• Tidak ada hasil yang ditemukan

BOGOR

2010

Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis Kajian Penggunaan Cassabio dalam Ransum terhadap Penampilan Ayam Pedaging dan Kandungan Amonia (NH3) dalam Ekskreta adalah karya saya dengan arahan dari komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apa pun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir tesis ini.

Bogor, Februari 2010

Muhammad Arfayanto NIM D151080011

MUHAMMAD ARFAYANTO. Study of Cassabio utilization in ration on the broiler performances and excreta ammonia (NH3) contents. Under supervised by IMAN RAHAYU HIDAYATI SOESANTO and AHMAD DAROBIN LUBIS

Poultry meat has an important effort to increase the consumption of animal protein in Indonesia. However, some of feedstuffs for poultry like corn, soybean meal are still imported from the other countries. Therefore, price of feed was very influenced by increasing of global price. Maked based on that problem, its need to be searched an alternative feedstuffs that have good quality, cheaper and sustainable. Combination of cassava pulp, urea and nature zeolite is a realistic because of its availability. Cassava pulp-urea-zeolit with addition of amonium sulphate (NH4)2SO4 was fermented by Aspergillus niger and resulted broiler feed called Cassabio. This product was formed a good result in quality at laboratory experiment. The objective of the research was to evaluate the effect of Cassabio on broiler performances and its effect on excreta ammonia (NH3) contents.

The research used two hundred and forty DOC broiler Jumbo 747. They were devided into 5 treatments groups and 1 commelcial feed treatment as control, each treatments has 4 replications that consisted of 10 chickens each. The treatment diets were: C0 (diet 100% + Cassabio 0%) as control, C10 (diet 90% + Cassabio 10%), C20

(diet 80% + Cassabio 20%), C30 (diet 70% + Cassabio 30%), C40 (diet 60% + Cassabio 40%). Variable observes were initial weight, final weight, feed consumption, water consumption, feed conversion, carcass percentage, abdominal fat, performance index, visceral weight, income over feed cost and concentration of ammonia in excreta. Data were analyzed by using A Completely Randomized Design followed by the Duncan's Multiple Range Test for any significantly difference among treatments.

The result showed that there were no differences in broiler performance. However, the final weight of C30 and C40 were lowest (p<0.01) than control. The abdominal fat of C20 and C40 were lower (P<0.05) compared to control. However, excreta ammonia consentration of C20 and C40 were lower than others. Compared result of C0, C20 and commercial feed treatment showed that performance of C0 and C20 were better (P<0.01) than commercial feed treatment, resulted less abdominal fat broiler feed with C20 (P<0.01) compared to C0 and commercial feed treatment. Based on the result, Cassabio can be used ration of broiler up to 20% without influence on performance and visceral. Thus, the product can reduce concentration of NH3 in broiler excreta.

MUHAMMAD ARFAYANTO. Studi Penggunaan Cassabio dalam Ransum terhadap Penampilan Ayam Pedaging dan Kandungan Amonia (NH3) dalam Ekskreta. Dibimbing oleh IMAN RAHAYU HIDAYATI SOESANTO dan AHMAD DAROBIN LUBIS

Peternakan ayam pedaging telah berkembang menjadi salah satu usaha nasional yang penting di bidang usaha perunggasan di Indonesia, dimana perkembangan usaha ini memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan pertanian. Industri perunggasan memiliki nilai strategis khususnya dalam penyediaan protein hewani untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan peluang ekspor. Saat ini ayam pedaging memberikan kontribusi 60.73% pemenuhan protein hewani nasional, kemudian disusul daging sapi sebesar 23.39% (Balitbang 2006).

Pembangunan industri perunggasan menghadapi tantangan yang cukup berat, baik secara global maupun lokal karena dinamika lingkungan strategis di dalam negeri. Tantangan global ini mencakup kesiapan daya saing produk perunggasan, utamanya bila dikaitkan dengan lemahnya kinerja penyediaan bahan baku pakan, yang merupakan 60-70% dari biaya produksi karena sebagian besar masih sangat tergantung dari impor. Berdasarkan hal tersebut diperlukan pencarian pakan alternatif yang berkualitas, murah dan tersedia secara kontinyu. Kombinasi onggok, urea dan zeolit alam merupakan gabungan yang sangat realistis karena ketersediaannya yang tinggi dengan harga yang murah. Onggok-urea- zeolit-amonium sulfat yang difermentasi dengan Aspergillus niger atau disebut Cassabio, memperlihatkan kualitas yang baik dari hasil percobaan laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan ayam pedaging yang diberi ransum mengandung Cassabio

dan efeknya pada kandungan NH3 dalam ekskreta.

Penelitian menggunakan ayam pedaging strain Jumbo 747 sebanyak 240 ekor dengan 5 perlakuan dan 1 pembanding menggunakan ransum komersil (RKm). Masing-masing perlakuan terdiri atas 4 ulangan dan setiap ulangan perlakuan terdiri atas 10 ekor. Ransum perlakuan terdiri atas C0 (ransum 100% + Cassabio 0%) sebagai kontrol, C10 (ransum 90% + Cassabio 10%), C20 (ransum 80% + Cassabio

20%), C30 (ransum 70% + Cassabio 30%), C40 (ransum 60% + Cassabio 40%). Peubah yang diamati adalah bobot awal, bobot akhir, konsumsi ransum, konsumsi air minum, konversi ransum, persentase bobot karkas, lemak abdominal, indeks prestasi, organ dalam, Income Over Feed and Chick Cost (IOFC) dan kandungan amonia ekskreta. Metode analisis data menggunakan analisis ragam mengikuti pola Rancangan Acak Lengkap (RAL), apabila terdapat perbedaan antar perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan terhadap penampilan ayam pedaging, kecuali pada bobot akhir lebih rendah (P<0.01) pada perlakuan C30

dan C40 dibandingkan kontrol dan perlakuan C20 dan C40 mempunyai kandungan lemak abdominal yang lebih rendah (P<0.05) dibandingkan kontrol. Hasil perbandingan C0, C20 dan RKm menunjukkan performa lebih baik (P<0.01) pada

dalam dan dapat menurunkan lemak abdominal ayam pedaging. Penggunaan

Cassabio 30%-40% menunjukkan perbedaan nyata terhadap konversi ransum, lemak abdominal dan sangat nyata terhadap bobot akhir. Pemberian Cassabio dalam ransum mampu menurunkan kadar NH3 pada ekskreta ayam pedaging selama 5 minggu penelitian, sehingga dapat mengurangi dampak pencemaran dan mewujudkan usaha peternakan yang ramah lingkungan.

© Hak Cipta milik IPB, tahun 2010

Hak Cipta dilindungi Undang-Undang

Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan atau menyebutkan sumbernya. Pengutipan hanya untuk kepentingan pendidikan, penelitian, penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan, penulisan kritik atau tinjauan suatu masalah; dan pengutipan tidak merugikan kepentingan yang wajar IPB

Dilarang mengumumkan dan memperbanyak sebagian atau seluruh karya tulis dalam bentuk apapun tanpa izin IPB

TERHADAP PENAMPILAN AYAM PEDAGING DAN

KANDUNGAN AMONIA (NH

3

) DALAM EKSKRETA

MUHAMMAD ARFAYANTO

Tesis

Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Sains pada

Program Mayor Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan

SEKOLAH PASCASARJANA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

2010

Nama : Muhammad Arfayanto

NIM : D151080011

Disetujui Komisi Pembimbing

Prof. Dr. Ir. Iman Rahayu H.S, M.S. Dr. Ir. Ahmad Darobin Lubis, M.Sc.

Ketua Anggota

Diketahui

Koordinator Mayor Dekan Sekolah Pascasarjana

Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan

Dr. Ir. Rarah R.A. Maheswari, DEA. Prof. Dr. Ir. Khairil A. Notodiputro, M.S.

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala karunia- Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal penelitian dengan judul Studi Penggunaan Cassabio dalam Ransum terhadap Penampilan Ayam Pedaging dan Kandungan Amonia (NH3) dalam Ekskreta. Penelitian ini akan dilaksanakan sejak bulan Juli 2009 bertempat di kandang percobaan unggas Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor (IPB).

Terima kasih penulis ucapkan kepada Prof. Dr. Ir. Iman Rahayu Hidayati Soesanto, MS dan Dr. Ir. Ahmad Darobin Lubis, M.Sc selaku komisi pembimbing yang telah banyak meluangkan waktu dan membantu untuk memberikan arahan serta bimbingan kepada penulis dalam penelitian hingga penyusunan tesis ini. Terima kasih kepada Dr. Ir. Ibnu Katsir Amrullah, MS. yang telah bersedia menjadi penguji pada ujian tesis. Terima kasih juga penulis ucapkan kepada Ir. Idris P. Siregar yang telah menyediakan bahan baku dan membantu pembuatan ransum Cassabio. Kepada Bapak dan Ibu staf maupun teknisi kandang dan laboratorium dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu atas bantuan dan dukungannya, penulis ucapkan terima kasih.

Penghargaan dan rasa terima kasih kepada BUPATI Kabupaten Kapuas yang telah memberikan beasiswa dan kesempatan tugas belajar. Kepada SETDA Kabupaten Kapuas yang telah memberikan tugas belajar dan Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Kapuas yang telah memberikan ijin tugas belajar. Kepada Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Kapuas dan Kepala Bagian Keuangan yang telah memberikan Nota Pertimbangan Tugas Belajar. Kepada Rektor Institut Pertanian Bogor, Dekan dan Ketua Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melanjutkan studi di Institut Pertanian Bogor.

Ungkapan terima kasih yang tak terhingga disampaikan kepada Ayah (Alm) dan Ibu serta seluruh keluarga atas dukungan dan doa restunya. Kepada istri tercinta Karna Diniatie serta anak-anak tersayang Ahmad Yandiro dan Ahmad Dwi Satria yang selalu berdoa dan memberikan semangat. Kepada teman dan sahabat mahasiswa SPs IPB mayor ITP 2008 yang telah membantu. Kiranya Allah SWT selalu memberikan rahmat dan hidayah- Nya kepada kita semua.

Semoga karya ilmiah ini bermanfaat bagi pembaca. Apabila terdapat kesalahan penulisan dan kekhilafan selama pelaksanaan penelitian dan perjalanan penyusunan tesis ini penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya. Billahittaufik wal hidayah, Wassalam.

Bogor, Pebruari 2010

Penulis dilahirkan di Yogyakarta pada tanggal 3 Februari 1972 dari Bapak H. ABD Rahman D, BA. dan Ibu Painah. Penulis merupakan putra ketiga dari tujuh bersaudara, istri bernama Karna Diniatie dan dikarunia dua orang putra bernama Ahmad Yandiro dan Ahmad Dwi Satria.

Tahun 1991 penulis lulus dari SPPN Pelaihari, Kalimantan Selatan dan pada tahun 2002 mendapat ijin belajar dari Pemda Kabupaten Kapuas (Kal-Teng) masuk Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjary Banjarmasin. Penulis memilih Program Studi Produksi Ternak, Fakultas Pertanian dan lulus pada tahun 2006. Penulis mendapatkan kesempatan tugas belajar dari Pemda Kabupaten Kapuas (Kal-Teng) untuk melanjutkan ke program Magister Sains pada tahun 2008 di Sekolah Pascasarjana Program Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Institut Pertanian Bogor.

Penulis saat ini bekerja sebagai PNS di Dinas Peternakan Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah.

Halaman

HALAMAN PERNYATAAN ….………... i

ABSTRACT ………..………... ii

RINGKASAN ……….………... iii

HALAMAN HAK CIPTA ………... iv

HALAMAN JUDUL ...………. v

HALAMAN PENGESAHAN ………....……… vi

PRAKATA …………..……….. vii

RIWAYAT HIDUP ……… viii

DAFTAR ISI ………... ix

DAFTAR TABEL ………. xi

DAFTAR GAMBAR ………... xii

DAFTAR LAMPIRAN ………. xiii

PENDAHULUAN ………. 1 Latar Belakang ... 1 Tujuan ………... 2 Manfaat ……… 2 TINJAUAN PUSTAKA ... 4 Ayam Pedaging ... 4 Performa ………....………. 4

Pertambahan Bobot Badan ………....……….. 4 Konsumsi Ransum ………....…... 5 Konversi Ransum ………... 5

Karkas ………....…….. 6

Lemak Abdominal ………...………... 6

Income Over Feed and Chick Cost ………...…… 7

Onggok ………....…………. 7

Onggok sebagai Limbah Industri Tapioka ………...……… 7 Potensi Onggok sebagai Pakan Ternak ... 8 Sifat Urea dan Pemanfaatannya dalam Pakan Ternak ... 9

Zeolit ……….. 10

Sifat Zeolit dan Pemanfaatannya dalam Pakan Ternak ... 10 Kapang Aspergillus niger ... 11

MATERI DAN METODE ………...…………. 15 Lokasi dan Waktu ………... 15 Materi dan Peralatan ………... 15 Prosedur ………...………... 15 Peubah yang Diamati ………....…... 19

Rancangan Percobaan ………....……… 21

Analisa Data ………...……….. 21

HASIL DAN PEMBAHASAN ………...……….. 22

Komposisi Ransum Perlakuan ……….. 22 Penggunaan Cassabio dalam Ransum terhadap Penampilan Ayam

Pedaging …………...

22 Bobot Badan Akhir ………...……….. 24 Konsumsi Ransum ………...………... 25 Konversi Ransum ………...……….. 25 Konsumsi Air Minum ……...……….. 26 Persentase Karkas ………...……… 26 Lemak Abdominal ………...……... 27

Mortalitas ..………... 28

Indeks Prestasi …………....………... 29

Organ Dalam ………...……….. 29

Analisis Perlakuan C0, C20 dan RKm ………... 31 Analisis Ekonomi ………... 33 Analisis Amonia (NH3) ………... 34

KESIMPULAN DAN SARAN ………... 38

DAFTAR PUSTAKA ………... 39

Halaman 1 Komposisi zat gizi onggok dari beberapa literatur (%BK) ... 8 2 Formulasi ransum perlakuan fase starter (%) ... 18 3 Formulasi ransum perlakuan fase finisher (%) ... 18 4 Hasil uji proksimat kandungan nutrisi ransum perlakuan* ..……… 22 5 Hasil pengamatan penampilan ayam pedaging selama penelitian …... 23 6 Hasil pengamatan organ dalam (bobot hati, bobot jantung, bobot

rempela dan panjang usus) ayam pedaging yang mendapat ransum

Cassabio ………... 30

7 Analisis ekonomi pemeliharaan ayam pedaging selama 35 hari …... 33 8 Analisis NH3 ayam pedaging selama 5 minggu penelitian (ppm) ... 35 9 Analisis rataan pertambahan NH3 dalam ekskreta ayam pedaging

Halaman 1 Stuktur dasar zeolit ... 10 2 Diagram alur pembuatan Cassabio ……….... 16 3 Cawan Conway (a) sebelum titrasi, (b) sesudah titrasi ... 20

Halaman 1 Laporan pemeriksaan patologi ………... 44 2 Analisis ragam berat badan awal ... 45 3 Analisis ragam berat badan akhir ... 45 4 Analisis ragam konsumsi ransum ... 46 5 Analisis ragam konsumsi air minum ... 46 6 Analisis ragam konversi ransum ... 47 7 Analisis ragam persentase bobot karkas ... 47 8 Analisis ragam persentase lemak abdominal ... 48 9 Analisis ragam mortalitas ... 48 10 Analisis ragam indeks prestasi ... 49 11 Analisis ragam persentase jantung ... 49 12 Analisis ragam persentase hati ... 50 13 Analisis ragam persentase rempela ... 50 14 Analisis ragam panjang usus ... 51 15 Analisis ragam berat badan awal (C0, C20 dan RKm) ... 51 16 Analisis ragam berat badan akhir (C0, C20 dan RKm) ... 52 17 Analisis ragam konsumsi ransum (C0, C20 dan RKm) ... 52 18 Analisis ragam konsumsi air minum (C0, C20 dan RKm) ... 53 19 Analisis ragam konversi ransum (C0, C20 dan RKm) ... 53 20 Analisis ragam persentase bobot karkas (C0, C20 dan RKm) ... 54 21 Analisis ragam persentase lemak abdominal (C0, C20 dan RKm) ... 54 22 Analisis ragam mortalitas (C0, C20 dan RKm) ... 55 23 Analisis ragam indeks prestasi (C0, C20 dan RKm) ... 55 24 Analisis ragam persentase jantung (C0, C20 dan RKm) ... 56 25 Analisis ragam persentase hati (C0, C20 dan RKm) ... 56 26 Analisis ragam persentase rempela (C0, C20 dan RKm) ... 57

29 Analisis rataan NH3 akhir perlakuan ... 58 30 Analisis rataan NH3 ekskreta ... 58 31 Analisis ekonomi pemeliharaan ayam pedaging selama 35 hari ……… 59

PENDAHULUAN

Dokumen terkait