

75.000 150.000

6. Biaya Disainer 1 produk 100.000 100.000

Total 583.000

Perkiraan Harga Jual : Harga produksi + 20% harga produksi = Rp.583.000 + Rp.116.600

= Rp.699.600

4.10 Produk 10 : Tempat lampu Rama Memanah Kijang

Tempat lampu yang terakhir ini berlatar cerita pada saat Rama sedang memanah Kijang Kencana. Rama memburu kijang tersebut karena permintaan istrinya, Dewi Sita yang pada awal mulanya juga ingin mendekati kijang tersebut tetapi gagal. Maka pergilah Rama dan Laksmana untuk memburu kijang tersebut yang ternyata makin lama makin menjauh meninggalkan tempat Dewi Sita, Rama lalu menyuruh Laksmana kembali ke tempat Dewi Sita berada, dengan pesan agar menjaga keselamatannya.

Sesudah Laksmana pergi, untuk kesekian kalinya Rama memburu kijang tersebut. Karena selalu gagal akhirnya Rama tidak sabar lagi. Diambilnya busur dan anak panah, lalu dibidiknya binatang itu. Jeritan kesakitan terdengar ketikaanak panah Rama mengenai dada dari binatang itu. Dan seketika kijang tersebut berubah menjadi seorang raksasa. Dan seketika itu juga Rama sadar karena sudah tertipu. Sekembalinya Rama ke tempat semula, rama terkejut karena Dewi Sita sudah hilang karena diculik oleh Rahwana (Sudjarwo, dkk, 2010 : 346). Tempat lampu terakhir ini menggunakan teknik putar untuk pembuatan badannya, sedangakan pewarnaannya menggunakan warna ivory sebagai warna dasar. Ornamen wayangnya yang dibuat dengan cara ditoreh dan diukir diwarnai dengan teknik sigar menggunakan cat minyak

Berikut adalah kalkulasi biaya pengerjaanya :

No. Rincian Volume Harga Satuan

(Rp)

Jumlah (Rp)

1. Tanah Liat 9 kg 7.000 63.000

2. Biaya Pembakaran Biscuit dan Glasir

1 Produk (40cm x 20cm) 115.000 115.000 3. Biaya Finishing 1 Produk (40cm x 20cm) 75.000 75.000 4. Biaya Tempat lampu 1 produk 180.000 180.000 5. Biaya Perwujudan 1 Produk (40cm x 20cm)

dikerjakan 3 hari

75.000 225.000 Gambar 57, Tempat lampu Rama Memanah Kijang . Foto : Yuliawan , 2015

32

6. Biaya Tatakan 1 produk 65.000 65.000

7. Biaya Disainer 1 produk 100.000 100.000

Total 823.000

Perkiraan Harga Jual : Harga produksi + 20% harga produksi = Rp.823.000 + Rp.164.600 = Rp.987.600

Pada halaman bab 5 merupakan penutup, disini yang perlu dijelasakan adalah

kesimpulan dari permasalahan, yang menjadi sub bab. Penjelasannya inti dari

masing-masing bab dirangkum mejadi sebuah kesimpulan. Sedangkan saran-saran adalah

merupakan masukan dari para pembimbing dan masyarakat yang membutuhkan

bentuk-bentuk baru dari kap lampu, yang bertujuan untuk kenyamanan pada sayat istirahkan

ditempat tidur. Selain itu juga ditulis daftar pustaka bahwa memang benar telah

melakukan penelitian yang benar dengan mengambil dalam buku, dengan menjelaskan

nama pengarangnya, tahun pembuatan, judul bukunya, alamat dan penerbit. Hal ini

memberi jawaban bahwa, memang betul telah menyadur buku orang lain tanpa

melakukan kecurangan seperti plagiatisme.

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan

Penciptaan produk ini menggunakan teknik putar serta slab untuk pembuatan badan tempat lampu ini, sedangkan pada proses dekorasinya mula-mula badan tempat lampu diberi pola figur wayang sesuai disain lalu ditoreh untuk selanjutnya ditempel dengan tanah liat. Setelah proses penempelan selesai dilanjutkan dengan pembuatan detail figur wayang dengan teknik ukir.

Produk tempat lampu ini, pencipta mengangkat figur wayang dari cerita Ramayana yang antara lain yaitu Rama, Sita, Laksmana, Hanoman, Anggada, Subali, Sugriwa, Jatayu serta Rahwana. Sedangkan finishing yang pencipta terapkan pada produk ini ialah memakai glasir berwarna hitam dan ivory untuk bagian bdan tempat lampu ini, pada ornament figur wayangnya pencipta mencoba mengkombinasikan dengan warna dari cat minyak dengan teknik sigar.

Produk tugas akhir ini tentunya banyak kekurangan dan pencipta menyadari produk yang dibuat kurang maksimal karena keterbatasan waktu dan banyaknya hambatan pada saat proses pembakaran, tetapi secara keseluruhan produk tugas akhir ini sudah sesuai harapan pencipta walaupun ada beberapa produk yang hasil pembakarannya tidak terduga tapi hal tersebut menjadi suatu pembelajaran bagi pencipta untuk lebih mengenali sifat keramik baik dari bahan maupun alat yang digunakan

5.2 Saran

Disarankan kepada pencipta produk kriya keramik, dalam menciptakan produk keramik sebaiknya mengacu pada kebutuhan atau perkembangan pasar, disamping itu juga selalu mencari terobosan dan ide-ide baru dalam mencipta, agar tidak terpaku pada produk-produk keramik yang sudah ada dipasaran. Jika ingin menciptakan benda fungsional maupun produk seni hendaknya melakukan observasi ke lapangan untuk menemukan bentuk-bentuk baru dengan fungsinya yang tepat.

Melalui produk tugas akhir ini, diharapkan dapat memberi makna, serta bermanfaat bagi pelaku dan pencinta seni baik di lingkungan akademis maupun masyarakat luas.

DAFTAR PUSTAKA

Adhi Nugraha, 1999, Kriya Indonesia Sebuah Wilayah Sumber Inspirasi Yang Tak Terbatas, ITB, Bandung.

Ardana,Gde I Gusti. 1983. Penentuan Ke Objek-Objek Purbakala, Sekitar Desa Pejeng- Bedaulu Ginayar. Gianyar. Pemda Gianyar.

33

Arimbawa, I Made Gede, 2010, Makalah Seminar “Basis Pengembangan Produk Keramik Pada Era Pasar Global”, Denpasar.

I Gusti Ngurah , Agung Jaya Ck (2015) Menggambar Wayang Bali. Documentation. ISI Denpasar.http://download.isi-dps.ac.id/download/category/61

karyasenirupa?download=1642%3Amenggambar-wayang-bali&start=40.

Gustami, SP. 2004, Proses Penciptaan Seni Kriya: Untaian Metodologis, Pps ISI Yogyakarta,Yogyakarta.

Kusuma, Wira. Gung Jaya. 2003. Strukturalisasi Penciptaan Seni Lukis Wayang Kerambitan Tabanan Bali(Hasil Penelitian). Denpasar. STSI Denpasar. Murianto dkk, 1982. Tinjauan Seni Rupa I, Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Muchtar, But. 1991. Daya Cipta di Bidang Kriya, Dalam Jurnal Seni Pengetahuan dan Penciptaan Seni, Vol I, Yogyakarta.

Murianto, dkk. 1982. Tinjauan Seni Rupa I. Jakarta: DP dan K.

Palgunadi, Bram. 2007, Disain Produk 1. Bandung: Disain, Disainer, dan Proyek Disain ITB.

Purwadi, dkk. 2005. Ensiklopedi Kebudayaan Jawa. Yogyakarta: Bina Media. Sedyawati, Edi; Darmono, Sapardi Djoko. 1983. Seni dalam Masyarakat Indonesia. Jakarta:PT Gramedia.

Sudjarwo, Heru S, Sumari, Wiyono Undung. 2010. Rupa dan Karakter Wayang Purwa. Jakarta : Kaki Langit Kencana.

Utomo, Mulyadi. 2011, ”Produk Kekriyaan Dalam Ranah Seni Rupa Dan Desain”. Denpasar: FSRD, ISI Denpasar, bekerjasama Hijrah.M.

Skripsi Luh Komang Ayu Prabandari 2003, Tinjauan Keramik Tempat Lampu Dengan Motif Tradisional Bali Tahun 2003, Denpasar : Fakultas Seni Rupa Dan Desain, ISI

Denpasar.

Skripsi I Kadek Juli Dwi Arsaputra 2014, Brong Ket Sebagai Sumber Inspirasi Dalam Penciptaan Karya Keramik Pada Perlengkapan Interior Lobi Villa Barong Dan Spa,

34

.

Dokumen terkait