• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bidang Perlindungan Konsumen dan Kemetrologian

Tercapainya kenetralisasian harga kebutuhan pokok Di Kota Makassar

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

H. Hasil Penelitian Strategi Pemerintah dalam Mengendalikan Harga Kebutuhan Pokok di Kota Makassar

5. Bidang Perlindungan Konsumen dan Kemetrologian

Selanjutnya peneliti melanjurkan wawancara dengan informan D sebagai Sub Bagian Keuangan Dinas Perdagangan dengan pertanyaan yang sama. Kutipa jawawan informan.

“Kita disini melakukan menyusunan bahan rencana kerja dan anggaran (RKA)/RKPA, perencanaan kegiatan di bidang administrasi. Semua jenis kegiatan harus terpantau dengan baik dan dimasukkan kedalam buku besar atau database Dinas Perdagangan, kemudian kita juga turut membantu seksi pengawasan dalam melakukan penyidikan terhadap wajib daftar perusahaan”. (hasil wawancara D:. 23 Desember 2019).

Dari hasil wawancara di atas dapat dikatakan bahwa langkah-langkah yang dilakukan Dinas Perdagangan untuk mengendalikan inflasi dari aspek Seksi Pengawasan dan Pengendalian Usaha Sarana Perdagangan yaitu melakukan pembimbingan dan pengontrolan untuk seluruh kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Perdagangan dan mendata perusahaan distributor agar mudah dipantau pengoprasianya dalam ekspor-impor barang. Dinas Perindustrian dan Perdagangan melakukan dengan rutin setiap satu pekan, hal ini dilakukan oleh Dinas Perdagangan untuk mengendalikan inflasi.

5. Bidang Perlindungan Konsumen dan Kemetrologian

Adapun tugas dari bidang perlindungan konsumen dan kemetrologian adalah sebagai berikut :

1. Bidang Perlindungan Konsumen dan Kemetrologian yang mempunyai tugas melaksanakan pembinaan, perlindungan konsumen dan kemetrologian serta peredaran barang/jasa.

57

2. Bidang Perlindungan Konsumen dan Kemetrologian dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), menyelenggarakan fungsi:

a. perencanaan kegiatan operasional di bidang perlindungan konsumen dan kemetrologian.

b. pelaksanaan kegiatan di bidang perlindungan konsumen dan kemetrologian. c. pengoordinasian kegiatan di bidang perlindungan konsumen dan

kemetrologian.

d. pengendalian, evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang perlindungan konsumen dan kemetrologian.

e. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh atasan terkait tugas dan fungsinya.

a. Seksi Perlindungan Konsumen

Seksi Perlindungan Konsumen mempunyai tugas menyiapkan bahan bimbingan teknis pembinaan dan perlindungan konsumen.

Selanjutnya peneliti melanjutkan wawancara dengan informan AMY sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan dengan menanyakan bagaimana langkah-langkah yang dilakukan Dinas Perdagangan untuk mengendalikan inflasi dari aspek Seksi Perlindungan Konsumen. Kutipan jawaban informan.

58

“Kalau dari perlindungan konsumen sendiri melakukan perencanaan kegiatan di bidang perlindungan konsumen, kemudian perlindungan konsumen melakukan pelaksanaan kegiatan dan pembagian tugas untuk mengontrol kegiatan di bidang perlindungan konsumen. Perlu kita ketahui bahwa perlindunga konsumen adalah perangkat hokum yang diciptakan untuk melindungi dan terpenuhinya hak konsumen. Sebagai contoh, para penjual diwajibkan menunjukkan tanda harga sebagai tanda pemberitahuan kepada konsumen”. (hasil wawancara AMY:. 23 Desember 2019)

Selanjutnya peneliti melanjutkan wawancara dengan informan SR sebagai Kepala Didang Perlindungan Konsumen dan Kemetrologian dengan pertanyaan yang sama. Kutipan wawancara informan.

“Sebenarnya itu konsumen memiliki sejumlah hak, diantaranya iyalah hak untuk didengar pendapatnya dan keluhanya atas produk barang dan jasa yang digunakan atau dimanfaatkan. Bias juga dikatakan bahwa pelaku usaha berkawajiban mendengarkan pendapat dan keluhan konsumen lebih daripada wujud konkrik tanggunjawab pelaku usaha untuk menyelesaikan keluhan dan tuntutan konsumen mengenai adanaya kenaikan harga sembako dan barang penting”. (hasil wawancara SR:. 23 Desember 2019).

Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat dikatakan bahwa perlindungan kunsumen sangat peduli terhadap konsumen. Kensumen merasakan adanya kesetaraan hubungan antara konsumen dengan pelaku usaha. Ini sama yang ada dalam konsep keadilan hokum, perinsip kesetaraan ini sangat diperhatikan oleh perlindungan konsumen agar dalam perktik tidak terjadi diskriminasi antara konsumen dan pelaku usaha. Hal ini bias menciptakan hubungan yang harmonis yang akan menumbuhkan loyalitas dan kesetiaan konsumen terhadap produk barang dan jasa yang disediakan oleh pelaku usaha dalam negeri.

59

Selanjutnya peneliti ingin mengetahui pendapat sala satu konsumen DT dengan menanyakan begaimana langkah-langkah yang dilakukan Dinas Perdagangan untuk mengendalikan inflasi dari aspek Seksi Perlindungan Konsumen. Kutipan jawaban informan.

“Saya sebagai konsumen merasa sangat diperhatikan, kerena dengan adanya perlindungan konsumen kami merasa bahwa ada timbal balik antara pedagnag dan konsumen. Meskipun pada kenyataanya tidak mudah untuk memperjuankan dan memberikan perlindungan kepada konsumen. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa konsumen tidak berdaya ketika menghadapan dengan pelaku usaha”. (hasil wawancara DT:. 20 Desember 2019).

Hal ini memberikan makna bahwa ketidakberdayaan konsumen sebagai sisi kelemahan konsumen yang selalu dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya. Bahkan peningkatan kualitas produk dalam layanan dianggapnya sebagai upaya pemborosan dan hanya menghabiskan ongkos produksi saja. Hal ini pemperkuat bahwa pelaku usaha semata-mata hanya untuk mendapatkan keuntungan dari konsumen.

Adapun tugas lain dari seksi perlindungan konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan adalah sebagai berikut:

a. melakukan penyuluhan tentang perlindungan konsumen.

b. mengevaluasi pelaksanaan tugas dan menginventarisasi permasalahan dilingkup tugasnya serta mencari alternatif pemecahannya.

60

c. mempelajari memahami dan melaksanakan peraturan perundang undangan yang berkaitan dengan lingkup tugasnya sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas.

d. memberikan saran dan pertimbangan teknis kepada atasan.

e. membagi tugas, memberi petunjuk, menilai dan mengevaluasi hasil kerja. b. Seksi Pengawasan Kemetrologian

Seksi Pengawasan Kemetrologian mempunyai tugas menyiapkan bahan bimbingan teknis pembinaan dan pengawasan kemetrologian.

Selanjutnya peneliti melanjutkan wawancara dengan informan AMY sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk menyakan bagaimana langkah-langkah Dinas Perdagangan untuk mengendalikan inflasi dari aspek Seksi Pengawasan Kemetrologian. Kutipan jawaban informan.

“Berdasarkan tugas yang suda ditentukan, seksi pengawasan kemetrologian itu melakukan perencanaan kegiatan dan pelaksanaan kegiatan di bidang pengawasan kemetrologian. Karena sekaran perkembangan perdagangan telah membentuk sikap konsumen yang lebih keritis terhadap barang-barang yang dibeli baik secara kualitas maupun kuantitas. Disisi lain dalam persaingan usaha masih sering ditemukan praktek-praktek curang dari pelaku usaha untuk memperoleh keuntungan dari timbangan, takaran, timbangan atau jumlah barang yang dijualnya”. (hasil wawancara AMY:. 23 Desember 2019).

Selanjutnya peneliti melanjutkan wawancara dengan informan SR selaku Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Kemetrologian dengan menanyakan hal yang sama. Kutipan jawaban informan.

61

“Terkait pengawasan kemetrologian memang sangat penting, karena bias terjadi kecurangan pada pelaku usaha terhadap konsumen, biasanya kecurangan yang sering terjadi di lapangan itu, seperti misalkan adanya ketidak jujuran dalam timbangan dan jumlah takaran yang akan diberikan kepada konsumen. Hal itu terjadi karena para pelaku uasaha ingin mendapatkan keuntungan dari hasil jualanya”. (hasil wawancara SR:. 23 Desember 2019).

Berdasarkan Hasil dari kedua wawancara di atas dapat dikatakan bahwa langkah-langka yang dilakukan Dinas Perdagangan untuk mengendalikan inflasi dari aspek pengawasan kemetrologian sangatlah penting, mengingat adanya kecurangan dalam berdagang ini tidak sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal bertujuan untuk melindungi kepentingan umum dalam hal pengukuran serta memberikan kepastian hukumdalam hal pengukuran. Untuk mencapai tujuan tersebut maka Pemerintah melaksanakan kegiatan metrologi legal yang meliputi penyuluhan, pengamatan, dan (UTTP) Ukuran, Takaran, Timbangan dan Perlengkapanya disertai dengan penyidikan tindak pidana dibidang metrologi legal.

Selanjurnya peneliti melanjutkan wawanranya dengan informan H yang merupakan sala satu pedagang beras di pasar dengan menanyakan hal yang sama. Kutipan jawaban informan.

“kalau saya disini menggunakan literan dalam menjual untuk semua jenis beras yang saya jual, baik itu beras premium, medium dan yang termurah saya menggunakan literan, liter yang saya gunakan ada yang satu kilo dan setengah kilo. literan yang saya gunakan sesuai dengan timbanganya ataupun dengan takaranya”. (hasil wawancara H:. 23 Desember 2019).

Dokumen terkait