• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

5. Break Event Point (BEP)

Break Even Point adalah keadaan kapasitas produksi pabrik pada saat hasil

penjualan hanya dapat menutupi biaya produksi.

BEP = 100 %

BEP = (14.814.181 / 56.800.000) x 100%

BEP = 26,08 %

Kapasitas produksi pada titik BEP = 26,08% x 93,6 ton/tahun

= 24,41 ton/tahun

Nilai penjualan pada titik BEP = 26,08 % x Rp. 208.970.172

Dari perhitungan didapatkan data hasil perhitungan secara ekonomi dengan menggunakan metode break event point (BEP), diketahui untuk mendapatkan modal kembali dibutuhkan sebanyak 24,41 ton briket yang terjual dalam waktu sekitar 11,34 bulan pada pendapatan Rp 183.075.000.

7.1 Kesimpulan

Kesimpulan yang diperoleh dari percobaan yang dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Tahapan proses dalam pembuatan briket tinja berdasarkan prosedur yang telah ditentukan, terdapat beberapa langkah yaitu dimulai dari menimbang lumpur tinja, perekat (polyacrylamide), air kemudian dilakukan pengadukan hingga pencetakan atau pengepresan, dan pemanasan briket di dalam oven.

2. Waktu pengeringan briket terbaik adalah 120 menit pada suhu 1500 C di dalam oven.

3. Selama proses pembuatan briket tinja, faktor yang sangat berpengaruh dalam proses produksi briket adalah faktor skala tekanan dongkrak, rasio bahan baku:

perekat, waktu, dan suhu pengeringan.

4. Semakin tinggi banyak kadar air yang terkandung di dalam briket jadi akan semakin rendah kualitas briket. Adapun parameter yang sangat mempengaruhi hasil tersebut adalah karakteristik bahan baku, penambahan rasio perekat, suhu pengeringan, suhu pembakaran, dan skala tekan briket.

5. Dari hasil penelitian diperoleh nilai kadar air, densitas dan nilai kalor rata-rata briket masing-masing adalah sebesar 11,38%; 0,969 gr/cm3; dan 6194,21 Kal/g.

6. Briket terbaik dihasilkan dari jenis briket enam belas (16) dengan waktu pembakaran paling lama adalah 613 detik dan nilai kalor 7436,55 Kal/g dimana diperoleh dari rasio bahan baku : perekat, skala tekanan, dan waktu pengeringan masing-masing adalah 5:2; 105 kg/cm2; dan 120 menit, dengan nilai kadar air dan densitas masing-masing adalah 7,27 % dan 1,06 gr/cm2.

Dimana kadar air dan nilai briket yang diperoleh sudah memenuhi SNI 01-6235-2000 yaitu masing-masing ≥ 5000 Kal/g dan 7,75 %, selain itu,

densitas briket yang diperoleh sudah memenuhi standar Amerika yaitu 1,0 gr/cm3.

7.2 Saran

Adapun saran pada percobaan proses pembuatan briket adalah:

1. Disarankan untuk meningkatkan suhu dan lama waktu pengeringan dalam proses pembuatan briket untuk menghasilkan briket dengan kadar air yang lebih rendah dan sesuai standar mutu briket menurut SNI.

2. Perlunya dilakukan analisa kadar abu, kadar karbon terikat (fixed carbon), dan kadar kadar zat terbang untuk mengetahui karakteristik produk briket secara lebih detail.

3. Perlunya dilakukan variasi ukuran partikel briket untuk meningkatkan densitas dari briket yang diperoleh.

4. Perlunya dilakukan pengujian terhadap kekuatan (ketahanan) yang dimiliki oleh briket terhadap benturan untuk menunjukkan bahwa briket kuat dan aman untuk dipindahkan atau digunakan.

Fuel Briquettes. International Journal of Coal Preparation and Utilization. 33 (1) 194-204.

Chitedze, J.M., Monzerezi, J. D., Kaleng-Saka, J., Steenkamp. 2012. Binding Effect of Cassava Starch on Compression and Mechanical Properties of Ibruprofen Tablets. J. Appl. Pharm. Science : Columbia

Douard, F. 2007. Challenge in the Expanding French Pellet Market. ITEBE Pellet 2007 Conference; Wells, Austria.

Fikri, Miftah El dan Dewi Nurmasari Pane. 2019. Kajian Destinasi Wisata Halal Kota Medan dalam Persepsi Pemasaran Wisata. Jurnal Manajemen Tools. 11 (1) 263-270.

Iswanto, Apri Heri 2008 Sifat Fisis Kayu : Berat Jenis dan Kadar Air pada Beberapa Jenis Kayu. Departemen Kehutanan. Universitas Sumatera Utara.

Jamilatun, Siti. 2008. Sifat-Sifat Penyalaan dan Pembakaran Briket Biomassa, Briket Batubara, dan Arang Kayu. Jurnal Rekayasa Proses. 2 (2) 37-40.

Junary, Erwin, Julhan Prasetya, dan Netti Herlina. 2015. Pengaruh Suhu dan Waktu Karbonisasi terhadap Nilai Kalor dan Karakteristik pada Pembuatan Bioarang Berbahan Baku Pelepah Aren (Arenga pinnata).

Jurnal Teknik Kimia USU. 4 (2).

Kurniati, E. dan Suprihatin. 2009. Kinetika Pembakaran Briket Arang Enceng Gondok. Jurnal Penelitian Ilmu Teknik. 9 (1) 70-77.

Meriatna., Maulinda L., Munawar K., Zulmiardi. 2015 Pengaruh Temperatur Pengeringan dan Konsentrasi Asam Sitrat pada Pembuatan Silika Gel dari Sekam Padi. Jurnal Teknologi Kimia Unimal. 4 (1) 78-88.

Onuegbu, T.U., Ogbu, I.M., Ejikeme, C. 2011 Comparative Analysis of Densities and Calorific Values of Wood and Briquettes Samples Prepared at Moderate Pressure and Ambient Temperature. Int. J. Plant. Anim.

Environment Service.

Panduan Praktikum Bom Kalorimeter,” Laboratorium Motor Bakar. 2017.

Prabowo, Mega Jati. 2018. Analisis Studi Kelayakan Briket Ampas Teh (Studi Kasus : IKM. Briket Serbuk Kayu Ceper Klaten). Program Studi Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Purwanto, Djoko. 2015. Pengaruh Ukuran Partikel Tempurung Sawit dan Tekanan Kempa terhadap Kualitas Biobriket. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 33 (4) 303-313.

Purwanto, D., dan Sofyan. 2014. The Effect of Carbonization Temperature and Carbonization Time on the Quality of Charcoal Briquette from Oil Palm Shell Waste. Jurnal Litbang Industri. 4 (1) 29-38.

Purwita, Lulu Destiana dan Prayatni Soewondo 2014 Effect of Mixing Water Ratio in Sludge of Septic Tank Treatment Based on Terra Preta Sanitation.

Jurnal Teknik Lingkungan 20 (2) 162-172.

Samy, Sadaka., Mahmoud A. Sharara, Amanda Asworth, Patrick Keyser, Fred Allen, Andrew Wright 2014 Characterization of Bio-char from Switchgrass Carbonization. Journal Energies. 2 (1). 1-9.

Sandra, Bambang S., dan Retno D. Studi Pengaruh Gaya Tekan terhadap Karakteristik Biobriket Kulit Kakao (Theabroma cocoa L.). Jurnal Teknologi Pertanian Andalas. 21 (2) 152-160.

Silia, Frist dan Seri Maulina. 2017. Pengaruh Suhu, Waktu, dan Kadar Air pada Pirolisis Pelepah Kelapa Sawit. Jurnal Teknik Kimia USU. 6 (2) 14-18.

Sinurat, Erikson. 2011. Studi Pemanfaatan Briket Kulit Jambu Mete Dan Tongkol Jagung Sebagai Bahan Bakar Alternatif. Makassar: Universitas Hasanudin.

Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-6235. 2000. Briket Arang Kayu.

Subroto, D.A.H, dan Sartono. 2007. Pengaruh Variasi Tekanan Pengepresan terhadap Karakteristik Mekanik dan Karakteristik Pembakatan Briket Kokas Lokal. Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Sudjana.1944. Desain dan Analisis Eksperimen. Bandung: Tarsito Triono 2006 Badan Penelitian dan Pengembangan Hasil Kehutanan.

Tumuru, J S., Sojhansanji, S., Lim, C.J., Bi, T., Lau, A., Melin, S., Sowlati, T.,

Wulandari. Asri Peni., Siti Aliyah., Hani Sunarya., Oom Komariah dan Prihadi Santoso. 2015. Study on Briquetting and Optimizing Organic Composition of Ramie (Boehmeria nicea (L). Gaud) Biomass. Journal of Applied Environmental and Biological Sciences, Vol 5, No 8, ISSN:

2090-4274, p. 1-6.

http://id.wikipedia.org/wiki/Biomassa. Diakses pada 20 Juli 2013 pada pukul 20.00 WIB.

http://www.scribd.com/doc/76682192/Bom-Kalorimeter-karak. Diakses pada tanggal 20 Juli 2013 pada pukul 20.00 WIB.

http://www.scribd.com/doc/85580880/Briket-Adalah-Gumpalan-Yang-Terbuat-Dari-Bahan-Lunak-Yang-Dikeraskan. Diakses tanggal 20 Juli 2013 pukul 21.00 WIB.

http://digilib.its.ac.id/ITS-Undergraduate-21001130002602/25234. Diakses pada tanggal 20 Juli 2013 pada pukul 21.20 WIB.

http://madanitec.com/knowledge/pembuatan-briket-arang/. Diakses pada tanggal 20 Juli 2013 pada pukul 22.00 WIB.

http://faperta. unsoed.ac.id/content/analisis - mutu - briket - ampas nyamplung-berdasarkan-proses-karbonisasi-dan-tanpa-proses. Diakses pada tanggal 20 Juli 2013 pada pukul 22.15 WIB.

http://www.scribd.com/doc/46969856/Pengertian-SOP. Diakses pada tanggal 20 Juli 2013 pada pukul 22.15 WIB.

Pada proses produksi briket terdapat delapan proses utama. Delapan proses utama tersebut adalah:

1. Proses penimbangan tinja.

2. Proses penimbangan air.

3. Proses penimbangan polimer.

4. Proses pembuatan lem polimer.

5. Proses pencampuran tinja dengan lem polimer.

6. Proses pembulatan adonan briket.

7. Proses pencetakan briket.

8. Proses pengeringan briket.

Berikut ini adalah standard operating procedure untuk proses produksi briket.

Dokumen terkait