BAB VI PEDOMAN KUESIONER BUKU RT
D. Blok II, Keterangan Rumah Tangga
B2R1. Nama Kepala Rumah Tangga
Nama Kepala Rumah Tangga pada survai sebelumnya sudah tercetak dipreprinted. Apabila nama kepala rumah tangga masih sama dengan nama kepala rumah tangga pada tahun survai sebelumnya maka dilingkari 1 dan jika berubah/berganti maka dilingkari 5 dan tuliskan siapa nama kepala rumah tangga yang sekarang pada tempat yang disediakan. Nama kepala rumah tangga di sini disesuaikan dengan nama di daftar anggota rumah tangga di blok IVA B4AK2. Nama KRT sekarang [2010] di B2R1R, harus sebagai KRT di roster.
B2R2. Suku Bangsa Kepala Rumah Tangga
Suku bangsa adalah paro (suku) dari suatu bangsa yang memiliki identitas yang sama dan diakui oleh orang luar. Identitas kesukubangsaan antara lain dapat dicirikan dengan adanya unsur-unsur suku bangsa bawaan yaitu kelahiran/hubungan darah, kesamaan bahasa, kesamaan adat istiadat, kesamaan kepercayaan, perasaan keterikatan.
Isian berdasarkan pengakuan responden. Apabila yang bersangkutan tidak dapat menyatakannya, Isian didasarkan atas hubungan darah sesuai dengan garis keturunan orang tua laki-laki.
SEDAP mengikuti pengkodean suku bangsa SUSENAS 2002. Pada tahun 2002, untuk memudahkan pencacahan dan pengolahan Susenas 2002, suku bangsa dikelompokkan dalam kelompok besar dengan memperhatikan unsur kedaerahan.Daftar nama dan kode suku bangsa yang digunakan pada Susenas 2002 (yang juga di gunakan oleh SEDAP). Pada SEDAP 2007 juga dilakukan pengkodean jawaban lainnya , hasil pengkodean jawaban lainnya diberikan kode baru mulai dari 23-35.
Aceh ... 01
B2R51, B2R52, B2R53 dan B2R54. Perubahan kepala rumah tangga
Untuk rumah tangga type 1, terdapat nama kepala rumah tangga tahun 2002 dan 2007.
Pewawancara harus menanyakan kembali apakah nama kepala rumah tangga yang telah tertulis pada tahun sebelumnya masih menjadi kepala rumah tangga di tahun 2007 dan 2010.
Lingkari 1 jika nama kepala rumah tangga tetap dan lingkari 3 jika kepala rumah tangga berubah. Pertanyaan B2R54 mengacu ke B2R52 yang dilingkari [ 1 atau 5]. Jadi jika B2R54=1, maka B2R52 harus sama dengan B2R1R.
Mohon diperhatikan:
1. Pada kolom B2R52 baris tahun 2002, tambahan pilihan 5 untuk menuliskan update (perubahan). Tanyakan apa nama lengkap/resmi dari KRT tahun 2002? Di beberapa
kasus sering nama yagn disebutkan di tahun 2002 adalah nama panggilan. Nama lengkap KRT di tahun 2002 bisa jadi seperti yang disebutkan di baris tahun 2007.
Lakukan probing untuk mendapatkan informasi ini.
2. Pada kolom B2R52 baris tahun 2007, kalau ada kesalahan dalam nama kepala rumah tangga tahun 2007, harap tuliskan pada baris yang disediakan dan lingkari 5.
Konsep/Definisi RT, KRT dan ART
Pada halaman 4 Buku RT dicantumkan konsep/definisi mengenai rumah tangga (RT), kepala rumah tangga (KRT), dan anggota rumah tangga (ART). Setiap pewawancara wajib untuk mengingat dan memahami ketentuan-ketentuan tersebut. Untuk lebih memperjelas konsep dan definisi tersebut berikut ini diberikan beberapa ilustrasi.
a. Rumah Tangga (RT)
Rumah Tangga adalah seorang atau sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan dan biasanya tinggal bersama serta makan dari satu dapur. Yang dimaksud makan dari satu dapur adalah jika pengurusan kebutuhan sehari-harinya dikelola bersama-sama menjadi satu.
Rumah tangga dibedakan menjadi rumah tangga biasa dan rumah tangga khusus, Rumah tangga biasa adalah seorang atau sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan fisik atau sensus, dan biasanya tinggal bersama serta makan dari satu dapur.
Rumah tangga biasa umumnya terdiri dari ibu, bapak, dan anak. Juga dianggap sebagai RT biasa antara lain:
1). Seseorang yang menyewa kamar atau sebagian bangunan sensus tetapi makannya diurus sendiri;
2). Keluarga yang tinggal terpisah di dua bangunan sensus tetapi makannya dari satu dapur, asal kedua bangunan sensus tersebut masih dalam blok sensus yang sama dianggap sebagai satu RT;
3). Pondokan dengan makan (indekos) yang pemondoknya kurang dari 10 orang.
Pemondok dianggap sebagai anggota rumah tangga induk semangnya;
4). Beberapa orang yang bersama-sama mendiami satu kamar dalam satu bangunan sensus walaupun mengurus makannya sendiri-sendiri dianggap satu rumah tangga biasa.
Rumah tangga khusus mencakup:
1). Orang-orang yang tinggal di asrama, yaitu suatu tempat tinggal yang pengurusan kebutuhan sehari-harinya diatur oleh suatu yayasan atau badan, misalnya asrama perawat, asrama mahasiswa, asrama ABRI (tangsi). Anggota ABRI yang tinggal di
asrama bersama keluarganya dan mengurus sendiri kebutuhan sehari-harinya bukan RT khusus.
2). Orang-orang yang tinggal di lembaga pemasyarakatan, panti asuhan, rumah tahanan dan sejenisnya.
3). Sekelompok orang yang mondok dengan makan (indekos) yang berjumlah lebih besar atau sama dengan 10 orang.
Penjelasan:
Rumah tangga yang menerima pondokan dengan makan (indekos) kurang dari 10 orang dianggap sebagai satu rumah tangga biasa dengan yang indekos. Jika yang mondok dengan makan 10 orang atau lebih, maka rumah tangga yang menerima pondokan dengan makan merupakan rumah tangga biasa, sedang yang mondok dengan makan dianggap sebagai rumah tangga khusus.
Pengurus asrama, pengurus panti asuhan, pengurus lembaga pemasyarakatan, dan sejenisnya yang tinggal sendiri maupun bersama anak isteri serta anggota rumah tangga lainnya dianggap rumah tangga biasa.
Dalam pencacahan SEDAP, mengikuti prosedur SUSENAS 2002. Pada SUSENAS 2002 Rumah tangga khusus tidak dicacah dengan Daftar VSEN2002.K & DaftarVSEN2002.M Rumah Tangga Khusus hanya dicatat pada Daftar VSEN2002.L. Dengan demikia SEDAP juga tidak akan mencacah Rumah Tangga Khusus.
b. Kepala Rumah Tangga (KRT)
Kepala Rumah Tangga adalah seorang dari sekelompok anggota rumah tangga yang bertanggung jawab terhadap kebutuhan sehari-hari rumah tangga tersebut atau orang yang dianggap/ditunjuk sebagai kepala dalam rumah tangga tersebut. Setiap rumah tangga memiliki satu (dan hanya satu) kepala rumah tangga.
Penjelasan:
Kepala rumah tangga yang mempunyai tempat tinggal lebih dari satu, hanya dicatat di salah satu tempat tinggalnya di mana ia berada paling lama. Khusus untuk kepala rumah tangga yang mempunyai kegiatan/usaha di tempat lain dan pulang ke rumah istri dan anak-anaknya secara berkala (setiap minggu, setiap bulan, setiap 3 bulan) tetapi kurang dari 6 bulan, tetap dicatat sebagai kepala rumah tangga (KRT) di rumah istri dan anak-anaknya. Untuk menghindari adanya lewat cacah atau cacah ganda dalam pencatatan ART, khususnya KRT, maka kepada setiap rumah tangga perlu ditanyakan:
1). Apakah KRT mempunyai tempat tinggal lain selain di sini,
2). Apakah ada ART yang bertempat tinggal di rumah/bangunan tempat tinggal lain yang masih di dalam satu kelseg.
c. Anggota Rumah Tangga (ART)
Anggota Rumah Tangga adalah semua orang yang biasanya bertempat tinggal di suatu rumah tangga (baik yang berada di rumah pada waktu pencacahan maupun yang sementara tidak ada) dan bersama-sama dalam konsumsi rumah tangga.
Penjelasan:
Pembantu RT atau sopir yang tinggal dan makan di rumah majikannya dianggap sebagai ART majikannya, tetapi yang hanya makan atau tinggal saja dianggap bukan art majikannya.
Contoh:
1). Ayu indekost di Kota Depok dekat dengan kampus Universitas Indonesia karena kuliah di Fakultas Teknik UI, sedang orang tua beserta adik-adiknya tinggal di Kelurahan Duren Sawit, Jakarta Timur. Setiap hari Minggu Ayu pulang ke Jakarta, maka Ayu dicatat sebagai penduduk Kota Depok.
2). Kusbianto adalah pegawai BPS di Jakarta Barat yang seluruh anggota rumah tangganya tinggal di Kabupaten Bogor. Untuk menghemat biaya transport, ia pulang ke Bogor hanya setiap hari Jum‟at sore sampai hari Senin pagi. Karena Kusbianto adalah kepala rumah tangga, maka ia tetap dicatat sebagai penduduk Kabupaten Bogor.
3). Udin seorang kepala rumah tangga dengan anggota rumah tangga sebanyak 5 orang tinggal di desa Kamojang Kabupaten Garut, Sejak bulan Desember 2005 hingga saat pencacahan ia tinggal di Jakarta. Tiga hari yang lalu dilaksanakan pencacahan, maka Udin dicatat sebagai penduduk Jakarta, karena lebih dari 6 bulan tinggal di Jakarta.
4). Mardani mempunyai 5 orang anak yaitu Didik tinggal di Semarang, Ucup tinggal di Solo, Ayu tinggal di Yogyakarta, Aan tinggal di Jakarta dan Ika tinggal di Bandung. Secara bergantian Mardani mengunjungi anak-anaknya dan berada di tempat anaknya sekitar satu bulan. Tepat pada pelaksanaan pencacahan Mardani berada di rumah Aan sejak seminggu sebelum pencacahan, maka Mardani akan dicatat sebagai penduduk Jakarta.
Survai SEDAP merupakan survai panel, sehingga dinamika dari rumah tangga yang terjadi selama kurun waktu antara survai sebelumnya dengan survai-survai berikutnya sangat bervariasi. Salah satu perubahan yang terjadi dalam rumah tangga ini adalah terbentuknya rumah tangga baru pada survai-survai berikutnya. Sehingga ada keharusan untuk menginformasikan rumah tangga SEDAP.
E. Blok IVP, Preprinted 2007 (Keterangan Anggota Rumah Tangga tahun 2007)