• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN

B. Analisis Deskriptif

2. Brand Loyalty

meneruskan pembeliannya di masa mendatang, yang dapat diukur dari:

1). Faktor kognitif, yaitu pertimbangan konsumen dalam membeli Indomie, seperti merek yang sudah dikenal, harga, kapan dan dimana dapat membeli Indomie

2). Faktor afektif, yaitu perasaan suka atau tidak suka konsumen terhadap Indomie.

3). Faktor evaluatif, yaitu kesesuaian produk Indomie dengan keinginan konsumen, seperti kemasan, dan rasa.

4). Faktor kecenderungan, yaitu frekuensi pembelian berulang terhadap Indomie, dan kuat-tidaknya komitmen konsumen terhadap merek Indomie untuk tidak berpindah pada merek lain.

C. Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini, untuk mengumpulkan data yang diperlukan untuk menganalisa sekaligus untuk penyusunan laporan penelitian, akan digunakan metode antara lain :

1. Kuesioner

Menyebarkan daftar pertanyaan kepada responden atau sampel yang telah ditentukan. Kuesioner (instrument penelitian) ini digunakan untuk

mengumpulkan datan yang berkaitan dengan variabel penelitian yaitu Brand Image dan Brand Loyalty.

Skala yang digunakan dalam instrumen penelitian ini adalah Skala Likert. Menurut Sugiyono (1999) Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dengan skala Likert, maka jawaban setiap item instrumen dijabarkan sebagai berikut ini.

Tabel III.1

Alternatif Jawaban Responden dan Skor Alternatif Jawaban Skor

Sangat setuju 5

Setuju 4

Kurang setuju 3

Tidak 2 Sangat tidak setuju 1

2. Studi Pustaka

Pengumpulan data dengan memanfaatkan literature-literatur yang berhubungan dengan obyek penelitian.

D. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Menurut Sugiyono (1999) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik

kesimpulannya. Dengan demikian populasi adalah ruang lingkup atau besaran objek atau subjek yang memiliki karakteristik tertentu yang dipelajari atau diteliti dan kemudian ditarik kesimpulannya. Dalam penilitian ini yang dimaksud populasi adalah semua mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

2. Sampel

Menurut Sugiyono (1999) mengartikan sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Dari kedua pengertian ini, maka yang dimaksud dengan sampel adalah sebagian dari populasi yang dijadikan objek atau subjek penelitian. Oleh karena itu, sampel dalam penelitian ini adalah sebagian mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata DharmaYogyakarta.

3. Jumlah sampel

Dengan keterbatasan dana, waktu dan tenaga yang dimiliki penulis, maka dalam penelitian ini jumlah sampel yang diambil adalah 100 mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

4. Teknik Pengambilan Sampel

Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini, adalah sampling aksidental, yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan

ditemui itu cocok sebagai sumber data (Sugiyono, 1999). Dengan demikian, penentuan sampel dilakukan secara acak, dan responden adalah mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata DharmaYogyakarta yang sengaja penulis temui saat penelitian ini dilakukan.

E. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah Regresi. Metode ini untuk memprediksi pengaruh faktor variabel bebas dengan variabel tergantung. Rumus yang digunakan seperti berikut ini (Sugiyono, 1999).

Langkah-langkah analisis data adalah sebagai berikut: a. Regresi linier sederhana

Y = a + bX Keterangan :

Y = variabel dependen (Brand Loyalty) a = harga Y bila X=0 (harga konstan)

b = angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukkan angka peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel independen. Bila b (+) maka naik, dan bila b (-) maka terjadi penurunan.

X = variabel independen pertama (Brand Image)

b. Uji t

Untuk mengetahui apakah pengaruh Brand Image terhadap Brand Loyalty signifikan, digunakan analisis uji t, yaitu:

2 r 1 2 n r t − − = Keterngan : t = signifikansi r = koefisien korelasi n = jumlah data/sampel

 

BAB IV

PROFIL INDOFOOD SUKSES MAKMUR

A. Sejarah Perusahaan

Berawal dari sebuah perusahaan mi instan, Indofood secara progresif telah bertransformasi menjadi sebuah perusahaan Total Food Solutions dengan kegiatan operasi yang mencakup seluruh tahapan proses produksi makanan, mulai dari produksi dan pengolahan bahan baku hingga menjadi produk akhir yang tersedia di rak para pedagang eceran. Sebagai perusahaan terkemuka dalam industri makanan olahan di Indonesia, Indofood didukung oleh sistem distribusi yang ekstensif sehingga produk-produknya dikenal di seluruh penjuru Nusantara.

B. Bidang Usaha

Perseroan mengoperasikan empat Kelompok Usaha Strategis (Grup) yang saling melengkapi:

1. Produk Konsumen Bermerek (CBP), memproduksi berbagai macam produk makanan dalam kemasan yang tercakup dalam Divisi Mi Instan, Penyedap Makanan, Makanan Ringan, Nutrisi & Makanan Khusus serta Biskuit. Dengan diakuisisinya PT Indolakto (Indolakto) pada tahun 2008, Divisi Dairy merupakan segmen baru di Grup CBP, yang akan memperkuat posisi grup ini di pasar yang memiliki pertumbuhan pesat. Kegiatan Grup CBP didukung oleh Divisi Bumbu dan Kemasan.

 

2. Bogasari, memiliki kegiatan utama memproduksi tepung terigu dan pasta. Kegiatan grup ini didukung oleh unit perkapalan.

3. Agribisnis, kegiatan utama grup ini meliputi penelitian dan pengembangan, pembibitan kelapa sawit, pemuliaan, termasuk juga penyulingan, branding, serta pemasaran minyak goreng, margarin dan shortening. Disamping itu, kegiatan usaha grup ini juga mencakup pemuliaan dan pengolahan karet, tebu, kakao dan teh.

4. Distribusi, memiliki jaringan distribusi yang paling luas di Indonesia. Grup ini mendistribusikan hampir seluruh produk konsumen Indofood dan produk-produk pihak ketiga.

C. Merek Indomie

Warisan Indofood terbesar saat ini adalah kekuatan merek-merek yang dimilikinya, bahkan banyak di antara merek tersebut melekat di hati masyarakat Indonesia selama bertahun-tahun. Ini termasuk beberapa merek mi instan (Indomie, Supermi dan Sarimi), tepung terigu (Segitiga Biru, Kunci Biru dan Cakra Kembar), minyak goreng (Bimoli), margarin (Simas Palmia). Meskipun menghadapi kompetisi ketat, merek-merek ini tetap merupakan pemimpin pasar di masing-masing segmennya , dikenal atas produknya yang berkualitas dengan harga terjangkau (http://www.indofood.com/, 1-4-2010).

 

Indomie adalah merek mi instan populer di Indonesia, diproduksi oleh PT. Indofood Sukses Makmur. Selain di Indonesia, Indomie juga dijual di luar negeri, antara lain Amerika Serikat, Australia, Asia, Afrika dan negara-negara Eropa. Di Indonesia, sebutan "Indomie" juga umum dijadikan istilah generik yang merujuk kepada mi instan.

D. Pemasaran

Mie ini murah meriah dan cocok dengan selera Indonesia, sampai tidak jarang orang membawa Indomie ke luar negeri bila makanan di luar tidak cocok. Saat terjadi bencana alam, orang Indonesia sering sekali menyumbang mi instan seperti Indomie, tentu saja beserta barang-barang kebutuhan lainnya.

Indomie selain dapat dibeli perbungkus, dapat juga dibeli dengan paket 5 bungkus atau paket 1 kardus berisi 30 atau 40 indomie. Harga indomie juga relatif sangat murah, di Indonesia pada tahun 2009, indomie berharga Rp. 900,00 per bungkusnya atau sekitar 10 sen dolar Amerika. Di Australia, tahun 2009 indomie dijual dengan harga 25 sen per bungkusnya atau AUD 10 untuk satu kardus berisi 40 bungkus indomie. Sedangkan di Amerika Serikat pada tahun 2009, indomie biasa dijual dengan harga 1 dolar per 3 bungkusnya, dan dapat ditemukan di berbagai supermarket Asia seperti Lion Supermarket, Marina Foods, atau Ranch 99.

Satu bungkus indomie standar memiliki massa 85 gram, dan terdapat 2 sachet berisi 5 bumbu-bumbuan yang disertakan, yaitu kecap manis, saus sambal,

 

minyak palm, bubuk perasa dan bawang goreng. Indomie juga tersedia dalam versi jumbo dengan massa 120 gram.

E. Jenis - jenis Indomie

1. Indomie Goreng Special

2. Indomie Goreng Rasa Sate

3. Indomie Kuah Rasa Kari Ayam

4. Indomie Kuah Rasa Seafood

5. Indomie Kuah Rasa Kaldu Ayam

6. Indomie Kuah Rasa Kaldu Udang

7. Indomie Kuah Rasa Ayam Bawang

8. Indomie Kuah Rasa Soto Mie

9. Indomie Kuah Rasa Baso Sapi

10. Indomie Selera Nusantara (dengan berbagai rasa)

F. Popularitas Indomie

1. Tahun 2005, Indomie memecahkan rekor dunia dalam Guinness Book of World Records untuk kategori "Paket Terbesar Mi Instan" dengan menciptakan paket dengan ukuran 3,4m x 2,355m x 0,47m, dengan berat bersih 664,938 kilogram, dimana berat ini adalah 8.000 kali berat standar sebuah paket mi instan. Paket tersebut dibuat dengan bahan yang sama seperti sebuah bungkus mi instan dan disertifikasi layak untuk konsumsi manusia. [1]

 

2. Pada tanggal 13 Desember 2009, Indomie disebut oleh Roger Ebert, kritikus film populer dari Amerika Serikat untuk majalah Chicago Sun-Times, sebagai salah satu kado Natal pilihan di urutan #1 (http://id.wikipedia.org/

wiki/Indomie, 1-4-2010)

 

 

BAB V

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A. Karakteristik Responden

Dari 100 kuesioner yang disebarkan kepada konsumen produk mie instan merek Indomie, di Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, maka karakteristik responden penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut ini.

1. Dilihat dari Jenis Kelamin

Seperti terlihat pada Tabel V.1. di bawah ini, bahwa ditinjau dari jenis kelamin, konsumen mie instan merek Indomie di wilayah penelitian terdiri dari 65 laki-laki (65%), dan 35 wanita (35%).

Tabel V.1

Karakteristik Konsumen Mie Instan Merek Indomie Ditinjau dari Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Jumlah Prosentase

Laki-laki 65 65 %

Perempuan 35 35&

Jumlah 100 100 %

Sumber : Data Primer Diolah

Secara lebih jelas, jumlah masing-masing konsumen mie instan merek Indomie menurut jenis kelamin tersebut dapat digambarkan seperti pada Grafik V.1 di bawah ini.

Responden Menurut Jenis Kelamin 0 10 20 30 40 50 60 70 Laki-laki Perempuan Jenis kelam in Ju m lah Jumlah

Gambar V.1. Karakteristik Konsumen Mie Instan Merek Indomie Ditinjau dari Jenis Kelamin

2. Dilihat dari Usia

Ditinjau dari usia, terlihat seperti Tabel 5.2 di bawah ini, konsumen mie instan merek Indomie di wilayah penelitian adalah sebagaian besar berusia antara kurang dari 20 tahun sebanyak 20 responden (20%), antara 20 sampai 25 tahun sebanyak 80 responden (80%), dan lebih dari 25 tahun sebanyak 0 responden .

Tabel V.2.

Karakteristik Konsumen Mie Instan Merek Indomie Ditinjau dari Usia

Usia Jumlah Prosentase

<= 20 tahun 20 20 %

> 20 s/d 25 Tahun 80 80 %

> 25 Tahun 0 0 %

Sumber : Data Primer Diolah

Secara lebih jelas, jumlah masing-masing konsumen mie instan merek Indomie menurut usia tersebut dapat digambarkan seperti pada Grafik V.2 di bawah ini.

Responden Menurut Usia 0 20 40 60 80 100 <= 20 tahun > 20 s/d 25 Tahun > 25 Tahun Usia Ju m lah Jumlah

Gambar V.2. Karakteristik Konsumen Mie Instan Merek Indomie Ditinjau dari Usia

3. Dilihat dari Tingkat Pendidikan Orang Tua

Ditinjau dari tingkat pendidikan, terlihat seperti Tabel V.3 di bawah ini, konsumen mie instan merek Indomie di wilayah penelitian adalah sebagaian besar memiliki tingkat pendidikan D-3 sederajat sebanyak 39 responden (39%), S-1 sederajat sebanyak 33 responden (33%), SLTA sederajat sebanyak 16 responden (6%), S-2 sederajat sebanyak 6 responden (6%), SLTP sederajat sebanyak 4 responden (4%).dan SD sederajat sebanyak 2 fesponden (2%).

Tabel V.3

Karakteristik Konsumen Mie Instan Merek Indomie Ditinjau dari Tingkat Pendidikan Orang Tua

Tingkat Pendidikan Jumlah Prosentase

SD sederajat 2 2 % SLTP sederajat 4 4 % SLTA sederajat 16 16 % D-3 sederajat 39 39% S-1 sederajat 33 33 % S-2 sederajat 6 6% S-3 seerajat 0 0 % Jumlah 100 100 %

Secara lebih jelas, jumlah masing-masing konsumen mie instan merek Indomie menurut tingkat pendidikan tersebut dapat digambarkan seperti pada Grafik V.3 di bawah ini.

Tingkat Pendidikan Ortu Responden

0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 SD s eder ajat SLT P s eder ajat SLT A s eder ajat D-3 s ederaj at S-1 s ede rajat S-2 sede raja t S-3 seera jat Jumlah Ti ngk a t P e ndi di k a n Jumlah

Gambar V.3. Karakteristik Konsumen Mie Instan Merek Indomie Ditinjau dari Tingkat Pendidikan Orang Tua

4. Dilihat dari Jenis Pekerjaan Orang Tua

Seperti tercantum pada Tabel 5.4 di bawah ini, ditinjau dari jenis pekerjaan responden, konsumen mie instan merek Indomie sebagian besar memiliki pekerjaan sebagai berikut. Sebanyak 43 responden (43%) adalah PNS/BUMN, 10 responden (10%) adalah ABRI/POLRI, 23 responden (23%) adalah Pegawai swasta, 20 responden (20%) adalah pengusaha/wiraswasta, dan 4 responden (4%) lain.

Tabel V.4

Karakteristik Konsumen Mie Instan Merek Indomie Ditinjau dari Jenis Pekerjaan

Jenis Pekerjaan Ortu Jumlah Prosentase

PNS/BUMN 43 43% ABRI/POLRI 10 10 % Pengusaha/Wiraswasta 20 20% Pegawai Swasta 23 23 % Lain-lain 4 4 % Jumlah 100 100 %

Sumber : Data Primer Diolah

Secara lebih jelas, jumlah masing-masing konsumen mie instan merek Indomie menurut jenis pekerjaan tersebut dapat digambarkan seperti pada Grafik V.4 di bawah ini.

Jenis Pekerjaan Ortu Responden

0 10 20 30 40 50 PN S/BU M N ABR I/ PO L R I P e ng us a ha /W ir as w a s ta Pe g a w a i Sw a s ta La in -l ai n Jenis Pekerjaan Ju m la h Jumlah

Gambar V.4. Karakteristik Konsumen Mie Instan Merek Indomie Ditinjau dari Jenis Pekerjaan

5. Dilihat dari Tingkat Penghasilan Orang Tua

Ditinjau dari tingkat penghasilan sebulan, seperti terlihat pada Tabel V.5. di bawah ini diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki penghasilan sebulan kurang dari Rp. 2.000.000,- sebanyak 20 responden (20%), antara Rp. 2.000.000,- sampai Rp. 3.000.000,- sebulan sebanyak 47 responden (47%), antara Rp. 3.000.000,- sampai Rp. 5.000.000,- sebulan sebanyak 19 responden (19%), antara Rp. 5.000.000,- sampai Rp. 6.000.000,- sebulan sebanyak 6 responden (6%), dan lebih dari Rp. 6.000.000,- sebanyak 8 responden (8%).

Tabel V.5

Karakteristik Konsumen Mie Instan Merek Indomie Ditinjau dari Tingkat Penghasilan

Tingkat penghasilan (Rp) Jumlah Prosentase

<= 2 juta 20 20 % > 2 jita s/d 3 juta 47 47 % > 3 juta s/d 5 juta 19 19 % > 5 juta s/d 6 juta 6 6 % > 6 juta 8 8 % Jumlah 100 100 %

Sumber : Data Primer Diolah

Secara lebih jelas, jumlah masing-masing pekerjaan konsumen mie instan merek Indomie menurut tingkat penghasilan sebulan tersebut dapat digambarkan seperti pada Grafik V.5 di bawah ini.

Tingkat penghasilan Ortu Responden 0 10 20 30 40 50 <= 2 juta > 2 jita s/d 3 juta > 3 juta s/d 5 juta > 5 juta s/d 6 juta > 6 juta Tingkat Penghasilan Ju m lah Jumlah

Gambar V.5. Karakteristik Konsumen Mie Instan Merek Indomie Ditinjau dari Tingkat Penghasilan Sebulan

Berdasarkan hasil data penelitian seperti yang telah dijelaskan di atas, maka dapat diketahui bahwa karakteristik konsumen mie instan merek Indomie memiliki kecenderungan sebagai berikut; pertama, ditinjau dari jenis kelamin bahwa konsumen mie instan merek Indomie sebagian besar adalah laki-laki; kedua; ditinjau dari usia bahwa konsumen (mahasiswa) sebagian besar berusia antara 20 hingga 25 tahun; ketiga, ditinjau dari tingkat pendidikan orang tua, sebagian besar orang tua konsumen (mahasiswa) memiliki tingkat pendidikan D3- sederajat dan S-1 sederajat; keempat, ditinjau dari jenis pekerjaan orang tua konsumen (mahasiswa) sebagian besar adalah Pegawai Negeri Sipil/BUMN; kelima, ditinjau dari tingkat penghasilan sebulan orang tua konsumen (mahasiswa) sebagian besar memiliki tingkat penghasilan sebulan antara Rp. 2.000.000,- s/d Rp. 3.000.000;-.

B. Analisa Deskriptif

1. Brand Image

Kuesioner atau instrumen penelitian yang dipakai untuk mengukur variabel bebas/independen, yaitu Brand Image terdiri dari 12 item pertanyaan. Kemudian untuk alternatif jawaban telah ditetapkan bahwa: Sangat Tidak Setuju (STS) mendapat skor 1, Tidak Setuju (TS) mendapat skor 2, Netral (N) mendapat skor 3, Setuju (S) mendapat skor 4, dan Sangat Setuju (SS) mendapat skor 5.

Dengan demikian, apabila responden menjawab setiap item pertanyaan dengan jawaban “sangat setuju”, maka yang bersangkutan akan mendapatkan skor nilai sejumlah = 12 x 5 = 60. Nilai ini adalah nilai tertinggi atau nilai ideal. Oleh karena itu, apabila responden mendapat skor mendekati angka tersebut dapat dikatakan bahwa konsumen yang bersangkutan memiliki tingkat kepuasan yang sangat tinggi terhadap mie instan merek Indomie.

Seperti terlihat pada lampiran, diketahui bahwa skor rata-rata responden untuk instrumen Brand Image adalah 52,03. Hal ini apabila dibandingkan dengan nilai skor ideal (60), maka rata-rata Brand Image mie instan merek Indomie di Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta berada pada tingkat sebagai berikut:

Rata-rata jumlah skor

Tingkat Brand Image = x 100 % Nilai skor ideal

= 52,03 / 60 x 100 % = 86.72%

Dengan demikian, tingkat Brand Image mie intan merek Indomie tersebut memiliki tingkat 86.72 % dari tingkat ideal yang diharapkan. Berarti tingkat Brand Image mie instan merek Indomie di Fakultas Ekonomi Unversitas Sanata Dharma Yogyakarta cukup tinggi.

Dari skor penelitian diketahui bahwa skor tertinggi tingkat Brand Image adalah 60 (12 X 5) dan terendah 12 (12 X 1). Dari skor ini kemudian dapat dibuat pengelompokkan skor menurut tinggi, sedang, dan rendah dengan cara sebagai berikut ini.

Nilai tertinggi – nilai terendah 3

= (60 - 12) / 3 = 16

Dengan demikian, skor data penelitian dapat dikelompokkan, yaitu : Rendah = Skor 12 sampai dengan 28 atau (=12 + 16) Sedang = Skor 29 sampai dengan 44 atau (=28 + 16) Tinggi = Skor 45 sampai dengan 60

Dari patokan tersebut kemudian masing-masing skor data penelitian dapat dikategorikan seperti pada tabel V.6 seperti di bawah ini.

Tabel V.6

Kategori Tingkat Brand Image Mie Instan Merek Indomie

No Skor Kategori Jumlah Persentase

1 <=28 Rendah 0 0

2 29 - 44 Sedang 11 11

3 45 - 60 Tinggi 89 89

Jumlah 100 100

Sumber : Data Primer Diolah

Secara lebih jelas, penilian konsumen terhadap Brand Image mie instan merek Indomie tersebut dapat digambarkan seperti pada Grafik V.6 di bawah ini.

Gambar V.6. Penilaian Konsumen terhadap Brand Image Mie Instan Merek Indomie

Dari tabel V.6 tersebut diketahui bahwa dari 100 responden, tidak ada konsumen menilai bahwa Brand Image Indomie adalah rendah, 11% (11 konsumen) menilai bahwa Brand Image Indomie adalah sedang, dan 89% (89 konsumen) menilai bahwa Brand Image Indomie adalah tinggi. Dari temuan ini diketahui bahwa hampir sebagai besar responden (mahasiswa Fakultas

Ekonomi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta) mengatakan bahwa Brand Image mie instan merek Indomie adalah tinggi.

Secara rinci, skor rata-rata tingkat Brand Image mie instan merek Indomie tersebut dapat dicermati pada Tabel V.7. di bawah ini.

Tabel V.7

Rata-rata Tingkat Brand Image Indomie Menurut Masing-masing Item

No Pernyataan Skor

Rata-rata

1 Indomie adalah produk mie instan yang sudah telah dikenal oleh masyarakat luas.

4,85 2 Dari anak kecil hingga orang tua, baik di kota maupun

di desa, sudah banyak yang tahu merek Indomie

4.63 3 Dibanding dengan produk mie instan lain, Indomie

adalah merek paling terkenal

4.38 4 Indomie memiliki keistimewaan produk dibanding

dengan produk mie instan sejenis

4.08 5 Pilihan atau variasi produk indomie beragam, sehingga

mampu memenuhi selera konsumen

4.22 6 Dibanding dengan mie instan lain, Indomie rasanya

paling enak

4.07 7 Indomie adalah merek mie instan yang dapat bertahan

dari waktu ke waktu

4.23 8 Indomie diproduksi oleh perusahaan terkenal yang

sudah mapan (PT. Indofood Sukses Makmur)

4.48 9 Walaupun sekarang banyak sekali merek mie instan

yang beredar di pasaran, merek Indomie tetap terkenal dan memiliki konsumen yang banyak

4.38

10 Kualitas produk Indomie telah mendapat kepercayaan di tengah masyarakat

4.38 11 PT. Indofood Sukses Makmur yang memproduksi

Indomie adalah perusahaan besar dan dapat dipercaya

4.38 12 Indomie tetap menjadi pilihan pertama konsumen,

walaupun di pasaran banyak terdapat mie instan sejenis

4.08 Sumber : Hasil perhitungan kuesioner (nilai rata-rata dari 100 responden)

Pada tabel tersebut di atas terlihat bahwa pada dasarnya tingkat Brand Image mie instan merek Indomie, disebabkan karena alasan :

1). Indomie adalah produk mie instan yang sudah telah dikenal oleh masyarakat luas.

Untuk item pertanyaan ini mendapat rata-rata skor 4,85 atau mendekati tingkat persetujuan “sangat setuju”. Skor ini merupakan skor tertinggi penilian konsumen terhadap Brand Image Indomie. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Indomie adalah produk mie instan yang sudah telah dikenal oleh masyarakat luas.

2). Dari anak kecil hingga orang tua, baik di kota maupun di desa, sudah banyak yang tahu merek Indomie.

Untuk item pertanyaan ini mendapat rata-rata skor 4.62 atau tingkat persetujuan cenderung “sangat setuju”. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dari anak kecil hingga orang tua, baik di kota maupun di desa, sudah banyak yang tahu merek Indomie.

3). Dibanding dengan produk mie instan lain, Indomie adalah merek paling terkenal.

Untuk item pertanyaan ini mendapat rata-rata skor 4,38 atau tingkat persetujuan “setuju”. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa harga produk mie merek Indomie bersaing dengan merek mie produk yang lainnya.

4). Indomie memiliki keistemewaan produk dibanding dengan produk mie instan sejenis.

Untuk item pertanyaan ini mendapat rata-rata skor 4.08 atau tingkat persetujuan “setuju”. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa. Indomie memiliki keistemewaan produk dibanding dengan produk mie instan sejenis.

5). Pilihan atau variasi produk Indomie beragam sehingga mampu memenuhi selera konsumen.

Untuk item pertanyaan ini mendapat rata-rata skor 4.22 atau tingkat persetujuan “setuju”. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa. pilihan atau variasi produk Indomie beragam, sehingga mampu memenuhi selera konsumen

6). Dibanding dengan mie instan lain, Indomie paling enak rasanya.

Untuk item pertanyaan ini mendapat rata-rata skor 4.07 atau tingkat persetujuan “setuju”. Skor ini merupakan skor terendah penilaian konsumen terhadap Brand Image Indomie. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa konsumen setuju bahwa dibanding dengan mie instan lain, Indomie paling enak rasanya.

7). Indomie adalah merek mie instan yang dapat bertahan dari waktu ke waktu.

Untuk item pertanyaan ini mendapat rata-rata skor 4.23 atau tingkat persetujuan “setuju”. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Indomie adalah merek mie instan yang dapat bertahan dari waktu ke waktu.

8). Indomie diproduksi oleh perusahaan terkenal yang sudah mapan (PT Indofood Sukses Makmur).

Untuk item pertanyaan ini mendapat rata-rata skor 4.48 atau tingkat persetujuan “setuju”. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa. Indomie diproduksi oleh perusahaan terkenal yang sudah mapan (PT Indofood Sukses Makmur).

9).Walaupun sekarang banyak sekali merek mie instan yang beredar di pasaran, merek indomie tetap terkenal dan memiliki konsumen yang banyak.

Untuk item pertanyaan ini mendapat rata-rata skor 4.38 atau tingkat persetujuan “setuju”. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa walaupun sekarang banyak sekali merek mie instan yang beredar di pasaran, merek indomie tetap terkenal dan memiliki konsumen yang banyak.

10).Kualitas produk Indomie telah mendapat kepercayaan ditengah masyarakat.

Untuk item pertanyaan ini mendapat rata-rata skor 4.38 atau tingkat persetujuan “setuju”. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kualitas produk Indomie telah mendapat kepercayaan ditengah masyarakat.

11).PT. Indofood Sukses Makmur yang memproduksi Indomie adalah perusahaan besar dan dapat dipercaya.

Untuk item pertanyaan ini mendapat rata-rata skor 4,38 atau tingkat persetujuan “setuju”. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa PT. Indofood Sukses Makmur yang memproduksi Indomie adalah perusahaan

Dokumen terkait