2.6 TANTANGAN DAN PELUANG/HARAPAN PENGEMBANGAN PELAYANAN
2.6.3. BIDANG KELEMBAGAAN DAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT
Bidang kelembagaan dan sosial budaya masyarakat merupakan bidang yang menangani hal-hal yang terkait dengan kelembagaan, tupoksi dari Bapermasper KB Kota Semarang. Selain itu juga menangani hal-hal yang terkait dengan kondisi sosial budaya masyarakatnya yang berpengaruh terhadap tingkat partisipasi dan pemberdayaan masyarakat terhadap pelaksanaan program-program di bidang ini khususnya dan seluruh program Bapermasper KB umumnya. Oleh karena itu dengan melihat berbagai kebijakan serta isu yang muncul pada bidang ini yang terkait dengan Bapermasper KB, maka berikut ini diuaraikan hasil analisis dari bidang kelembagaan dan sosial budaya masyarakat.
2.6.3.1Harapan
Berdasarkan pada berbagai isu yang berhasil di identifikasi dan dengan didukung berbagai kebijakan yang terkait serta beberapa program yang sudah tercapai atau belum dari bidang ini, maka dapat dirumuskan beberapa harapan. Adapun harapan
ini nantinya dapat dijadikan pertimbangan dan masukan dalam merumuskan indikasi program-program substantif Bapermasper KB. Berikut ini beberapa harapan untuk bidang kelembagaan dan sosial budaya masyarakat bagi Bapermasper KB Kota Semarang:
Mendinamiskan pemberdayaan masyarakat melalui kerangka kelembagaan yang ada seperti RT/ RW/ Organisasi Massa
Pranata dan kelembagaan yang ada menjadi penyeimbang dari sikap apatis masyarakat
Diharapkan adanya proses perencanaan dan pengawasan secara internal untuk menciptakan keterpaduan program antar bidang
2.6.3.2 Potensi
Berdasarkan pada hasil identifikasi sasaran yang sudah ataupun belum tercapai serta isu-isu yang muncul pada bidang kelembagaan dan sosial budaya masyarakat, maka dapat diperoleh potensi dari bidang ini yang nantinya dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan arahan kebijakan dan indikasi program. Adapun potensi yang dimiliki oleh bidang kelembagaan dan sosial budaya masyarakat Bapermasper KB Kota Semarang adalah sudah adanya perencanaan dan pengawasan internal walaupun pada parkateknya di lpangan masih kurang optimal.
2.6.3.2Kelemahan
Berdasarkan pada hasil identifikasi kebijakan, sasaran yang sudah ataupun belum tercapai pada bidang kelembagaan dan sosial budaya masyarakat serta isu-isu yang muncul, diketahui beberapa kelemahan yang dimiliki oleh bidang ini. Adapun kelemahan-kelemahan tersebut diantaranya sebagai berikut:
Adanya kesulitan lakukan prioritasi usulan, karena masing-masing bidang merasa paling utama dan paling eksis
Belum ada inventarisasi terhadap Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) sebagai aset terdepan dalam implementasi program dan kegiatan
Rendahnya partisipasi masyarakat dalam Pilkada Rendahnya partisipasi perempuan dalam Pilkada
Meningkatnya tindakan kriminal
2.6.3.4Peluang
Berdasarkan pada beberapa potensi dan kelemahan yang berhasil diidentifikasi di atas, maka dapat digali peluang yang bermanfaat untuk pengembangan serta perumusan arah kebijakan maupun indikasi program bagi bidang kelembagaan dan sosial budaya masyarakat yaitu sedang disorotinya transparansi dan akuntabilitas bidang ini sehingga dapat dijadikan sebagai peluang dalam meperbaiki kinerja kelembagaan di masa mendatang.
2.6.3.5Ancaman
Selain memiliki beberapa kelemahan yang datangnya dari dalam bidang kelembagaan dan sosial budaya masyarakat, bidang ini juga memiliki beberapa ancaman yang datangnya dari luar. Dimana ancaman ini harus bisa di atasi atau paling tidak bisa diminimalisasi agar program dan arah kebijakan yang dirumusakn dapat berjalan lancar. Ancaman bagi pengembangan program bidang kelembagaan dan sosial budaya masyarakat pada Bapermasper KB adalah adanya stimulan-stimulan yang bersifat fisik sedang disoroti secara ketat sehingga dapat mengurangi rasa percaya diri dalam peluncuran stimulan.
2.6.4 BIDANG PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak merupakan salah satu bagian penting yang harus ditangani terkait dengan adanya upaya pemberdayaan perempuan dan anak di Kota Semarang. Oleh karena itu dengan melihat berbagai kebijakan serta isu yang muncul pada bidang ini yang terkait dengan Bapermasper KB, maka berikut ini diuaraikan hasil analisis dari bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak kecil:
2.6.4.1Harapan
Berdasarkan pada berbagai isu yang berhasil di identifikasi dan dengan didukung berbagai kebijakan yang terkait serta beberapa program yang sudah tercapai atau belum dari bidang ini, maka dapat dirumuskan beberapa harapan. Adapun harapan
ini nantinya dapat dijadikan pertimbangan dan masukan dalam merumuskan indikasi program-program substantif Bapermasper KB. Berikut ini beberapa harapan untuk Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kecil bagi Bapermasper KB Kota Semarang:
Menurunnya angka tingkat kekerasan dalam rumah tangga terhadap perempuan dan anak
Meningkatnya tingkat partisipasi perempuan dalam berbagai bidang khususnya ORMAS dan perekonomian.
Adanya pemberdayaan perempuan dalam meningkatkan perekonomian keluarga. Menurunnya eksplorasi terhadap penggunaan tenaga kerja anak dibawah umur.
2.6.4.2Potensi
Berdasarkan pada hasil identifikasi sasaran yang sudah ataupun belum tercapai serta isu-isu yang muncul pada bidang keluarga berencana, maka dapat diperoleh potensi dari bidang ini yang nantinya dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan arahan kebijakan dan indikasi program. Adapun potensi yang dimiliki oleh Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kecil Bapermasper KB Kota Semarang adalah ketersediaan tenaga kerja perempuan untuk diberdayakan dalam meningkatkan kesjahteraan keluarga cukup besar.
2.6.4.3Kelemahan
Berdasarkan pada hasil identifikasi kebijakan, sasaran yang sudah ataupun belum tercapai pada bidang keluarga berencana serta isu-isu yang muncul, diketahui beberapa kelemahan yang dimiliki oleh bidang ini. Adapun kelemahan-kelemahan tersebut diantaranya sebagai berikut:
Tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak Rendahnya partisipasi perempuan dalam ORMAS dan perekonomian Rendahnya kesejahteraan bagi para pensiunan
Keterbatasan kemampuan anggota kelompok dalam mengelola, memasarkan, menjaga mutu produksi dan pengelolaan keuangan
Keterbatasan modal pada bunga rendah
2.6.4.4Peluang
Berdasarkan pada beberapa potensi dan kelemahan yang berhasil diidentifikasi di atas, maka dapat digali peluang yang bermanfaat untuk pengembangan serta perumusan arah kebijakan maupun indikasi program bagi bidang kelembagaan dan sosial budaya masyarakat yaitu ketersediaan tenaga perempuan dapat dididik secara mental maupun ketrampilan sebagai salah satu upaya untuk meciptakan lapangan kerja baru sebagi upaya meningkatkan kesejahteraan.
2.6.4.5Ancaman
Selain memiliki beberapa kelemahan yang datangnya dari dalam bidang keluarga berencana, bidang ini juga memiliki beberapa ancaman yang datangnya dari luar. Dimana ancaman ini harus bisa di atasi atau paling tidak bisa diminimalisasi agar program dan arah kebijakan yang dirumusakn dapat berjalan lancar. Ancaman bagi pengembangan program Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kecil pada Bapermasper KB adalah sebagian perempuan masih kurang menyadari pentingnya pemberdayaan diri dan kesetaraan gender dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.
2.6.5 BIDANG KELUARGA BERENCANA
Bidang keluarga berencana pada Bapermasper KB Kota Semarang merupakan bidang yang menangani hal-hal yang terkait dengan keluraga berencana, perempuan dan anak serta kesehatan reproduksi masyarakat. Oleh karena itu dengan melihat berbagai kebijakan serta isu yang muncul pada bidang ini yang terkait dengan Bapermasper KB, maka berikut ini diuaraikan hasil analisis dari bidang keluarga berencana:
2.6.5.1Harapan
Berdasarkan pada berbagai isu yang berhasil di identifikasi dan dengan didukung berbagai kebijakan yang terkait serta beberapa program yang sudah tercapai atau belum dari bidang ini, maka dapat dirumuskan beberapa harapan. Adapun harapan
ini nantinya dapat dijadikan pertimbangan dan masukan dalam merumuskan indikasi program-program substantif Bapermasper KB. Berikut ini beberapa harapan untuk bidang Keluarga Berencana bagi Bapermasper KB Kota Semarang:
Bidang KB mampu berkontribusi dalam menjalankan tupoksi terutama dalam pengendalian angka kelahiran, pemenuhan hak-hak reproduksi, peningkatan ketahanan keluarga serta penguatan jejaring KB dan peranserta masyarakat. Terwujudnya jejaring KB sebagai media pembelajaran dan pendampingan masyarakat
Berfungsinya kader-kader KB (PPKBD) di baik tingkat kelurahan dan kecamatan Berlanjutnya kegiatan advokasi KB melalui kegiatan komunikasi, informasi, dan edukasi
2.6.5.2Potensi
Berdasarkan pada hasil identifikasi sasaran yang sudah ataupun belum tercapai serta isu-isu yang muncul pada bidang keluarga berencana, maka dapat diperoleh potensi dari bidang ini yang nantinya dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan arahan kebijakan dan indikasi program. Adapun potensi yang dimiliki oleh bidang keluarga berencana Bapermasper KB Kota Semarang adalah penyuluh- penyuluh atau eks pegawai BKKBN masih dipertahankan sebagai wujud dukungan dari kepala daerah (walikota) Kota Semarang dalam mensukseskan berbagai program KB di Kota Semarang.
2.6.5.3Kelemahan
Berdasarkan pada hasil identifikasi kebijakan, sasaran yang sudah ataupun belum tercapai pada bidang keluarga berencana serta isu-isu yang muncul, diketahui beberapa kelemahan yang dimiliki oleh bidang ini. Adapun kelemahan-kelemahan tersebut diantaranya sebagai berikut:
Secara kuantitas jumlah tenaga penyuluh masih kurang (saat ini rasio 1 petugas layani 3 kelurahan)
Anggaran yang cukup belum tercapai, misalnya untuk pengadaan alat-alat kontrasepsi dan kegiatan operasional lapangan
Partisipasi kaum pria untuk melaksanakan KB masih kurang Masih rendahnya partisipasi IUD.
Masih adanya kasus Komplikasi Kegagalan KB.
Permasalahan Terkait dengan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) Keterbatasan kader yang mampu dan bersedia
Keterbatasan sarana (APE, Kartu Kembang Anak, Buku Pedoman Kader) Meningkatnya jumlah penderita gizi buruk
Tingginya angka kematian ibu melahirkan
2.6.5.4Peluang
Berdasarkan pada beberapa potensi dan kelemahan yang berhasil diidentifikasi di atas, maka dapat digali peluang yang bermanfaat untuk pengembangan serta perumusan arah kebijakan maupun indikasi program yaitu adanya program-program KB di tingkat nasional yang selalu melibatkan organisasi di tingkat daerah. Adanya hal tersebut tentu saja dapat mensinkronkan antara program-program KB di daerah dengan program-program KB di pusat.
2.6.5.5Ancaman
Selain memiliki beberapa kelemahan yang datangnya dari dalam bidang keluarga berencana, bidang ini juga memiliki beberapa ancaman yang datangnya dari luar. Dimana ancaman ini harus bisa di atasi atau paling tidak bisa diminimalisasi agar program dan arah kebijakan yang dirumusakn dapat berjalan lancar. Ancaman bagi pengembangan program bidang keluarga berencana pada Bapermasper KB adalah sebagi berikut:
Otonomi daerah melemahkan pencapaian program KB karena program KB sering dianggap sebagai program prioritas dan tidak memberikan keuntungan langsung bagi pengukuran kinerja keuangan daerah
Komitmen perangkat daerah masih belum optimal, akibatnya pelaksnaan program- program KB yang telah dirumuskan menjadi tidak optimal. Hal ini tentu saja juga
berpengaruh terhadap tidak tercapainya sasaran dan tujuan program secara maksimal.
2.7
2.8 KEBIJAKAN-KEBIJAKAN DI TINGKAT PUSAT YANG TERKAIT DENGAN BAPERMASPER & KB