2004 2003
Rp Rp
Beban Gaji dan Tunjangan 12.412.334 29.602.318
Beban Kerjasama Operasi 3.725.312 1.547.745
Beban Bunga
Hutang Obligasi 61.164.953 53.934.349
Hutang Bank 15.254.415 12.729.826
Bantuan Pemerintah 10.546.655 12.773.464
Beban Umum dan Administrasi 6.278.810 2.792.740
Lain-lain 408.651 648.263
Jumlah 109.791.130 114.028.705
Beban kerjasama operasi (KSO) merupakan bagian pendapatan tol yang menjadi hak investor setelah diperhitungkan dengan angsuran pelunasan kewajiban dari kerjasama operasi tanpa kuasa penyelenggaraan. Bagian pendapatan tol tersebut, berdasarkan perjanjian KSO dapat ditentukan sebagai suatu persentase tertentu dari jumlah pengumpulan tol atau ditetapkan sebagai angsuran tetap.
Beban bunga obligasi yang masih harus dibayar berasal dari bunga atas Obligasi Jasa Marga JORR I, Jasa Marga XI Seri P, Jasa Marga X Seri O, Jasa Marga IX Seri N, dan Jasa Marga VIII Seri M.
21. Pendapatan Ditangguhkan
Merupakan pendapatan sewa iklan, lahan, dan tempat peristirahatan. Merupakan pendapatan lainnya yang masih harus diterima Perusahaan atas pemanfaatan Daerah Milik Jalan (Damija) di sekitar ruas jalan tol yang dikelola.
22. Hutang Obligasi
2004 2003
Rp Rp
Obligasi Jasa Marga JORR I 274.260.500 274.260.500
Obligasi Jasa Marga XI Seri P 1.000.000.000 1.000.000.000
Obligasi Jasa Marga X Seri O 650.000.000 650.000.000
Obligasi Jasa Marga IX Seri N 400.000.000 400.000.000
Obligasi Jasa Marga VIII Seri M 150.000.000 150.000.000
2.474.260.500 2.474.260.500
Biaya Emisi Obligasi (57.477.613) (57.477.613)
Akumulasi Amortisasi 18.209.659 10.481.292
a. Obligasi Jasa Marga JORR I
Berdasarkan Akta Perjanjian Penyelesaian Hutang JORR No. 44, tanggal 19 Nopember 2003 dari Notaris lmas Fatimah, SH, Perusahaan berkomitmen untuk menyelesaikan hutang JORR kepada kreditur JORR sejumlah Rp 1.070.251.000.000 (Rupiah penuh). Sebagai bagian dari pelaksanaan komitmen tersebut, pada tanggal 29 Nopember 2003 Perusahaan menyelesaikan hutang JORR di luar ruas S sejumlah Rp 548.521.000.000 (Rupiah penuh) melalui pembayaran tunai sejumlah Rp 274.260.500.000 (Rupiah penuh) dan sisanya sejumlah Rp 274.260.500.000 (Rupiah penuh) diselesaikan dengan penerbitan Obligasi Jasa Marga JORR I tahun 2003.
Pada Nopember 2003, Perusahaan menerbitkan obligasi Jasa Marga JORR I tahun 2003 dengan nilai nominal obligasi sebesar Rp 274.260.000.000 (Rupiah penuh) dengan tingkat suku bunga berdasarkan tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia 3 (tiga) bulanan yang dihitung selama rata-rata 6 (enam) bulan. Bunga dibayarkan dua kali dalam setahun yaitu setiap tanggal 2 Januari dan 1 Juli. Obligasi ini berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun dengan jatuh tempo pada 19 Nopember 2013.
Berdasarkan Akta Perjanjiaan Penerbitan Obligasi Jasa Marga JORR I tahun 2003 No. 44, tanggal 9 Nopember 2003 yang dibuat di hadapan Notaris Imas Fatimah, SH, obligasi tersebut berjangka waktu 10 tahun dengan tingkat suku bunga berdasarkan tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia 3 (tiga) bulanan yang dihitung selama rata-rata 6 (enam) bulan. Bunga dibayarkan dua kali dalam setahun yaitu setiap tanggal 2 Januari dan 1 Juli.
Berdasarkan Akta No. 45 mengenai Perjanjian Perwaliamanatan tertanggal 29 Nopember 2003 yang dibuat dihadapan Notaris Imas Fatimah, SH, obligasi tersebut terdiri dari 2 sertifikat dimiliki oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dengan nominal Rp 224.908.364 (Rupiah penuh) dan 18 sertifikat dimiliki oleh 18 kreditur lain dengan nilai keseluruhan Rp 49.360.292.636 (Rupiah penuh), sebagai berikut:
2004 Rp 1. Bank Bukopin 15.603.748.663 2. Bank DKI 11.626.706.209 3. Bank Panin 11.059.427.921 4. Bank IFI 2.815.538.615
5. Interartha Multi Finance 1.511.579.975
6. Bank BHS 931.381.051 7. Bank Guna 710.631.858 8. Bank Windu 704.756.689 9. Bank Tugu 662.710.726 10. Bank Mega 662.710.726 11. Bank Indovest 588.728.869 12. Bank Ekonomi 502.034.635 13. Bank Swadesi 453.473.992 14. Bank Permata 450.691.479 15. Bank Bisnis 377.894.993 16. Bank Antardaerah 302.315.995 17. Bank Kesawan 242.577.134 18. Bank HS 153.382.106 Jumlah 49.360.291.636
b. Obligasi Jasa Marga XI Seri P
Pada 30 September 2003, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) untuk menerbitkan Obligasi Jasa Marga XI Seri P tahun 2003. Nilai nominal obligasi adalah Rp 1.000.000.000.000 (Rupiah penuh) dengan tingkat bunga tetap sebesar 12,3% pertahun untuk bunga ke 1 (satu) sampai bunga ke 20 (dua puluh), 13% untuk bunga ke 21 (dua puluh satu) sampai bunga ke 40 (empat puluh).Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah pokok obligasi. Bunga dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan. Jangka waktu penyelesaian obligasi yaitu 10 (sepuluh) tahun dengan jatuh tempo pada 10 Oktober 2013.
Pada 23 September 2003, obligasi tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Surabaya. Bertindak selaku wali amanat adalah Bank Rakyat Indonesia (Persero).
Sesuai dengan Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-50/PM/1996 tanggal 27Januari 1996, Perusahaan telah melakukan pemeringkatan yang dilaksanakan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Berdasarkan hasil pemeringkatan atas surat hutang jangka panjang sesuai dengan surat No. 511/PEF-Dir/VIII/2003 tanggal 29 Agustus 2003 dari Pefindo, Obligasi Jasa Marga XI Seri P tahun 2003 mendapat peringkat id.A+ (stable outlook) yang berarti memiliki dukungan kemampuan obligator yang kuat di banding entitas Indonesia lainnya untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang sesuai dengan yang diperjanjikan, namun cukup peka terhadap perubahan keadaan yang merugikan.
c. Obligasi Jasa Marga X Seri O Tahun 2002
Pada Oktober 2002, Perusahaan menerbitkan obligasi Jasa Marga X Seri O tahun 2002 dengan nilai nominal obligasi sebesar Rp 650.000.000.000 (Rupiah penuh) dengan tingkat bunga tetap sebesar 16,15% per tahun. Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah pokok obligasi. Bunga Obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan. Jangka waktu penyelesaian obligasi yaitu 8 (delapan) tahun, jatuh tempo 4 Desember 2010.
Pada 11 Desember 2002, obligasi tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Surabaya. Bertindak selaku wali amanat pemegang obligasi adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Sesuai dengan Keputusan Ketua Bapepam No. Kep -50/PM/1996, tanggal 17Januari 1996, Perusahaan telah melakukan pemeringkatan yang dilaksanakan oleh Pefindo. Berdasarkan hasil pemeringkatan atas surat hutang jangka panjang sesuai dengan Surat No. 420/PEF-Dir/X/2002 tanggal 29 Oktober 2002 dari Pefindo, Obligasi Jasa Marga X Seri O tahun 2002 mendapat peringkat id.A+(stable outlook) yang berarti
memiliki dukungan kemampuan obligator yang kuat di banding entitas Indonesia lainnya untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang sesuai dengan yang diperjanjikan, namun cukup peka terhadap perubahan keadaan yang merugikan.
d. Obligasi Jasa Marga IX Seri N tahun 2002
Perusahaan menerbitkan Obligasi Jasa Marga IX Seri N pada bulan Maret 2002 yang terbagi atas 2 seri yaitu:
• seri N1 sebesar Rp 397.000.000.000 (Rupiah penuh) dengan tingkat bunga tetap sebesar 18,5% per tahun; dan
• seri N2 sebesar Rp 3.000.000.000 (Rupiah penuh) dengan tingkat bunga tetap sebesar 18,5% per tahun sampai pembayaran obligasi ke 8, dan mengambang dengan tingkat bunga sebesar 16,5% - 20% untuk pembayaran bunga ke 9 sampai ke 20.
Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah pokok obligasi. Bunga dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan. Jangka waktu penyelesaian obligasi yaitu 5 (lima) tahun, jatuh tempo 12 April 2007.
Pada 17 April 2002, obligasi tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Surabaya. Bertindak selaku wali amanat pemegang obligasi adalah PT Bank Mandiri (Persero).
Sesuai dengan Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-50/PM/1996, tanggal 17 Januari 1996, Perusahaan telah melakukan pemeringkatan yang dilaksanakan oleh Pefindo. Berdasarkan hasil pemeringkatan atas surat hutang jangka panjang sesuai dengan surat No. 34/PEF-Dir/II/2002, tanggal 8 Pebruari 2002 dari Pefindo, Obligasi Jasa Marga IX Seri N tahun 2002 mendapat peringkat id.A+ (stable outlook) yang berarti memiliki dukungan kemampuan obligator yang kuat di banding entitas Indonesia lainnya untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang sesuai dengan yang diperjanjikan, namun cukup peka terhadap perubahan keadaan yang merugikan.
e. Obligasi Jasa Marga VIII Seri M Tahun 2000
Perusahaan telah memperoleh pengesahan efektif berdasarkan surat Ketua Bapepam No. S-461/PM/2000 tanggal 10 Maret 2000. Bertindak selaku wali amanat adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Pada 27 Maret 2000, Perusahaan telah menerbitkan Obligasi Jasa Marga VIII Seri M dengan nominal Rp 150.000.000.000 (Rupiah penuh) dengan tingkat bunga tetap 16,5% per tahun. Jangka waktu penyelesaian obligasi yaitu 8 (delapan) tahun, jatuh tempo 27 Maret 2008. Pembayaran bunga obligasi dilakukan setiap 3 (tiga) bulan.
Seluruh sertifikat obligasi diterbitkan dengan harga nominal dengan jaminan barang tidak bergerak milik Perusahaan dengan cara membuat surat kuasa menjual dan surat kuasa untuk memasang hipotek serta Akta hipotek yang bersangkutan, barang bergerak milik Perusahaan dengan membuat perjanjian penyerahan hak milik Fiducia, dan hak serta tagihan kepada pihak ketiga melalui perjanjian cessie.
Perusahaan diwajibkan menyisihkan dana untuk melunasi hutang obligasi sebagaimana tertuang dalam Akta Perubahan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Jasa Marga mengenai dana pelunasan masing-masing obligasi (lihat Catatan 8).
Berdasarkan Berita Acara RUPO tanggal 7 Oktober 2004, ditetapkan rasio antara Hutang dan Aktiva Bersih maksimal 5 : 1 dan Interest Coverage Ratio minimal 1,25 : 1, dan berlaku mulai tahun 2005.
23. Hutang Bantuan Pemerintah
2004 2003
Rp Rp
Penerusan Pinjaman yang Berasal dari Direktorat Penerusan
Pinjaman Pemerintah dalam Bentuk Skeleton Loan Agreement 226.170.723 266.798.818
Bagian yang Jatuh Tempo Dalam Waktu Satu Tahun (40.628.095) (40.628.095)
Hutang Bantuan Pemerintah Bagian Jangka Panjang 185.542.628 226.170.723
Dalam pembiayaan pembangunan jalan tol, Perusahaan memperoleh pinjaman dari Pemerintah Republik Indonesia. Perusahaan melakukan penarikan pinjaman tersebut sesuai dengan mata uang yang ditagih oleh kontraktor, dan dibayarkan langsung oleh Bank Indonesia melalui Bank Penatausahaan yang ditunjuk.
Penarikan pinjaman dikonversi ke dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs Bank Indonesia pada tanggal penarikan dan dinyatakan sebesar ekuivalen Rupiah pada tanggal penarikan. Pembayaran hutang ini dilakukan secara angsuran setiap 6 (enam) bulanan sebanyak 20 - 30 angsuran sejak bulan Juni 1998.
Hutang ini dikenakan bunga berkisar 8,49% - 13,25% untuk tahun 2004 (2003: 13,25% - 14,90%). Perusahaan telah membayar sebagian hutang bantuan Pemerintah untuk tahun 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp 40.628.095.147 (Rupiah penuh).
24. Kewajiban Kerjasama Operasi
Merupakan kewajiban kepada investor dalam rangka perolehan aktiva tetap jalan tol melalui kerjasama operasi tanpa kuasa penyelenggaraan.
2004 2003
Rp Rp
Bagian Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun
Nilai Tunai Pembayaran Angsuran Pasti 2.074.669 15.320.732
Bagi Pendapatan Tol dengan Jumlah Pembayaran Minimum 5.162.647
--Jumlah 7.237.316 15.320.732
Bagian Jatuh Tempo Setelah Satu Tahun
Nilai Tunai Pembayaran Angsuran Pasti 127.877 133.771.910
Bagi Pendapatan Tol 85.951.452 107.301.699
Bagi Pendapatan Tol dengan Jumlah Pembayaran Minimum 44.817.046 39.670.888
Jumlah 130.896.375 280.744.497
Jumlah 138.133.691 296.065.229
Nilai tunai pembayaran angsuran pasti merupakan kewajiban sehubungan dengan perolehan aktiva tetap jalan tol secara angsuran dalam jumlah tetap dengan tingkat bunga yang diperhitungkan sebagai beban kerjasama operasi sebesar tingkat bunga rata-rata pinjaman bank pemerintah dan tingkat bunga tetap pada saat kontrak, sebagai berikut:
2004 2003
Rp Rp
Jumlah Pembayaran Angsuran
Tahun 2002 -- 1.225.000
Tahun 2003 1.225.000 1.225.000
Tahun 2004 1.352.879 42.818.106
Tahun Berikutnya -- 218.402.870
Jumlah 2.577.879 263.670.976
Bagian Bunga yang Diperhitungkan
Sebagai Beban Kerjasama Operasi (375.333) (114.578.334)
Nilai Tunai Pembayaran Angsuran Pasti 2.202.546 149.092.642
Bagian Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun (2.074.669) (15.320.732)
Nilai Tunai Pembayaran Angsuran Pasti Bagian Jangka Panjang 127.877 133.771.910
Perusahaan mempunyai kontrak kerjasama operasi tanpa kuasa penyelenggaraan dengan para investor dan telah mengoperasikan bagian ruas jalan yang telah dibangun (lihat Catatan 47.a).