Secara spesifik, jemaat mengungkapkan kurangnya pemahaman mereka mengenai penatalayanan. Hal ini disebabkan karena penyuluhan atau sosialisasi
mengenai penatalayanan tidak dilakukan oleh gereja. Namun, penulis menemukan beberapa hal yang tanpa disadari oleh jemaat, telah menjelaskan bagian-bagian yang mengarah kepada penatalayanan.
Dalam pemahaman Pendeta Lidia, penatalayanan merupakan dasar agar tujuan dari bisnis gereja dapat diarahkan untuk kemuliaan Allah, bukan lagi pada keuntungan materi. Bisnis gereja jika didasari dengan penatalayanan, maka gereja harus menata bisnis itu berdasarkan ajaran Kristus untuk kemulianNya. Dalam pengelolaannya, bisnis gereja harus dikelola berdasarkan ajaran kekristenan, agar mampu meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan dan mampu menghasilkan berkat bagi sesama.
Dalam pengelolaan bisnis gereja, jemaat GERMITA Lembong Rintulu menyadari bahwa pelayanan ini membuka peluang bagi masyarakat luas untuk berpartisipasi. Jemaat sadar akan potensi yang dimiliki jemaat dan masyarakat, sehingga bisnis gereja mampu menjadi wadah dalam peberdayaan potensi masyarakat. Selain itu jemaat menyadari sangat perlu diperhatikan pemanfaatan alam, agar tidak tereksploitasi berlebihan.
berdasarkan temuan di atas, penulis menganalisa bahwa ketika bisnis gereja dipahami secara positif, maka jemaat mampu menyadari beberapa hal yang dibutuhkan agar bisnis gereja menjadi bagian dari penatalayan. Sebagai seorang pendeta, pendeta Lidia memahami bahwa penatalayanan adalah tanggung jawab untuk mengatur, mengolah dan menata suatu pelayanan. Hal ini terlihat di mana terjadinya pergeseran tujuan bisnis pada umumnya yang mengutamakan materi menjadi tujuan mutlak, yaitu kemuliaan Allah. Pemahaman ini sesuai dengan bagian untuk menjalankan penatalayanan aset gereja seperti yang dijelaskan oleh Pollatu.
Dalam pengelolaan bisnis gereja, jemaat menyadari bahwa jemaat dan masyarakat memiliki potensi yang dapat diberdayakan, di mana gereja harus memberdayakan dengan penuh tanggung jawab dan menjadikan ajaran kekristenan sebagai dasar dalam pengelolaan bisnis gereja. Hal ini sesuai dengan pemahaman penatalayanan yang disampaikan oleh Tomatala. Tomatala menjelaskan bahwa semua manusia adalah subjek penatalayan yang dianugerahi Tuhan potensi yang
beragam. Dalam penatalayanan gereja, setiap orang memiliki hak partisipasi dan tanggung jawab sebagai penatalayan. Dalam pengelelolaan bisnis gereja, penatalayanan mengharuskan gereja untuk mengelola dengan jujur, adil, bijaksana dan penuh tanggung jawab segala sumber daya yang telah Tuhan anugrahkan, sehingga dalam pengelolaannya, gereja harus mengutamakan ajaran kekristenan.
PENUTUP Kesimpulan
Dalam pemahaman akan bisnis gereja berdasarkan perspektif penatalayanan, penulis menyimpulkan ada dua pemahaman utama yang dimiliki jemaat GERMITA Lembong Rintulu Mamahan. Pemahaman pertama dimiliki oleh sebagian besar jemaat yang melihat bisnis gereja beroirentasi pada materi saja.
Mengejar keuntungan dan persaingan menjadi ciri dari bisnis gereja. Pemahaman kedua dimiliki sebagian kecil jemaat yang melihat bisnis gereja adalah sebuah pelayanan yang dapat menjadi berkat bagi masyarakat. Pada pemahaman ini terjadi pergeseran tujuan dari bisnis itu sendiri, di mana pada umumnya bisnis mengejar keuntungan materi, bergeser menjadi bisnis untuk mewujudnyatakan kemuliaan Allah.
Permasalahan utama yang dimiliki jemaat GERMITA Lembong Rintulu Mamahan cukup mendasar. Perbedaan pandangan yang dimiliki oleh jemaat diakibatkan karena kurangnya sumber informasi dan sosialisasi yang diberikan oleh gereja. Meskipun pada dasarnya pendeta jemaat memiliki pemahaman yang baik dalam memahami bisnis gereja berdasarkan perspektif penatalayanan, gereja sendiri belum memberi fokus pada kegiatan bisnis. Gereja masih berfokus pada pelayanan internal dan masih berharap pada persembahan jemaat sebagai penunjang perekonomian gereja. Hal ini berakibat pada beberapa pelayanan gereja yang harus terkendala akibat pendanaan yang kurang mencukupi.
Gereja masih belum memberi fokus pada bisnis gereja dikarenakan gereja sendiri tidak memiliki dasar pemahaman yang kuat tentang bisnis gereja.
Kurangnya sumber informasi membuat jemaat memahami bisnis gereja hanya berdasarkan pengalaman pribadi. Hal ini lah yang membuat jemaat memiliki pandangan negatif terhadap bisnis gereja. Gereja membutuhkan suatu dasar yang tepat untuk dapat merekonstruksi pandangan negatif yang ada di jemaat.
Saran
Gereja GERMITA Lembong Rintulu Mamahan sebaiknya mulai memberi fokus pada pentingnya bisnis gereja bagi perkembangan perekonomian jemaat dan masyarakat. Gereja sudah harus memperhatikan kebutuhan jemaat khususnya perekonomian jemaat sebagai bagian dari melaksanakan misi gereja. Gereja sebaiknya segera melakukan sosialisasi mengenai bisnis gereja / kewirausahaan gereja agar dapat merekonstruksi pandangan negatif dari masyarakat.
Untuk gereja-gereja dan pembaca, bisnis gereja adalah sebuah upaya dalam menjawab kebutuhan jemaat dan masyarakat. Meskipun tujuan dari bisnis gereja baik, kegagalan dalam melakukan bisnis gereja juga sering ditemukan karena gereja tidak memiliki dasar pemahaman yang tepat. Untuk itu penulis menyarankan agar gereja-gereja memiliki dasar pemahaman yang tepat dapat membantu gereja dalam mengelola aset bisnis.
DAFTAR PUSTAKA
Naftallino, Asyer. Misi di Abad Postmodernisme. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2009
Wihelmus, Ola Rongan. Gereja dan Politik. Madiun: STKIP Widya Yuwana Madiun, 2010
Lumbantobing, Darwin. Teologi Pasar Bebas. Pematang Siantar: Lembaga Studi Agama, Pembangunan dan Budaya, 2007
Agoes, Sukrisno, dan I Cenik Ardana. Etika Bisnis dan Profesi – Tantangan Membangun Manusia Seutuhnya. Jakarta: Salemba Empat, 2009
Cunningham, Richard B. Creative Stewardship. Nashville: Abingdon Press, 1981
Walz, Edgar. Bagaimana Mengelola Gereja Anda?. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2019
Abineno, J.L.Ch. Diaken, Diakonia, dan Diakonat Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2010
Kurniadi, Titus K. Mengelola Aset Gereja Secara Bajik dan Bijak. Yayasan Oikumene PGI, 2004
Pollatu, Jola. “Christian Entrepreneurship.” M.M Tesis, Universitas Kristen Satya Wacana, 2012
Wijaya, Yahya. Kesalehan Pasar-Kajian Teologis Terhadap Isu-Isu Ekonomi dan di Indonesia. Jakarta: Grafika Kreasindo, 2010
Suryana. Kewirausahaan-Pedoman Praktis: Kiat dan Proses Menuju Sukses.
Jakarta: Salemba empat, 2006
Darmaputera, Eka. Etika Sederhana Untuk Semua Bisnis, Ekonomi dan Penatalayanan. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1990
Julianto, Simon. “Kewirausahaan Jemaat: Sebuat Alternatif Berteologi” dalam Waskita – Jurnal Studi Agama dan Masyarakat, (2017): 153-154
Mangeloja, Esa. “Application of Economic Concepts on Religious Bahavior”
Finland: university on Jyvaskyla, (2003), diakses pada hari Rabu, 24 November 2021, http//129.3.20.41.eps.othr/papers/0310/0310003.pdf.
Sugiyono. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: CV. Alfabeta, 2012
Mulyana, Deddy. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2001
Febrianty, Nurmiati, Luthfi Parinduri, Sarida Sirait, Natasya Virginia, Julyanthry Edy, Andriasan Sudarso. Pengantar bisnis: Etika, Hukum & Bisnis Internasional.
Medan: Yayasan Kita Menulis, 2020
Nathaniel, Raba. Pengantar bisnis. Ponorogo: Uwais Inspirasi Indonesia, 2020
Fuad, M., Christine H., Nurlela, Sugiarto, Paulus. Pengantar Bisnis Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama, 2000
Sattar. Pengantar Bisnis. Yogyakarta: Deepublish, 2017 Tantri, Francis. Pengantar Bisnis. Jakarta: Rajawali Pers, 2009
Yosephus, L. Sinuor. Etika Bisnis: Pendekatan Filsafat Moral terhadap Perilaku Pebisnis. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor, 2010
Mastra, I Wayan. Jejakku Mengikut Kristus. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2010 Handoko, Yakub Tri. Teologi Kemakmuran; diakses pada tanggal 10 Oktober 2022; tersedia di http://id.scribd.com/doc/63001587/APO-09-Teologi-Kemakmuran
Smith, David L. A Handbook of Contemporary Theology. Grand Rapid: Baker Books, 2000
White, Michael L. Cooper. “Christian Stewardship in The Light 0ƒ A Theology 0ƒ The Cross”, Dalam Dialog: A Journal of Theology 48 (2009)
Tomatala, Y. Penatalayanan Gereja yang Efektif di Dunia Modern. Malang:
Gandum Mas, 1993
Anwari, M. S. Peranan Penatalayanan Dalam Pengembangan Jemaat. Malang:
Gandum Mas, 2002
Barna, George. The Habits of Highly Effective Churches: Being Strategic in Your God Given Ministry. Amerika: Baker Publishing Group, 2000
Spwblog. “Penatalayanan dalam Kristen”, Februari 2016, diakses pada 15 Juni 2022, https://spwgblog.wordpress.com.
Brown, Keith E. Pelayanan Misi Dalam Gereja-Gereja Lokal di Asia. Batu:
Departemen Misi YPPII, 1999
Gasko, Diana S. Penatalayanan Aset-Aset Organisasi Gereja: Suatu Studi Terhadap Pengembangan Ekonomi Jemaat Bagi Penatalayanan Aset-Aset Organisasi Gereja di Klasis Pulau-Pulau Aru. M.M Tesis, Universitas Kristen Satya Wacana, 2016