• Tidak ada hasil yang ditemukan

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

Dalam dokumen BIDANG ARSIP DAN MUSEUM (Halaman 21-53)

- 20 Sidang Dewan yang kami muliakan,

Masih ada dua hal lagi yang perlu kami sampaikan dalam kait- · an dengan hasil kerja DPR periode sekarang ini.

Pertama, dalam kaitan dengan pembentukan GAYATRIWARA ( Keluarga -Ray a I steri Wak:i 1 Rakyat ) .

Hal ini perlu kami ketengahkan karena sejak adanya Lembaga Perwa-kilan Rakyat ~42~, baru pada periode DPR sekarang ini terben-tuk suatu wadah Organisasi Sosial Kerukunan Ibu-ibu/Isteri Angg£

ta DPR tanpa dibatasi oleh dinding-dinding Fraksi seperti yang ada di DPR.

Dengan adanya Organisasi Keluarga Raya/Keluarga Besar Isteri Wakil Rakyat diharapkan para Isteri ·Anggota DPR akan dapat lebih berperan serta didalam mendampingi suaminya dalam melaksanakan tu gas-tugas yang dipercayakan kepadanya sebagai Wakil-wakil Rakyat.

Ked'"la, adalah berkaitan dengan kesejahteraan Anggota Dewan.

Dalam hubungan ini perlu kami kemukakan bahwa meskipun sebagian dari Anggota-anggota DPR periode sekarang tidak terpilih vembali

/

untuk duduk dalam DPR oeriode mendatang, namun kita semua bersyu-kur bahw~ DPR periode sekarang telah berhasil memperjuangkan

fasilitas perumahan jabatan yang cukup memadai bagi para Anggota Dewan yang akan datang, yang secara resmi akan ditempati Insya Allah pada tanggal 1 Oktober 1987.

Dengan tersedianya peruroahan j abatan yang cukup memadai tersebut tentunya diharapkan DPR yang akan datang akan dapat bekerja le-bih baik lagi sebagaimana harapan kita semua.

· Sidang •••o••_:_

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

21 -Sidang Dewan yang terhormat,

Dari apa yang telah kami uraikan tersebut, dapat disimpulkan bahwa·DPR sebagai salah satu supra struktur politik di Indonesia

ikut memainkan peranan yang menentukan didalam rangka menciptakan situasi stabilitas nasional sehingga kontinuitas pembangunan na-sional tidak terganggu.

Dalam kaitan ini kiranya perlu ditekankan kembali bahwa tu-gas-tugas yang diemban DPR dapat berhasil dengan baik, karena DPR selalu konsekwen terhadap hakekat Orde Baru, artinya selalu

ber-landaskan kepada kemurnian pelaksanaan Pancasila .. sebagai landasan idiilnya, UUD 1945 termasuk 7 (tujuh) kunci pokok sistem Pemerin -tahan negara sebagai landasan konstitusionalnya, hakekat, watak dan fungsi dernokrasi Pancasila sebagai tuntunannya dan GBHN seba-gai landasan operasinalnya.

Disamping itu1 DPR senantiasa berpegang teguh kepada rnekani~

me kepemimpinan nasional. Hal yang ter'akhir ini perlu kami kemuk!

kan karena Indonesia tidak menganut sistem pemisahan kekuasaan s~

perti teorinya Mentesquieu secara murni, melainkan menganut pemb~

gian kekuasaan atas 5 jenis kekuasaan yang masing-masing berada dibawah MPR.

Dalam pembagian kekuasaan tersebut dimaksudkan bahwa dalam halhal tertentu dimungkinkan adanya hubungan kerja atau kerja

-sama diantara Lembaga-lembaga Negara tersebut dalam melaksanakan tugas dan tanggung-jawabnya roasing-masing.

Sidang Dewan yang terhormat,

Dalam sisa waktu satu bulan ini, selain menyelesaikan dua HJU yang tersisa, juga DP.R melalui Alat-alat Kelehgkapannya akan

men;x:usun • o e o •

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

22

-menyusun inventarisasi pennasalahan dalam masa tugas 1982-1987.

Dari sinilah nantinya akan nampak

.

ha~il-hasil secara konkrit yang . telah diselesaikannya, permasalahan-permasalahan yang belum tuntas, ataupun program/sasaran-sasaran apa yang belum dapat te:rWujud.

Insya Allah hal ini akan tergambar pada akhir masa sidang ke-I men-jelang pertengahan September yang akan datang.

Sidang Dewan yang terhormat,

Demikianlah sedikit gambaran kegiatan-kegiatan yang telah di-selesaikan oleh DPR periode masa bakti 1982-1987 serta kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan pada saat-saat akhir masa baktinya.

Sebelurn kami mempersilahkan Saudara Presiden untuk menyampaikan Pidato Kenegaraan, perlu kami beritahukan bahwa di Balkan utama te lah hadir warga masyarakat teladan seluruh Indones·ia, yaitu :

- Dosen Te ladan . • • . • • • . • • • • • . . • • . • • • . • • • • • • • • • • 58 orang.

- Guru Teladan .•.•••.•.•.••...•••••..•••••••••• 108 orang .•

- Mahas i swa Te·ladan .•....•.••••...••••••.•••••. 58 orang.

-Lomba Penelitian Ilrniah Reroaja •.•••••••.••••• 27 orang.

- Siswa SMP/SMrA Teladan •.•.•..••.•.•••.•.•.••• 54 orang.

- Kades/Lurah Teladan · .••....•••.•.•••••••.•••.• 27 orang.

- Penggerak PKK Te ladan •...•••.••..•••.••••• 27 orang.

- Ketua LKMD Tingkat Des a Teladan .••.•••••••••• 27 orang.

- Dokter Tela'dan •.•••..•.•••••••••••••••••••••• 27 orang.

- Paramedis Teladan .•...••.••••.••••••••••••••• 27 orang.

- Juru Penerang Berprestasi Tinggi

. . . . . . . . . . . . .

27 orang.

- Transmigrasi/Kepala Suku Tetadan

. . .

~

. . . . . . . . .

20 orang.

- Pa.ca Pengurus KUD/Koperasi Teladan ••••••••••• 27 orang.

- Karyawan Teladan ••••••••••••••••••••••••••••• 18 orang.

- Pekerja •••••••

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

23

-- Pekerja Sosial Masyarakat Karang Taruna Teladan •• 27 orang.

- Pengelola Program Keluarga Berencana Nasional •••• 54 orang.

-Lomba Karya Ilmiah Remaja Nasional •••••••••• ~0 orang.

Yang kesemuanya itu akan bersama-sama kita mengikuti jalan-nya Sidang Dewan yang mulia ini dan secara langsung ikut meA dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia.

Sidang Dewan yang terhormat, sampailah kita kepada ac~

ra yang telah kita nanti-nantikan bersama yaitu Pidato Ken~

garaan Saudara Presiden.

Kepada Saudara Presiden kami persilakan.

PRESIDEN REPUBLIK •••••••

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

- 2~

-PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ( SOEHARTO ]: Asl~lamu'alaikum

Warahmatullahi Wabarakatuh. Saudara ~ Ketua I para

Wakil Ketua dan para Anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang saya / muliakan, Hadirin dan para undangan yang saya hormati, Saudara

-saudara se Bangsa dan se Tanah Air.

Dua hari lagi, Insya Allah, kita akn memperingati hari yang paling besar dalam sejarah bangsa kita, ialah Proklamasi 17 Agus-tus

1945.

Bersama-sama dengan segenap rakyat Indonesia, sesuai dengan tradisi balk yang telahkita~kembangkan selama in!, maka dalam 51-dang Dewan Perwakilan Rakyat yang mula! in!, kita mempersiapkan diri untuk menyambut hari ulang tahun Proklamasi Kemerdekaan itu.

Setiap kali kita memperingati hari yang paling bermakna bagi bangsa Indonesia ini, maka peringatan hari 17 Agustus selalu kita lakukan dengan rasa khidmat yang sedalam-dalamnya ~&:an raaa syukur kita yangsebesaJ'.besamya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Tang Maha.

Pemurah dan Yang Maha Penyayang, atas rakhmat-.!dya bagi kehidupan masyarakat, bangsa dan negara klta selama satu tahun yang lalu.

Bahkan atas pe·rlindungan,....&~.;y.a kepada bang sa ki ta seluruhnya sehing-ga kita tetap hidup tesehing-gak sebasehing-gai bangsa yang merdeka sejak Prok-lamasi 17 Agustus

1945,

walaupun kita mengalami berbagai cobaan berat, rintangan besar dan ujian-ujian yang luar biasa.

Jika lusa kita memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan

dan pada saat itu dikumandangkan kembali naskah Proklamasi, maka sewajarnyalah jika perhatian kita akan terpusat pada kata-kata ka-limat ke~ua Pembukaan Undang-Undang Dasar

'45.

Kata-kata itu selalu mengharukan dan sekaligus menggetarkan hati setiap kali kita men-dengarkannya; ialah yang berbu~,~h "Dan perjuangan pergerakan kemer-dekaan Indonesia telah sampairkepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan r~kyat Indonesia ke depan pintu ger-bang kemerdekaan negara Indonesia~· yang merdeka, bersatu, berdau-lat, adil dan makmur "•

Ini merupakan pengakuan kita bahwa kemerdekaan nasional itu bukan datang begitu saja. Kemerdekaan nasional kita sama sekali bukan hadiah, pemberian, belas kasih atau kebaikan hat! siapapun juga.

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

25

-Kalimat-kalimat luhur dalarn Pembukaan Undang-Undang Dasar itu me~

nunjukan dengan jelas bahwa kemerdekaan nasional kita adalah basil perjuangan pergerakan kemerdekaan setelah berlangsung selama 37 tahun sejak memasuki tahap perjuangan moderen yang diawali pada tahun 1908. Malahan jauh sebelum itu, sama tuanya dengan saat per-tama kali penjajah menginjakkan kaki di Bumi Pertiwi kita ini, te-lah bangkit perlawanan terhadap penjajahan di mana-mana di seluruh Indonesia, dari kurun waktu yang satu dilanjutkan dalam kurun wak-tu berikutnya, dari generasi yang sawak-tu diteruskan oleh generasi selanjutnya.

Perjuangan yang satu bisa saja lebih besar dari perjuangan yang lain, perjuangan yan~ satu bisa saja lebih lama dari perjuan~

an yang lain. Namun semua perjuangan-perjuangan itu mempunyai satu tujuan yang sama ialab melawan penindasan dan mengusir penjajahan.

Bukti sejarah mengenai ini adalah banyaknya nama-nama pahlawan ban.;

sa yang kita miliki.

Kurun waktu Revolusi dan Perang Kemerdekaan dalam perjuan~

an merebut, mempertahankan dan menegakan Negara Kesatuan Republik Indoriesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar '45,

merupakan perjuangan besar yang berkobar-kobar di mana-mana di se-luruh Tanah Air. Bukti sejarah dari semangat juang Bangsa kita yang tak kenal menyerah itu adal~tersebarnya makam-makam pahlawan Perang Kemerdekaan sampai ke pelosok-pelosok Tanah Air kita.

Karena itulah pada hari-hari menjelang peringatan detik-detik Proklamasi Kernerdekaan, kita semua dengan cara yang sekhid-mat-khidmatnya menyatakan penghormatan kita yang setinggi-tingginya kepada semua pejuang bangsa kita; dari semua kurun waktu, dari se-mua generasi, dari sese-mua golongan, pria dan wanita, tua dan muda, yang dengan berbagai cara dan bentuk telahmenyumbangkan pikiran, kegiatan dan ketrampilan, serta ~engorbankan kekayaan, kesehatan dan bahkan jiwa raga mereka, demi tegaknya Kemerdekaan Nasional yang sampai hari ini kita nikmati bersama.

Kita berjanji untuk menyatakan hormat dan terima kasih a-tas segala pengorbanan tadi dengan melanjutkan dan meningkatkan perjuangan mereka semua dalam eara dan bentuk yang paling tepat

~agi tahap ••••••••••

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

26

-bagi tahap-tahap perjuangan kita dalam membangun masyarakat, ban-sa dan negara di waktu~waktu yang akan da"tau.g.

Karena tekad yang demikian itulah, maka setiap kali kita memperingati hari Proklamasi Kemerdekaan, maka kata-kata yang sa-ma dalam Naskah Proklasa-masi Kemerdekaan kita, kata-kata yang sasa-ma dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar '45 dan kata-kata yang sama dalam Batang Tubuh Undang-Undang·Dasar '45, berbicara kepada kita secara baru dan segar di tengah-tengah keadaan yang setiap kali juga baru dan mengahadapi tantangan-tantangan yang setiap kali ba ru Juga. ,Lpengalaman pendahulu-pendahulu kita dan s;

gala · . ·

-Sebab itu setiap ka~i kita memperingati hari Proklamasi

~ewerdeKaan maka kita pertama-tama eelalu berusaha untuk memabami lebib dalam lagi •akna dari segal.Lpeean-pesan lubur yang te1ah mereka nyatakan kepada kita semua yang bidup sampai hari ini.

Itu~ab kekuatau utama weugapa sampai bari ini kita tetap berdiri tegak sebagai bangsa yang merdeka dan bersatu walaupun k~

ta acapkali dihadapkan pada perubahan...;..r3r\:Jbahan besar baik dalam lingkup nasional , dan dalam lingkup regional maupun dalam ling-kup internasional. Padahal, tidak jarang pwla perubahan-perubaban

itu sangat mendasar sifatnya.

Kita menyadari sepenuhnya adanya kelemahan dan kekurangan dalam usaha kita membangun masyarakat, bangsa dan negara ini. Ke-lemahan dan kekurangan memang tidak pernah lepas dari basil peke.:r:!

jaan bangsa9 di mana pun di dunia ini ~an dalam zaman apapun.

Namun, setelah kita memasyarakatkan Pancasila melalui P-4, setelah kita menegaskan Pancasila sebagai satu-satunya asas hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, maka dengan kebahagiaan yang dalam dan rasa percaya diri yang besar, kita dapat mengatakan bahwa negara Indonesia yang merdeka, bersatu dan berdaulat yang

dl

sebut dalam kalimat kedua Pembukaan Undang-TTndang Dasar telah da-pat kita tegakkan.

Sebab itu, dengan terus menyempurnakan apa yang telah ki-ta capai sempai sekarang, maka tugas uki-tama kiki-ta selanjutnya ialah melanjutkan perjuangan agar N9gara Kesatuan Republik Indonesia

yang ••••••

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

27

-yang merdeka, bersatu dan berdaulat_itu dapa.t kita tingka.tkan menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, ber-satu, berdaulat, adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

Sesuai dengan pesan Pembukaan Undang-Undang Dasar, kita percaya bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merde-ka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur itu akan sepenuhnya ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerde-kaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial dan juga akan se-penuhnya ikut memperjuangkan pengha.pusan penjajahan dan. sega-la sesuatuvyang bertentangan dengan perikemanusiaan dan peri-keadilan diatas dunia.

Kita percaya dan berketetapan hati bahwa masyarakat yang kita cita-citakan itu akan dapat kita wujudkan setelah kita dapat menciptakan landasan yang kokoh kuat, yang Insya Allah, akan kit~ rampungkan dalam Rep~lita ke--V nanti.

Tanpa landa.san yang kokoh kuat baik --di bidang ekonomi, bidang politik maupun di bidang-bidang lainnya tidak mungkin kita tinggal landas mewujudkan masyarakat yang kita cita-cita kan. Jika untuk menciptakan landasan yang kokob kuat itu di-perlukan waktu 25 tahun -5 kali Repelita-, maka untuk mewujud kan ma•yarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

jelas diperlukan waktu yang jauh lebih panjang lagi. Namun setidak-tidaknya dalam kurun waktu 25 tahun pertama itu kita sudah memi1iki landasan yang kuat untuk tinggal landas men-capai sasaran-sasaran antara dalam pembangunan jangka panjang, untuk se1anjutnya bangsa kita melanjutkan perjalanan sejarah-nya menuju sasaran akhir.

Pada dasarnya hakekat tinggal landas dalam pembangunan nasional yang kita maksudkan adalah membangun di atas landasan yang kokoh kuat, landasan yang berupa kondisi-kondisi di ber-bagai bidang kehidupan

- Bidang ekonomi, dimana terdapat struktur ekonomi yang seimbang antara bidang industri yang kuat dengan dukun~

an pertanian yang tangguh, sedangkan unsur kebutuhqn pokok masyarakat sudah tersedia dan terjangkau oleh

rakyat

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

- 28

-rakyat banyak;

- Bidang politik, dimana setiap warga negara telab meng.!.

tahui hak dan kewajibannya sebagai warga suatu negara yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar '45,

sedangkan mekanisme kepemimpinan nasionaltelah berlan~

sung dengan mantap berdasarkan konstitusi secara demo-kratis dan berdasarkan hukum;

Bidang sosial budaya, dimana kehidupan bermasyarakat yang penuh keseimbangan, keserasian dan keselarasan S,!

suai dengan .Pancasila telah mulai membudaya dan menja-di kepribamenja-dian kita;

Bidang hankam, di, I ~mana wawasan pertahanan-keamanan yang didasarkan pada kekuatan rakyat semesta dengan inti k~

kuatan ABRI telah mampu mengamalkan dwi fungsinya de-ngan sebaik~baiknya.

Ini berarti babwa tahapan tinggal landas merupakan tahaE an pembangunan yang terus meningkat, tidak kenal berhenti, m!

nuju kemajuan, .keadiJ.an dan kesejabteraan lahir batin yang m.!

kin baiK, setelah kita mampu menciptakan dan memiliki landas-an mental spiritual dlandas-an llandas-andaslandas-an fisik material ylandas-ang kuat se-bagaibangsa yang kehidupannya berdasarkan Pancasila dan Undang -Undang Dasar 145, sehingga arab dan isi pembangunan itu benar -benar menjamin tercapainya cita-cita kemerdekaan kita, benar-benar merupakan pembangunan sebagai pengama.lan Pancasila. Dan dewasa ini kita semua sedang bekerja keras dan berusaha keras untuk men~iptakan landasan yang kokoh kuat itu dengan menye-lesaikan kerangka landasan dalam Pelita ke-IV, untuk kita lan jutkan dan memantapkan landasan itu dalam Pelita ke-V nanti.

Saudara-saudara se Dangsa dan se Tanah Air;

Jika menjelang peringatan Proklamasi Kemerdekaan, kita rnenjernihkan pikiran mengenai tahap tinggal landas pembangun-an nasibnal kita, maka hal ini sama sekali tidak berarti bah-wa kita sedang dibuai mimpi-mimpi indah. Juga sama sekali

ti-dak berarti •••.•••••

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

29

-dak berarti bahwa kita melarikan diri dari kenyataan dan tan-tangan-tantangan yang dewasa ini sedang meliputi kita, teru-tama keadaan perekonomian yang sungguh berat.

Tanpa memiliki tujuan bersama yang besar dan berat teta pi menggairahkan, dan tanpa menyadari· betapa besarnyatantani.i an yang kita hadapi dalam mencapai tujuan tersebut, maka se-tiap kekecewaan, ujian, hambatan dan rintangan dapat melahi.£

kan sikap putus asa, sinis dan pesimis. Sebaliknya, setiap keberhasilan jangan sampai membuat kita lupa diri, takabur dan menghambur·=hal!~burkan dana dan daya dengan melupakan pri-oritas-prioritas yang sangat mendesak.

Dengan memiliki tujuan jangka panjang yang besar dan be rat tetapi menggairahkan tadi, dan dengan menyadari akan be-ratnyatantangan yang membentang di hadapkan kita, maka kita semua akan selalu bertemu dalaM pemikiran bersama dan kegia1 an bersama. Ini jelas merupakan unsur yang akan lebih mempe£

kuat lagi persatuan dan kesatuan kita, kegairahan dan dinami ka kehidupan kita.

Saudara-saudara se Bangsa dan se Tanah Air;

Seperti yang saya katakan di hadapan ~idang Uewan yang terhormat tepat setahun yang lalu, di dalam melaksanakan dan melanjutkan perjuangan pembangunan ini kita tetap bertekad untuk berdiri diatas kenyataan dengan kedua belah kaki kita.

Tidak ada niat pada kita untuk menutup mata· atau melarikan diri dari kenyataan yang sedang dan akan menghadapkan kita dengan ujian-ujian yang besar dan berat; termasuk dalam uji-an dalam biduji-ang ekonomi duji-an moneter yuji-ang kita alami dewasa

ini serta penyediaan lapangan k.et~ja bagi angkatan-angkatan kerja

yang akan~atang dalam jumlah yang sangat besar.

Tetapi kita tidak boleh tenggelam dalam pesimisme apa-lagi sinisme berhubung dengan kenyataan adanya ujian besar dan berat itu. Disamping berdiri kokoh diatas kedua belah ka ki kita, maka kita tetap memandang kedepan dengan penuh hara_£

an dan kesetiaan kepada Pancasila.

Kita memang •••••••••••

L·memasuki pasaran kerja'di tahun-tahun yang akan

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

- 30

-Kita memang memiliki harapan itu, sebab selama ini pem-bangunan yang kita laksanakan diberbagai bidang mengalami

ba-nya~ kemajuan. Kemajuan-kemajuan tadi memberi kekuatan lahir batin kepada kita semua untuk terus melangkah kedepan bersa-ma-sama.

Saudara se Bangsa dan se Tanah Air;

Tahun ini 1angkah kedepan yang penting telah kita lakukan dibidang politik, ialah dengan melaksanakan pemilihan umum •

.,;;

Seperti tadi telah saya singgung, jika kita berbicara mengenai kerangka landasan, maka kerangka landasan itu tidak saja dalam

bid~ng ekonomi akan tetapi juga dibidang politik, dan bidang-bidang lainnya.

Dengan melaksanakan pemilihan umum yang baru lalu berar-t i kiberar-ta berar-telah mengalami empaberar-t kali puberar-t.an siklus kepemimpinan

n

nasional dibawah na.ungan Undang-Undang Dasar '45. Ini menuju.!, an usaha kita yang sungguh-sungguh untuk terus menghidupkan , mengembangkan, memperkaya dan menyegarkan kehidupan demokrasi dan kehidupan konstitu~ional kita.

Pesta demokrasi itu telah berlangsung dalam suasana yang penuh kegairahan dari ketiga peserta pemilihan umum dan dari seluruh rakyat Indonesia. Kita semua berbahagia karena pemi-lihan umum itu telah berjalan lebih tertib dari lebih aman ji-ka kita bandingji-kan dengan pemilihan·u~~m sebelumnya pada ta-hun 1982. Suasana penuh gair~h , tertib dan aman itu menunjuk an kualitas yang makin tinggi dari pesta demokrasi kita. Ini merupakan sumbangan yang penting bagi pelaksanaan pemilihan umum dirnasa-masa yang akan datang, yang kita harapkan bertam-bah bermutu dan bertambertam-bah baik lagi.

Sarna halnya dengan pemilihan umum dinegara-negara lain dengan sistem politik apapun, setiap kali diadakan pemilihan umum tentu ada peserta yang mendapat suara kepercayaan rakyat yang lebih besar jika dibandingkan dengan peserta yang lain.

Hal ini juga terjadi pada pemilihan umum yang baru saja kita

selenggarakan •••••••••

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

I

31

-selenggarakan dalam tabun ini.

Dalam sistem demokrasi Pancasila, dalam kekeluargaan ki-ta, maka kita tidak berbicara tentang siapa yang kalah atau siapa yang menang. Jika kita harus berbicara "tentang kemenan_g an dalam pemilihan umum ini, maka yang menang adalah kita se-mua; sebab, dengan menyelenggarakan pemilihan umum itu berar-t i kiberar-ta semua maju selangkah lagi dalam mengembangkan dan rna-kin mendewasakan kehidupan politik kita dalam rangka mengem-bangkan demokrasi Pancasila.

Pengembangan dan pendewasaan kehidupan politik it~ me.-mang sangat mewarnai suasana pemilihan umum kita kali ini.

Pemilihan umum kali ini mempunyai makna yang khusus , ialah :

pertama, merupakan pemilihan umum yang pertama sejak ki-ta menegaskan bahwa Pancasila adalah satu-satunya asas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

kedua, pemilihan umum pertama yang diikuti oleh lapisan besar kaum muda.

ketiga, pemilihan umum yang kita lakukan dalam rangka P!:, letakan kerangka landasan dibidang politikuntuk kita mantap-kan dalam Repelita ke-V nanti.

Karena itu segala pengalaman dan suasana batindari pem£

lihan umum yang baru lalu akan besar pengaruhnya dan jauh janlr kauannya bagi pelaksanaan pemilihan umum dimasmasa yang a-kan datang.

Dengan Pancasila sebagai satu-satunya asas, maka semua generasi, lapi san, go longan dan kekua tan bangsa telal1 menya-tu denga.n dasar, ideologi dan cita-cita bangsa dan negoranya.

Dengaq demikian, dalam pemilihnn-pemilihan umum sepanjang rna-sa nanti, dan juga dalam kehidupan bangrna-sa dan negara kita u-mumnya, maka semua generasi, semua lapisan, semua golongan dan semua kekuatanbangsa kita Insya Allah akan terhindar se-larna-lamanya dari konflik batin dan ketegangan-ketegangan yang menjadi sumber keretakan dan luka-luka bangsa.

Dengan tidak menutup mata atas masih timbulnya penyimpa.!!g an-penyimpangan •••••••••

BIDANG ARSIP DAN MUSEUM

32

-penyimpangan di sana-s1n1 dalam pelaksanaan kampanye, maka pengalaman sangat berharga yang dapat kita tarik dari pem1 lihan umum yang baru lalu adalah, bahwa semua peserta

-penyimpangan di sana-s1n1 dalam pelaksanaan kampanye, maka pengalaman sangat berharga yang dapat kita tarik dari pem1 lihan umum yang baru lalu adalah, bahwa semua peserta

Dalam dokumen BIDANG ARSIP DAN MUSEUM (Halaman 21-53)

Dokumen terkait