saatini
Kondisisekolah
masadatang(satutahun)
Besarny a
tantanga nnyata 1. Standar Pembiayaan Standar Pembiayaan
a Aspek penyusunan
RAPBS Aspek RAPBS Penyusunan - Sekolah menyusun RKS dan RKAS yang di dalamnya memuat RAPBS dengan melibatkan stakeholders baru - Sekolah
menyusun RKS dan RKAS yang di dalamnya memuat RAPBS dengan melibatkan
- Pena mbah an 4 unsur
No. Kondisi sekolah saatini
Kondisi sekolah masa datang
(satutahun) Besarnyatantanga nnyata mencakup 6 unsur stakeholders dan
mencakup 10 unsur
Contoh8:StandarPenilaian
Misalnya berdasarkan hasil evaluasi diri sekolah untuk standar penilaian, komponen penilaian oleh pendidik, aspek pemanfaatan hasil penilaian, hasilnya adalah sebagai berikut : jumlah guru 30 orang, kondisi nyata di sekolah guru yang memanfaatkan hasil penilaian untuk memperbaiki proses pembelajaran
Bidang Bina Program dan Pengembangan Dinas Pendidikan
33 No. Kondisisekolahsaatini
Kondisisekolah masadatang(satutahun)
Besarn ya tantang
an 1. Standar Pengelolaan Standar Pengelolaan
a Aspek Visi Sekolah Aspek Visi Sekolah - Sekolah melaksanakan sosialisasi baru melibatkan 3 unsur - Sekolah melaksanakan sosialisasi melibatkan 6 unsur: - Mena mbah 3 unsur
adalah 15 orang, sedangkan kondisi idealnya mestinya semua guru memanfaatkan hasi penilaian untuk memperbaiki pembelajaran, maka tantangan nyatanya adalah 15 guru atau 50 %. Dalam bentuk matrik dapat disajikan sebagai berikut:
No. Kondisi sekolah saatini
Kondisi sekolah masa datang
(satutahun) Besarnyatantanga nnyata 1. Standar Penilaian Standar Penilaian
a Aspek Penilaian oleh
pendidik:
- Dari 30 orang guru yang ada di sekolah hanya 15 guru yang memanfaatkan hasil penilaian untuk memperbaiki pembelajaran - Semua guru (100%) memanfaatkan hasil penilaian untuk memperbaiki pembelajaran
15 orang guru (50%)
5. Menyusun rencana kegiatan sekolah
Sekolah yang sukses adalah sekolah yang mampu melaksanakan alternatif pemecahan masalah dengan inovatif maksimal dan biaya minimal Selanjutnya, sekolah merumuskan berbagai alternatip pemecahan persoalan dari setiap permasalahan yang ada.
Dari alternatife-alternatif pemecahan persoalan yang ada, Kepala sekolah bersama-sama dengan unsur Tim Pengembang RKS serta Komite Sekolah, menyusun rencana kegiatan untuk mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditetapkan. Rencana yang dibuat harus menjelaskan secara detail dan lugas tentang aspek-aspek yang ingin dicapai, kegiatan yang harus dilakukan, siapa yang harus melaksanakan, kapan dan dimana dilaksanakan, dan berapa biaya yang diperlukan. Hal itu juga diperlukan untuk memudahkan sekolah dalam menjelaskan dan memperoleh dukungan dari pemerintah maupun orangtua peserta didik, baik secara moral maupun finansial
BAB VI
MENYUSUN RENCANA BIAYA
Rencana biaya meliputi rencana penerimaan dan rencana belanja.
Penyusunan rencana penerimaan anggaran, meperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Semua sumber dana dan besaranya harus masuk dalam rencana penerimaan. Misalnya dana dari rutin atau daerah (provinsi dan kabupaten/kota), dari pusat (BOS, block grant, dll), dari komite sekolah, CSR, atau dari sumber dana lainnya.
2. Penerimaan dana bersumber dari pemerintah berfungsi menghilangkan atau meringankan beban pembiaayaan yang bersumber dari orang tua, sesuai ketentuan yang berlaku.
3. Menghindarkan penerimaan yang bersifat pungutan.
4. Apabila ada sumbangan suka rela harus bersifat tidak mengikat, tidak ditentukan besaran dan waktu penyetorannya, sesuai persyaratan yang ditetapkan peraturan yang berlaku.
5. Penerimaan yang bersumber dari luar pemerintah memperhitungkan
ketersediaan dana yang bersumber dari pemerintah.
6. Penerimaan mempertimbangkan indeks biaya pendidikn yang sah misalnya permendiknas nomor 69 Tahun 2009 tentang standar biaya operasional nonpersonalia dengan konversi memperhatikan inflasi pertahunya, atau didasarkan pada peraturn lain yang berlaku.
7. Rencana penerimaan diawali dari perkiraan penerimaan dana. Contoh format perkiraan penerimaan terlampir.
Penyusunan rencana anggaran ini dituangkan ke dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS). Belanja yang dituangkan dalam RAPBS berupa global dari setiap program misalnya belanja program pemenuhan pengembangan standar pendidik dan tenaga kependidikan dan sebagainya. Contoh format RAPBS Terlampir.
Penyusunan rencana belanja, memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Prinsip efisien dan ekonomis yaitu penggunaan anggaran terhindar dari efek pemborosan. Lakukan pengecekan setiap sub kegiatan. Jika ada sub kegiatan yang jika dianulir tidak mempengaruhi output, sub kegiatan tersebut segera dianulir.
2. Setiap jenis program terdiri dari sejumlah kegiatan. Misalnya program pemenuhan standar isi berupa kegiatan; (1) penyusunan KTSP, (2) rapat penyusunan kriteria kenaikan kelas, (3) dan sebaginya. Masing-masing kegiatan dialokasikan dana dengan menyebutkan besaran dana dan sumber dananya. Contoh format penggunaan tiap jenis kegiatan terlampir
3. Penggunaan dana perkegiatan dituangkan ke dalam Dokumen Perencanaan Anggaran (DPA) yang memuat perincian penggunaan dana dan mencakup Program, kegiatan, jenis belanja (belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja modal), objek belanja, rincian objek. Contoh:
Pemenuhan Standar Isi (Program) Workshop penyusunan KTSP (Kegiatan) Belanja pegawai (jenis belanja)
Lembur (objek)
Lembur menyusun draft (rincian objek)
Lembur penyusunan dokumen KTSP (rincian objek) Belanja modal ...
Contoh DPA terlampir
4. Penganggaran setiap rincian objek belanja didasarkan atas indeks harga yang sah. Contoh indeks harga kabupaten terlampir.
5. Apabila indeks harga kabupaten belum menyakup keseluruhan objek belanja, indeks dapat disusun sekolah didasarkan pada peraturan peraturan lain yang sah.
6. Penggunaan dana mengikuti ketentuan dari sumber yang mengeluarkan dana tersebut, misalnya BOS mengikuti juknis bos yang berlaku, demikian pula DAK dan lainya.
7. Sangat dimungkinkan suatu kegiatan dibiayai dengan subsidi silang dari berbagai pos atau sumber dana. Kegiatan-kegiatan yang memerlukan bantuan dari pusat harus dialokasikan sumber dana dari pusat dengan sharing dari sekolah dan komite sekolah atau bahkan daerah. Pada era otonomi daerah ini, maka sekolah dan daerah memiliki kewajiban yang lebih besar dalam hal pemenuhan biaya pendidikan.
8. Output dan outcome dari pennggunaan dana setiap kegiatan harus nampak jelas, dan terukur.
BAB VII
MENYUSUN STRATEGI PELAKSANAAN PROGRAM
Perumusan atau penyusunan strategi pelaksanaan program ini lebih mengarah kepada kiat, cara, teknik, dan atau strategi yang jitu, efisien, efektif, dan feasibel untuk dilaksanakan. Cara di sini harus disesuaikan dengan tujuan yang akan dicapai pada program tersebut. Beberapa cara
yang bisa ditempuh misalnya dengan pelatihan atau workshop, seminar, lokakarya, temu alumni, kunjungan, in house training, matrikulasi, remedial, pengayaan, pendampingan, bimbingan teknis rutin, dan lainnya. Dalam perencanaan pelaksanaan harus mempertimbangkan alokasi waktu, ketersediaan dana, SDM, fasilitas, dan sebagainya.
8. Menyusun rencana supervisi, pemantauan, dan evaluasi
Sekolah merumuskan tentang rencana supervisi, monitoring internal, dan evaluasi internal sekolahnya oleh kepala sekolah dan tim yang dibentuk sekolah. Harus dirumuskan rencana supervisi yang akan dilakukan sekolah ke semua unsur sekolah, dirumuskan monitoring tiap kegiatan sekolah oleh tim, dan harus dirumuskan evaluasi kinerja sekolah oleh tim. Oleh siapa dan kapan dilaksanakan harus dirumuskan secara jelas selama kurun waktu satu tahun. Dengan demikian, sekolah dapat memperbaiki kelemahan proses dan dapat mengetahui keberhasilan atau kegagalan tujuan dalam kurun waktu satu tahun tersebut. Pada akhirnya sekolah akan mengetahui program apa yang dapat dicapai dan kapan suatu target akan dicapai dengan pasti. Tanpa adanya langkah ini sekolah akan cenderung berjalan tanpa ada kejelasan dan kepastian. Lebih daripada itu, sekolah akan memiliki daya tawar dengan pihak lain ketika berkepentingan untuk meningkatkan kemajuan sekolah.
9. Membuatjadwalpelaksanaanprogram
Apabila program-program telah disusun dengan baik dan pasti, selanjutnya sekolah merencanakan alokasi waktu per mingguan atau bulanan atau triwulanan dan seterusnya sesuai dengan karakteristik program yang bersangkutan. Fungsi utama dengan adanya penjadwalan ini untuk pegangan bagi para pelaksana program dan sekaligus mengontrol pelaksanaan tersebut.
10. Lampiran
Tiap RKS/RKAS harus dilampiri beberapa unsur sebagai berikut: a. Profil sekolah
b. SK Tim Penyusun RKS/RKAS c. Lainnya yang relevan