• Tidak ada hasil yang ditemukan

RO 961 Layanan Reformasi Kinerja

E. Biaya yang Diperlukan

Untuk melaksanakan kegiatan ini dibutuhkan biaya sebesar Dua Ratus Sembilan Puluh Tujuh Juta Seratus Tiga Puluh Sembilan Ribu Rupiah. Rincian yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan tersebut di atas sebagaimana terlampir:

Komponen Nama Kegiatan Pagu

051 Fasilitasi Teknologi Informasi Untuk Perizinan Online 297.139.000

Total Pagu Rp297.139.000

051. Layanan Korespondensi Data dan Tata Naskah Dinas A. Latar Belakang

1

Dasar Hukum

• Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2011 tentang Pedoman Pembuatan Klasifikasi Keamanan dan Akses Arsip;

• Peraturan Kepata Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2019 tentang Pengawasan Kearsipan

• Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2012 tentang Pedoman Pengelolaan Unit Kearsipan pada Lembaga Negara.

• Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2014 tentang Pedoman Tata Naskah Dinas

• Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 018 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian ESDM

• Peraturan Menteri ESDM nomor 13 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja kementerian energi dan sumber daya mineral;

• Lampiran I dan Il Peraturan Menteri ESDM No. 2 tahun 2020 tentang penyelenggaraan Kearsipan di Lingkungan Kementerian ESDM

• Surat Edaran Sekjen Kementerian ESDM No. 1.E/04/SJN.U/2020 tanggal 2 Januari 2020, tentang penggunaan Aplikasi Naskah Dinas Elektronik

2

Gambaran Umum:

Tata Persuratan merupakan kegiatan yang terdiri antara lain adalah prosedur pengurusan surat masuk, standarisasi penggunaan cap, logo, kop surat, amplop surat ser-ta pemanfaatan teknologi komputer berupa Aplikasi tata Naskah Dinas Elektronik kegiatan Korespondensi dan Tata naskah Dinas Elektronik yang dilaksanakan di Ditjen Migas antara lain entri data surat masuk, pemberian nomor surat keluar, penandatanganan surat (secara elektronik) Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara swakelola dan bersifat koordinatif secara rutin dengan metibatkan satuan kerja lain, yaitu Unit Eselon Il di lingkungan Ditjen Migas, Biro Umum KESDM.

B. Penerima Manfaat

Penerima manfaat dari Layanan Korespondensi Data dan Tata Naskah Dinas adalah seluruh Pegawai Ditjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

C. Strategi Pencapaian Keluaran

1

Metode Pelaksanaan

Metode pelaksanaan kegiatan Layanan Korespondensi Data dan Tata Naskah Dinas dilaksanakan secara swakelola selama satu tahun dalam Tahun Anggaran 2022

2

Tahapan dan Waktu Pelaksanaan

Adapun tahapan pelaksanaan dari kegiatan ini dengan berkoordinasi dengan Biro Umum dan unit unit terkait di lingkungan Ditjen Migas dalam mengimplementasikan pelaksanaan Layanan Korespondensi dan Tata Naskah Dinas

Matriks waktu pelaksanaan kegiatan Layanan Korespondensi dan Tata Naskah Dinas adalah sebagai berikut

No. Tahapan Kegiatan Bulan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 Pengiriman Surat -Surat dinas melalui kurir dan Pos 2 Pelaksanaan monitoring dan

evaluasi

3 Koordinasi dengan Biro Umum Kementerian ESDM 4 Evaluasi dan penyusunan

Laporan akhir

D. Waktu Pencapaian Keluaran

Kurun waktu pencapaian pelaksanaan keluaran kegiatan yang terdiri dari 1 (satu) tahun periode anggaran.

E. Biaya Yang Diperlukan

Rincian Biaya Layanan Korespondensi Data dan Tata Naskah Dinas sebesar RP.

470.862.000,- (empat ratus tujuh puluh juta delapan ratus enam puluh dua ribu rupiah) dengan rincian sebagaimana terlampir.

052. Pelaksanaan Hemat Energi dan Air A. Latar Belakang

1. Dasar Hukum

▪ Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi;

▪ Intuksi Presiden Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penghematan Energi dan Air;

▪ Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;

▪ Perpres RI Nomor 4 Tahun 2015 tentang Perubahan Keempat atas Perpres RI Nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;

▪ Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Perpres RI Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;

▪ Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 24/PRT/M/2008 tentang Pedoman Pemeliharaan dan Perawatan Bangunan Gedung;

▪ Peraturan Menteri Keuangan Nomor 119/PMK.02/2020 tentang Standa Biaya Masukan Tahun Anggaran 2021;

▪ Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 018 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian ESDM.

▪ Peraturan Menteri ESDM nomor 13 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral;

▪ Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pengendalian Penggunaan Bahan Bakar Minyak;

▪ Peraturan Menteri ESDM Nomor 15 Tahun 2012 tentang Penghematan Penggunaan Air Tanah.

2. Gambaran Umum:

Energi adalah salah satu kebutuhan pokok masyarakat untuk mendukung aktifitas sehari-hari. Data konsumsi energy akhir-akhir ini menunjukan laju peningkatan yang tinggi pada setiap tahunnya. Negara maju dan berkembang sepakat untuk melestarikan penggunaan sumber daya energy melalui energy berkelanjutan.

Penyediaan energy berkelanjutan di tempuh dengan optimasi pemanfaatan energy baru terbarukan, penggunaan hemat energi serta budaya hidup hemat energi.

Masalah energi telah diatur dalam Undang-undang Nomor 30 tahun 2007 tentang Energi, menyatakan bahwa pengelolaan energi adalah keharusan dan diterapkan pada semua tahapan. Energi dikelola berdasarkan azas kemanfaatan, rasionalitas, efisiensi, berkelanjuta, kesejahteraan masyarakat, pelestarian fungsi lingkungan hidup, ketahanan nasional dan keterpaduan dengan mengutamakan kemampuan nasional.

Tujuan pengelolaan energy adalah untuk termanfaatkannya energy secara efisien di semua sector dan terjaminnya pengelolaan energy secara optimal.

Gedung kantor adalah satu satu pengguna energi yang sangat besar baik energi listrik sebagai sumber penerangan gedung, Air Conditioner (AC) sebagai pendingin ruangan, peralatan dan perlengkapan kantor, peralatan yang menggunakan energi listrik atau bahan bakar minyak untuk gedung kantor dan/atau bangunan termasuk kendaraan dinas dan penggunaan air. Sebagai dasar pelaksanaan penghematan energi dan air di lingkungan instansi dan di pingkungan badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah telah diatur dalam Inturksi Presiden (Inpres) Nomor Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penghematan Energi dan Air.

Sebagai bentuk implemetasi pelaksanaan penghematan energi dan air di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, maka pada tahun 2021 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi akan melaksanakan kegiatan Penghematan Energi dan Air, dengan menyusun Tim Gugus Tugas Penghematan Energi dan Air Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi yang bertugas untuk mengawasi pelaksanaan penghematan energi dan air. Gugus tugas yang disusun terdiri dari kelompok pegawai yang dari orang-orang dari berbagai disiplin ilmu dan berbagai bidang di lingkungan Direktorat

teratur untuk menemukan, menganalisis, dan memecahkan masalah dalam rangka Penghematan Energi dan Air di lingkungan Kantor Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi sesuai Inpres No.13 Tahun 2011 tentang Penghematan Energi dan Air sehingga target Pelaksanaan Hemat Energi dan Air akan tercapai.

Rencana Kegiatan Penghematan Energi dan Air di Lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi ini dilaksanakan untuk :

a. melaksanakan Instruksi Presiden No.13 Tahun 20011 tentang Penghematan Energi dan Air;

b. menindaklanjuti Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pengendalian Penggunaan Bahan Bakar Minyak, Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2012 tentang Penghematan Pemakaian Tenaga Listrik, Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2012 tentang Manajemen Energi, dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 15 Tahun 2012 tentang Penghematan Penggunaan Air Tanah;

c. melakukan Penghematan BBM dengan langkah-langkah implementasi sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pengendalian Penggunaan Bahan Bakar Minyak;

d. melakukan penghematan listrik dengan target akhir sebesar 20% dihitung dengan membandingkan pemakaian tenaga listrik rata-rata 6 (enam) bulan sebelum dan/atau pemakaian tenaga listrik mencapai kriteria minimal efisien, menggunakan langkah-langkah implementasi penghematan listrik sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2012 tentang Penghematan Pemakaian Tenaga Listrik;

e. melakukan penghematan pemakaian air dengan target penghematan sebesat 10%

dari penggunaan air rata-rata 6 (enam) bulan dengan berpedoman pada langkah-langkah implementasi penghematan air sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 15 Tahun 2012 tentang Penghematan Penggunaan Air Tanah;

f. melakukan pemantauan lapangan dan evaluasi serta pengumpulan dan pengolahan data laporan pengendalian penggunaan Bahan Bakar Minyak, Tenaga Listrik, dan Penggunaan Air di lingkungan Kantor Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi;

g. melakukan koordinasi pelaksanaan penghematan energi dan air dengan Gugus Tugas Penghematan Energi dan Air Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Ditjen EBTKE, Biro Umum KESDM, dan Himpunan Ahli Konservasi Energi (HAKE);

h. melakukan sosialisasi dan memberikan motivasi pelaksanaan penghematan energi

B. Penerima Manfaat

Penerima manfaat dari kegiatan Pelaksanaan Hemat Energi dan Air di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah seluruh Pegawai Ditjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

C. Strategi Pencapaian Keluaran

Dokumen terkait