• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR LAMPIRAN

II. TINJAUAN PUSTAKA

3. Biaya Total (total cost)

Jumlah biaya tetap dan biaya variabel merupakan biaya total. Secara umum dapat di katakan bahwa makin banyak biaya total yang di keluarkan makin besar pula produksi yang di hasilkan. Biaya total di perlukan untuk menentukan pendapatan dari satu cabang usahatani. Nilai produk Total di kurangi dengan biaya total adalah keuntungan yang di peroleh dari cabang usaha tersebut.

2.4 Petani

Menurut Fadholi Hernanto (1993) Petani adalah setiap orang yang melakukan usaha untuk memenuhi sebagian atau seluruh kebutuhan hidupnya di bidang pertanian dalam arti luas yang meliputi usahatani pertanian,peternakan, perikanan ( termasuk penangkap ikan), dan pengumutan hasil laut.

Orang yang di katakan petani, atau kedudukannya sebagai petani, mempunyai fungsi yang banyak. Petani sebagai oarang yang berusahatani, mendapatkan produksi pertanian dalam arti luas, karenya petani tidak akan terlepas dari ternak, ikan, dan tanaman di mana pun tumbuhnya. Dengan demikian tampaknya ketiganya: petani, tanaman, ikan tidak dapat di pisahkan secara tiga yang satu ” tritunggal”.

Adapun peranan – peranan dari petani yaitu : a. Petani sebagai pribadi

Sebagai pribadi, petani mempunyai nama diri. Lengkap dengan sosoknya sebagai Karunia Tuhan Yang Maha Esa. Ia puna perasaan, cita-cita,dan kehendak untuk di hargai dan di akui oleh sesama. Petani sebagai pribadi sadar bahwa di dunia ini ia tidak sendiri.

Ia mempunyai kemampuan dan bakat dalam dirinya untuk dapat di gerakan dalam memainkan peran jamak, termasuk sebagai pengelola usahatani.

b. Petani sebagai guru

Perjalanan dan perkembangan pertanian di Indonesia menunjukan bahwa petani sekaligus sebagai guru dari anak – anaknya. Petani sebagian besar masuk di dalam kelompok–kelompok tani. Dalam kelompok ini berkembang sistem belajar di antara petani. Petani yang maju menjadi guru, tempat bertanya dari petani lain.

c. Petani sebagai warga sosial atau kelompok dan warga negara.

Sebagai makhluk Tuhan, manusia petani tidak dapat hidup sendiri. Ia berkelompok di dalam keluarga besar dan di masyarakat, rukun tetangg, rukun warga desa/ kelurahan, kecamatan, kabupaten,propinsi, negara dan bahkan masyarakat dunia.

2.5 Usahatani

Menurut Sri Widodo (2006) Ilmu Usahatani adalah ilmu yang mempelajari bagaimana seorang mengusahakan dan mengkoordinir faktor –faktor produksi brupa lahan dan alam sekitarnya sebagai modal sehingga memberikan manfaat yang sebaik- baiknya. Sebagai ilmu pengetahuan, ilmu usahatani merupakan ilmu yang mempelajari cara-cara petani menentukan, mengorganisasikan, dan mengkoordinasikan. Penggunaan faktor- faktor produksi seefektif dan seefesien mungkin sehingga usaha tersebut memberikan pendapatan yang semaksimal mungkin.

Ada banyak defenisi ilmu usahatani yang di berikan. Berikut ini beberapa definisi menurut beberapa pakar antara lain:

1. Menurut Daniel

Ilmu usahatani merupakan ilmu yang mempelajari cara – cara petani mengkombinasikan dan mengoperasikan berbagai faktor produksi seperti lahan, tenaga kerja, dan modal sebagai dasar bagaimana petani memilih jenis dan besarnya cabang usahatani berupa tanaman atau ternak sehingga memberikan hasil yang maksimal dan kontiyu.

2. Menurut Efferson

Ilmu usahatani merupakan ilmu yang mempelajari cara – cara mengorganisasikan dan mengoperasikan unit usahatani di pandang dari sudut efesiensi dan pendapatan yang kontiyu.

Dari berbagai defenisi tersebut dapat di simpulkan bahwa dengan melalui produksi pertanian yang berlebih maka di harapkan memperoleh pendapatan tinggi. Dengan demikian, harus di mulai dengan perencanaan untuk menentukan dan mengkoordinasikan penggunaan faktor – faktor produksi pada waktu yang akan datang secara efesien sehingga dapat di peroleh pendapatan yang maksimal.

Dari defenisi tersebut juga terlihat ada pertimbangan ekonomis di samping pertimbangan teknis.

2.6 Lahan Tegalan

Lahan Tegalan adalah suatu daerah dengan lahan kering yang bergantung pada pengairan air hujan, ditanami tanaman musiman atau tahunan dan terpisah dari lingkungan dalam sekitar rumah. Lahan tegalan tanahnya sulit untuk dibuat pengairan irigasi karena permukaan yang tidak rata. Pada saat musim kemarau lahan tegalan akan kering dan sulit untuk ditubuhi tanaman pertanian.

Petani lahan tegalan atau lahan kering menanam berbagai jenis tanaman dengan berbagai alasan. Alasan tersebut di antaranya adalah risiko gagal panen, harga hasil pertanian yang cenderung sangat fluktuatif, institusi pemasaran hasil-hasil pertanian yang tidak efisien dan lemah, dan kesulitan memperoleh uang tunai untuk membeli sarana dan prasarana pertanian.

Alasan pertama jelas menyiratkan bahwa penganekaragaman jenis tanaman dilakukan sebagai semacam cara untuk memperkecil gagal panen. Hal ini dimungkinkan karena dengan membudidayakan berbagai jenis tanaman, meskipun hasil tiap jenis tanaman tidak tinggi, bila salah satu mengalami gagal panen maka masih ada jenis tanaman yang dapat dipanen. Skripsi ilmu Tanah (2006).

2.7 Jagung kuning (Zea mays L.)

Menurut (AAK 2007) Jagung kuning sebagai tanaman jagung di Indonesia, menduduki urutan kedua setelah padi. Namun jagung kuning mempunyai peranan yang tidak kalah pentingnya dengan padi.

Di Negara Agraris seperti Indonesia, sangat mendukung di kembangkannya komoditi jagung. sebab tanaman jagung memiliki potensi yang cukup untuk di budidayakan dan mudah di usahakan.

Peranan penganekaragaman kebutuhan pangan dari bahan jagung sangat di perlukan dalam usahaani ini. sehingga mustahil komoditi jagung pada dewasa ini mendapat perhatian., bahkan dalam jangka waktu yang relative pendek.

Peningkatan produksi pertanian, khususnya tanaman jagung,sangat di tentukan oleh meningkatnya pengetahuan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan serta permintaan pasar.tanaman jagung sangat bermanfaat bsgi kehidupan manusia ataupun hewan. Di Indonesia, jagung merupakan makanan pokok kedua setelah padi. Sedangkan berdasarkan urutan bahan makanan pokok di dunia, jagung menduduki urutan ketiga setelah gandum dan padi. Di samping itu komoditi jagung juga untuk kebutuhan hidup ternak sebab berbagai jenis hewan seperti ayam, hewan potong seperti sapi dan babi memerlukan dalam jumlah yang cukup besar, sehingga produksi jagung terbagi, guna mencukupi kebutuhan ternak dan manusia.

Menurut hasil pengamatan ternyata jagung sebagai unsure makanan yang terbesar cukup menunjang keberhasilan produksi telur. hasil ikutan berupa janggel dapat di manfaatkan untuk ternak pemama-biak seperti sapid an kambing, Karena janggel mengandung karbohidrat yang dapat menggantikan rumput dan menambah menu makanan, biji jagung dapat di pergunakan sebagai makanan burung, terutama burung hias seperti kasintu.

Kebutuhan jagung tidak setiap saat terpenuhi. Walaupun jagung mudah di usahakan dan selalu di tanam, namun pada saat tertentu persediaan jagung di pasaran bebas berkurang. Hal ini merupakan masalah bagi peternak Karena peternak di tuntut untuk memenuhi ransum ternaknya demi kelangsungan

usahanya.Batang jagung dan jerami jagung bisa membuat pupuk kompos dengan cara membusuk sisa tanaman jagung sehingga siap di pakai sebagai pupuk organik.

Tanaman jangung kuning cocok di tanam di Indonesia, karena kondisi iklim yang sesuai. Di samping itu tanaman jagung tidak banyak menuntut persyaratan tumbuh serta pemeliharaannya pun mudah,maka wajar petani yang selalu mengusahakan lahannya untuk tanaman jagung dan daerah – daerah ang penghasil jagung kuning adalah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Jawa Timur, Sulsel, Sulawesi Utara dll.

2.8 Kerangka Pikir

Potensi tanaman jagung kuning di Indonesia sangat besar, selain untuk memenuhi bahan pangan, jagung kuning juga digunakan sebagai bahan pakan ternak dan bahan baku industri. Kemampuan produksi jagung kuning di Indonesia masih belum mampu untuk memenuhi permintaan dalam negeri, sisanya dipenuhi dengan impor. Salah satu kelemahan usaha tani jagung kuning.

Indonesia adalah rendahnya produktivitas jagung kuning per hektarnya.

Untuk mengatasi hal ini pemerintah memasukkan jagung kuning dalam program peningkatan ketahanan pangan dan program pengembangan agribisinis yang bertujuan untuk pengembangan pertanian.

Oleh karena itu, perlu di ketahui bahwa bagaimana pendapatan petani dari usahatani jagung kuning, pada lahan tegalan dengan menganalisis pendapatan dan kelayakan.

Alur kerangka pikir operasional dari penelitian ini dapat di lihat pada gambar yang di sajikan di bawah ini:

Gambar 1. Skema kerangka pikir.

Usahatani Jagung kuning Pada lahan Tegalan

Biaya - Biaya Tetap - Biaya variabel

- Pendapatan

- Layak di usahakan Petani

Penerimaan - Jumlah produksi - Harga produksi

Dokumen terkait