• Tidak ada hasil yang ditemukan

ADMINISTRASI KEUANGAN DAERAH, PERANGKAT

A. Biro Ekonomi dan Pembangunan

Untuk tahun 2010, dengan alokasi anggaran sebesar Rp1.624.525.000,- diarahkan untuk melaksanakan 5 (lima) program pembangunan sebagai berikut :

1. Program Pembinaan dan Fasilitasi Pembangunan

Pada tahun 2010 dialokasi anggaran untuk program ini

Rp445.650.000 dengan tingkat realisasi mencapai

Rp442.675.000,- atau 99,33 %. Dari pelaksanaan program tersebut, diperoleh output sebagai berikut :

a. Terhimpunnya data program kegiatan pembangunan

dilingkungan Pemerintah Provinsi Jambi sebagai bahan masukan pelaksanaan APBD.

b. Tersedianya data hasil pengendalian dan monitoring fisik APBD sebagai bagian dari tahapan proses penyelenggaraan pembangunan daerah.

c. Terhimpunnya data pelaporan pelaksanaan pembangunan sebagai bahan pelaksanaan program APBD.

Secara umum, permasalahan yang ditemui dalam

pelaksanaannya antara lain adalah sebagai berikut :

a. Masih adanya pelaksanaan kegiatan yang belum sesuai dengan Renja Biro, sehingga kurang efisien dalam penggunaan Sumberdana yang tersedia.

b. Terbatasnya jumlah dan kemampuan SDM dalam menunjang intensitas kerja.

c. Masih lemahnya koordinasi lintas sektoral dalam melaksanakan kegiatan pembangunan.

d. Belum adanya standar pelayanan minimal dalam

melakukan pengendalian dan evaluasi kegiatan APBD.

e. Masih sering terlambatnya penyampaian Laporan

Perkembangan Pelaksanaan Kegiatan (LPPK) dari masing-masing SKPD sebagai bahan evaluasi.

Bertitik tolak dari permasalahan tersebut, maka solusi yang dapat ditempuh untuk meningkatkan kinerja program ini pada masa yang akan datang adalah :

a. Meningkatkan pembinaan dan pendampingan dalam

pelaksanaan kegiatan.

b. Meningkatkan kemampuan SDM yang tersedia, dengan mengikuti diklat dan Bimtek di dalam maupun luar Provinsi Jambi.

c. Melaksanakan Rapat Teknis Bidang Administrasi

Pembangunan Kab/Kota dalam Provinsi Jambi, sebagai forum dalam menyampaikan informasi yang menunjang akselerasi pelaksanaan kegiatan pembangunan di Provinsi Jambi.

d. Perlu dibuat suatu standar minimum dalam pelaksanaan pengendalian dan evaluasi kegiatan APBD.

e. Perlu adanya koordinasi/tindak lanjut dalam pelaksanaan penyampaian bahan Laporan Perkembangan Pelaksanaan Kegiatan (LPPK).

2. Program Pembinaan dan Fasilitasi Pembangunan Ekonomi di Bidang Penanaman Modal, BUMD/BUMN dan Pendapatan Keuangan

Alokasi anggaran untuk program ini pada tahun 2010 berjumlah

Rp307.611.000,- atau 97,74 %. Dari pelaksanaan program tersebut, diperoleh output sebagai berikut :

a. Terhimpunnya data hasil pelaksanaan pembangunan bidang Pendapatan dan Keuangan.

b. Terhimpunnya data hasil pelaksanaan pembangunan bidang Penanaman Modal.

c. Terhimpunnya data hasil pelaksanaan pembangunan bidang BUMD/BUMN dan Kerjasama

Secara umum, permasalahan yang ditemui dalam

pelaksanaannya antara lain adalah sebagai berikut :

a. Masih sulitnya memperoleh data tentang perkembangan BUMD/BUMN di Provinsi Jambi.

b. Penyampaian laporan penanaman modal yang tidak tepat waktu oleh instansi terkait.

c. Tidak tersedianya beberapa data penanaman modal di kab/kota atau instansi terkait.

Bertitik tolak dari permasalahan tersebut, maka solusi yang dapat ditempuh untuk meningkatkan kinerja program ini pada masa yang akan datang adalah :

a. Perlunya meningkatkan koordinasi dan sinergitas antara pihak pemerintah dengan BUMD/BUMN.

b. Perlunya himbauan dan peningkatan koordinasi terhadap instansi terkait agar menyampaikan laporan penanaman modal tepat waktu.

c. Perlunya himbauan dan peningkatan koordinasi kepada

kab/kota atau instansi terkait agar aktif dalam

penghimpunan data penanaman modal.

3. Program Pembinaan dan Fasilitasi Pembangunan Ekonomi dibidang BUDPAR dan KOPERINDAG

Pada tahun 2010 dialokasi anggaran untuk program ini

Rp103.915.000,- atau 94,47 %. Dari pelaksanaan program tersebut, diperoleh output sebagai berikut :

- Terhimpunnya data pelaporan pelaksanaan pembangunan sebagai bahan pelaksanaan program APBD.

Secara umum, permasalahan yang ditemui dalam

pelaksanaannya antara lain adalah sebagai berikut :

a. Sering terjadinya fluktuasi harga kebutuhan bahan pokok masyarakat dipasar.

b. Ditemukannya beberapa produk yang tidak layak kosumsi di pasar.

c. Masih kurangnya dukungan infrastruktur jalan menuju sentra produksi industri (pertanian, kerajinan, UMKM dan lainnya) baik di dalam daerah maupun luar daerah.

Bertitik tolak dari permasalahan tersebut, maka solusi yang dapatditempuh untuk meningkatkan kinerja program ini pada masa yang akan datang adalah :

a. Perlu dilakukan Rapat Koordinasi yang secara rutin untuk menangani fluktuasi harga bahan pokok.

b. Membuat himbauan kepada instansi terkait untuk melakukan usaha-usaha penstabilan harga bahan kebutuhan pokok dipasar (operasi pasar dan pasar murah).

c. Membuat himbauan kepada instansi agar menangani masalah produk yang tidak layak kosumsi di pasar.

d. Bekerja sama dengan instansi terkait guna meningkatkan infrastruktur jalan untuk memfasilitasi sentra produksi industri.

4. Program Pembinaan dan Fasilitasi Pembangunan Ekonomi di Bidang Kebudayaan dan Pariwisata

Alokasi anggaran untuk program ini pada tahun 2010 berjumlah

Rp450.199.400,- atau 96,99 %. Dari pelaksanaan program tersebut, diperoleh output sebagai berikut :

a. Terhimpunnya data pelaporan hasil pelaksanaan fasilitasi dan koordinasi pembangunan dan pengembangan bidang kebudayaan dan pariwisata.

b. Laporan administrasi pembangunan Biro Ekbang.

Secara umum, permasalahan yang ditemui dalam

pelaksanaannya antara lain adalah sebagai berikut :

1. Masih lemahnya Koordinasi, dan Sinergitas antar Lintas Sektoral dan Dinas/Instansi terkait.

2. Masih lemahnya upaya dalam mensinkronisasikan Program Pengembangan Pembangunan Ekonomi Bidang Kebudayaan dan Pariwisata.

3. Belum optimalnya pelaksanaan peningkatan baik kualitas dan kuantitas infrastruktur Bidang Kebudayaan dan Pariwisata.

4. Belum optimalnya upaya pensosialisasian pemahaman tentang Konsep Cagar Budaya.

Bertitik tolak dari permasalahan tersebut, maka solusi yang dapat ditempuh untuk meningkatkan kinerja program ini pada masa yang akan datang adalah :

a. Meningkatkan kualitas dan intensitas Rapat Koordinasi dengan dan antar Dinas/Instansi dan dengan Pemerintah Kab/Kota dalam rangka pengembangan Bidang Kebudayaan dan Kepariwisataan.

b. Membentuk Forum Koordinasi Pengembangan Pembangunan

Bidang Kebudayaan Pariwisata dan Promosi Industri

Kepariwisataan.

c. Melaksanakan secara intensif Sosialisasi tentang Konsep Cagar Budaya serta Sapta Pesona Wisata (Aman, Terkait, Bersih, Sejuk, Indah, dan Ramah Tamah dan Kenangan).

5. Program Pembinaan dan Fasilitasi Pembangunan Ekonomi di Bidang Perhubungan dan Kimpraswil

Pada tahun 2010 dialokasi anggaran untuk program ini

Rp290.000.000,- dengan tingkat realisasi mencapai

Rp280.000.000,- atau 96,58 %. Dari pelaksanaan program tersebut, diperoleh output sebagai berikut :

a. Terkoordinirnya rencana tata ruang wilayah Provinsi,

kabupaten serta tercapainya pembinaan penyelenggaraan JAKON di Provinsi Jambi.

b. Terhimpunnya Data ruas jalan Provinsi Jambi dan rencana pengembangan infrastruktur jalan dan sektor penunjang lainnya.

c. Terhimpunnya data perhubungan dan penyelengaraan sektor jasa transportasi umum serta meningkatkan pembinaan pengelolaan bidang kepelabuhan.

Secara umum, permasalahan yang ditemui dalam

pelaksanaannya antara lain adalah sebagai berikut :

a. Belum terlaksananya koordinasi penyelenggaraan pembinaan Jasa Konstruksi Provinsi dan kab/kota, disebabkan kab/kota belum membentuk Tim Pembinaan Jasa Konstruksi.

b. Belum terakomodirnya Pembinaan dan Fasilitasi Bidang infrastruktur jalan yang tersebar di wilayah Provinsi Jambi, karena terbatasnya personil dan anggaran.

c. Masih banyaknya masalah dalam Pembinaan Sektor

Perhubungan dan Jasa Transportasi.

Bertitik tolak dari permasalahan tersebut, maka solusi yang dapat ditempuh untuk meningkatkan kinerja program ini pada masa yang akan datang adalah :

a. Menjadualkan secara periodik Rapat Koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kab/Kota.

b. Mengkoordinir dan mensinergikan program dan kegiatan dinas/instansi untuk kelancaran lalu lintas angkutan barang dan orang.