MANAJEMEN ORGANISASI
3.6 Biaya Pertunjukan dan Pembagian Honorarium
Sebagai sebuah grup musik tiup yang mengarah kepada dukungan bisnis, maka kedua kelompok ini menentukan harga sekali pertunjukan dalam setiap upacara. Kemudian berdasarkan pendapatan setiap kali pertunjukan inilah, pimpinan membagikan honorarium kepada setiap pemain musik.
Kelompok Mangampu Tua menetapkan harga sekali pertunjukan menurut tempat pertunjukan, yang dihitung jaraknya dari Kota Medan. Di sisi lain, Tambunan Musik juga menentukan biaya pesanan dalam sekali pertunjukan di Medan. Jika keluar kota bisa maka biaya pertunjukan juga akan bertambah, sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan oleh pimpinan Tambunan Musik.
167
Untuk memperluas pengetahuan tentang biaya ppertunjukan ini, penulis mengumpulkan data dari kelompok-kelompok musik tiup lain, yaitu: Bernabe dan Lina. Selengkapnya biaya pertunjukan kelompok-kelompok musik tiup itu adalah sebagai berikut.
(A) Mangampu Tua, ketua atau pimpinan pemusik yaitu A. Silaban yang mengatur para pemusik dan membagi gajinya. Adapun biaya pertunjukan berdasarkan jauh dan dekatnya tempat pertunjukan adalah sebagai berikut.
1. Biaya pertunjukan di Kota Medan dan sekitarnya, dengan ensambel lengkap, adalah pada kisaran Rp 2.500.000 sampai Rp 3.000.000.
2. Biaya pertunjukan di Kota Medan dan sekitarnya, dengan ensambel lengkap, ditambah ensambel gondang sabangunan adalah pada kisaran Rp 3.500.000, karena mereka menambah 3 pemain gondang lagi.
2. Biaya pertunjukan di Brastagi lengkap seluruh peralatan musik adalah sekitar Rp 4.000.000 sampai Rp 5.000.000.
3. Biaya pertunjukan di Balige dan Dolok Sanggul lengkap seluruh peralatan musik dalam kisaran Rp 10.000.000 dsmpsi Rp 12.000.000.
4. Biaya pertunjukan di Medan, yang hanya menggunakan sulim dan keyboard (sulkib) adalah Rp 1.500.000
4. Biaya pertunjukan di Medan, yang hanya menggunakan trio penyanyi dan keyboard adalah Rp 1.500.000
Selain itu, kelompok musik tiup Mangampu Tua ini juga menyediakan jasa shooting video, yang biayanya adalah Rp 1.500.000 dalam durasi 3 jam, dengan menggunakan 3 rol video hasil rekaman, juga diolah ke dalam bentuk compact disk dalam format dvd.
168
Bagan 3.3: Biaya Pertunjukan Mangampu Tua
Jika ada kerusakan alat musik, pemilik (pimpinan grup) yang menggantinya, tetapi jika ada alat musik yang hilang maka anggota pemusik yang menggantinya dengan cara dipotong gajinya. Dahulu di era 1980-an grup musik Mangampu Tua tampil rata-rata 30 sampai 40kali sebulan, kemudian menurun dan 25 sampai30 kali saja pada tahun 1990-an sampai 2005.
Kemudian pada tahun 2005 tetapi sekarang hanya 10 sampai15 kali tampil dan kebanyakan pada hari Kamis,Jumat, dan Sabtu.
169
Gambar 3.4: Salah Seorang Vokalis dalam Bentuk Trio Vokal dan Keyboard yang Disediakan oleh Kelompok Musik Tiup di Medan
Sumber: Dokumentasi Elisabeth Purba, 2015
170
(B) Tambunan Musik, biaya pertunjukan dapat dirinci sebagai berikut.
1. Pertunjukan di Kota Medan dalam ensambel musik tiup lengkap sebesar Rp 2.500.000 (ditentukan oleh pimpinan dari biaya ini dipotong 10% (Rp 250.000) untuk transport.
2. Jika pertunjukan hanya keyboard dan seruling saja di Kota Medan, biayanya Rp 1.200.000 (dengan pembagian Rp 250.000 untuk dua pemain;
dan Rp 700.000 untuk pemilik dan biaya transportasi.
3. Jika keluar dari Kota Medan dan pertunjukan di Kota Brastagi, Karo, maka biaya pertunjukan adalah sebesar Rp 5.000.000.
4. Semua pertunjukan di atas, jika ditambah lagi musik gondang yang melibatkan 2 orang, maka masing-masing pemain gondang mendapat honor Rp 300.000 (dua pemain Rp 600.000) untuk tempat pertunjukan di Medan. Jika keluar Kota Medan 2 orang x Rp 1.000.000 = Rp 2.000.000.
Pada masa sekarang ini di Medan sudah jarang pakai gondang sekarang masyarakat lebih suka menggunakan keyboard dan sulim saja alasan menghemat karna sulitnya mencari uang sekarang.
Tambunan Musik juga menawarkan jasa shooting video dengan harga 1.000.000 dengan durasi waktu 3 jam dengan menggunakan 3 rol pita video, yang juga disertai dengan hasil editing dalam format dvd. Mereka menggunakan jasa para pakar shooting dan editing video yang biasa menjadi mitranya.
171
Contoh lain, Grup Musik Barnabe berdiri pada tahun 2004 dimana grup musik ini semi grup musik tiup dimana hanya terdiri keyboard, saxophone, gondang, dan trio vokalis. Kelompok dua mematok harga sekali pertunjukan untuk mengiringi upacara dalam budaya Batak Toba di Medan adalah seharga Rp 1.750.000. Ada pula grup musik Lina berdiri pada tahun 2003 dengan beranggotakan trio vokalis, keyboard, dan sulim. Mereka menentukan biaya sekali pertunjukan di Kota Medan sebesar Rp 1.500.000.
Bagan 3.4: Biaya Pertunjukan Tambunan Musik
172
Adapun sistem pembagian honorarium atau penggajian yang dilakukan selama ini, oleh grup musik Mangampu Tua yaitu pembagian hasil, yang ditetapkan sebagai berikut.
(A) Mangampu Tua
1. Untuk keseluruhan pemain adalah sebesar 30% dari Rp 2.500.000 = Rp 750.000. Jadi, untuk tiap pemain musik yaitu sebesar Rp.750.000/8 orang
= Rp. 93.750.
2. Untuk pemilik (pimpinan grup) sebesar 70% dari Rp.2.500.000 = Rp.1.750.000
(B) Tambuanan Musik
1. Sebesar 20% dari pendapatan sekali pertunjukan untuk pemilik.
2. Sebesar 80% dari pendapatan sekali pertunjukan untuk para pemain musik setelah dikurangi ongkos pengangkutan barang-barang berupa alat musik dan sound system. Adapun harga yang sudah ditentukan oleh grup musik Tambunan untuk setiap konsumen yang memesan grup musik Tambunan di suatu pesta sekitar Medan itu sebesar Rp.2.500.000,- Misalnya ongkos transport pengangkutan barang sebesar Rp.200.000,- maka yang dibagi hasil Rp.2.300.000 dimana 20% x Rp.2.300.000 = Rp.460.000 untuk pemilik dan pemain musik ada 7 orang sehingga 7 orang itu mendapat 80%
x Rp.2.300.000 = Rp.1.840.000 jadi tiap orang pemusik mendapat Rp.1.840.000/7 orang = Rp 262.857.
173
Para pemain musik digaji jika ada pekerjaan untuk tampil di pesta-pesta seperti acara pernikahan dan acara adat meninggal Batak Toba. Adapun lamanya jam yang sudah ditentukan untuk grup musik Tambunan ini disewa yaitu dari jam 9 pagi sampai jam 6 sore berarti selama 9 jam tapi tidak terus memainkan musik ada saat istirahatnya juga. Di sini berarti minimnya gaji/kesejahteraan para pemusik karena tidak ada uang masuk yang lainnya hanya gaji saja sesuai ada pekerjaan untuk tampil.
Karena minimnya gaji para pemusik menyebabkan para pemusik mencari grup musik lain untuk bisa bermain ditempat lain sehingga mendapat pemasukan yang lebih banyak. Sehingga grup musik Tambunan dan Mangampu Tua kadang kala kesulitan mencari para pemain musik yang berkualitas karena para pemusik yang berkualitas tidak mau dibayar dengan upah yang rendah, sehingga grup musik Tambunan dan Mangampua Tua mengambil para pemain musiknya dari Unimed dan USU yang masih kuliah ataupun yang baru tamat kuliah.
Namun demikian, menurut pemahaman pemain, bekerja sebagai pemain musik lebih baik dari pada pekerjaan lain. Alasan itu dapat dilihat dari pendapatan per kapita pemain musik ini sudah dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga pemain musik. Secara merata satu orang pemain musik dapat mengumpulkan hasil dari bermain musik dalam satu bulan Rp. 1.800.000,- hingga ke Rp. 2.000.000,-. Pendapatan ini untuk hari-hari yang sepi orderan. Namun, bisa melonjak pada saat musim pesta masyarakat Batak sekitar bulan Juni ke bulan September dan bulan Desember ke bulan Januari.
174
Para pemain musik dapat mengantongi penghasilan hingga Rp. 5.000.000,- ke Rp. 6.000.000,- per bulannya.