• Tidak ada hasil yang ditemukan

BIDANG-BIDANG TRANSFORMASI LEMBAGA PENDIDIKAN DAYAH PASCA MOU HELSINKY

pendorong terjadinya transformasi

BAB 30 PENDIDIKAN Pasal 215

A. BIDANG-BIDANG TRANSFORMASI LEMBAGA PENDIDIKAN DAYAH PASCA MOU HELSINKY

Pasca MoU Helsinky pemerintah mengeluarkan berbagai macam regulasi baik berupa Qanun atau Pergub. Qanun terbaru yang mengatur tentang pendidikan dayah adalah Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2018. Dalam Qanun ini disebutkan bahwa pemerintah Aceh dan Kabupaten Kota memiliki wewenang untuk mengatur sembilan bidang pengembangan pendidikan dayah. Kesembilan bidang tersebut adalah tersebut adalah:

1. Bidang Kebijakan;

2. Bidang Pembiayaan;

3. Bidang Kurikulum dan Pengajaran;

4. Bidang Prasarana dan Sarana;

5. Bidang Pembinaan S D M ;

6. Bidang Penjaminan dan Pengendalian Mutu Pendidikan;

7. Bidang Pengelolaan Dayah Terpencil,, Dayah Perbatasan, dan Dayah Madrasah Ulumul Qur'an;

8. Bidang Kerjasama; dan

9. Bidang Pemberdayaan Ekonomi Dayah.1

a. Ruang Lingkup Wewenang Dinas Pendidikan Dayah dalam Pelaksanaan Bidang-bidang Transformasi Pendidikan Dayah Pasca MoU Helsinky

Sebagaimana telah dijelaskan di atas bahwa ada 8 bidang pengembangan dayah yang menjadi tugas dan wewenang Dinas Pendidikan dayah Aceh. Penjabaran kedelapan bidang tersebut adalah sebagai berikut:

1 Qanun Pendidikan Dayah Nomor 9 tahun 2018

1. Bidang Kebijakan

Pemerintah Aceh dalam menyelenggarakan Pendidikan Dayah pada bidang kebijakan, berwenang:

a. Menetapkan Renstra Pendidikan Dayah Aceh;

b. Melaksanakan koordinasi dan sinkronisasi kebijakan program Pendidikan Dayah antar kabupaten/kota;

c. Menetapkan Standar Pendidikan Dayah;

d. Melaksanakan sosialisasi Standar Pendidikan Dayah;

e. Melaksanakan fasilitasi peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dayah;

f. Melaksanakan pengawasan terhadap pendirian Satuan Pendidikan Dayah;

g. Pengelolaan dayah binaan Pemerintah Aceh;

h. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi Satuan Pendidikan Dayah;

i. Menyelenggarakan dan/atau mengelola Pendidikan Dayah bagi Thalabah yang berkebutuhan khusus;

j. Membantu memfasilitasi pendirian Ma’had ‘Aly dan program studi yang dibutuhkan;

k. Memberikan dukungan sumber daya terhadap penyelenggaraan dayah Ma’had

‘Aly;

l. Menyelenggarakan Sistem Informasi Manajemen Pendidikan Dayah;

m. Menyelenggarakan penelitian dan pengembangan yang berkaitan dengan Pendidikan Dayah;

n. Memfasilitasi kerjasama antar dayah dan/atau pihak lain di dalam dan luar negeri;

dan

o. Memfasilitasi pengawasan ,pengendalian ,dan pembinaan terhadap Pendidikan Dayah Ma’had ‘Aly.

2. Bidang Pembiayaan

Dalam hal pembiayaan Gubernur Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah memiliki beberapa kewenangan, yaitu:

a. Melaksanakan pengelolaan Migas untuk membiayai program dan kegiatan Pendidikan Dayah di Aceh setiap tahun anggaran;

b. Melaksanakan pengelolaan Dana Otsus untuk membiayai program dan kegiatan Pendidikan Dayah setiap tahun anggaran;

c. Menetapkan alokasi dana Pendidikan Dayah paling kurang 30% (tiga puluh persen) dari alokasi dana Pendidikan Aceh berdasarkan program dan kegiatan yang akan dicapai pada tahun berkenaan;

d. Melaksanakan pembiayaan Pendidikan Dayah Salafiyah dan Dayah Terpadu sesuai ketentuan perundang-undangan;

e. Memberikan bantuan pembiayaan untuk dayah yang diselenggarakan oleh masyarakat;

f. Menyediakan pembiayaan Penyelenggaraan Dayah milik Pemerintah Aceh;

g. Menyediakan biaya Penyelenggaraan Pendidikan Dayah Thalabah yang berkebutuhan khusus;

h. Menyediakan biaya Penyelenggaraan Pendidikan Dayah unggulan;

i. Menyediakan pembiayaan penjaminan mutu Satuan Pendidikan Dayah sesuai jenis dan jenjangnya;

j. Memberikan bantuan pembiayaan kepada satuan pendidikan dayah Ma’had ‘Aly sesuai dengan peraturan perundang-undangan;

k. Memfasilitasi penyediaan biaya penyelenggaraan proses evaluasi hasil belajar Thalabah pada Dayah; dan

l. Melaksanakan koordinasi terhadap pengelolaan dana dekonsentrasi dan dana tugas pembantuan bidang pendidikan termasuk Pendidikan Dayah yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara sesuai peraturan perundang-undangan..

3. Bidang Kurikulum dan Pengaiaran

Pemerintah Aceh dalam

menyelenggarakan Pendidikan Dayah pada bidang kurikulum dan pengajaran, berwenang:

a. Melakukan koordinasi dan supervisi pengembangan kurikulum tingkat Satuan Pendidikan Dayah;

b. Menyusun Kurikulum Dayah;

c. Melaksanakan sosialisasi dan mengimplementasikan standar isi, standar proses, standar penilaian, dan standar kompetensi lulusan dayah; dan

d. Memfasilitasi penyusunan, implementasi kurikulum, dan mengawasi pelaksanaan kurikulum Dayah Salafiyah dan Dayah Terpadu.

4. Bidang Prasarana dan Sarana

Pemerintah Aceh dalam

menyelenggarakan Pendidikan Dayah pada bidang prasarana dan sarana, berwenang:

a. Melaksanakan SPM-PD prasarana dan sarana Pendidikan Dayah pada Pendidikan Dayah;

b. Melaksanakan SPM-PD prasarana dan sarana Dayah Salafiyah dan Dayah Terpadu;

c. Menyusun dan menentukan kebutuhan prasarana dan sarana untuk Dayah Salafiyah dan Dayah Terpadu;

d. Membina dan mengawasi penggunaan bantuan prasarana dan sarana Pendidikan Dayah Salafiyah dan Dayah Terpadu; dan e. Menyediakan sarana dasar dan fasilitas

pendukung bagi Dayah milik Pemerintah Aceh.

5. Bidang Pembinaan Terhadap Pimpinan, Pendidik, Tenaga Kependidikan dan Thalabah

Pemerintah Provinsi Aceh dalam hal menyelenggarakan Pendidikan Dayah pada bidang pembinaan terhadap pimpinan dan tenaga Pendidik, berwenang:

a. Merencanakan, melaksanakan dan mengawasi proses pembinaan pimpinan

dan tenaga kependidikan dayah pada semua Satuan Pendidikan Dayah;

b. Melaksanakan pengangkatan, penempatan, dan pemberhentian pendidik dan tenaga kependidikan dayah atau guru kontrak dayah sesuai dengan ketentuan;

c. Memfasilitasi peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan dayah;

d. Meningkatkan kesejahteraan,

memberikan penghargaan dan

perlindungan kepada pendidik dan tenaga kependidikan dayah; dan

e. Melakukan pembinaan terhadap pendidik dan tenaga kependidikan dayah.

6. Bidang Penjaminan dan Pengendalian Mutu Pendidikan Dayah

Pemerintah Aceh dalam menyelenggarakan Pendidikan Dayah pada Bidang Penjaminan dan Pengendalian Mutu Pendidikan, berwenang:

a. Memfasilitasi pelaksanaan evaluasi hasil belajar pada Pendidikan Dayah;

b. Melaksanakan supervesi dan fasilitasi pada pendidikan Dayah;

c. Melaksanakan evaluasi pencapaian standar pendidikan Dayah pada setiap Satuan Pendidikan Dayah;

d. Melaksanakan proses penilaian/ akreditasi pendidikan Dayah Salafiyah dan Dayah Terpadu;

e. Mengevaluasi pelaksanaan penjaminan dan pengendalian mutu pada setiap Satuan Pendidikan Dayah;

f. Menyediakan kitab sesuai dengan kurikulum, muatan lokal, kitab panduan bagi teungku dan kitab pengayaan untuk pendidikan Dayah Salafiyah dan Dayah Terpadu; dan

g. Mengawasi dan mengevaluasi proses penyediaan kitab yang dipergunakan oleh Thalabah, teungku dan kitab-kitab pengayaan yang digunakan sebagai sumber belajar sesuai dengan pedoman ahlussunah wal jamaah.

7. Bidang Pengelolaan Dayah Terpencil, Dayah Perbatasan dan Dayah Madrasah Ulumul Qur'an

Pemerintah Aceh dalam menyelenggarakan Pendidikan Dayah pada bidang pengelolaan Dayah terpencil, Dayah perbatasan, dan Dayah Madrasah Ulumul Qur'an berwenang membangun dan mengelola Dayah Terpencil, Dayah Perbatasan, dan Dayah Madrasah Ulumul Qur'an.

Ketentuan lebih lanjut mengenai pengelolaan Dayah terpencil, Dayah Perbatasan dan Dayah Madrasah Ulumul Qur'an sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam Peraturan Gubernur.

8. Bidang Kerjasama

a. Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota berwenang mengatur dan menjalin kerjasama dengan lembaga atau badan pernerintah dan/atau non pemerintah dari dalam dan/atau luar negeri

untuk pengembangan Pendidikan Dayah yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

b. Pemerintah Aceh dalam menyelenggarakan Pendidikan Dayah pada Bidang Kerjasama, berwenang memfasilitasi kerjasama dayah.

c. Ketentuan lebih lanjut mengenai kerjasama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam Peraturan Gubernur.

9. Bidang Pemberdayaan Ekonomi Dayah Pemerintah Aceh dalam menyelenggarakan Pendidikan Dayah pada bidang pemberdayaan ekonomi, berwenang:

a. Memfasilitasi pengembangan unit usaha produktif Dayah;

b. Memfasilitasi pengelolaan asset Dayah secara produktif;

c. Memfasilitasi pembinaan pemberdayaan ekonomi produktif Dayah;

d. Membantu penyediaan modal usaha ekonomi produktif Dayah;

e. Membantu mengupayakan sumber-sumber pendapatan mandiri untuk pengembangan ekonomi Dayah;

f. Memfasilitasi peran serta Masyarakat dalam pemberdayaaan usaha ekonomi produktif Dayah; dan

g. Melaksanakan pembinaan, pengawasan dan evaluasi terhadap pemberdayaaan usaha ekonomi produktif Dayah.

Terkait dengan bidang kebijakan pada poin k, disebutkan pemerintah Aceh membantu memfasilitasi pendirian Ma’had ‘Aly dan program studi yang dibutuhkan. Dalam qanun pendidikan Aceh nomor 5 tahun 2008 istilah Ma’had Aly tidak disebutkan, namun yang disebutkan adalah dayah Manyang.

Qanun Aceh Nomor. 5 tahun 2008 pada bagian kedelapan tentang pendidikan Dayah pasal 32 ayat (3) disebutkan bahwa “Dayah dapat melaksanakan pendidikan tinggi yang disebut sebagai Dayah Manyang”.2 Dalam qanun pendidikan dayah nomor 9 tahun 2018 istilah dayah Manyang tidak dimunculkan lagi, oleh karena itu penulis menggunakan istilah Ma’had Aly untuk istilah pendidikan tinggi di dayah yang menjadi objek peneliannya.

Berdasarkan uraian di atas mengenai bidang-bidang kebijakan transformasi pendidikan dayah di Aceh, maka dapat dipahami bahwa keinginan untuk memajukan pendidikan dayah di Aceh sangat besar. Para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), dalam hal ini yang berwenang dalam menyusun Qanun telah berusaha semaksimal mungkin untuk melahirkan kebijakan yang komprehensif agar supaya dayah di Aceh bias berkembang sebagaimana lembaga pendidikan lainnya.

b. Aplikasi Bidang-bidang Transpformasi yang ada dalam Qanun Nomor 9 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Dayah terhadap Dayah-dayah yang ada di Aceh

1) Dayah Malikussaleh Kabupaten Aceh Utara

Wewenang Dinas Pendidikan Dayah sebagaimana yang di atur dalam Qanun tentang

2 Tim Penyusun, Qanun Pendidikan Aceh Nomor 5 tahun 2008, (Banda Aceh, Pemerintah Aceh, tahun 2008), hlm. 32

Penyelenggaraan Pendidikan Dayah Nomor 9 Tahun 2018 terdiri dari sembilan bidang. Dari kesembilan bidang tersebut tidak seluruhnya bidang tersebut dijalankan oleh dinas pendidikan dayah. Namun sebaliknya, dayah telah menjalankan delapan bidang dari Sembilan bidang yang menjadi wewenang Dinas Pendidikan Dayah. Kedelapan bidang tersebut, adalah pertama, bidang kebijakan, kedua bidang pembiayaan, ketiga bidang kurikulum, keempat bidang sarana dan prasarana, kelima bidang pembinaan pendidik dan thalabah, keenam bidang pengendalian mutu pendidikan, ketujuh bidang kerjasama, dan kedelapan bidang pemberdayaan ekonomi dayah.

2) Dayah Mudi Mesra Samalanga Kabupaten Bireun Sebagaimana Dayah Malikussaleh, dayah Mudi Mesra Samalanga Pada juga telah menjalankan dan mengimplementasikan bidang-bidang transformasi dan pengembangan dayah yang menjadi wewenag dinas pendidikan dayah. Adapun bidang-bidang transformasi tersebut, adalah pertama, bidang kebijakan, kedua bidang pembiayaan, ketiga bidang kurikulum, keempat bidang sarana dan prasarana, kelima bidang pembinaan pendidik dan thalabah, keenam bidang pengendalian mutu pendidikan, ketujuh bidang kerjasama, dan kedelapan bidang pemberdayaan ekonomi dayah.

3) Dayah Darul Munawwarah Kabupaten Pidie Jaya Dayah Darul Munawwarah atau yang lebih dikenal dengan sebutan dayah Abu Kuta Krueng telah melakukan berbagai macam transformasi dan perubahan dalam rangka menjadi dayah percontohan

bagi dayah-dayah yang lain. Dayah ini dari segi silsilah keilmuan adalah anak yang lahir dari dayah Mudi Mesra Samalanga. Hal ini dikarenakan pendiri Dayah Darul Munawwarah Abu Usman Kuta Krueng adalah murid dari Tgk Aziz pendiri dayah Mudi Mesra Samalanga. Bidang transformasi pendidikan dayah yang telah dilakukan mengikuti dayah induk, yaitu pertama, bidang kebijakan, kedua bidang pembiayaan, ketiga bidang kurikulum, keempat bidang sarana dan prasarana, kelima bidang pembinaan pendidik dan thalabah, keenam bidang pengendalian mutu pendidikan, ketujuh bidang kerjasama, dan kedelapan bidang pemberdayaan ekonomi dayah.

4) Dayah Darussalam Labuhan Haji Kabupaten Aceh Selatan

Dayah Darussalam labuhan haji adalah dayah Ummul Ma’ahid (dayah induk dari dayah-dayah yang ada di Aceh). Gelar ini dilebelkan karena kebanyak pimpinan dayah-dayah besar yang ada di Aceh adalah alumni dari dayah ini. Tradisi yang berkembang di Dayah Darussalam ini di praktekkan di dayah-dayah cabang yang dibangun oleh alumni dayah ini. Terkait dengan bidang-bidang yang dilaksanakan untuk menjalankan proses pendidikan di dayah sama seperti dayah terdahulu yang disebutkan. Ada delapan bidang yang dilaksnakan, yaitu pertama, bidang kebijakan, kedua bidang pembiayaan, ketiga bidang kurikulum, keempat bidang sarana dan prasarana, kelima bidang pembinaan pendidik dan thalabah, keenam bidang pengendalian mutu pendidikan, ketujuh bidang kerjasama, dan kedelapan bidang pemberdayaan ekonomi dayah.

B. KEBIJAKAN TRANSFORMASI PENDIDIKAN DAYAH