• Tidak ada hasil yang ditemukan

a. Pengertian Bidang Studi Al-Qur’an Hadits

44

Ahmad Mudzakir dan Joko Sutrisno, Psikologi Pendidikan, (Bandung: Pustaka Setia,1997), h.155-168

Al-Qur’an Hadits adalah sumber ajaran Islam dan merupakan petunjuk bagi kehidupan setiap muslim, karena itu setiap muslim berkewajiban untuk mempelajari, mengajarkan dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Atas dasar tersebut di atas, maka dimasukanlah materi khusus tentang al-Qur’an dan Hadits pada program pengajaran di lembaga

pendidikan formal yang memiliki cirri khas agama Islam. Bidang studi ini dinamakan al-Qur’an Hadits, bahkan bidang studi tersebut merupakan mata pelajaran pokok pada lembaga pendidikan yang bercirikan agama Islam yaitu di Madrasah Tsanawiyah.

Bidang studi al-Qur’an Hadits menurut “ Kurikulum

Departemen Agama tahun 2004 ” merupakan unsur mata pelajaran pendidikan Agama Islam (PAI) pada Madrasah Tsanawiyah yang merupakan pendidikan kepada siswa untuk memahami al-Qur’an

Hadits sebagai sumber ajaran agama Islam dan mengamalkan isi kandungannya sebagai petunjuk hidup dalam kehidupan sehari-hari.

Mata pelajaran al-Qur’an dan Hadits adalah mata pelajaran agama Islam pada Madrasah yang memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang al-Qur’an dan Hadits sebagai sumber ajaran

agama Islam.

Mata pelajaran al-Qur’an Hadits sebagai bagian integral dari

pendidikan Islam di Madrasah, secara subtansial memiliki kontribusi dalam memberikan motivasi kepada peserta didik untuk memahami dan mempraktekan nilai-nilai keyakinan keagamaan yang bersumberkan al-Qur’an dan Hadits. Oleh karena itu, mata pelajaran

al-Qur’an Hadits tidak hanya mengantarkan peserta didik menguasai pengetahuan al-Qur’an dan Hadits, tapi yang terpenting bagaimana

peserta didik dapat mengamalkan ajaran itu dalam kehidupan sehari-hari. Maka implikasinya, dalam proses pembelajaran harus

menekankan keutuhan dan keterpaduan antara ranah kognitif, afektif dan psikomotorik.45

b. Ruang Lingkup Bidang Studi al-Qur’an Hadits

Adapun ruang lingkup materi/bahan kajian mata pelajaran

al-Qur’an dan Hadits di Madrasah Tsanawiyah meliputi:

1) Ulumul Qur’an, yang secara garis besar membahas tentang tajwid

(makharijul huruf), alif lam syamsiyah dan qamariyah, hukum bacaan mim sukun, ra dan lam, bacaan mad dan diakhiri dengan kajian tentang pengertian al-Qur’an, sejarah turunnya al-Qur’an,

dan nama-nama lain dari al-Qur’an.

2) Ulumul Hadits, secara garis besar membahas tentang pengertian dan macam-macam hadits.

3) kandungan al-Qur’an surat al-Nur ayat 21; al-Baqarah 155-157;168;261; 265; al-Mujadilah ayat 11; al-„Araf ayat 31; Luqman

ayat 12-15; an-Nisa ayat 36 dan as-Shaf ayat 2-3.

4) Kandungan al-Hadits, secara garis besar membahas kandungan dari hadits-hadits tentang ; takwa dan berakhlakmulia kepada sesama manusia; akhlak kepada tetangga; istiqomah; cinta kepada Allah dan Rasul; dan pemerintah; ilmu dan keutamaan orang berilmu. c. Fungsi Bidang Studi Al-Qur’an Hadits

Bidang studi al-Qur’an Hadits madrasah memiliki fungsi sebagai berikut:

1) Pengembangan, yaitu meningkatkan keimanan dan ketakwaan siswa dalam meyakini kebenaran ajaran Islam yang telah dilaksanakan dalam lingkungan keluarga maupun jenjang pendidikan sebelumnya.

2) Perbaikan, yaitu memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam keyakinan, pemahaman dan pengalaman ajaran Islam siswa dalam kehidupan sehari-hari.

3) Pencegahan, yaitu untuk menangkal hal-hal negatif dari lingkungan

45

Departemen Agama RI, Kurikulum Madrasah Tsanawiyah, Standar Kompetensi Mata

atau budaya lain yang dapat membahayakan diri siswa dan menghambat perkembangannya manusia Indonesia seutuhnya yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt.

4) Pembiasaan, yaitu menyampaikan pengetahuan, pendidikan dan penanaman nilai-nilaial-Qur’an dan Hadits pada siswa sebagai

petunjuk dan pedoman dalam seluruh kehidupannya.46 d. Tujuan Bidang Studi Al-Qur’an Hadits

Tujuan merupakan sasaran atau maksud yang ingin dicapai oleh siapapun. Tujuan dalam proses pendidikan merupakan suatu yang mutlak adanya, karena pekerjaan tanpa tujuan yang jelas akan menimbulkan suatu ketidakmenentuan dalam prosesnya.

Tujuan pendidikan Islam maupun tujuan pendidikan yang lainnya, mengandung suatu nilai-nilai tertentu, sesuai dengan pandangan dasar masing-masing. Tujuan terarah dan konsisten dengan menggunakan berbagai sasaran, baik fisik maupun nonfisik. Oleh karena itu setelah mempelajari bidang studi al-Qur’an Hadits, siswa

mampu menerapkan dengan baik cara membaca al-Qur’an, memahami,

kemudian mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Tapi halitu semua harus melalui proses pendidikan.

Tujuan bidang studi al-Qur’an Hadits berdasarkan kurikulum

2004 adalah agar siswa bergairah membaca al-Qur’an dan Hadits

dengan baik dan benar, serta mempelajarinya, memahami dan meyakini kebenarannya, serta mengamalkan ajaran-ajaran dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai petunjuk dan arahan dalam seluruh aspek kehidupannya.

Dari tujuan yang disebutkan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa tujuan pendidikan al-Qur’an Hadits mencakup tiga aspek

diantaranya: aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotorik. Dengan tujuan yang dicapai oleh siswa melalui proses belajar mengajar pada bidang studi al-Qur’an Hadits, maka siswa akan

46

memperoleh prestasi belajar, baik itu rendah, sedang ataupun tinggi. Siswa yang memiliki prestasi belajar tinggi, mereka akan rajin dan istiqomah untuk membaca al-Qur’an, karena mereka merasa sudah

menguasai cara-cara membaca al-Qur’an secara tartil dan sesuai ilmu

tajwid.

e. Standar Kompetensi al-Qur’an dan Hadits

Untuk mata pelajaran al-Qur’an Hadits, telah dirumuskan

tujuan standar kompetensi sebagai berikut:

1) melafalkan ayat-ayat al-Qur’an dengan baik dan benar

2) menerapkan ilmu tajwid dalam bacaan al-Qur’an

3) Mendeskripsikan ilmu al-Qur’an dan ilmu Hadits dan

memanfaatkannya untuk kehidupan sehari-hari

4) Menuliskan ayat-ayat al-Qur’an dengan baik dan benar 5) Menerjemahkan ayat-ayat al-Qur’an dengan baik dan benar

6) Memahami kandungan ayat-ayat al-Qur,an

7) Menerapkan kandungan ayat-ayat al-Qur’an dan Hadits dalam

kehidupan sehari-hari

Pengembangan silabus dan sistem penilaian merupakan urutan penyajian bagian-bagian dari silabus dan sistem penilaian suatu mata pelajaran. Silabus dan sistem penilaian disusun berdasarkan prinsip yang berorientasi pada pencapaian kompetensi. Sesuai dengan prinsip tersebut maka silabus dan sistem penilaian al-Qur’an dan Hadits di mulai dengan identifikasi, standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok dan uraian materi pokok, pengalaman belajar, indikator, penilaian yang meliputi jenis tagihan, bentuk instrument, dan contoh instrument, serta alokasi waktu, dan sumber atau bahan atau alat.47

Dari cakupan pembahasan kurikulum bidang studi al-Qur’an

Hadits, maka penulis akan menyebutkan kurikulum bidang studi al-Qur’an

Hadits secara keseluruhan :

1. Memahami Makharijul Huruf, Alif lam syamsiah dan Qamariyah

47

1.1. Pengertian Makharijul huruf, macam-macam dan contohnya. 1.2. Mengelompokkan alif lam syamsiyah dan menyebutkan

contohnya.

1.3. Mengelompokkan alif lam qamariyah dan menyebutkan contohnya.

2. Memahami hukum bacaan nun sukun dan tanwin.

2.1. Menyebutkan hukum bacaan nun sukun dan tanwin. 2.2. Pengertian idzhar, huruf dan contohnya.

2.3. Pengertian idgham, huruf, pembagian idgham dan contohnya. 2.4. Pengertian iqlab, huruf dan contohnya.

2.5. Pengertian ikhfa, huruf dan contohnya.

3. Menguasai hukum-hukum dasar bacaan al-Qur’an dan penerapannya

3.1. Melafalkan huruf, membedakan bunyi huruf al-Qur’an dengan

fasih.

3.2. Melafalkan huruf, membedakan bunyi huruf al-Qur’an dan

menyebutkan contoh ayat yang terdapat dalam surat al-A’la.

3.3. Melafalkan huruf, membedakan bunyi huruf al-Qur’an dan

menyebutkan contoh ayat yang terdapat pada surat al-Insyirah. 4. Memahami cara berakhlak pada ibu bapak dan sesama manusia.

4.1. Membaca al-Qur’an Surat Lukman : 12 – 15 dengan tartil 4.2. Menyalin al-Qur’an Surat Lukman : 12 – 15 dengan baik.

4.3. Menerjemahkan mufradat dan terjemahan secara keseluruhan

al-Qur’an Surat Lukman : 12 – 15 dengan baik. 4.4. Menjelaskan cara berakhlak kepada ibu bapak 4.5. Menguraikan manfaat berakhlak kepada ibu bapak 4.6. Membaca al-Qur’an Surat an-Nisa : 36 dengan tartil. 4.7. Menyalin al-Qur’an Surat an-Nisa : 36 dengan baik.

48. Menerjemahkan al-Qur’an Surat an-Nisa : 36 dengan benar 49. Menyebutkan orang-orang yang wajib diperlakukan dengan

ihsan.

5. Memahami bacaan qalqalah dan waqaf 5.1. Menyebutkan pengertian qalqalah.

5.2. Menyebutkan huruf qalqalah dengan benar.

5.3. Membaca contoh-contoh ayat al-Qur’an yang mengandung

bacaan qalqalah kubra dan sughra. 5.4. Menyebutkan pengertian waqaf.

5.5. Menyebutkan tata cara waqaf yang benar. 5.6. Menyebutkan macam-macam waqaf. 5.7. Menjelaskan arti tanda waqaf.

5.8. Membaca ayat al-Qur’an yang terdapat tanda baca waqaf. 6. Memahami perintah bertaqwa dan akhlak kepada sesama manusia.

6.1. Membaca hadits tentang takwa dan akhlak mulia kepada sesama manusia.

6.2. Menyalin hadits tentang takwa dan berakhlak mulia kepada sesama manusia dengan baik.

6.3. Menerjemahkan hadits tentang takwa dan berakhlak mulia kepada manusia dengan baik.

6.4. Menjelaskan pengertian takwa.

6.5. Menyebutkan cara bergaul yang baik dengan sesama manusia. 6.6. Menguraikan manfaat berakhlak mulia kepada sesama manusia. 6.7. Menunjukkan perilaku yang mencerminkan isi hadits.

6.8. Membaca hadits tentang takwa dan berakhlak mulia kepada tetangga.

6.9. Menyalin hadits tentang berakhlak kepada tetangga dengan baik. 6.10. Menerjemahkan hadits tentang berakhlak kepada tetangga

dengan baik.

6.11. Menguraikan manfaat berakhlak mulia kepada tetangga. 6.12. Menguraikan perilaku yang mencerminkan isi hadits. f. Metode Pembelajaran al-Qur’an Hadits

Dalam proses belajar mengajar, metode mengajar mempunyai peranan sangat penting dalam hubungannya dengan tujuan pendidikan

yang hendak dicapai. Adapun metode pengajaran yang biasa digunakan dalam mengajar pada umumnya dan dalam pembelajaran

al-Qur’an Hadits pada khususnya adalah sebagai berikut:

1) Metode Ceramah (Lecture), metode ceramah berbentuk penjelasan guru kepada siswa dan biasanya diikuti dengan tanya jawab tentang isi pelajaran yang belum jelas.

2) Metode demonstrasi, Metode demonstrasi mengambil bentuk sebagai contoh pelaksanaan suatu keterampilan atau proses kegiatan. Penggunaan metode ini mempersyaratkan adanya suatu keahlian untuk mendemonstrasikan penggunaan alat atau melaksanakan kegiatan tertentu seperti kegiatan yang sesungguhnya.

3) Metode diskusi, Metode diskusi merupakan interaksi antara siswa dan guru untuk menganalisis, menggali, atau memperdebatkan topic atau permasalahan tertentu.48

Dokumen terkait