• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bidding Process Korea Selatan dalam Olimpiade Musim Dingin

BAB III DIPLOMASI OLAHRAGA KOREA UTARA DAN KOREA

B. Bidding Process Korea Selatan dalam Olimpiade Musim Dingin

Menjadi tuan rumah dari sebuah ajang olahraga bergengsi merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi sebuah negara, tak terkecuali Korea Selatan. Olimpiade Musim Dingin 2018 bukan menjadi pertama kalinya negara gingseng tersebut menjadi tuan rumah dalam sebuah ajang olahraga. Dalam kurun waktu dua dekade, Korea Selatan pernah menjadi tuan rumah pada tiga omlimpiade, pertama, Summer Olympics di Seoul tahun 1988. Kedua, Soccer World Cup bersama dengan Jepang tahun 2002, dan ketiga, Winter Olympic (Olimpaide Musim Dingin) di PyeongChang tahun 2018.

66 J.W. Lee, “Do the scale and scope” dalam C. Choi, M. Shin, C.-G. Kim, Globalization, Regionalism and Reconciliation.

67 D.H. Van Tassell dan D.A. Terry, “An overlooked path to peace and stability: sport, the

44

Pengalaman Korea Selatan dalam menjadi tuan rumah tidak berbanding lurus dengan hasil dari percobaannya untuk menjadi tuan rumah di ajang Olimpiade Musim Dingin. Korea Selatan tercatat tiga kali melakukan bidding untuk menjadi tuan rumah Winter Olympics mulai dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2018. Pada tahun 1996, Choi Gak-Gyu, seorang gubernur dari provinsi Gangwon di Korea Selatan, mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2010. 68Gyu mengatakan bahwa dengan menjadi tuan rumah, maka akan ada dampak yang besar terhadap perkembangan provinsi Gangwon yang terletak di bagian utara negara Korea Selatan. 69Untuk memenuhi ambisinya, Gyu mengirim wakil gubernurnya, Kim Jin-San, ke Jepang dalam rangka melihat bagaimana persiapan Jepang dalam menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 1998.

Dalam pemilihan tuan rumah Winter Olympics 2010, Korea Selatan membuat Winter Olympics Bidding Committee pada Januari 2010, dan di tahun yang sama, provinsi Gangwon kota PyeongChang secara resmi mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah dari perhelatan olahraga tersebut.70 Bukan hanya PyeongChang yang ingin menjadi tuan rumah Winter Olympics 2010, Provinsi Jeonbuk kota Muju juga mengajukan diri sebagai tuan rumah. Pada akhirnya ada dua kota dari dua provinsi yang berbeda di Korea Selatan yang akan mengajukan diri menjadi tuan rumah Winter Olympics 2010. Pada November 2001, Winter Olympics Bidding Committee

68 Udo Merkel, “The Politics of Sport Diplomacy and Reunification in Divided Korea: One

Nation, Two Countries and Three Flags”, The International Review for the Sociology of Sport, 43,

No. 3 (2008), hlm. 289–312.

69 Francis Yoon, “Hwang Skates on Thin Ice between 2 Koreas”, The Korea Herald, 14 April 2006.

70 Udo Merkel, “The Politics of Sport Diplomacy and Reunification in Divided Korea: One

Nation, Two Countries and Three Flags”, The International Review for the Sociology of Sport, 43,

45

menjadikan keduanya sebagai kandidat tuan rumah Winter Olympics yang diadakan tahun 201071. Setelah 15 bulan berkompetisi untuk menunjukkan bahwa provinsinya lah yang terbaik untuk menjadi tuan rumah, Korean Olympic Committee memutuskan bahwa yang berhak mewakili Korea Selatan sebagai calon tuan rumah Winter Olympics 2010 adalah PyeongChang.

Dalam upayanya menjadi tuan rumah, PyeongChang berkompetisi dengan 2 kota lain dari negara yang berbeda, yaitu kota Salzburg di Austria dan kota Vancouver di Kanada. Pada Juli 2003, diadakan sebuah pertemuan di Praha yang diadakan oleh IOC dan dihadiri oleh 107 anggota IOC. Pertemuan tersebut diadakan untuk memilih siapa yang pantas menjadi tuan rumah Winter Olympics 2010. Korea Selatan, dalam visi dan misinya menjelaskan bahwa upayanya untuk menjadi tuan rumah didasarkan pada keinginannya untuk memberikan contoh yang signifikan terhadap perdamaian, untuk itu Korea Selatan mengajukan “South/North Winter Olympics” yang akan menjadi simbol bagi perdamaian negara.

Dalam pemilihan ini PyeongChang berhasil untuk mengungguli Vancouver pada putaran pertama dengan perolehan 51 suara. Namun, di putaran kedua Korea Selatan harus menerima kekalahan 3 suara. Pemilihan diungguli oleh Vancouver yang secara resmi menandakan bahwa tuan rumah Winter Olympics 2010 adalah Vancouver, Kanada. Percobaan pertama bagi Korea Selatan menjadi tuan rumah dari sebuah ajang olahraga menghasilkan kekalahan. Namun, Korea Selatan tidak berhenti mencoba untuk menjadi tuan rumah di Winter Olympics selanjutnya.

71 Udo Merkel dan Misuk Kim, “The International Journal of The History of Sport”, Korean Institute of Sport and Science. 12 Desember 2011. hlm. 2371

46

Kekalahan 3 suara membuat Korea Selatan percaya diri untuk mencoba kembali peruntungannya. Pada Winter Olympics 2014, Korea Selatan kembali mencalonkan diri dengan persiapan yang lebih matang dari sebelumnya. Gubernur provinsi Gangwon, Kim Jin-Sun, kembali mengajukan PyeongChang sebagai tuan rumah Winter Olympics 2014. Namun, alih-alih mendapatkan dukungan internasional, internal Korea Selatan menjadi terpecah. Pasalnya, Provinsi Jeonbuk menagih janji Korea Selatan pada tahun sebelumnya di mana jika PyeongChang tidak berhasil menjadi tuan rumah Winter Olympics 2010, maka Jeonbuk memiliki kesempatan yang luas untuk mencalonkan diri di Winter Olympics selanjutnya. 72Setelah perdebatan panjang antara kedua provinsi, akhirnya pemerintah Korea Selatan menunjukan keberpihakannya kepada PyeongChang, diiringi dengan keberpihakan anggota IOC dari Korea Selatan yang juga menginginkan PyeongChang maju dalam bidding process. Hal ini secara resmi menjadikan PyeongChang sebagai kandidiat untuk pengajuan tuan rumah Winter Olympics 2014.

Korea Selatan dalam percobaan ini berhadapan dengan Provinsi Sochi di Russia dan Provinsi Salzburg di Austria. Dengan percaya diri, Korea Selatan menghadiri pertemuan akhir di Guetamala untuk memilih tuan rumah Winter Olympics 2014. Pada putaran pertama, Korea Selatan mendapatkan suara terbanyak dengan 36 suara, disusul oleh Sochi dengan 34 suara, dan Salzburg dengan 25 suara. Namun, lagi-lagi, pada putaran kedua, Korea Selatan tidak berhasil mempertahankan suaranya dan dikalahkan oleh Sochi dengan selisih hanya 4 suara.

47

Untuk kedua kalinya, Korea Selatan kalah dalam bidding process untuk menjadi tuan rumah Winter Olympics.

Meskipun mengalami dua kali kekalahan berturut-turut, Gubernur Kangwon, Kim Jin-Sun tidak menyerah. Jin-Sun kembali mengajukan tawaran untuk menjadi tuan rumah dalam Olimpiade Musim Dingin selanjutnya.73 Belajar dari pengalaman sebelumnya, Jin-Sun mulai menyusun strategi pemenangan sejak beberapa hari sebelumnya. Pada 4 September 2015, Jin-Sun mulai memberitahu intensinya untuk menjadi tuan rumah dalam Olimpiade Musim Dingin 2018 dengan disusul menyerahkan formulir pencalonan kepada IOC pada Oktober 2015.

Pencalonan kali ini cukup menarik perhatian pemerintah dan masyarakat Korea Selatan. Pasalnya, beberapa Provinsi di Korea Selatan pada tahun ini sedang mengajukan untuk menjadi tuan rumah pada ajang olahraga. Busan adalah salah satu provinsi yang mencalonkan diri dalam 2020 Summer Olympic. Di samping itu, Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan juga sedang mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah dalam 2022 FIFA World Cup. Hal ini membuat pemerintah Korea Selatan menjadi khawatir akan terjadinya persaingan besar antarprovinsi yang dapat membuat mereka kehilangan peluang untuk menjadi tuan rumah.

Di sisi lain, pejabat di Provinsi Kangwon dan masyarakat Korea Selatan lainnya optimis bahwa percobaan ketiga ini akan memberikan sebuah hasil. Para pejabat di Provinsi Kangwon dan masyarakat Korea Selatan berpendapat bahwa menjadi tuan rumah pada Winter Olympics akan mendatangkan banyak keuntungan.

73 Cabinet Meeting Report, “Meeting for a Successful Bidding for the 2014 Winter

48

74Meski pengeluaran untuk Winter Olympics berkisar cukup tinggi sebesar 20,5 triliun won, namun keuntungan ekonomi yang didapatkan akan menguntungkan, yaitu sekitar 8,75 won dengan pembukaan lapangan kerja baru untuk 230.000 orang.

Olimpiade Musim Dingin 2018 diadakan pada tanggal 9 – 25 Februari 2018 di PyeongChang, Korea Selatan. Olimpiade ini diharapkan dapat berdampak terhadap aspek politik, sosial, dan budaya di Korea Selatan. Upaya yang diinisiasikan Korea Selatan dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Olimpiade Musim Dingin 2018 ialah dengan meningkatkan kesadaran masyarakat. Langkah tersebut dapat meningkatkan citra Korea Selatan di mata dunia, memperkenalkan budaya Korea Selatan, dan menjadikan ajang olahraga sebagai suatu alat untuk reunifikasi.

Dalam upaya percobaan menyukseskan pelaksanaan Olimpiade Musim Dingin 2018, Korea Selatan mempromosikan slogan “New Horizon”. Melalui slogan tersebut, artinya melalui peranan Korea Selatan diharapkan dapat terbuka babak baru dan kesempatan baru bagi negara-negara di Asia untuk terlibat aktif dalam Olimpiade Musim Dingin. 75Dalam hal tersebut, Korea Selatan telah memiliki persiapan yang matang sebagaimana dibuktikan dengan selesai dibangunnya infrastruktur berjenis transportasi dan akomodasi yang telah diajukan dalam penawaran pertama. Selain itu, wilayah Pyeongchang juga telah mendapatkan dukungan keuangan dari Pemerintah Korea Selatan. Sebagaimana

74 Gho En-ha, “Survey on the 2018 Winter Olympics Bidding”, hlm. 29–30.

49

dikatakan oleh Menteri Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Korea Selatan, Pemerintah Korea Selatan telah menginvestasikan anggaran sejumlah 510,4 miliar won dalam rangka menyukseskan ajang Olimpiade Musim Dingin.

Terdapat banyak perbedaan yang dilakukan dalam penawaran terkait ajang Olimpiade Musim Dingin kali ini. Perbedaan yang kentara terlihat dengan mulai terjalinnya kolaborasi antara pemerintah lokal dan beberapa organisasi olahraga di Korea Selatan. Upaya tersebut dilakukan guna menciptakan keharmonisan yang dapat menjadi salah satu konsiderasi panitia untuk memilih Korea Selatan sebagai tuan rumah Olimpiade. Di lain sisi, upaya menjadikan Korea Selatan dan Korea Utara sebagai tuan rumah dinilai sebagai salah satu faktor kegagalan Korea Selatan dalam penawaran kedua. Faktor yang memengaruhi hal tersebut berkaitan dengan serangan artileri di Pulau YeongPyong yang dilakukan oleh Korea Utara76. Untuk itu, dalam upayanya kali ini, Korea Selatan hanya memberikan bantuan untuk Korea Utara.

Terdapat tiga kandidat tuan rumah untuk Olimpiade Musim Dingin 2018. Ketiga kandidat yang dimaksud adalah kota Munich di Jerman dengan slogan “Festival of Friendship”, kota Annecy di Perancis dengan slogan “Snow, Ice and You”, dan Pyeongchang di Korea Selatan dengan slogan “New Horizon”. Hasilnya, Korea Selatan memenangkan penawaran dan berhasil menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2018.

76 Lee Dong-hun, “Economic Value and Benefits of the Winter Olympics”, CEO Information 745 (2010), hlm. 7

50

C. Upaya Korea Selatan dalam Melibatkan Korea Utara pada Olimpiade

Dokumen terkait